Saat malam tiba kesunyian menyelimuti ruangan ini, sunyi dan sepi, jam dinding berdetik
Tik...tik...tik, hanya itu yang memecah kesunyian malam.
Waktu sudah menunjukkan jam 11.10 malam, tinggal satu menit lagi saat jarum detik menunjuk angka 12.
Tik... waktunya sudah sampai.
Ia langsung mengambil lilin yang sudah ia siapkan, 3 buah lilin, ia siap untuk bermain sangat siap.
Ia mulai berjalan ke arah kamar mandi saat sudah masuk ia meletakan satu lilin di depan cermin kamar mandi, satu lilin di belakang tubuhnya dan satu lilin ia pegang.
Ia menatap cermin itu lalu menyanyikan sebuah lagu.
"Da...tang pa..daku, a...yo kita ber..main Sa..at kau me...nang ambillah a..ku Tapi.... saat kau.. kalah be.. ri tahu... aku.. Ayo... berma...in petak umpet... Aku a..kan bersembunyi... temukanlah... a..ku"
ia bernyanyi dengan lirih dan menambah seram suasana ini.
Perlahan asap mulai terlihat tipis, lama kelamaan cermin itu menjadi putih, lilin yang sedari tadi menyala langsung mati apinya.
Ia langsung membawa 3 lilin itu lalu bersembunyi di dalam lemari yang sudah ia siapkan, ia bersembunyi dalam kegelapan.
Di luar mulai terdengar suara lirih seperti bunyi anak kecil yang sangat mengerikan.
"Ayo bersembunyi...aku akan menemukanmu..."
Begitulah suaranya.
Suara yang sangat menyeramkan dan juga lirih.
Perlahan tapi pasti terdengar bunyi langkah kaki kecil yang mendekati lemari, tapi ternyata kaki kecil itu berbelok menuju meja di dekat pintu.
"Apakah di sini kau bersembunyi? "
suara itu terdengar lagi, sekarang bunyinya menjadi semakin seram.
Lalu terdengar lagi suara kaki kecil yang menapak, tetapi suara itu terdengar semakin jauh, semakin jauh dan semakin menjauh, perlahan terdengar orang yang menuruni tangga
Huh sepertinya ia bisa menarik nafas lega, eh tetapi tunggu kenapa ada terdengar bunyi piring pecah? owh tidak pasti ia akan dimarahi ibunya hahaha, eh tetapi sepertinya ada yang salah dengan kata-kata ku, owh iya aku lupa kalau ibu dan ayahnya sudah dibunuh kenapa aku bisa lupa dengan hal penting ini
Bunyi berisik mulai terdengar dari lantai bawah, itu membuatnya penasaran tapi ia ingat bahwa ia harus bersembunyi sampai selesai.
Waktu mulai berlalu tetapi suara itu tak kunjung berhenti padahal waktunya sudah hampir berakhir, perlahan terdengar suara orang menaiki tangga suara itu seperti langkah yang sangat ringan tetapi membuat suasana semakin seram.
Krieek...krieek... krieek
Owh ini sangat menyeramkan, tetapi... apakah ia yakin tidak akan bisa ditemukan.
perlahan suara itu kembali tetapi itu seperti suara anak kecil sedang menyanyi...
"Bersembunyilah kalau kau tak ingin ditemukan..... bersembunyilah kalau kau tak ingin ku ambil.... "
Begitulah suaranya suara lirih yang membuat bulu kuduk merinding dan jangan lupakan suara orang yang membuka laci laci.
Krak...krak...krak
Seperti itulah bunyinya, bunyi laci yang di tarik lalu di masukan kembali.
Owh apakah ia akan ditemukan? tapi sepertinya tidak ia sangat mahir bersembunyi.
"Bersembunyilah kalau kau tak ingin ditemukan, bersembunyilah kalau kau tak ingin ku ambil"
Owh sial kenapa selalu ada lagu itu, kenapa harus lagu lirih itu?
Lama kelamaan bunyi langkah kaki kecil mulai terdengar suaranya seakan berjalan mendekat ke arah lemari, ia langsung membaca do'a-do'a supaya tidak di temukan, dah hey itu berhasil.
Suara langkah kaki itu mulai menjauh dan akhirnya terdengar bunyi orang yang menuruni tangga.
Perlahan ia melihat ke arlojinya hey ini sudah pukul 11:30 waktu yang tepat untuk mengakhiri permainan ini, ia mulai mengintip pada celah lemari dan hey kamarnya kosong, ini adalah waktu yang sangat pas.
Ia mulai berjalan ke dalam kamar mandi lalu mulai menyalakan satu lilin dengan korek yang ia bawa, tapi ternyata pintu kamar mandi langsung terbuka.
Memperlihatkan gadis kecil yang sangat menyeramkan, semua tubuhnya di penuhi darah dan matanya hitam pekat dengan darah yang mengalir dari dalam lubang matanya, rambutnya pirang dengan di kuncir dua jangan lupakan kakinya yg sudah hampir hilang digerogoti belatung.
Gadis itu tersenyum lalu mendekatinya yang berada di depan cermin, Ia terdiam seketika dengan api yang masih menyala di koreknya, saat ia tersadar langsung di letakan nya api ke lilin kedua.
Gadis yang mulanya tersenyum menjadi marah, ia berteriak bahwa ia sudah memenangkan permainan
"Aku sudah menang!!! SERAHKAN JIWAMU!!!!!" begitulah teriakan sang gadis itu.
Ia berpacu dengan waktu untuk menyalakan lilin ketiga, dengan tangan yang bergetar dan juga bunyi jam yang seakan mengejarnya, jantungnya berdetak sangat kencang bahkan bisa didengar oleh telinganya sendiri.
Gadis itu sekarang sangat marah lalu ia langsung mengambil vas bunga dan melemparnya ke sembarang arah.
Sialnya pecahan vas itu mengenai tangannya yang ia gunakan untuk menyalakan lilin, darah bercucuran dan membuat tangannya sangat sakit, tetapi ia tetap menyalakan lilin itu walaupun tangannya ikut terbakar.
Tik...
Bunyi jam yang sangat menggema dan pas sekali lilin ketiga langsung menyala lalu gadis itu berteriak sangat kencang, gadis itu pun terhisap kedalam cermin.
Huh...huh...huh ia hanya bisa terduduk lemas di dalam kamar mandi sambil mengatur nafasnya.
Ia mulai melirik ke arah cermin dan ia bisa melihat gadis itu di dalam cermin, walaupun gadis itu sudah merubah bentuknya menjadi gadis kecil biasa menggunakan gaun putih dan rambut pirang yang di kuncir dua dan jangan lupakan kakinya yang terbalut sepatu merah muda yang indah, tetapi tetap saja ia masih ketakutan melihatnya.
Gadis itu mulai bersuara dan menanyakan apa yang ingin diketahui darinya.
"Apakah yang ingin kau tanyakan, aku akan menjawab semuanya"
Ucap gadis itu dengan nada khas anak-anak dan juga senyuman.
"Aku ingin tahu... emm siapa yang membunuh ibu dan Ayahku?"
tanyanya dengan mata berkaca-kaca saat mengingat kejadian itu, ia terbangun dari mimpi buruknya lalu melihat Ayah dan Ibunya tewas di gantung di tempat jemur pakaian.
"Apakah kau benar-benar ingin tahu? aku hanya takut kalau kau tak bisa menerimanya, sekali lagi apakah kau yakin?"
Tanya gadis itu lagi.
"Iya aku ingin tau!"
Ia menjawab dengan mantap bahwa ia ingin tahu siapakah dalang dibalik semua ini.
"Hmm kau sepertinya yakin sekali, baiklah aku akan mengatakannya tapi.... ku harap kau tak menyesal"
Ucap gadis itu yang membuat ia mengangguk mantap untuk mendapatkan info yang sebenarnya.
"Baiklah sebenarnya yang membunuh adalah dirimu sendiri, kau berjalan sambil tidur dan membunuh kedua orang tuamu hahahaha"
Tawa gadis itu pecah dan ia langsung tersenyum manis dan lalu menghilang di balik cermin.
Apakah kalian penasaran apa yang terjadi selanjutnya? yap Ia langsung bunuh diri dengan cara gantung diri, dan sekarang rumah itu sudah menjadi sangat angker karena semua ini.
Kadang ada kalanya kita tak harus tau sesuatu yang di sembunyikan karena bisa saja itu menghancurkanmu,
Kadang sebuah ketahuan (mengetahui sesuatu) bisa menjadi kehancuran untukmu.
Aku akan terus menakut-nakuti kalian, semoga kalian tidur nyenyak malam ini walaupun ada suara langkah kaki seseorang di luar kamarmu 👀