Nama ku Kiara Natasya biasa dipanggil Ara usiaku baru 18 tahun dan aku masih duduk di kelas 3 SMA. Aku dibesarkan oleh nenek ku karena kedua orang tua ku meninggal akibat kecelakaan yang dibuat dengan sengaja oleh Paman dan keluarga nya demi mendapatkan perusahaan serta seluruh harta yang dimiliki oleh orang tua ku. Sedangkan untuk memenuhi biaya ku nenek ku bekerja keras untuk memenuhi nya mulai dari biaya sekolah sampai biaya kehidupan sehari hari. Dan aku sangat menyayangi nenek ku lebih dari apapun yang aku miliki saat ini.
Hari ini sepulang sekolah aku bertemu dengan seorang wanita paruh baya beserta cucu nya. Dia menyuruh ku untuk memanggil nya tante wina dan nama cucu nya ialah Nesya. Ntah mengapa aku merasa nyaman membicarakan mengenai masalah kehidupan ku selama ini mulai dari kecelakaan orang tuaku, kejahatan paman dan keluarga nya, hingga usaha nenek yang membesarkan ku sampai kini.
Selesai mengobrol dengan tante Wina kini aku bermain dengan Nasya kelihatannya Nesya anak yang mudah bergaul dengan orang lain. Di sela sela permainan kami tanpa sengaja aku melihat jam yang melingkar di tangan kiri ku ,betapa terkejut nya aku setelah mengetahui bahwa kini sudah jam 4 sore aku pun memukul jidat ku pelan.
"Kenapa.?" Tanya tante Wina yang melihat kelakuan ku
"Aduhhh sepertinya aku harus pulang tan, sudah terlalu sore." Ujar ku
"Iya gak papa, ya udah kalau gitu kamu pulang aja kasian nenek mu nanti khawatir pada mu." Ujar nya
"Baik lah...Da dah Nesya kita bermain lain kali ya,kakak mau pulang duku oke"
"Oke kak" Ujar Nesya yang tersenyum.
Belum sempat aku melangkahkan kaki ku tiba tiba
uhukk uhukkk uhukkk
"Tante kenapa.?" Tanya ku
"Gak papa Ra hanya batuk biasa"
"Tapi tan kedengarannya itu bukan seperti batuk pada biasanya." Ujar ku khawatir "Apa kita ke rumah sakit aja.?" Tanya ku
"Gak usah bagi orang tua seperti kami ini dah penyakit yang biasa." Jelas tante Wina meyakinkan ku
"Kalau gitu aku pulang dulu ya tan."
DI MANSION KELUARGA WIJAYA
Sesampainya di mansion Wina langsung menyuruh pengasuh Nesya untuk memandikannya, lalu Wina pun masuk ke kamarnya untuk membersihkan dori dan istirahat. Tak terasa malam pun telah tiba kini mereka bertiga sedang menikmati makan malam nya. Bertiga yaitu Wina,Nesya dan juga Reza papa nya Nesya. Reza Wijaya adalah pengusaha no 1 si Indonesia dan beberapa negara lain nya.
Selesai makan malam, Wina pun buka suara
"Bi bawa Nesya ke kamar nya dulu ya, saya mau bicara dengan Reza"
"Baik nyonya."
"Mama mau ngomong apa.?" Tanya Reza
"Za mama sudah menemukan ibu yang baik untuk Nesya sekali gue pendamping hidup kamu. Karena mama tidak bisa bersama kalian lebih lama lagi." Jelas Wina
"Ma mama gak boleh ngomong gitu kalau mama rajin berobat juga bakal sembuh kok."
"Enggak Za kali ini mama serius mama harap kamu mengabulkan permintaan terakhir mama untuk mu. Dia wanita yang baik."
"Semua wanita diluar sana sama aja kaya Rani." Ujar Reza, Rani adalah ibu kandung Nesya. Tapi bukan istri Reza walaupun dia ibu yang mengandung Nesya, Reza tidak mau menikahinya karena Rani lah yang menjebak nya kala itu hanya karena kekayaan Reza. Hal itu lah yang membuat Reza mempertanggung jawabkan Nesya dengan cara nya sendiri.
"Tapi ini beda nak, kalau kamu gak percaya kamu bisa mencari tahu nya. Namanya Kiara Natasya di sekolah di SMA Garuda."
"Apa...SMA ...yang benar aja ma, mama menikahkan aku dengan anak kecil" Ujar Reza
"Kalian hanya beda 4 tahun jadi gak masalah."
"Ya udah Reza ngikut mama aja semoga aja dia benar benar tulus." Jawab Reza
Sudah beberapa hari ini Kiara tidak melihat Wina dan cucu nya bermain di taman, ntah mengapa dia rindu akan sosok Nesya yang menurutnya imut dan cantik itu.
Sedangkan keadaan Wina sudah beberapa hari berbaring di rumah sakit karena penyakit paru paru nya semakin parah,itulah penyebab Wina berbatuk kala itu.
Setelah selesai mengerjakan pekerjaan kantornya Reza langsung menuju RS untuk melihat kondisi ibu nya.
"Gimana bu? Apakah sudah lebih baik?"
"Za ibu kira udah saat nya untuk kamu menikahi Kiara karena sepertinya ibu tidak bisa bertahan lebih lama lagi."
"Bu kalau ibu mau Reza menikahi Kiara ibu harus sehat dulu." Saat ini Reza sudah benar benar tahu siapa itu Kiara, karena setelah pembicaraan nya dengan Wina malam itu besok nya dia langsung menyuruh asistennya untuk mencari tahu latar belakang Kiara. Bagi mereka Latar belakang keluarga tidak penting toh mereka dah kaya yang terpenting adalah sikap dan etika.
"Tapi Za hidup sudah ada yang ngatur. Mam hanya ingin melihat kalian menikah agar mama tenang di sana." Jelas Wina
Reza pun mengusap wajah nya kasar
"Baik lah ku akan menjemput Kiara."
Setelah Reza membujuk Kiara dan meminta restu dari nenek nya Kiara akhirnya Kiara pun mau menikah dengan Reza. Setelah dipikirkan nya mungkin ini adalah saat yang tepat untuk menghilangkan beban nenek selama ini pikirnya dan lagipula karena menurutnya keluarga Wina adalah keluarga yang baik. Walaupun jauh di dalam hati nya dia masih takut, karena pernikahan bukan lah hal yang main main.
Tapi karena mendengar Reza yang berjanji pada neneknya bahwa Reza akan selalu menjaga nya sampai akhir nanti rasa cemas itu sedikit berkurang walau tidak sepenuhnya.
Sesampai mereka di RS semua nya sudah siap karena Reza sudah memerintah asistennya untuk menyiapkan segalanya.
Saat kata
Sahhhhhh....
Terdengar, Wina pun tersenyum lega, lalu Kiara meyalim pada tangan suaminya itu.
Setelah semua pulang tinggallah mereka berempat Kiara,Reza , Wina dan Nesya.
Wina menyatukan kedua tangan Reza dan Kiara lalu berkata.
"Mama mau kalian bersama sampai akhir nanti, dan kamu Za, kamu harus menjaga Kiara dan Nesya dengan baik. Sekarang ibu mau kalian janji untuk mempertahan kan pernikahan ini selamanya dan untuk saling menyayangi satu sama lain." Pinta Wina
"Kami janji bu." Ucap mereka serentak
"Nesya sekarang kak Ara adalah mama kamu, jadi mulai sekarang kamu memanggil nya mama ya." Ujar Wina sambil mengelus kepala Nesya
"Yeeee akhilnya Nesya punya mama" Ucap Nesya Girang yang ditanggapi mereka dengan senyuman.
Tak lama setelah nya Wina pun meninggalkan mereka selamanya, mereka pun tak dapat membendung tangis nya hanya Nesya lah yang belum paham akan kepergian Wina kali ini. Sehingga jika Nesya bertanya mereka hanya menjawab bahwa nenek hanya tidur untuk menghilangkan rasa sakit yang di alaminya.
Reza pun berjanji bahwa dia akan berusaha mencintai Kiara dan dia akan menjaga mereka bersua sebagai harta yang sangat berharga di hidup nya.
Dan kini keluarga mereka sangat harmonis,ditambah lagi Kiara dan Reza yang sudah saling mencintai satu sama lain pasti lah Wina yang melihat dari atas sana tersenyum bahagia melihat nya.
END.......