"Hai Dew" sapa Ridha.
"Hei, apa apanih tumben-tumben amat muka lu seneng gitu" ejek Dewi.
"hehehe, gw ada temen nih yg mau gw kenalin ke elu" jawab Ridha cengengesan.
"siape lagi yang mau lu kenalin ke gw ?" Dewi memutar bola matanya malas.
"Adadeh, bentar lagi orangnya Dateng kok, tunggu aja ya, yang santai gitu lohh deww" ucap Ridha.
Tidak terlalu lama tiba-tiba ada seorang cowok yang mengahampiri meja kita, dan ternyata itu adalah teman Ridha.
"hei bro apa kabar lu ? Makin ganteng aja lu" sapa ridha berdiri sambil menepuk pundaknya.
"kabar gw baik bro, gmna kabar lu ?"
"yaudah sini duduk aja dulu".
Tanpa berbasa-basi Ridha langsung mengenakan mereka.
"ehh Rif kenalin nih temen gw , Dewi".
Saling memperkenalkan diri dengan berjabat tangan.
"Dewi"
"Arif"
#Beberapa hari kemudian setelah berkenalan#
Sekembali Dewi dari dapur, tiba-tiba ponselnya berdering.
Drrtt drrttt
Dewipun mengangkat teleponnya.
"hallo, siapa ya ?" Tanya dewi.
"eh iya hallo Dewi, ini aku Arif, maaf mengganggu malem-malem" ucap Arif sedikit gugup.
"ohhh Arif, iya ga apa-apa kok. Ada apa ya Rif ?"
"gini Dew, besok kamu ada acara nggak ? Kalau kamu ga ada acara aku mau ajak kamu keluar" Ucap Arif ragu.
"ohhh,kamu mau ajak aku jalan gitu ?" Jawab Dewi dengan santainya.
"i-iya" ucap Arif gugup.
"oke siap, besok aku tunggu di rumah ya pukul 9".
Yeesss(suara girang Arif yang ternyata terdengar oleh Dewi. Dewipun terkekeh akibat tingkah laku Arif. Ckckckck
#Ke esokkan harinya#
tinn tiinnn tiinn (suara klakson).
"itu pasti Arif" tebak Dewi, dan saking girangnya mau di ajak keluar, Dewi sampai meloncat loncat di kasur.
"oke rileks Dewi. Tarik nafas keluarkan" gumam Dewi kepada dirinya sendiri.
Dewi berjalan mengahampiri Arif.
"hei, udah lama ? Mau masuk dulu nggak ?" Ucap Dewi sedikit gugup.
"nggak kok baru aja nyampai. Yaudah langsungg aja yuk, udah keburu siang" ucap Arif sambil tersenyum.
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya sampai pada tujuan, yaitu ditaman.
Arif menggandeng tangan Dewi dan menariknya untuk duduk di kursi di bawah pohon yang rindang. Dan tanpa basa-basi lagi, Arif langsung menyatakan cintanya.
Arif menghadap Dewi dan memegang kedua tangannya, lalu berkata :
"Dew, kamu mau nggak jadi pacar aku ? Aku tau ini terlalu cepat, tapi . . ." belum selesai Arif berbicara, Dewi langsungg angkat bicara.
"aku mau" Dewi tersenyum ke arah Arif.
"Beneran kamu mau ?" tanya Arif tidak percaya tetapi terdapat senyum bahagia di wajahnya.
"iya aku mau, tapi dengan syarat dan kamu harus membuktikan nya," Dewi tersenyum ke arah Arif.
"siap Bu boss, aku akan membuktikan nya bahwa aku memang cinta mati sama kamu. Oke, nanti malem kan malem Minggu, sekalian buktiin ke kamu kalau aku memang cinta mati sama kamu,"
"oke, aku tunggu."
Malam pun telah tiba, Dewi tak henti henti memikirkan Arif, mengenai bagaimana cara Arif membuktikan kepada Dewi. Tiba-tiba suara klakson terdengar (tiin ttiinnn tiiinnn) dan hal itu menyadarkan Dewi dari lamunannya. Dewi berlari menuju jendela untuk memastikan bahwa itu Arif atau bukan. Dan ternyata itu adalah Arif, seperti istilah pucuk dicinta ulampun tiba. Dewi pun berjalan untuk menghampiri nya.
@author nihh ya, ckckck@
(Kalian tau apa itu pucuk dicinta ulampun tiba ? pasti tau lahhh, kalau nggak tau yaudah aku kasih tau dahhh.
Pucuk dicinta ulampun tiba, pasti sudah sering mendengar istilah ini. Apa artinya ya ? Artinya yaitu, apa yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Ckckck. Udah author cuma mau menyampaikan itu aja kok. Lanjut yuuukk).
diperjalanan mereka hanya diam membisu dengan pikiran masing-masing. Tak terasa akhirnya sampai juga di tujuan, yaitu taman yang tadi siang menjadi saksi untuk mereka.
Arif mendudukkan Dewi di kursi taman. Kemudian Arif menutup mata Dewi menggunakan kain hitam. Tapi lama kelamaan Dewi merasakan sedikit nyeri di perut nya dan semakin lama semakin sakit. Tanpa aba-aba dari Arif, Dewi membuka penutup matanya, dan ia terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Arif, kamu . . ." kalimat Dewi masih menggantung, tetapi Arif tau apa maksud Dewi dan arif pun menjawabnya.
"iya, hatikan ?iya ini hati kamu, kan aku sudah bilang kalau aku mau membuktikan nya, bahwa aku cinta mati sama kamu" Arif tersenyum.
(Author : watados aja tuhh Arif, dasar, ckckck).
Tak beberapa lama akhirnya Dewi tumbang dan Dewi terjatuh ke pelukan Arif.
(Author : aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagii, aku tenggelam dalam lautan luka dalammm. Malah nyanyii,ckckck).
"benerkan, aku cinta mati sama kamu. Aku sudah membuktikan nya kepada kamu, walaupun kamu mati aku akan tetap mencintai kamu".
Tamat.
Sedikit kata kata nih guss :
"cintailah seseorang sesuai dengan kemampuan mu, tapi jangan sampai cinta itu melebihi cinta mu kepada Tuhan mu"
* * * * * * * *
Aduhhh, ga terasa ya guyss udah di akhir ternyata. Sedih dah aku jadinya, ckckck.
Mengenai cinta, hahaha. Aku ga tau apa itu cinta. Kenapa disini membahas cinta-cintaan Mulu ya guys ? Ga ada yang tanya gitu ? Ya syudahlahh ga apa, aku akan menjawab. Karna paling gampang, dan paling mudah untuk dibuat itu ya cinta-cintaan, ya walaupun sedikit alay, ckckck.
Mungkin hanya ini yang bisa aku sampaikan, jika ada salah kata dalam penulisan tolong dibenarkan, bisa komen di kolom komentar Yoi bukan hanya itu jangan lupa vote ya guys.
Terimakasih yang sudah membaca sampai akhir. Sekian dari aku,
Wassalamu'alaikum wr.wb