Jam menunjukkan pukul 16.00, aku baru pulang dari sekolah. Namaku Bella, aku kelas 10 SMA. Hari ini aku pulang lebih sore karena ada banyak hal yang harus aku selesaikan disekolah.
Berhubung ada banyak tugas yang harus aku selesaikan, aku akan pulang bersama sahabatku kerumahnya. Namanya Liana, kebetulan rumahnya tidak jauh dari sekolah. Kami berencana untuk kerja kelompok dirumahnya setelah pulang sekolah.
"Bel, jadi gak kerja kelompok di rumah ku" tanya Liana.
"Jadi dong, biar kita bisa kerja sama" balasku.
"Tapi aku akan memberi kabar ke ibu ku dulu untuk meminta izin" sambungku.
"Oke" balas Liana.
Setelah itu aku menelpon ibu ku untuk meminta izin kerja kelompok di rumah Liana. Ibuku pun menyetujuinya. Karena disekolah tidak melarang untuk membawa alat komunikasi, jadi aku membawa hp hanya untuk menghubungi jika ada keadaan mendesak.
Setelah meminta izin kepada ibuku, aku dan liana segera pulang kerumahnya. Setelah sampai kami disambut oleh kedua orang tua sahabatku itu.
...
Kami segera mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Karena sebentar lagi ujian semester, jadi kami selalu belajar lebih keras dan segera menyelesaikan tugas dengan cepat, supaya tidak menumpuk.
Kami akan mulai ujian tanggal 16 November, dan ini sudah tanggal 11 November.
Tidak banyak waktu yang tersisa untuk ku belajar. Maka dari itu aku sering kerja kelompok dengan sahabatku supaya aku bisa meminta dia mengajariku. Ya, Karena memang dia adalah siswa berprestasi disekolah ku.
...
Aku baru menyadari bahwa sekarang jam menunjukkan pukul 22.00 ini sudah terlalu malam dan aku harus pulang.
Aku segera berpamitan kepada Liana dan keduan orang tuanya. Orang tua liana menyarankan untuk menginap di rumah Liana, karena ini sudah malam. Tapi aku bersikeras untuk pulang, karena rasanya sulit untukku tidur nyenyak dirumah orang. Jadi ayah liana menawakan tumpangan untuk pulang kerumah, dan aku menyetujuinya.
...
Ayah Liana mengantarku sampai di depan lorong, karena lorong tersebut terlalu sempit jika harus menggunakan mobil. Dan aku harus melewati lorong tersebut untuk sampai dirumahku.
" Terima kasih ya paman, karena sudah mengantarku". kata ku kepada ayah liana.
"Iya sama-sama, tapi maaf ya paman hanya bisa mengantarmu sampai disini saja" jawabnya.
"Iya tidak apa-apa kok". ucapku kembali.
Setelah itu aku turun dari mobil, dan mulai berjalan memasuki lorong.
Banyak rumor mengatakan bahwa dilorong tersebut ada penunggunya, katanya sih hantu perempuan berbaju merah yg selalu menampakkan diri dimalam hari.
Seketika aku menengok jam ku, jam ku menunjukkan sudah pukul 22.30 malam.
Aku mulai berjalan menyusuri lorong tersebut. Dan...
Brakkk...
Aku terperanjat kaget ketika ada suara benda jatuh disekitar lorong.
Jantungku mulai berdetak kencang, bulu kudukku mulai berdiri, dan aku mulai ketakutan.
Entah berapa banyak fikiran negatif yg terbayang-bayang dikepala ku.
Aku melihat sekelilingku, tapi tidak ada seseorang atau benda yg jatuh.
Kaki ku rasanya sudah gemetar ketakutan, lorong yg terlalu sunyi dengan sebuah penerangan lambu balon kecil yg tak mampu untuk menerangi semuanya, membuatku semakin takut.
Aku mulai melanjutkan perjalanan ku....
Aku merasa ada yg mengikutiku dari belakang, dan sesekali aku menengok, tapi tidak ada orang sama sekali.
Aku semakin merinding...
Aku berlari supaya segera keluar dari lorong tersebut, hingga akhirnya aku keluar dari lorong itu.
"Hahh, rasanya lega sekali keluar dari lorong itu"gumamku.
Aku mulai melanjutkan perjalanku, dan tidak terasa aku sudah sampai didepan gerbang rumahku.
Aku mulai membuka pintu gerbang dan masuk, tapi seketika aku berhenti ketika ada suara langkah kaki yg mengikutiku dari belakang.
Aku menoleh,
Degg...
tidak ada orang sama sekali, bulu kudukku rasanya mulai berdiri lagi, dan kakiku mulai gemetar ketakutan.
Aku mulai berjalan mendekat ke pintu, tapi belum sampai aku mengetuknya, pintu tersebut tiba-tiba terbuka.
Ternyata ibuku masih menunggu dan dia tau kalau aku sudah sampai.
...
Kami masuk, setelah itu aku segera pergi kekamar ku untuk istirahat.
Aku menghempaskan diriku ke tempat tidur, rasanya lelah sekali karena seharian belajar.
Aku melirik jam yg ada didinding kamarku, jam menunjukkan pukul 21.40, aku segera bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
...
Selesai mandi dan berganti pakaian, aku bersiap-siap untuk tidur.
Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar rumah.
Aku melihat kembali jam dindingku, jam menunjukkan 23.09.
"Siapa yg datang selarut ini" gumamku.
Aku segera bangun dan keluar dari kamar ku untuk membukakan pintu.
...
Aku membuka pintu rumahku.
Degg..
Lagi-lagi tidak ada orang sama sekali.
"Apa aku salah dengar. Tapi tadi seperti ada yg mengetuk pintu, ah yasudahlah mungkin aku yg salah dengar".
Segera kututup kembali pintu tersebut dan kembali kekamarku.
...
Sesampainya dikamar, aku mendengar ada suara percikan air dari dalam kamar mandi.
"Sepertinya tadi sudah ku matikan kran airnya". Gumamku keheranan.
Lagi-lagi aku kembali menatap jam dindingku, dan jam menunjukkan pukul 11.11 malam.
Tiba-tiba ada suara seseorang yang bernyanyi dari dalam kamar mandi.
Jantungku mulai berdetak dengan cepat, rasa takutku mulai kembali menyelimutiku, tapi aku penasaran, siapa yang ada didalam kamar mandi.
Aku mulai berjalan mendekat kekamar mandiku, ku buka pintu nya dengan perlahan.
Krieet....(suara pintu yg perlahan ku buka)
Deggg....
Mataku terbelalak melihat sosok tersebut.
Aaaaa.....
Teriakanku memenuhi ruangan, ketika aku melihat sesosok wanita yang menggantung diatap dengan gaun merah, dan bersimbah darah tersenyum menatapku dari dalam kamar mandi.
Dan...
Klek...
Gelap
Lampu kamarku mati.
TAMAT
Mohon dukungannya untuk author, melalui like and comen😊.
Silahkan berikan saran kalian🤗.
Karena ini karya pertama saya, mohon maaf apabila ada kesalahan atau cerita yang kurang menarik🙏.
Terima kasih😗