Pembukaan cabang dari perusahaannya di laksanakan hari ini.
Shopia keluar dari mobil mahalnya dengan pakaian modis ala founder dan sekaligus CEO di perusahaan miliknya sendiri.
Ternyata sudah banyak reporter yang menunggu di depan cabang perusahaan barunya.
Walaupun bukan seorang artis, Sophia termasuk orang yang banyak mencuri perhatian karena kecantikan, cara berpakaian, gaya hidup, pencapaian dan kekayaan. Sebuah paket lengkap sebagai wanita berkarier yang sukses.
Setelah ia datang, acara pembukaan langsung dimulai tanpa menunggu lama. Pemotongan pita dilakukan olehnya dan beberapa orang. Termasuk satu pria tampan yang berada di sampingnya.
Mereka saling menoleh dan menatap dan berakhir melempar senyuman.
Setelah acara pemotongan pita, Sophia berpamitan untuk pergi duluan karena jadwal pekerjaan yang hampir bertabrakan.
Ia berpamitan kepada tamu-tamu dengan sopan dan ramah. Tidak terkecuali pria yang tadi sempat mencuri perhatiannya.
Sophia masuk kedalam mobil yang sudah dibukakan oleh salah satu bodyguard-nya.
"Nia!" Panggilnya dari kursi belakang kepada sekretarisnya.
"Iya, nona?" Sahut Nia sebagai sekretaris dengan sopan.
"Laki-laki yang pakai jas beludru biru terus kemeja putih itu siapa ya tadi?"
"Oh itu namanya Lucas. Kemungkinan dia akan jadi brand ambassador di Cina untuk di bidang fashion."
"Oh gitu. Lucas ya."
"Ada apa nona, apa perlu kita ganti model prianya."
"Gak perlu."
"Ternyata ganteng juga ya." Katanya pelan sambil mengalihkan pandangan dan tersenyum.
Sekretarisnya yang mendengar dengan jelas, tidak mengerti.
"Maaf nona, maksudnya?"
"Apa perlu saya ulangi lagi perkataan saya?"
"Tidak perlu nona."
Sophia turun dari mobil yang sudah sampai di bandara. Hari ini ia akan ke kantor pusat dengan jet pribadi miliknya yang sudah standby di bandara.
Sebelum jet pribadinya take off ada satu pesan masuk beserta foto dari handphone-nya.
"Gimana?"
"Ganteng." Balasnya lewat ketikan.
Perjalanan udara yang memakan waktu 2 jam akhirnya berakhir. Shopia langsung menuju kantor tanpa beristirahat karena ada urusan penting dan mendadak.
Setelah rapat selesai, Shopia langsung menuju ruangannya dan menyandarkan diri di kursi kantor yang empuk untuk melepaskan penat.
"Nia, ada jadwal apalagi setelah ini."
"Untuk nanti sore sampai malam tidak ada jadwal lagi, nona. Tapi untuk besok pukul 7 malam ada pesta pertunangan anak dari paman nona di hotel xxx."
"Pesta pertunangan? Berarti habis ini bawa saya ke butik dulu ya."
"Baik nona." Setelah itu Nia keluar ruangan setelah perbincangan itu.
"Akhirnya setelah sekian lama." Gumamnya sambil tersenyum.
Seperti katanya tadi Shopia sebelum pulang ke rumah ia mampir ke butiknya untuk mempersiapkan gaun pesta untuk besok.
Ia mengambil gaun simpel tapi elegan warna abu-abu. Setelah itu ia pulang untuk beristirahat.
Malam pesta itu pun tiba. Shopia datang ke pesta pertunangan sepupunya dengan penampilan anggun.
Ia menyapa kerabat-kerabatnya dan lalu menghampiri sepupu perempuannya yang bertunangan hari itu.
Tamu-tamu di hotel adalah banyak orang-orang penting dan juga artis-artis, karena pamannya adalah pendiri perusahaan entertainment.
Tidak terkecuali Lucas, mata mereka saling bertemu dan tersenyum walaupun dari jauh.
Setelah itu Shopia berjalan menuju ruang VIP yang digunakan khusus keluarga.
Ia duduk di sofa sambil menyantap cemilan yang tersedia di meja.
Pintu tiba-tiba terbuka dan ternyata itu Lucas. Shopia hanya tersenyum melihat ke arah pintu.
"Honey!" Seru Lucas yang memanggilnya dengan panggilan sayang.
"Hai udah lama gak ketemu. Terakhir kapan ya? Dua minggu yang lalu?" Mereka berdua berpelukan mesra seperti melepas rindu.
"Enggak terakhir ketemu itu kemarin di Hongkong." Kata Lucas dengan tegas sambil melepas pelukannya.
"Ah iya aku lupa. Tapikan cuma tatap-tatapan doang."
"Tapi kan itu namanya juga ketemu." Tegasnya lagi.
Sebenarnya Shopia dan Lucas adalah sepasang kekasih. Mereka berdua menjalin hubungan secara diam-diam agar tidak diketahui media manapun. Apalagi Lucas adalah idol/artis yang cukup terkenal sehingga takut terlalu menarik perhatian para fans yang mayoritas adalah wanita.
"Kamu masih sibuk akhir-akhir ini?" Tanya Lucas kepada Shopia.
"Ya gitulah. Harus bolak-balik ngurus perusahaan yang ada di luar juga. Kalau xuxi?"
Lucas tertawa mendengar 'xuxi' sebagai panggilannya.
"Xuxi? Udah lama banget ya kamu gak panggil aku pake xuxi. Kalau aku mungkin bakalan sibuk satu minggu kedepan soalnya persiapan comeback."
"Comeback? Wah semangat ya, xuxi." Shopia memberi semangat kepada kekasihnya lalu mencium pipinya.
Lucas tersenyum kemudian memegang kedua pipi Shopia dan mendekatkan wajahnya.
Shopia sontak menutup mulut Lucas dengan tangannya dan sedikit mendorong muka Lucas agar sedikit menjauh darinya.
"Cek, jangan sembarangan kalau kepergok orang gimana. Terus kalau kita ciuman make up aku bisa berantakan dan keluar dari sini yang ada bibir kamu merah karena lipstik aku." Decak Shopia kesal kepada Lucas.
"Oke-oke maaf, honey. Maklumin ya efek kangen." Akhirnya Lucas hanya mencium kening Shopia sebagai gantinya.
"Honey, aku keluar dulu ya. Kalau kelamaan yang ada nanti dicurigain. Bye, honey." Lucas berdiri dari sofa dan berjalan keluar.
Shopia masih stay sebentar di ruang tersebut dan lalu menyusul kembali ke kerumunan orang di pesta tersebut.
***
"Nia, tolong packing dan kirim pakaian dari desain yang ini ke alamat ini." Shopia memberikan tab kepada Nia yang berisi desain pakaian dan juga kertas yang berisi alamat penerima.
"Oh untuk pacar, nona ya?"
"Iya hari ini dia ulang tahun. Kamu kirim hari ini ya. Jangan sampai telat saya mau hari ini sudah ada di tangan dia."
"Baik, nona."
Shopia membuka lockscreen handphone dan memandangi wajah kekasihnya yang berulang tahun hari ini dengan postingan sosial media terbaru. Ia tersenyum simpul melihatnya tersenyum merayakan ulangtahun bersama teman-teman segrupnya.
Namun, sekarang ia tersadar karena banyak pekerjaan yang menumpuk didepannya mulai dari berkas-berkas hingga tumpukan pekerjaan di komputernya.
Dengan enggan Shopia mematikan layar ponselnya dan kembali bekerja.
Pekerjaan Shopia hari ini selesai hingga warna langit yang berubah oranye kemerahan.
Baru saja ia berjalan keluar dari perusahaannya, ponselnya berdering.
Lucas duduk di meja bar dengan minuman yang sedang di racik oleh barista bar. Ia tampak sedang menunggu seseorang. Lucas melambaikan tangan untuk memberitahu keberadaannya kepada orang yang sudah ia tunggu.
"Hai, udah nunggu lama?"
"Enggak kok gak lama."
"Mau pesen apa?" Tanya Lucas.
"Anggur aja deh."
Lucas memesan anggur kepada barista bar.
Lalu ia berinisiatif mendekatkan wajahnya, semakin dekat karena tidak ada penolakan. Bibir mereka berdua pun bersentuhan. Berciuman di bar tanpa malu walaupun banyak orang yang berada di dekat mereka.
Tiba-tiba seseorang menyiram air saat mereka sedang ciuman. Bukan air tetapi anggur yang langsung dari botolnya. Seketika Lucas kaget dan menatap orang yang berani beraninya menyiram dirinya dengan anggur.
Betapa terkejutnya Lucas saat melihat Shopia yang berdiri dibelakangnya sambil memegang botol anggur yang sisa setengah.
"Shopia kenapa kamu ada disini?" Tanya Lucas kaget dan langsung berdiri dari kursi bar.
Shopia tidak menjawab tetapi melanjutkan menuangkan sisa anggur ke kepala Lucas. Yang tidak terima langsung menghempaskan tangan Shopia yang tadi menuang anggur kepadanya.
"Udah Shopia! Udah!" Bentak Lucas, tetapi tidak digubris juga oleh Shopia.
Ternyata anggurnya tinggal sedikit, Shopia menuangkan sisa anggurnya kepada wanita yang sedang bersama Lucas dan terang-terangan berciuman.
Melihat wanitanya menjadi korban dari tindakan Shopia, Lucas tetap berusaha menghentikan.
Karena melihat Lucas yang merasa tidak bersalah dan terus saja membela selingkuhannya, Shopia membanting botol kaca anggur yang telah kosong kelantai dan menyebabkan keributan.
"Kamu selingkuh dibelakang aku masih belain dia, wanita murahan dan biasa kayak gini?" Hardik Shopia yang terlihat marah dengan mata yang berkaca-kaca.
"Enggak bu-bukan gitu, Shopia." Sanggahnya sambil mencari alasan.
"Terus tadi apa, hah? Kamu pikir aku buta dan bodoh gitu? Ciuman dengan selingkuhan di bar dibelakang kekasih aslinya." Shopia terlihat tidak tahan dan air mata kecewa akhirnya bercucuran di pipinya.
"Dan kamu artinya sekarang, kita gak ada hubungan apa-apa lagi." Shopia berbalik berjalan meninggalkan mereka berdua yang basah karena siraman anggur yang membuat baju mereka meninggalkan noda merah
Shopia dan Lucas sudah berpacaran kurang lebih selama 4 tahun bahkan saat Lucas masih trainee sebelum menjadi artis. Baik suka duka Lucas selalu ada Shopia yang berada disampingnya dan juga dukungan fisik ataupun nonfisik seperti uang, rumah sewa bahkan kendaraan.
Karena Lucas seorang pendatang dengan keluarga yang jauh, Shopia selalu menjadi garda terdepan ketika Lucas membutuhkannya.
Dan sekarang apa yang ia dapatkan setelah banyaknya pengorbanan, pada akhirnya kekecewaan dan penghianat yang ia dapatkan.
Shopia berjalan keluar dari bar, ia menghapus air matanya dan tersenyum sinis ketika ia mengingatkan kejadian yang baru saja terjadi.
Di depan bar asisten dan mobilnya sudah menunggu. Dengan cekatan asistennya memberi tisu kepada Shopia yang baru keluar dari bar.
"Akting yang bagus, nona." Puji asistennya sambil tersenyum.
Shopia hanya tersenyum simpul dan masuk ke dalam mobilnya.
"Langsung ke butik ya. Jangan pulang saya ada mau makan malam setelah dari butik." Perintahnya dan dijawab anggukkan sopan oleh bawahannya.
Shopia mengeluarkan ponselnya dan menelepon nomor yang ia tekan.
"Hari ini ke restaurant aku bisa kan. Kita makan malam bersama."
Dibutiknya ia mengambil gaun selutut berwarna cerah. Setelah itu ia langsung berangkat menuju restaurant-nya.
Ternyata seseorang sudah menunggunya lebih dulu di ruang VIP yang sudah ia sediakan. Mereka berdua langsung bertemu dan berpelukan mesra.
"OMG baju yang aku kirim tadi udah dipakai aja. Kamu suka?"
"Ya pasti suka dong, sayang." Jawab Jaehyun selingkuhan Shopia di belakang Lucas selama ini.
"Sayang, hari ini mungkin kamu resmi jadi pacar aku. Aku udah putus dari dia." Kata Shopia yang to the point.
"Serius? Kenapa gak dari kemarin aja sih kamu putusin. Kamu gak bakalan tersakiti kayak gini."
"Siapa bilang aku tersakiti. Aku putusin dia karena tunggu waktu yang tepat aja."
"Sayang, kamu mau gak hubungan kita sedikit terbuka?" Tanya Jaehyun kepada dirinya.
Pertanyaan Jaehyun sangat tidak terduga, Jaehyun dan Lucas adalah artis di bawah entertainment yang sama. Biasanya artis akan menutup dan menyembunyikan kekasihnya apalagi jika seorang non artis.
"Kamu serius? Kalau ngerusak karir kamu gimana?"
"Gak bakalan. Kalau rusak ya udah. Untuk sekarang aku cuma pengen bahagia aja sama kamu."
Tanpa sadar Shopia yang batal lekat Jaehyun tiba-tiba tersenyum.
Ia hanya mengangguk setuju jika ingin hubungan mereka sedikit terbuka dengan publik.
Setelah makan malam, mereka berencana berjalan-jalan di taman selayaknya kekasih. Maupun Shopia ataupun Jaehyun tidak ingin mempublikasikan hubungan mereka secara pribadi, biarkan media yang membuat gempar dunia hiburan atas hubungan mereka berdua.
Dan benar saja baru saja tadi malam mereka bermesraan di taman sambil berjalan-jalan santai, keesokan paginya sudah heboh berita hubungan antara Jaehyun yang berprofesi sebagai artis K-Pop terkenal dengan ketampanannya dengan Shopia wanita berkarier yang sukses di segala bidang dan tidak luput dengan wajah yang rupawan serta semua tentang dirinya yang mencuri perhatian.
Shopia sebenarnya sudah pasrah ketika hubungannya terpublikasi, pasti akan dicercah oleh fans K-Pop yang terkecuali fans Jaehyun yang sangat banyak.
Namun, setelah ia melihat komentar yang di tinggalkan oleh netizen. Semua komentarnya mengarah mendukung hubungannya dengan Jaehyun yang dinilai sangat cocok dari segi apapun.
Respon mereka membuat Shopia terkejut. Tidak terkecuali Jaehyun, ia langsung men-chat Shopia karena keterkejutannya tentang hal tersebut yang sama sekali tidak ia prediksi.
Tetapi ia juga lega bisa bermesraan dengan Shopia tanpa perlu bersembunyi sembunyi lagi.
Lucas pun terkejut melihat berita yang heboh tersebut, baru saja ia dan Shopia putus tiba-tiba muncul di berita Shopia yang sudah menjalin hubungan dengan Jaehyun teman satu agensinya.
Ia benar-benar tidak terima dengan kelakuan Shopia yang juga bermain dibelakangnya.
Shopia yang baru saja sampai di depan perusahaannya susah di serbu oleh wartawan wartawan yang meminta konfirmasi langsung dari Shopia. Tetapi Shopia tidak mau berkomentar ia hanya tersenyum dan melewati para wartawan dibantu dengan bodyguard bodyguard-nya.
Ia langsung menuju ke ruangannya, baru saja pintu lift terbuka terdengar keributan dari arah menuju ke ruangannya.
"Wah cepet juga reaksinya." Katanya dalam hati.
Dan benar saja itu ada Lucas yang sedang beradu mulut dengan security yang menjaga ruangannya.
"Sudah-sudah gak perlu ribut lagi, pak. Saya izinkan Lucas masuk keruang saya." Ujarnya yang datang bersama bodyguard bodyguard-nya melerai keributan dan mempersilakan Lucas masuk ke ruangnya.
"Ada perlu apa datang kemari?" Tanya Shopia sambil menyuguhkan minuman kaleng untuk Lucas.
"Kamu marah-marah sama aku karena aku selingkuh tapi kamu juga sama aja."
"Ternyata kamu juga gak lebih dari wanita murahan." Lanjutnya Lucas yang membuatnya tersenyum simpul.
"Heh, wanita murahan? Gak salah denger?" Shopia duduk di sofa singel sambil menyilangkan kakinya santai.
"Asal kamu tau ya kalau kau gak selingkuh aku juga gak bakalan selingkuh. Selama setahun ini kelihatan banget kalau kamu itu udah bosen sama aku."
"Oh iya aku inget bulan Mei kalau dihitung-hitung udah delapan bulan ya hubungan kalian lumayan awet." Lanjutnya
Lucas terlihat gugup setelah mendengar pernyataan darinya.
"Aku tuh gak bodoh aku udah tau hubungan kalian berdua selama delapan bulan ini. Dan kalau kamu bisa selingkuh kenapa aku gak?" Ia mengambil minuman kaleng dan membukanya.
"Tapi tetep aja kamu salah harusnya kamu juga gak main dibelakang aku. Kalau kamu tau kenapa gak langsung putusin aku." Lucas tetap ngotot kalau Shopia juga salah.
"Coba deh kata-kata kamu barusan balikin untuk diri kamu aja."
"Pokoknya aku gak terima dengan hubungan kita yang udah empat tahun ini." Katanya lagi yang tetap saja berdalih.
Shopia tiba-tiba berdiri karena kesal dengan Lucas yang tiba-tiba marah tidak jelas dengannya.
"Kenapa gak terima? Nyesel bikin hubungan kita putus karena aku yang sempurna ini? Aku udah gak peduli dan cinta lagi sama kamu selama delapan bulan ini."
Shopia berjalan menuju jendela kaca terbuka sambil menyandarkan diri.
"Sebenernya bukan Jaehyun aja selingkuhan aku. Waktu itu ada Mark sama Jeno. Mereka cuma cuma bertahan satu dan dua bulan, katanya mereka terbebani oleh aku yang serba sempurna." Ujarnya sambil tertawa kecil karena ucapannya sendiri.
"Udah deh gak perlu sok gak terima dan tersakiti. Kalau aku mau selingkuh udah dari awal pacaran mungkin aku selingkuh sama banyak cowok yang rela jadi pengganti kamu."
"Mendingan baik-baik aja deh sama pacar kamu itu. Karena aku udah sama Jaehyun yang buat aku bisa lupain kamu lima bulan sama dia."
"Dan kalau gak ada urusan lain mendingan keluar aja deh. Soalnya saya masih banyak kerjaan yang harus diselesain."
Mendengar semua perkataan itu Lucas berdiri dari sofa dan pergi meninggalkan ruangnya.
Langkahnya terhenti di depan pintu dan menoleh ke arah Shopia.
"Shopia maaf buat kamu kecewa. Aku emang salah yang terlalu egois bahkan setelah berhubungan kita ini yang udah empat tahun."
"Dan aku minta untuk kontrak aku dengan perusahaan kamu lebih baik putuskan aja. Aku gak mau jadi beban kamu setelah ini."
Shopia mengangguk menyetujui.
"Oke kau itu mau kamu."
Lucas meninggalkan Shopia diruangannya sendiri.
Ia masih berada di posisi tadi dan menatap keluar gedung.
"Entah kamu anggap apa aku dan hubungan kita selama empat tahun ini." Shopia menghembuskan napas berat dan kembali ke meja kantornya.
Lagipula sekarang Lucas dan dirinya bukan siapa-siapa lagi. Karena ada Jaehyun saat ini yang masih menyayangi dan mencintainya. Untuk sekarang, tetapi untuk nanti biar takdir yang berbicara.