Hari ini menurut sebagian orang merupakan hari dengan tanggal cantik 11.11 alias sebelas november, tapi tidak bagi Alina. Hari ini sungguh hari yang menguras energi,pikiran dan emosi untuk Alina. Bagaimana tidak seharian penuh dia bergelut dengan pekerjaan yang sangat menumpuk, revisi ini revisi itu belum lagi dapet semprot dari sang bos yang dapat meluluh lantahkan hatinya.
Selepas magrib Alina baru sampai rumah dengan tubuh gontai Alina membuka pintu dan langsung menuju kamarnya.
"sungguh hari yang melelahkan, kasur ..... mana kasur...????" lirih Alina sambil membuka pintu kamarnya dan langsung berlari ke tempat ternyamannya yaitu kasur big size bermotifkan gambar lee min ho artis kesayang miliknya.
" Ach.... nyaman sekali" Alina merebahkan badannya dan tak harus menunggu lama ia pun langsung terlelap meskipun masih memakai seragam kerja.
Jam dinding menunjukan pukul 11.11 Alina terbangun, ia megucek ngucek matanya dan menatap jam dinding "waduh udah jam sebelas malam lewat, aku ketiduran lama banget mana belum mandi lagi.. uch bau asem..." sungut Alina sambil mencium bajunya yang sudah tercampur keringat. Alina langsung pergi ke kamar mandi dan lagsung melakukan ritual mandinya meskipun udah tengah malam. Ketika Alina sedang menggosok gigi tiba tiba semua gelap.
" Aaaahhhhh" pekik alina ketakutan
"kok mati lampu sich??? gimana ini gelap banget?? mah.....mah..... tolong Alina gelap banget.. Alina di kamar mandi mah...." teriak alina memanggil mamanya
Biasanya bila mati lampu Mama suka langsung menghampiri Alina dan menenangkannya maklum Alina sangat takut dengan kegelapan. Tapi malam ini tak seperti biasanya mama tak menghampiri anak kesayanganya meskipun Alina sudah berkali kali memanggilnya sambil menangis.
"Tenang Alina jangan takut ayo kau pasti bisa keluar dari sini, sekarang kau cari pintu dulu.." gumam Alina menenangkan dirinya sendiri sambil meraba raba mencari gagang pintu kamar mandi dan segera keluar dari sana, Setelah itu Alina meraba raba mencari kasur untuk mencari Hp sebagai penerang. Dan PRAAaank suara benda berjatuhan ke lantai ternyata bukan kasur yang di temukannya melainkan meja rias dengan antek antek kecantikan miliknya yang didapat dan sudah berserakan karena Alina tak sengaja kejedot meja rias tersebut.
"ya ampun sungguh menakutkan,, aku gak bisa liat apa-apa kesini kejedot kesitu kejedot dimana sich kasurnya,??? seseorang tolong bantu aku ...." teriak Alina masih mencari tempat tidurnya.
Dengan perjuangan akhirnya ia sampai di atas tempat tidur dan menemukan hpnya
"akhirnya ketemu.." pekik Alina kegirangan menyalakan hp
Baru juga senang sepersekian detik kemudian "Aaaaahhhhh" Alina berteriak sangat kencang ia ketakutan setengah mati di balik gorden kaca kamarnya terlihat samar samar ada benda besar bergerak kesana kamari melewati depan kaca kamarnya. Dan beberapa detik kemudian JEEDDERR suara petir begitu besar di susul hujan lebat dang angin ribut membuat Malam Alina semakin menakutkan.
" Ya Tuhan tolong aku,,,, aku takut,...." lirih Alina sambil menarik selimut dan bersembunyi di bawahnya.
Alina masih bergelut di bawah selimut dengan tubuh yang sudah gemetar hebat. Hujan masih sangat lebat, kilat dan petir terus bersautan dengan keras. Dan tiba tiba kaca kamarnya berbunyi seolah-olah ada yag mengetuknya, TOK...TOK...TOK....
suara kaca d ketuk dan terlihat ada bayang bayang menyeramkan yag membuat Alina spontan keluar dari kamar dengan penerangan senter hp seadanya, Alina langsung menuju kamar orangtuanya berharap mereka ada disana. Tapi sayang keberuntungan tidak berpihak padanya orang tuanya tak ada di kamar.
"mah.....pah.... kalian dimana Alina takut..." Lirih Alina menangis sambil memeluk guling ketakutan.
Tak selang berapa lama handpone Alina berdering terlihat dilayar tertera MY Daddy Calling, tanpa pikir panjang Alina langsung menjawabnya
"ha....ha....lo pah.....hiks...hiks...." Alina menangis
"halo sayang!!! kenapa menangis???" tanya papah
" papah dimana?? aku takut sendirian di rumah, kenapa kalian belum pulang???"
"papah sama mamah di rumah oma sayang, oma lagi sakit kami sedang menjenguknya. Papah lupa tidak memberitahumu... Malam ini mungkin papah akan menginap disini, kamu sendiri dulu di rumah ya.." tutur papah panjang lebar pada Alina
"tapi pah Alina takut..."
"gak perlu takut sayang gak bakalan ada apa-apa. Anak papah kan pemberani.." ujar papah menenangkan
"tapi pah disini mati lampu Alina takut...." rengek Alina
" di laci dapur ada lilin sayang kamu ambil ya terus nyalain.." ucap papah dan sambungan telepon langsung terputus. tuuut....tutttt...tuuut..
"halo...halo....halo...." teriak Alina tapi masih tak ada jawaban
Setelah di cek ternyata batre hpnya habis "aacchh batrenya habis lagi"
Alina sungguh frustasi orang tua tak ada, Hp lowbet, hujan badai mati lampu pula. Dan yang paling mengerikan jendela kamar orangtuanya pun kini ada yang gedor gedor.
"Aaaaahhhhhh apa lagi itu??? suara apa itu????" teriak Alina sambil berlari terbirit birit dan menabrak apa saja yang ada di depannya.
Rasa sakit kejedot ini itu sudah tak di rasa lagi Alina terus berlari ke dapur mencari lilin, dengan napas ngosngosan Alina mencari lilin disetiap laci.
"ketemu juga ....meskipun cuma satu.." gumam Alina
Alina langsung meraba mencari korek yang belum juga ketemu, disaat korek didapatnya terdengar ada suara langkah berat seseorang. Suara derap kaki samakin dekat dan semakin dekat lagi, membuat Alina bertambah gemetar dan lemas dan akhirnya terjatuh ke lantai korek yang didapatnyapun entah kemana. Dan benar suara kaki itu semakin mendekat padanya kini tampak sosok tinggi besar rambut panjang menghampirinya, dia sudah berada beberapa centi di depannya membuat Alina semakin ketakutan dan tiba tiba bayangan itu mendekati tubuh Alina.
"oh..... Tuhan tolong hambamu ini" gumam Alina hampir tak terdengar
Dengan sekejap mata tubuh Alina kehilangan kekuatan seutuhnya BRRUUuKk Alina pingsan.
Setelah tiga puluh menit tak sadarkan diri Alina akhirnya siuman, tampak lampu sudah menyala seperti sebelumnya
"Alina sudah sadar sayang??? ada yang sakit sayang??" tanya seseorang padanya
alina langsung menoleh ke sumber suara dan langsung memeluknya "Alina takut bibi.... tadi mati lampu .. hiks...hiks..."
" iya bibi tahu sayang ..... makanya pas mati lampu bibi langsung kesini. Bibi ketuk-ketuk kaca kamar kamu gak ada jawaban,, bibi ketuk jendela kamar orangtuamu juga gak ada jawaban. pas ketuk pintu depan juga sama gak ada jawaban tapi pas di buka pintunya gak di kunci jadi bibi langsung masuk.." tutur orang yang di sebut bibi oleh Alina dengan panjang lebar menjelaskan.
"jadi....itu tadi yang gedor gedor itu bibi???" tanya Alina yang di jawab anggukan
" achhhhh Alina kira hantu,,,, Alina ketakutan setengah mati bibi..." pekik Alina sambil memeluk lagi bibi
"tidak ada hantu sayang.... itu hanya sugestimu saja.. jangan takut lagi ya.!!!" tutur bibi yang dijawab anggukan Alina.
Setelah mendengar penjelasan bibinya Alina menjadi tenang dan malam ini ia tidur ditemani bibi, itupun setelah negosiasi sana sini akhirnya bibi menginap di rumah Alina alasannya menemani Alina karena takut mati lampu lagi.
THE END...........