Chubby oh no...."
Kenapa pipiku bisa se chubby ini sih."????
No...no...no...."
Aslinya aku kan kuyus ini...." ehhh malah pipiku kayak pumpkin gini sih mak...
•••
Aku Paula,anak semester lima Fakultas Kedokteran di salah satu Perguruan Tinggi di Kota kelahiranku.
Setiap hari berkutat dengan buku.bikin suntuk terkadang tapi inilah sebuah kesempatan yang tidak semua orang bisa memilikinya.
Tiara teman dan juga sohib ku sejak SMU.dia juga sama denganku,bedanya ia memang kuliah murni dari hasil jerih payah kedua orang tuanya.hidupnya memang mapan,tapi dia tidak sombong dan rajin menabung...hihi...hi...
Kisah ini Dimulai ketika aku punya waktu untuk ikutan Reuni SMU.Tiara yang saat itu dengan begitu antusias mengenalkan aku pada seorang sepupunya yang menjadi pasangannya sore itu.seorang pria cukup dewasa,tampan,tapi dingin.
Pria yang tidak suka banyak bicara dan sedikit saja mau tersenyum.pria yang juga melirik aku dari atas bawah sampai keatas lagi saat itu,serasa ada yang sangat aneh dengan penampilanku kala itu.
***
Satu minggu setelah reunian itu.Pria yang diakui Tiara adalah sepupunya itu,datang ke asrama ku dengan membawakan berbagai barang.
"Hei kamu yang chubby." ini ada titipan Tiara buatmu di mobil."
Aku yang kala itu sedang ingin pergi tiba tiba ikut saja melihat ke dalam bagasi mobilnya.
"Wahh ini apa ya mas kalau boleh tahu."?
"Kalau sudah kamu turunin baru akan ketahuan itu apa." jawabnya ketus.
"Iya deh mas biar aku yang bawa ke dalam semua nya."
Aku mulai menurunkan semua barang barang yang Tiara titipkan padanya,sementara dia hanya jadi penonton saja tanpa rasa dosa.untunglah barang barang itu tak terlalu berat untuk diangkat.
Tak lama kemudian aku sudah menurunkan semua nya.
"Mas itu sudah selesai dan Terima kasih sudah mau repot repot membawakannya kemari."
"Hemm..."
Dia tanpa aba aba segera naik ke mobil dan berlalu begitu saja.rasanya benar benar pria aneh.
Di dalam kamar,aku mulai mengecek satu persatu kantong tersebut,ternyata itu semua makanan dan juga buah buahan.jumlahnya lumayan banyak.rasa penasaran menghantuiku,jadi segera ku telpon Tiara siang itu.
Tiara ternyata habis mengadakan Syukuran atas kelahiran anak dari Kakak tertuanya.pantas saja sejak tiga hari yang lalu Tiara tidak datang ke kampus.
***
Tiga hari berikutnya.si pria aneh ini datang lagi ke kampus.dia sengaja mencariku,bukannya Tiara yang jelas jelas adalah sepupunya.karena takut pria ini akan bersikap aneh,sore itu aku mengiyakan saja ajakannya.
"Hei chubby ayo ikut aku sebentar."
Sapanya saat melihat aku keluar dari kelas.
"Oh mau jemput Tiara ya mas."?
tiba tiba Tiara muncul dari belakangku.
" Bukan jemput aku,tapi pingin jemput kamu Paula." ledek Tiara.
"Jemput aku."????
" Hei chubby ayo buruan."
Aku mengikuti pria ini bersama Tiara.sesampai di parkiran,Tiara berpamitan pulang dengan menaiki mobilnya sendiri,sedangkan aku dengan sedikit rasa kebingungan ikut naik ke mobil ini pria.di dalam mobil terasa amat canggung.kita sudah sering bertemu,namun aku sendiri belum tahu siapa Nama nya.kala reuni itu dia tak mau memberi tahu Nama nya.
"Ayo pasang sabuk pengamanmu."
"Baik mas."
Mobil pun berlalu dari kampus.sepanjang perjalanan aku tak tahu harus bicara apa.dia juga sibuk menatap ke arah depan untuk fokus menyetir.
Tiba tiba lantunan musik dari ponselnya lah yang akhirnya memecahkan keheningan itu.
"Sebentar ya aku jawab telpon dulu." pamitnya sambil menepikan mobil.
Aku ingin mengiyakannya dengan sebuah senyuman tapi aku takut.entah apa yang dia bicarakan,tapi itu tak berlangsung lama.mobilpun kembali melaju ke badan jalan.
Kali ini dia bicara lagi dan itu terdengar lebih lembut dari sebelumnya.
"Chubby kita makan dulu ya."
"Maaf mas nama saya bukan chubby,tapi..."
"Paula kan ya." celetuknya.
Aku kaget dia bisa tahu namaku.apakah tahu dari Tiara? entahlah,tapi yang jelas aku lega dia tahu siapa Namaku.
Mobil pun kini sudah berhenti di depan sebuah Cafe mewah.rasanya agak canggung untuk ikut masuk.
Kami pun turun dan segera masuk.dia mengajakku untuk duduk.
Sambil rada rada bingung,dia sudah memesan menu dan tanpa lagi bertanya apa yang ingin aku ikut pesan.dia tampak bersikap seperti biasa saja sementara aku layaknya pembantu yang sedang ikut Majikan.aku sama sekali tak terbiasa dengan hal hal seperti ini.
Hidangan pun tak lama kemudian tersaji.sungguh hidangan yang sangat wah.
"Ayo kita mulai makan dan jangan sungkan."
"Iya mas Terima kasih."
Dia mulai mengambil dan menyantap beberapa hidangan yang tersaji dengan gaya elegant,dan aku yang jelas jelas tak terbiasa akhirnya kikuk sendiri mau bagaimana.
Dia menyadarinya.dengan sigap dia menaruh beberapa sajian ke piring ku dan membiarkan aku makan dengan tanpa menggunakan garpu dan juga pisau,dia membiarkan aku makan dengan tangan saja.
Rasanya malu sekali,tapi mau bagaimana lagi iya kan.yang penting bisa kenyang.semoga ini tidak membuat dia yang malu.saat makan kami sama sekali tak bicara apa pun.
Selesai menyantap hidangan,dia segera mengajakku pergi.entah akan kemana sungguh sungguh masih menjadi misteri rasanya.
***
"Ayo turun." ajaknya saat mobil berhenti di depan sebuah rumah mewah.
"Baik mas."
Dia mengajakku masuk dan rumah ini sungguh amat besar.
"Rumah siapa ya ini."? gumamku dalam hati sambil mengikuti langkahnya dari belakang.
"Ayo masuk ke dalam."
"Tapi mas ini."
"Kamu jangan khawatir saya gak akan apa apain kamu kok, Ayo."
Aku pun lagi lagi menuruti perintah pria ini.dia pun mempersilahkan aku duduk di ruang tamu dan dia pamit masuk untuk suatu hal.
Aku melihat sekeliling ruangan yang tak kalah besar nya ini.tertata dengan sangat indah dan rapi.
Seorang wanita paruh baya pun keluar dari balik tirai dan membawakan dua gelas minuman.
"Silahkan Nona diminum." sapanya sangat ramah.
"Iya buk dan Terima kasih.
Wanita itu pun segera masuk kembali.
Tak lama,pria aneh ini muncul dengan membawa sesuatu ditangannya.dia duduk dikursi tepat di hadapanku.aku pun menoleh dengan sedikit ragu ragu.
" Chubby bisa baca ini sebentar." sambil menyodor kan sebuah map bewarna coklat muda.
"Baik mas."
Aku pun membuka map itu dan mulai membaca isi yang tertulis disana.tiap kata dan kalimat aku cerna dengan baik hingga usai.rasanya ingin teriak tapi aku takut.
"Ini mas sudah selesai."
"Bagaimana apa kamu bersedia."?
"Kenapa harus saya mas."?
"Karena saya maunya kamu."
Aku tersentak.apa maksud dari kalimat pria ini barusan.dengan sedikit ragu aku tetap menahan diri untuk tetap tenang di hadapannya.
"Ini apa tujuan yang sebenarnya mas? dan lagi saya ini mana mungkin bisa seperti ini."
"Saya mau kamu bisa membantu saya kali ini dan apa pun itu saya sudah siapkan kemungkinannya."
"Apa ini tidak bisa orang lain yang melakukannya."?
"Tidak."
Jawabannya tenang sekali,seolah dia lah Boss nya kali ini dan aku mau tidak mau harus menurut.
"Baik mas,tapi sebelumnya biarkan saya tetap seperti saya apa adanya."
"Oke kita Deal."
Entah apa yang sudah merasuki pikiranku sore itu dan aku dengan beraninya ikut permainan pria ini.
***
Satu minggu dari perjanjian dan kontrak itu.dia pun sudah benar benar menjalaninya dengan baik.dan dihari itu aku sudah tahu siapa Nama dari pria ini.
Dia adalah Aland.pria tampan nan memukau mata.
Petualangan pun dimulai dari sini.
"Hei sayang ayo pulang."
"Tapi mas asrama kan cukup dekat kalau jalan kaki saja."
"Kita ke suatu tempat dulu oke."
Tiara yang tahunya kami benar benar pacaran,hanya bisa senyum senyum sambil terus meledek agar kami segera ke jenjang yang lebih serius lagi nanti nya.
Oh Tiara coba saja jika kamu tahu apa yang sebenar benarnya sepupumu ini lakukan.
Siang itu Mas Aland mengajakku ke kantor nya.dia siang itu ikut rapat,sementara aku harus tetap menunggunya sendirian di ruangan nya.rasanya agak sedikit aneh juga,tapi ya sudah,kontrak sudah aku tanda tangani juga saat itu.semoga saja ini akan berjalan dengan baik dan segera berakhir dengan baik pula.
Selesai rapat.mas Aland mengajakku makan dan juga mengantarku kembali ke asrama.begitulah rutinitas baruku selama satu bulan seterusnya.akan ikut apa yang dia inginkan,sebatas itu tidak merugi kan diriku,aku menjalaninya dengan sangat senang hati,hingga tanpa kusadari aku mulai merasa ada yang aneh dengan hatiku ini.
Tiap kali bertemu masuk bulan kedua.dadaku kurasa berdegup lebih kencang.aku juga mulai merasa malu malu jika sedang di tatap oleh Mas Aland.aku pikir awalnya ini akan hilang,tapi makin kesini,ini pun makin susah aku hindari.
Dan di bulan ketiga.perasaanku ini kian tak bisa lagi ku bendung.aku menyadari jika kini perlahan aku telah jatuh hati pada mas Aland.aku penuh dengan kebingungan.seperti kata pepatah yang biasa orang bilang 'Pelan pelan asal kelakon'.ya ini lah yang sudah aku alami.
Setiap bertemu dan bersama aku berusaha untuk menutupi perasaanku.aku tak mau mengkhianati isi kontrak yang sudah kami sepakati,meski didalam nya tidak tertulis 'Dilarang saling jatuh cinta',tapi rasa nya akan aneh jika aku benar benar mendalami isi kontrak itu.
Mas Aland mungkin memang tidak menyadari isi hatiku yang sebenarnya padanya dan semoga saja dia tak akan pernah menyadarinya hingga kontrak diantara kami berakhir tujuh bulan lagi.
***
Bulan ke lima kontrak.pagi itu aku tidak ada kelas jadi aku lebih memilih untuk beristirahat di asrama saja,apalagi sudah dua hari ini mas Aland sedang berada di luar Kota.ini pertama kalinya kami saling berjauhan.
Kring..kring...kring....
Ponselku terus berbunyi.dengan mata yang masih berat aku gapai ponsel yang berada di bawah bantal ku ini.
Kring...kring...kring...
"Ya hallo ini dengan siapa ya."?
"Ini aku chubby sayang."
Aku terperangah,mencoba membuka mataku lebih lebar dan menangkap dengan baik suara dari seberang.
"Ini siapa."?
"Kamu masih tidur ya sayang."?
Astaga suara itu adalah suaranya mas Aland.aku pura pura bertingkah bodoh saja.
"Iya mas hari ini gak ada kuliah kok mas."
"Mana ciuman selamat pagi untukku."?
Aku makin kaget tak karuan.ini beneran ma Aland atau nada dering telpon yang bisa bicara sendiri.pelan pelan ku tata hati seakan tidak goyah dengan rayuannya pagi ini.
"Ci...ciuman apa ya mas."?
"Kamu gak kangen aku ya chubby Sayang."?
"I...itu aku kangen kok mas sama kamu." kangen banget malahan mas."
"Cium aku ya."
Ya Tuhan,sumpah ini pertama kalinya buatku.aku tidak tahu ciuman itu rasanya seperti apa,karena dari dulu aku belum pernah melakukannya.aku hanya pernah ngerasain cinta monyet saja dan itu juga tidak pernah mesra mesraan.jantungku rasanya mau copot,tapi karena aku sudah jatuh cinta jadi aku lakukan saja virtual ini.
"Mu aaahh...."
"Muahhhh juga chubby sayang,aku jadi pingin cepat pulang dan bertemu kamu."
"Iya mas aku juga pingin mas cepetan pulang."
Pagi itu mas Aland bilang jika perjalanannya kali ini agak lebih lama dari yang dia janjikan.dia juga terus mengingatkan agar aku menjaga diri dengan baik.
Aku rasanya mulai sedih setelah dia mengakhiri pembicaraan kami di telpon ini.ada setumpuk rindu yang aku pupuk disetiap hari untuknya seorang.ada juga rasa takut kehilangan dirinya di dadaku.
Ohh tidak aku sudah kacau dengan perasaanku sendiri.
Dua minggu pun berlalu.aku pun makin disibukkan dengan mata kuliah.Tiara pun semakin getol saja dan terus menemaniku,layaknya seorang bodyguard dari mas Aland.
***
Hari ini jadwal kepulangan Mas Aland dari luar Kota dan aku seperti biasa masuk kuliah dari pagi hingga menjelang siang.Tiara hari itu tidak datang ke kampus karena kurang enak badan.
Tepat jam dua siang,aku berniat untuk sejenak pergi makan dan pulang ke asrama.tak kusangka di depan gerbang sudah berdiri seorang pria yang berpakaian casual.wajahnya terlihat sangat familiar bagiku.ya dia mas Aland ku ujarku dalam hati sambil segera menghampirinya.
"Mas kamu sudah pulang."?
"Iya dan ayo naik ke mobil."
Mas Aland membukakan pintu mobil untukku.dia juga segera masuk dan langsung memasangkan sabuk pengaman padaku.ini sungguh tak seperti biasanya.wajah nya begitu dekat dengan wajahku dan aku merasa kikuk dibuatnya.setelah memasang sabuk untukku,Mas Aland tiba tiba saja langsung mengecup bibirku.aku sontak kaget tapi tak kuasa untuk menolak.dengan pasrah ku biarkan saja mas Aland mencium bibirku.terasa sangat lembut dan hangat sekali.Jantungku rasanya ingin berlari jauh dari tubuhku.kurasakan otakku pun juga seketika berhenti beroperasi.
"Oh My God." lirih ku sambil menikmati kecupan bibir dari mas Aland.
"I love You chubby sayang." ucap mas Aland setelah melepas ciumannya dari bibirku.
Mukaku seketika merona,rasanya ingin menutupi wajah ini tapi dengan apa?aku berusaha memaling kan wajahku ke arah jendela.berusaha menata hati dan pikiranku yang sempat kabur kemana barusan ini tadi.
"Don't worry chubby sayang kaca nya gelap kok."
"Iya mas."
Mas Aland meraih tangan kananku dan menaruhnya didadanya.dia menatapku lekat.aku makin tak karuan.apalagi ini ya Tuhan?
"I say I love you chubby,how about with you."?
"A...aku...I love you too mas." jawabku pelan.
"Realy honey."?
"Iya mas beneran."
"Okay let's Go honey."
Entah sejak kapan perasaanku ini sudah mas Aland ketahui dengan pasti,yang jelas ini bagai mimpi rasa nya untukku.kontrak kami baru berjalan enam bulan tapi kami pada akhirnya saling jatuh hati satu sama lain.semoga perasaan kami berdua saat ini tidak sebatas kontrak saja.
Semoga saja ya Readers.