menceritakan tentang dua sahabat yang sudah berteman sejak lama, bahkan mereka terlahir di hari, tanggal, bulan bahkan tahun yang sama.
mereka berdua begitu dekat sampai tidak ada satu pun yang dapat memisahkan mereka berdua.
karena letak rumah mereka yang berada tidak jauh dan juga mereka satu sekolah membuat mereka tidak bisa di pisahkan di mana ada Kinara di situ pasti ada Delia.
saat ini kedua nya sudah kelas 12, dan secara kebetulan mereka juga berada di kelas yang sama, hari ini ada yang berbeda dengan kelas mereka.
suasana kelas terlihat sangat ramai, karena penasaran Nara pun akhirnya bertanya kepada salah satu teman sekelasnya.
" ada apaan sih kok rame banget. ?? " tanya Nara
" emang loe belum dengar kabar yang lagi beredar ya.. sekolah kita bakalan ada murid baru, dan yang gue denger dia sangat tampan.. " jawab salah satu teman sekelas Nara
" ooh.. "
setelah mengatakan itu Nara dan lia pun segera berjalan kearah meja mereka karena bel sebentar lagi akan berbunyi.
dan benar saja tidak lama seorang guru datang ke kelas mereka bersama dengan seorang laki - laki yang sangat tampan, membuat seisi kelas semakin ribut.
para siswi perempuan mengagumi ketampanan siswa baru itu, sedangkan para siswa laki - laki merasa iri dan mendapat saingan.
si murid baru yang terkenal tampan dan juga ramah akhirnya dapat menarik hati banyak siswi di sekolah ini termasuk Nara dan lia.
lia yang tidak sengaja bertemu dengan Dafa si murid baru di sebuah toko buku dan dari sana mereka menjadi sangat dekat.
sedangkan Nara yang mengenal Dafa ketika mereka dapat tugas dan menjadi satu kelompok, dan kedua sahabat itu pun tidak menceritakan kedekatan mereka dengan laki - laki yang bernama Dafa itu.
" Nara hari ini kamu mau kemana.. ?? " tanya lia setelah mereka pulang sekolah
" aku harus ke rumah Tante aku dulu.. kamu duluan aja pulang nya ya.. " kata Nara sambil memasukan buku terakhir ke dalam tas nya
" mau di temenin.. ?? " tawar lia lagi
" nggak usah kamu pulang aja duluan, lagian aku juga nanti di jemput sama supir.. " tolak Nara
" ya udah kalau gitu aku pulang duluan ya.. " setelah kepergian lia Nara pun segera bergegas keluar dari area sekolah dan berjalan menuju halte yang berada tidak jauh dari sekolah nya.
di sana dia melihat sudah ada mobil sport berwarna merah yang sedang menunggu nya, tanpa pikir panjang lagi Nara pun langsung masuk kedalam mobil itu.
" hai sorry ya nunggu lama.. " kata Nara sambil tersenyum lembut kearah laki - laki yang kini sedang menatap nya.
" iya nggak apa - apa.. mau jalan sekarang... ? " tanya nya
" boleh.. " Nara pun segera memasang sabuk pengamannya tapi di detik berikutnya ada sebuah tangan yang juga ikut membantu dirinya.
" makasih.. " kata Nara dengan wajah yang sudah merah karena malu
ini mungkin bukan yang pertama kalinya mereka berada di jarak yang sedekat ini tapi entah kenapa rasanya tetap saja sama.
cup
sebuah kecupan akhirnya mendarat di bibir mungil Nara.
" aku kangen banget sama kamu.. " kata laki - laki itu sambil menempelkan kening nya ke kening Nara
" aku juga. " jawab Nara malu - malu
" sayang.. "
" hmmm.. "
" kapan kita akan berangkat.. ?? "
" sorry honey, kita akan berangkat sekarang.. "
mereka pun akhirnya meninggalkan tempat itu, sepanjang jalan tangan mereka tidak pernah terlepas.
walau hubungan mereka baru seumur jagung tapi entah kenapa rasanya mereka sudah sangat lama sekali menjalin kasih.
di sekolah mungkin mereka seperti tidak saling mengenal tapi jika sudah bertemu mereka seperti tidak bisa di pisahkan.
mereka pun akhirnya sampai di sebuah pantai, mereka pun segera turun dari mobil, Nara berjalan di sepanjang bibir pantai sambil tangan nya terus berada di genggaman kekasih hati nya.
" honey.. "
" hmmm " guman Nara sambil melihat ke arah pujaan hatinya
" kenapa di sekolah kita tidak bisa seperti ini saja.. aku bahkan merasa kesal ketika melihat kamu di goda oleh murid - murid yang lain.. "
Nara pun menghentikan langkah kaki nya dan mengalungkan kedua tangan nya di leher sang kekasih.
" aku tidak ingin hubungan kita di ketahui orang banyak apa lagi anak - anak di sekolah.. kamu tahu, fans kamu itu pasti akan langsung membully aku kalau mereka tahu aku adalah kekasih mu.. " kata Nara
" hmm kamu benar sih.. " tanpa ragu mereka pun kembali saling menukar Saliva Nara membalas setiap sentuhan yang di berikan kekasihnya itu.
entah sudah berapa lama mereka seperti itu, hari - hari Nara sekarang jauh lebih berwarna. hidup nya terasa sangat lengkap, sahabat yang selalu ada untuk nya dan seorang kekasih yang selalu membuatnya bahagia.
malam pun datang dan mereka pun segera pulang dengan perasaan yang sangat bahagia.
sesampainya di rumah Nara langsung mengunjungi sahabat nya lia, tapi sudah tiga kali dia mencoba telepon sahabatnya itu selalu saja sibuk. entah apa yang sedang di lakukan sahabat nya itu malam - malam begini.
sedangkan di rumah lia, rumah yang selalu sepi karena kedua orang tua Lia selalu pergi dan meninggalkan Lia seorang diri.
malam ini ada yang berbeda di rumah ini, Lia sedang bercanda ria bersama seorang laki - laki yang baru saja datang untuk menemaninya.
mereka sedang duduk di ruang keluarga dan saling berhadap-hadapan.
" kamu kemana aja sih kok baru dateng.. ?? " tanya lia
" tadi jalan nya macet banget, jadi telat kesini nya honey.. " kata laki - laki itu sambil tangan nya terus saja mengelus pipi Lia yang mulus.
" aku kan kangen sama kamu sayang.. kita sudah tiga hari nggak ketemu.. " kata Lia sambil mengerucutkan bibirnya
" tapikan di sekolah kita ketemu.. " sahut laki - laki itu
" ya kan di sekolah beda yang, bahkan di sekolah Deket kamu aja aku nggak bisa.. "
" iya maaf.. aku cuma nggak ingin ada yang melaporkan kedekatan kita sama papih dan malah nyuruh aku pindah sekolah lagi.. aku kan nggak mau pisah dari kamu.. jadi aku harap kamu ngerti ya.. "
" iya sayang aku ngerti ko, aku juga nggak mau jauh dari kamu.. " dan entah siapa yang memulai nya kini kedua nya sudah saling melumat bahkan jarak di antara mereka pun sudah tidak ada lagi.
" aku kangen banget sama kamu.. " bisik sang kekasih di telinga kita
" aku juga sangat sangat merindukan kamu.. "
mereka pun kembali saling melumat meluapkan rasa rindu yang sudah menggunung.
pagi ini baik Nara maupun Lia terlihat sangat bahagia, sepanjang jalan mereka terus saja tersenyum ketika mengingat kegiatan mereka di hati sebelumnya.
" kalian kenapa senyum - senyum sendiri.. ?? " tanya Sasa salah satu teman sekelas mereka
" hah siapa.. ?? " tanya Nara yang baru sadar dengan keberadaan kedua sahabat nya
" iya siapa sa.. ?? " tanya lia yang juga baru tersadar dari lamunan nya
" ya siapa lagi kalau bukan kalian berdua.. " kata Sasa
" nggak ah.. udah mending kamu ke tempat duduk kamu gih sana sebentar lagi bel berbunyi.. " usir Nara
seharian ini perasaan kedua sahabat itu sangat bahagia, apalagi Lia sore nanti dia dan kekasih hati nya akan bertemu di sebuah taman.
sudah lama sekali mereka tidak pergi berdua seperti itu.
sore pun datang Lia langsung bergegas menuju taman tempat dimana dia dan juga sang kekasih membuat janji.
sore itu Lia dan sang pujaan hati menghabiskan waktu bersama - sama sampai malam menjelang.
" kamu kedinginan ya honey.. ?? "
" hmm " jawab Lia sambil menggosok kedua tangan nya
" sini aku peluk "
Lia pun tidak menolak nya bahkan ketika sang pujaan hati melumat bibirnya dia juga tidak menolak bahkan dia juga ikut menikmatinya.
tapi entah apa yang terjadi dengan begitu cepat dia merasa ada sebuah tangan yang dengan kasar memisahkan dirinya dengan sang kekasih. bahkan tangan itu kini dengan sangat keras telah mendarat di pipinya yang mulus.
Lia segera melihat siapa pelakunya dan dia sungguh terkejut ketika melihat Nara sahabat nya sendiri yang sedang berdiri sambil menatap kearah mereka berdua dengan tatapan benci dan juga marahnya.
" jadi ini yang kalian lakukan di belakang aku.. kamu sahabat aku sendiri ternyata menusuk aku dari belakang.. dan kamu berselingkuh dengan sahabat aku sendiri.. ?? " kata Nara sambil menahan air mata nya yang hampir lolos
" Ra apa maksud kamu.. ?? " tanya lia yang sama sekali tidak mengerti
" kamu ingin tahu maksud aku, dia.. " tunjuk Nara pada laki - laki yabg berada di tengah - tengah mereka
"... dia ini adalah kekasih aku. dan kalian sekarang disini sedang bermesraan.. aku kecewa sama kalian berdua.. dan buat kamu kita PUTUS.. " setelah mengatakan itu Nara pun pergi dari hadapan mereka menyisakan Dafa dan juga Lia yang masih diam.
Lia yang baru mengerti akan situasinya saat ini segera melihat kearah kekasihnya itu.
" jadi selain aku kamu juga berhubungan dengan Nara sahabat aku sendiri.. kamu tahu kan ga. aku dan Nara itu sahabat baik.. ?? kenapa kamu tega ngelakuin semua ini.. ?? "
" maaf, aku tahu aku salah.. tapi aku merasa nyaman ketika berada di antara kalian.. aku tidak bisa memilih di antara kalian berdua.. " kata Dafa sambil menundukan kepalanya.
" maaf kamu saja tidak akan cukup.. mulai saat ini juga kita PUTUS.. " setelah mengatakan itu Lia pun segera pergi dari sana dengan perasaan yang sangat hancur.
andai saja dia tahu lebih cepat kalau Dafa adalah kekasih sahabat nya mungkin kejadian malam ini tidak akan terjadi.
sejak malam itu hubungan mereka bertiga pun semakin renggang, Nara yang sengaja menghindar dari Lia maupun Dafa begitu pula Lia yang berusaha menghindar dari Dafa dan juga Nara.
ada rasa canggung di antara Nara dan juga Lia ketika mereka berada di tempat yang sama, dan bahkan tidak jarang kalau salah satu dari mereka akan pergi.
tidak terasa sudah tiga bulan mereka saling menjauh, baik Nara maupun Lia merasa sangat kehilangan.
hanya karena seorang laki - laki persahabatan mereka akhirnya retak.
siang itu Lia sedang berada di sebuah taman dan melihat dua orang anak perempuan yang sedang bermain bersama, hal itu mengingatkan dirinya dan juga nara.
merek sudah bersama cukup lama, suka duka mereka selalu lalui bersama, dan saat ini Lia sangat merindukan sahabat nya itu.
tanpa pikir panjang Lia pun segera meninggalkan taman itu dan berjalan ke arah belakang bukit, di sana adalah tempat favorit Lia dan juga Nara dan menjadi tempat rahasia bagi mereka berdua.
Lia pun segera naik keatas rumah pohon yang berada tidak jauh dari tempatnya sekarang ini, dan di detik berikutnya air matanya tidak bisa di bendung lagi.
ketika melihat orang yang kita rindukan sedang duduk sambil memeluk sebuah figura, yang Lia tahu itu adalah foto dirinya dan juga sahabatnya Nara.
" Ra.. " guman Lia pelan tapi masih bisa di dengar oleh Nara, ya orang yang kini sedang memeluk foto itu adalah Nara.
" ya.. " kata Nara dengan mata yang sudah sembab dan dapat Lia pastikan Nara pasti sudah menangis cukup lama disini.
Lia pun berjalan mendekat kearah Nara dan mulai duduk di samping sahabatnya itu, cukup lama mereka berdiam diri tanpa ada yang mau mengeluarkan suara.
" maaf.. " kata pertama yang keluar dari mulut kedua nya secara bersamaan.
" nggak Ra aku seharusnya yang minta maaf, aku nggak tahu kalau Dafa adalah kekasih kamu yang selama ini selaku kamu ceritakan.. asal kamu tahu malam itu aku sudah memutuskan hubungan aku dengan nya.. " kata Lia sambil menatap mata sahabat nya itu
Nara langsung menggelengkan kepala nya dan memeluk sang sahabat yang selama ini dia rindukan.
" aku yang seharusnya minta maaf karena sudah mengambil kekasih mu juga menampar pipi kamu.. pasti rasanya sangat sakit.. " kata Nara sambil terisak di pelukan Lia
" maafin aku.. " kata kedua nya secara bersamaan dan di detik selanjutnya mereka berdua pun saling melempar senyuman dan berakhir dengan sebuah tawa yang memecah kesunyian rumah pohon ini.
" mulai saat ini kita harus saling berjanji tidak akan merahasiakan apa pun lagi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.. aku kangen banget sama kamu Ra. " kata Lia sambil mengeratkan pelukan nya
" ya kamu benar, apa pun masalah nya kita harus menyelesaikan nya secara baik - baik.. "
dan sore itu pun menjadi saksi kembali nya persahabatan mereka yang sempat renggang bahkan sekarang apa pun yang mereka suka dan tidak suka selalu di katakan tidak ada rahasia lagi di antara mereka berdua.
dan Dafa juga kini sudah mendapat kan pengganti mereka berdua.