Hikaru Kagami adalah Ksatria sihir pasukan Pengintai malam, ia seorang kapten yang disegani karena kemampuannya dalam memimpin pasukannya yang selalu berhasil menyelesaikan misinya, Hikaru mengabdikan dirinya untuk Kerajaan Kyuchi, dan Kerajaan Mhuzen adalah musuh Kerajaan Kyuchi yang dipimpin oleh Raja Naraika.
Kali ini misi Hikaru adalah menculik Putri kesayangan Raja Kyuga, Raja Kerajaan Mhuzen, sebagai sandera untuk menaklukkan kan Kerajaan Mhuzen yang terkenal sangat kuat akan kekuatan para Ksatria sihir yang menjaga Kerajaan itu.
"Hika, ini target misi yang harus kita selesaikan."ucap Ken selaku wakil kapten pasukan Pengintai Malam.
"Putri Kaori?"balas Hikaru sambil melihat gambar lukisan putri Kaori yang sangat cantik, bahkan kecantikannya mampu meruntuhkan iman para lelaki yang memandangnya.
"Iya, dia adalah kelemahan Kerajaan Mhuzen."balas Ken menjelaskan kepada Hikaru.
"Bawa dia kemari."balas Hikaru memberi tugas kepada Ken sebagai wakil kapten Pasukan pengintai malam.
Malam itu Ken melaksanakan tugasnya untuk menculik Putri Kaori, namun ia tak dapat menandingi kekuatan Mikami anak Jendral Machiro, Ken memilih kabur untuk menyelamatkan diri dari Mikami, ia memberitahukan kepada Hikaru tentang kekuatan Mikami yang memaksanya harus mundur.
"Wah ternyata dia sangat kuat."ucap Hikaru polos.
"Iya, maafkan aku yang harus melarikan diri."jawab Ken memberi hormat kepada Kapten sekaligus sahabatnya itu.
"Hahaha apa kau dibuat ketakutan olehnya?"jawab Hikaru tertawa melihat Ken yang sedang mengobati lukanya, ia diam membisu karena merasa dirinya tak berguna.
Dalam diam Hikaru sudah mempersiapkannya, ia akan turun tangan dalam hal ini, ia ingin misinya kali ini harua berhasil tanpa hambatan, ia melihat lagi lukisan gambar wajah Putri Kaori lalu tersenyum.
"Untuk urusan ini aku yang akan turun langsung."ucap Hikaru berhasil membuat Ken terkejut.
"Apa kau yakin?"balas Ken.
"Kau meremehkan ku."jawab Hikaru.
"Eh tidak aku hanya tak ingin kau membuat onar."balas Ken menundukkan kepalanya.
"Haha sialan kau."jawab Hikaru tertawa melihat sahabatnya itu khawatir.
Malam selanjutnya Hikaru yang sudah bersiap untuk menjalankan misinya itu pun pergi sendirian dengan pakaian serba hitam layaknya seorang ninja, ia memperhatikan sekitar kerajaan Mhuzen yang dipenuhi oleh prajurit berpedang yang bertugas menjaga keamanan di kerajaan itu, dari atas atap gedung ia melompat keatas gedung lainnya hingga akhirnya ia berhasil menyelinap masuk ke dalam pagar istana, tepat di depan kamar Putri Kaori, ia mengintai kamar itu dari atas pohon, ia melihat sang putri itu sedang mengganti pakaiannya, Hikaru hanya tersenyum melihat pemandangan indah itu.
Putri Kaori sangatlah cantik, kecantikannya dapat membuat iman lelaki runtuh ketika memandang matanya yang begitu indah.
Hikaru yang sedang mengintai itu mendapat serangan mendadak, Mikami menemukannya dan langsung melakukan duel, Mikami adalah pengguna sihir bayangan, ia dikenal karena kehebatannya, malam itu istana gempar karena pertarungan sengit Hikaru melawan Mikami, Putri Kaori melihat pertarungan itu dengan di temani oleh pelayannya.
"Menyelinap masuk kedalam istana serta melakukan tindakan asusila adalah perbuatan yang tidak bisa dimaafkan."ucap Mikami sombong akan kemampuannya.
"Aku hanya melihatnya sedikit."jawab Hikaru membuat Mikami naik darah mendengar ucapannya.
Mikami mengeluarkan sihir bayangannya, Hikaru tak bisa menebak dari arah mana Mikami akan menyerangnya, brukkk...Hikaru terjatuh tersungkur Mikami menendang kuat Hikaru dari belakang.
"Cih...kau itu curang."ucap Hikaru berdiri dengan santai.
"Bahkan kau tak mampu menangkis serangan dasar itu, dan kau masih berlagak sombong."ucap Mikami mengejek Hikaru.
"Baiklah main mainnya selesai."jawab Hikaru yang langsung mengeluarkan jurus api iblis membara miliknya, sementara itu Mikami juga mengeluarkan jurus andalannya, bulan separuh, lalu terjadilah ledakan besar saat sihir mereka beradu, Putri Kaori dan ayahnya yang melihat sambil bertanya siapa yang menang, mereka melihat Mikami yang berdiri tegak namun Hikaru sudah menghilang, Mikami terjatuh tergeletak tak sadarkan diri, baju yang ia kenakan pun terlihat habis terbakar, Mikami tumbang di tangan Hikaru, keadaan itu membuat seisi istana panik
Tiba tiba terdengar teriakan dari kamar Putri Kaori, para prajurit istana berlarian menuju kamar sang putri lalu Bruukkk….pintu di buka paksa, namun mereka tak menemui keberadaan putri Kaori, hanya ada jendela yang terbuka, Hikaru berhasil menculik Putri Kaori dan membawanya ke markas Pengintai Malam, di sana Putri Kaori di kurung di dalam kamar oleh Hikaru.
"Kau berhasil mengalahkannya."tanya Ken penasaran.
"Aku membalaskan dendammu."jawab Hikari membersihkan tubuhnya dengan air.
"Apa kau menghajarnya."tanya Ken, pasalnya ia sangat benci Mikami yang berhasil mengalahkannya.
"Tentu saja, bahkan sampai tak sadarkan diri."balas Hikaru yang membuat Ken tampak lega.
"Lalu bagaimana dengan wanita itu?, kapan kita akan membawanya ke penjara istana."balas Ken.
"Itu akan menjadi urusanku, kau tenang saja."jawab Hikaru santi.
"Baiklah."balas Ken mengerti akan maksud dari sahabatnya itu.
Mereka pun merayakan keberhasilan itu dengan minum bersama anggota lainnya, sementara itu Putri Kaori yang di ikat diatas tempat tidur itu hanya bisa mengerang dengan mulut terikat.
Keesokan harinya, Hikaru mengecek keadaan Putri Kaori, terlihat dari wajah sang putri yang sangat ketakutan, padahal Hikaru hanya mengantarkan makanan, ia sengaja memakai penutup wajah yang sama pada malam ia menculik sang putri.
"Tenanglah aku tidak akan menyakitimu."ucap Hikaru meletakan makanan di kasur, lalu melepaskan ikatan putri Kaori, yang tampak lebih lega.
"Apa maumu!."jelas putri Kaori dengan tatapan tajamnya.
"Aku?...eum aku hanya akan menjadikanmu sandraan."balas Hikaru santai.
"Untuk apa?"apa tujuan kalian?."balas Putri Kaori menatap mata Hikaru, yang menghela nafasnya karena Putri Kaori yang cerewet.
"Bagaimana jika aku tak ingin menjawab, apa kau akan terus bertanya?."balas Hikaru, namun Putri Kaori tak menjawabnya dan mengalihkan pandangan matanya dari tatapan tajam Hikaru membuatnya takut.
"Makanlah, kau tak perlu khawatir, kau hanya akan jadi tawanan sementara."ucap Hikaru sambil membuka penutup wajahnya yang membuat putri Kaori terdiam menatap Hikaru yang sedang merapikan rambutnya, entah mengapa Putri Kaori seperti terhipnotis setelah melihat wajah Hikaru yang tadi tertutup.
"Apa kau akan melihatku sampai matamu kekuar."tanya Hikaru yang membuat Putri Kaori terkejut dan gagap.
"Si--siapa yang melihatmu."jawab sang putri tampak malu, ditambah lagi perutnya yang tak bisa diajak kompromi itu membuat Hikaru tersenyum kecil.
"Sudah makanlah, cacing di perutmu sudah kelaparan."cetus Hikaru beranjak meninggalkan sang Putri yang tampak masih malu karena suara perutnya berbunyi karena kelaparan.
Ternyata Hikaru membuat kesan yang sangat bagus di dalam kamar itu yang berhasil membuat pipi sang putri Kaori merah merona.
"Apa aku menyukainya, ah itu tidak mungkin dia musuh ayahku."batin Putri Kaori bertanya tanya, karena Hati yang bertentangan dengan logika.
Setelah itu Hikaru, jarang menemui putri Kaori karena urusan urusan ke luar kota, Hikaru menyuruh pelayannya untuk menggantikannya mengurus Putri Kaori, tanpa sang putri sadari ia sudah terpikat oleh Penculik itu, ia bahkan tampak berharap Kaori lah yang mengantarkan makanannya.
Sementara itu di istana kerajaan Mhuzen sang Raja memerintahkan untuk perang dengan Kerajaan Kyuchi, karena ia tahu putrinya dalam keadaan baik baik saja atas laporan dari salah satu anggota pengintai malam yang berhianat.
Bagaimanakah kisah selanjutnya ?
Apakah perang besar akan terjadi ?
Lalu bagaimana dengan hubungan Hikaru dan Putri Kaori ?, akankah mereka menjalin suatu hubungan ? atau hanya sebatas Penculik dan tawanan ?
Lalu siapakah anggota Pasukan Pengintai Malam yang berhianat ?
.
.
.
.
.
Hai semuanya jangan lupa like kalau kalian menyukai cerpen ini, terimakasih ☺️🙏