Cerita dibalik sekolah kebanyakan adalah kenangan yang membahagiakan, namun beberapa diantaranya hanya sebuah misteri.
Keisya seorang pelajar yang tidak pernah percaya dengan hal-hal seperti itu, ia ingin membuktikan bahwa hantu itu tidak ada.
Menurut rumor bahwa digudang sekolahnya sangat misterius, dahulu kala ruangan itu sebagai penjara bagi seorang wanita yang membunuh anaknya sendiri.
Wanita itu dikurung oleh warga hingga mati dan dikuburkan dibawah lantai tersebut. Kemudian tanah itu dibeli dan dijadikan sekolah hingga sekarang.
Setelah menjadi sekolahan, ruangan itu dijadikan sebagai gudang. Menurut satpam yang berjaga, setiap malam terdengar suara seorang wanita menangis dan barang-barang jatuh.
Nania yang merupakan teman Keisya memasuki gudang sekolah itu, Nania datang sendiri bermaksud untuk merekam semua kejadian-kejadian aneh untuk diupload.
Dia membawa sebuah kamera dan memanggil nama wanita itu.
" SARI.. SARI DATANGLAH! " panggilnya dengan suara yang lantang.
Nania menunggu hingga malam dan tepat pukul 11.00 bayangan putih tertangkap kamera. Walau tidak nampak jelas namun itu benar-benar nyata.
Terdengar suara tangisan disetiap sudut ruangan itu, Nania mulai merasa ketakutan dan memutuskan untuk pulang sesegera mungkin.
Ketika ingin membuka pintu, barang-barang disekitar Nania berterbangan dan ingin mengenainya. Pintu seketika terkunci membuat kekhawatiran dan ketakutan menjadi satu.
Bola lampu jatuh tepat dikepalanya dan darah mulai mengalir, tiba-tiba sesosok wanita datang tepat didepan matanya. Wajah pucat dan mata yang menangis darah itu pun berteriak "PERGIIIIIII....!!!!!!". Nania terkejut dan pingsan.
Paginya Keisya tidak melihat Nania, ia mencarinya hingga ditemukan didepan pintu gudang sekolahan. Secepatnya Keisya meminta tolong dan membawa Nania kerumah sakit, menunggunya hingga sadar untuk mengetahui apa yang terjadi.
Namun setelah sadar Nania mengalami syok yang berat, bahkan untuk bicara ia susah. Keisya mencoba bertanya padanya secara perlahan.
" Nania, apa yang terjadi? ".
" bagaimana bisa kamu didepan pintu gudang sekolahan?".
"Nania katakan!". sambil memegang bahu Nania yang ketakutan.
Nania tidak menjawab sepatah katapun, ia terus bergumam "hantu itu.. hantu itu datang...dia datang".
Keisya merasa khawatir dan menemani Nania dirumah sakit.
Wali kelas Keisya dan Nania datang untuk menjenguk, mereka membawakan barang-batang Nania yang tertinggal digudang.
Keisya sambil menunggu, ia melihat apa yang direkam dalam kamera itu. Memang diawal- awal tidak ada yang terjadi, namun di menit terakhir kejadian itu terekam.
Keisya kaget dengan rekaman dikamera, tetapi tetap saja tidak percaya dengan hal itu. Keisya memutuskan untuk membuktikannya sendiri. Dia mengajak Reza dan Maiya untuk masuk kegudang sekolah.
"hari ini kita harus masuk kegudang itu". Kata Keisya dengan percaya diri.
"apa kamu tidak melihat yang terjadi dengan Nania?" kata Reza yang khawatir.
"iya, dan bagaimana kita akan masuk gudang itu". Maiya yang melengkapi perkataan Reza.
"kalau kita tidak masuk bagimana kita bisa tau dibalik kejadian ini, kita harus datang pada malam hari dan mencari cari tau semuanya". Jelas Keisya .
Reza dan Maiya pun setuju karena mereka juga ingin tau kebenaran tetang gudang sekolahannya. Hari ini ditanggal 11 jam 11 mereka berkumpul didepan gudang.
Mereka membuka pintu dan mulai berkeliling digudang itu, banyak bangku dan meja yang berantakan bahkan bekas darah Nania masih menempel dilantai.
"tidak ada apa-apa , apakah rumor itu salah?" tanya Maiya.
"jangan sembarang, kalau memang rumor itu salah lalu bagaimana bisa Nania terluka disini". Jelas Reza dengan suara pelan.
Keisya semakin penasaran dan menemukan sebuah pakaian yang kusam, banyak bercak darah dipakaian tersebut.
"ini baju apa?".
"Keisya jangan disentuh, barang yang ada digudang pasti salah satunya milik wanita yang mati disini". Kata Reza kaget.
Kemudian tak lama Reza berbicara, pintu tiba-tiba tertutup dengan sendirinya. Baju yang disentuh Keisya pun menghilang, membuat Reza dan Maiya takut.
Meja dan bangku bergeser-geser memutari mereka bertiga, suara seorang wanita muncul dengan tawa yang mengerikan.
"haha haha haha" terdengar disemua sudut.
Kaca jendela pun pecah entah apa yang mengenainya, seketika salah satu bangku terbang dan mengenai Reza hingga pingsan.
Keisya kaget dengan kejadian itu dan tidak dapat berbicara apapun. Sebuah kardus terjatuh mengenai Maiya yang ternyata isinya adalah alat laboratorium.
Semuanya pecah dan mengenai Maiya, ia menjerit kesakitan membuat Keisya terbangun dari lamunannya.
" aaaarrrrhhhhh sakit...sakit sekali..Keisya tolong aku" pinta Maiya.
" kita harus pergi dari sini".
"bagaimana dengan Reza?" .
"kamu bisa berdiri? Kalau bisa Reza aku yang membawanya".
Maiya mengangguk dan berjalan menuju pintu, Keisya memapah Reza untuk bangun dan membantu Maiya membuka pintu. Namun semuanya hanya sia-sia, hantu itu marah dengan mereka.
Semua barang terbang dan mengenai mereka, pecahan kaca jendela membuat tangan Keisya terluka sedangkan Reza terjatuh dan tertindih banyak barang.
Maiya yang tepat didepan hantu itu menggigil dan tidak dapat bergerak, lehernya terasa tercekik dan melayang hingga kakinya tidak menapak ditanah.
Maiya kesulitan bernapas dan pingsan, Keisya menyaksikan sendiri bahwa teman-temannya terluka karena dia.
Dia berdiri dan berkata " tolong lepaskan teman-temanku, mereka tidak berniat untuk datang kesini".
Wanita itu berbalik dan melihat Keisya yang memohon, ia mendekat dan semakin mendekat membuat Keisya ketakutan.
Tangan wanita itu mengarah kepada Keisya dan menggerakkan semua pecahan kaca didepannya. dalam hitungan detik kaca-kaca itu mengenai seluruh tubuh Keisya ,ia menjerit sekencang-kencangnya.
"aaaarrrhhhhhhh sakit".
"aku mohon jangan saki...ti..."
Belum selesai berbicara, hantu itu mencekik Keisya dengan kasar dan melemparkannya kedinding. Keisya mulai tidak sadarkan diri, namun seseorang datang dan melihat bahwa pintu gudang terbuka.
Saat satpam sekolah tiba, mereka bertiga sudah dengan kondisi yang buruk, satpam itu langsung menelepon keluarga mereka dan guru disekolah.
Karena kejadian itu, gudang sekolah selalu menjadi cerita dan tidak seorangpun boleh masuk kedalamnya.
********
"TAMAT"