Park Jimin, yah itu nama pacarku saat ini. Sebenarnya kami telah lama pacaran namun karena kesibukan masing masing kami jadi sering hilang kabar dan juga hilang kontak benar² tidak layak nya orang pacaran
At that time
Saat itu usia ku masih 17 tahun sedangkan Jimin sudah 18 tahun, kami satu SMA di kota Seoul. Dia adalah murid pindahan dia mengatakan kalau dia ingin mencapai cita citanya sehingga dia rela pindah ke kota seoul untuk bersekolah disini, awal kenal kami seperti teman biasa kami kadang sering melakukan pekerjaan sekolah bersama dan saat pembagian kelompok kami selalu mendapatkan kelompok yang sama. Mungkin sebuah keberuntungan yang terlalu berlebihan bagiku karna saat itu aku sangat tidak menyukai sosok nya
Dia adalah pria nakal dan juga pemalas terlebih lagi dia bersikap sebagai playboy yang sangat handal karna wajah dan juga sifatnya yang begitu manis dia sudah banyak kali berpacaran dengan murid kelas sebelah bahkan adik kelas pun ia pacari, astoge kenapa malah jadi cerita tentang dia.
Karna dia murid pindahan sementara aku ketua kelas aku terpaksa harus mengurus pembelajaran nya yang tertinggal dan kami juga duduk di meja yang sama, aku berbeda dengan gadis lainnya yang tergila gila dengan rayuan Park Jimin manusia tergila ini. Karna sifatnya padaku 180drjt sangat berbeda dengan dia pada gadis lainnya, apalagi saat dia sok akrab dengan diriku benar² memuakkan.
"Hei.." Teriak jimin
Aku menoleh padanya yang saat itu aku sedang tertidur dengan posisi duduk karena guru telat masuk jadi kelas bebas saat ini.
Setelah membangunkan ku Jimin langsung duduk manis disebelahku dengan wajah sok polosnya dan juga nada bicaranya yang agak bersahabat mulai merayu ku untuk memberinya contekan tugas yang ia belum kerjakan, aish dia pikir dia siapa.
"Kau tahu kan saat ini aku sedang sibuk dengan lagu yang kubuat, wajarlah kalau aku tak mengerjakan nya" ucap Jimin
"Apa peduliku mau kau mengerjakan nya atau tidak itu tak penting" jawabku
"(nama) Kau kan temanku" ucapnya lagi
"Terus?" Tanya ku
"Apa kau benar benar tidak ingin membantuku? (nama) Aku tau kau itu sangat baik, cantik, imut, lucu, manis" rayunya. Ah aku hampir mati karena kata kata manis nya itu tapi sygnya aku kembali sadar karena dia adalah playboy yang paling aku hindari.
"Ayolah, come on Baby"
Kau tau aku paling ingat dengan kata² nya yang itu seperti suntikan racun untuk para gadis, dia tidak seperti ini padaku terkecuali dia benar benar membutuhkan bantuan ku itulah kenapa aku tak tergoda padanya walau dia sangatlah tampan.
Setelah menghabiskan waktu setahun dengan nya kami pun naik kelas dengan sukses, ia juga kini semakin fokus dalam bermusik sedangkan aku sibuk dengan latihan akting ku. Saat ku tau bahwa peng-ujung kelas kami diberikan pilihan untuk fokus dalam bidang yang kami inginkan aku pun memutuskan untuk pindah kelas karena keinginanku bertentangan dengan kelasku sebelumnya. Sangat di sygkan banyak temanku yang tak suka dengan ini dan mencoba mencegah ku sementara Jimin malah cuek cuek saja padaku padahal sebelumnya kami sudah begitu akrab sekali.
Setelah pindah kelas aku sibuk dengan urusanku yang ingin menjadi seorang aktor dan hanya fokus pada akting ku, beberapa bulan kemudian aku dan Jimin menjadi semakin asing karena kami jarang bertemu, saat itu aku benar benar memutuskan untuk berhenti berteman dengan nya dan kembali fokus pada duniaku. Sampai akhirnya 3 bulan kemudian aku mempunyai pacar yang bernama Yoongi salah satu murid yang jurusan nya sama dengan Jimin yaitu musik.
Karena Yoongi yang begitu terkenal di sekolah berita kami berpacaran pun kini tersebar luas bahkan kelas lama ku pun telah mendengar berita itu. Yoona teman lama ku yang pernah sekelas denganku kini kembali akrab denganku dia kembali lengket padaku dengan alasan rindu, setiap saat nya ia terus ingin bersama ku saat ia tidak ada latihan musik dia selalu menawarkan untuk menemaniku latihan walau sebenarnya ruangan ku tak memperbolehkan murid lain untuk masuk. Aku yang juga sedikit menyukainya karena dia begitu baik tak tega melarangnya jadi aku memintanya untuk bersama ku setiap makan siang atau jam istirahat lainnya walau ku tau akibatnya adalah saat saat aku bersama dengan Yoongi jadi berkurang tapi mau bagaimana lagi.
Akhirnya telah terjadi Yoona benar benar ingin dekat denganku bahkan saat aku pergi bersama Yoongi dia selalu ingin ikut, aku tau dia gadis pemurung dan tidak suka bergaul tapi bukan berarti dia harus terus bersama ku bahkan saat aku berduaan dengan pacarku, aku merasa aneh dengannya karena setiap saat kami akan berpisah dia meminta maaf karena telah merebut waktuku istrahat tapi esok dan esok harinya dia tetap sama kembali untuk bertemu dengan diriku, sampai sampai kami sering makan bertiga di kantin, dan tentu saja itu membuat banyak gosib tentangnya. Walau aku sendiri tidak peduli yang pasti dia tidak terlalu mengganggu ku.
Aku sering bertanya pada Yoongi apa dia merasa terganggu dengan Yoona? Dia selalu menjawab tidak juga yang artinya tidak terlalu atau bisa jadi iya, yah beruntung Yoongi sangat dingin dan tak terlalu perduli dengan soal ini. Tapi setidaknya dia tetap perhatian padaku. Semakin kesini aku semakin merasa kalau Jimin kembali hidup di hari hari ku, ntah itu sengaja atau tidak aku terkadang bertemu dengannya ataupun berpaspasan dengannya saat sedang sendrian ataupun bersama dengan Yoona. Aneh sih tapi yah aku gak terlalu perduli.
Suatu saat saat semester penaikan Yoona datang menemuiku yang saat itu aku sedang makan bersama Yoongi di taman, dia terlihat sangat senang dan juga sedikit cemas karena melihay Yoongi di sampingku, mungkin dia tidak enak atau apalah pada Yoongi karena dia selalu muncul diantara kami. Saat itu dia ingin mengatakan sesuatu dan Yoongi merasa terganggu dia meminta untuk Yoona pergi saja nanti baru kami berbicara berdua jika itu tidak penting tapi Yoona tetap memaksa lalu Yoongi pun memutuskan kalau dia saja yang pergi karena sepertinya ada hal penting untukku dengar.
Saat Yoongi telah pergi ternyata Yoona membicarakan sesuatu tentang nya, dia memberiku berita mengenai Yoongi yang sedang dekat dengan banyak gadis di luar sekolah. Tapi menurutku itu mustahil karena Yoongi sangatlah pendiam dan juga dingin terhadap siapa saja, Yoona meminta maaf karena memberiku berita seperti itu lalu aku berfikir kalau ekspresi tidak senang Yoona saat itu karena ia ingin memberitahu kan sesuatu tentang Yoongi sementara orangnya ada disini.
Setelah hari itu hubunganku dengan Yoongi mulau pudar kami jarang bertemu dan juga Yoona mulai jarang menemuiku, sebaliknya aku malah sering bertemu dengan Jimin bahkan saking seringnya ntah kapan kami kembali berteman seperti dlu saat saat di mana dia sangat sok asik denganku tapi dia juga sedikit berbeda karena sekrang dia semakin perhatiaan dan benar benar waspada terhadap ucapannya padaku. Suatu hari karena Yoongi sibuk aku memutuskan untuk pergi bersama dengan Jimin menemaninya membeli beberapa peralatan musik yang telah dia pesan di salah satu toko untuk band barunya, aku sudah mengatakan pada Yoongi kalau aku akan pergi tapi sifatnya yang super cuek jadi aku tak memberitahunya soal Jimin.
Setelah beberapa minggu akhirnya aku dan Jimin kembali ke toko alat musik yang kemarin kemarin kami datangi, malam ini alat yang dipesan oleh Jimin telah siap jadi kami tinggal mengambilnya, aku sangat akrab dengan Jimin bahkan saking akrab nya aku lupa kalau kami hanya sebatas teman saja yah mungkin karena selama ini Jimin yang ada di dekatku saat aku mendapat banyak rumor mengenai Yoongi dan juga gosib tentang Yoona. Saat pulang kami singgah di salah satu minimarket untuk berbelanja, saat sedang memilih beberapa cemilan secara tak sengaja Jimin melihat sesuatu dia kemudian mengajakku bercanda dengan gaya tegang dan panik awalnnya aku kira ada apa sampai saat aku berbalik untuk mengambil minuman di rak sebelahnya aku tak sengaja melihat Yoongi dan Yoona sedang berjalan bersama dan mereka memasuki minimarket yang saat itu Yoongi membukakan pintuk untuk Yoona.
Mereka terlihat sedikit akrab, aku sudah terbiasa melihat ekspresi wajah datar pacarku tapi temanku yang saat itu bersama nya terlihat malu dengan wajah memerah dan tak berhenti tersenyum. Aku sempat kaget dan tak berkutib tapi Jimin kemudian menarikku dan bersembunyi dari mereka, kami terus bersembunyi tanpa meninggalkan mereka berdua dan parahnya aku melihat kalau mereka sempat bergandengan pikiranku kacau aku tak merasakan apapun aku juga tak mendengar apapun, apa sakit hati separah itu?
Tanpa sadar Jimin membuatku kaget dia mengatakan kalau mereka telah pergi aku kemudian melihat keluar dimana saat saat mereka hilang menaiki mobil milik Yoongi. Aku rasanya ingin menangis tapi aku juga tak percaya, Jimin mengatakan untuk mengantarku pulang sekarang.
Karena kecewa aku tak berfikir apa apa lagi dan hanya mengikuti Jimin, saat setelah pulang aku sendirian menangis karena merasa sesak.
Benar benar sakit hati yang cukup parah, ternyata selama ini rumor dan juga gosib itu benar.
Sepanjang malam aku menangis di telfon aku meluapkan semua tangisku di telfon sementara Jimin terus berlatih lagu dan membiarkan ku mengganggu latihannya.
Keesokan harinya aku kembali seperti semula walau sedikit takut padahal kalau memang mereka ada hubungan itu tak penting lagi tapi nyatany aku sakit hati, untung saat itu Jimin bersama ku dan terus mengajakku bicara agar aku melupakan kejadian semalam. Tapi bahkan jika aku menampar Yoongi pun kejadian semalam tidak akan hilang.
Sampai saat aku ingin kembali menangis Jimin merasa terbebani
"Come on baby" bisik Jimin
Membuat telinga dan seluruh badanku tentunya bergetar, kata kata yang sudah beberapa bulan ini tak kudengar kembali ketelingaku dengan merdunya sampai sampai aku ingin langsung menampar Jimin yang saat itu tertawa, sialan.
Aku tertawa melupakan semua masalah ku, sampai aku benar benar lupa. Waktu berjalan dengan cepat sisa SMA yang ku habiskan bersama Jimin kini hilang, kami telah berpisah dengan tujuan kami masing masing.
Diantara kami berdua tidak ada yang melanjutkan sekolah kami memutuskan untuk berkarir dengan keinginan kami sendiri, aku berhasil menjadi seorang aktor muda saat setelah lulus SMA dan juga pastinya Jimin telah debut menjadi seorang idol terkenal saat ini berkat usahanya.
6 tahun telah berlalu mungkin kami telah dewasa dan sudah pantas untuk menikah, namun kami belum saling bertemu satu sama lain, yah kami bertiga benar benar telah lupa dengan wajah kami saat masih muda.
Saat aku mengatakan bahwa Jimin adalah pacarku sebenarnya itu tidak benar, itu hanya tipuan Jimin agar saat aku merasa kesepian aku hanya perlu mengatakan bahwa aku telah memiliki Jimin bersama ku jadi tak perlu khawatir dan cemas karena dia akan tetap menjadi milikku walau tidak sepenuhnya nyata. Jimin hanya mengatakan tunggu saat nya tiba saat dimana kita benar benar bebas maka kita akan bersama.
Toh kami terikat kontrak dengan pekerjaan kami masing masing jadi mau bagaimana lagi tubuh kami bukan milik kami seutuhnya.
Tapi aku masih menunggu saat nya tiba saat dimana kami kembali kumpul bersama lagi, benar benar bersama.
................
6 tahun yang lalu saat setelah kejadian itu aku baru tahu sebulan kemudian bahwa mereka tidak memiliki hubungan apapun, yah. Yoongi dan Yoona hany berpura pura seperti seorang kekasih bahkan mereka menunjukkan semua tingkah mereka di sekolah agar aku percaya dengan gosib itu yang sebenarnya hanya sebagian yang benar. Karena sebagiannya lagi hanya kebohongan karena Yoongi yang ternyata mempunyai penyakit mematikan ingin mengakhiri hubungan kami tapi dia tak bisa mengatakan putus terlebih dahulu tanpa alasan tanpa sebab dia juga tak ingin kalau sampai aku tahu penyakitnya, oleh karena itu dia meminta Yoona untuk kembali dekat padaku agar alasan dia menjadi penghancur benar benar nyata. Yoona menyesal tapi dia tidak salah karena dia juga terpaksa, aku hanya menyayangkan cara Yoongi yang seperti itu padahal dia bisa tinggal bilang padaku tapi yah dia memutuskan ini sepihak, Yoona kembali bersama kami seperti dulu dan dia juga menjalani karir nya sebagai idol saat setelah lulus.
Tamat.
semoga kalian suka dan terhibur,
mwehehehe.