Di sebuah gedung sekolah, tepatnya di ruangan kelas lX di ruangan itu tengah berlangsung pembelajaran.
Guru dengan sabar menjelaskan materi pelajaran kepada murid-muridnya sesekali para murid mengacungkan jarinya pertanda ia akan bertanya mengenai sesuatu hal.
Guru pun dengan senang hati menjawab semua pertanyaan dari murid-muridnya.
Tak berselang lama tiba-tiba kringg kringg kringg!!! terdengar bunyi bel pertanda jam istirahat sudah tiba semua murid pergi meninggalkan kelas menuju kantin kecuali seorang siswi perempuan bernama Hilda.
la masih di dalam kelas, ia tampak sedang melamun memikirkan sesuatu.
Melihat hal itu Reno selaku guru yang mengajar di kelas itu pun mulai melangkahkan kakinya mendekati Hilda dan menyapanya.
" Hilda kamu tidak pergi keluar nak? "
" eh tidak pak saya ingin di dalam kelas saja " ucapnya sambil menatap gurunya
" sebaiknya kamu keluar kemana kek jangan di kelas terus gak bosen kamu? "
" hemm baik pak terimakasih sarannya " ucap Hilda sambil berlalu pergi meninggalkan kelasnya.
' Huh dasar, orang enak-enak di kelas kok malah di suruh keluar maksa banget lagi, sekarang enaknya kemana ya? tempat yang gak banyak orang hemm bentar-benar ... oh iya perpustakaan ' batin Hilda merasa girang karena telah menemukan tempat yang sedikit sepi dari orang-orang.
Tanpa pikir panjang ia berniat menuju ke perpustakaan tapi apa daya kryukk kryuuk terdengar suara dari perut Hilda ia sedang lapar.
Hilda berhenti melangkah dan menuju kearah kantin baru ia menginjak kakinya di kantin ada seorang siswi yang berbisik-bisik dengan temannya sambil menatap Hilda.
Hilda hanya bisa menghela nafas lalu ia mulai memesan makanan.
Melihat Hilda mendekat para siswa dan siswi segera menyingkir memberikan jalan untuk Hilda, bukan karena mereka menghargai Hilda tapi karena mereka merasa aneh dengan sikap Hilda yang tampak selalu berwajah dingin tanpa ekspresi.
Sekali lagi Hilda menghela nafas tapi kali ini helaan nafas Hilda lebih panjang dari pada sebelumnya.
' Huufff lagi lagi aku di hindari memangnya apa sih salah ku? kenapa mereka selalu bersikap seperti itu ' batin Hilda sambil tersenyum pahit.
" Eh neng mau pesen apa? " tanya ibu kantin
" emm saya pesen nasi kuning sama es teh ya bude "
" iya neng siap tunggu bentar ya ".
Tak lama kemudian makanan yang di pesan oleh Hilda pun sudah siap.
" lni makanannya silakan di nikmati "
" hmm " Hilda hanya berdehem.
'' Eh gila tu anak dingin banget ya ihh dasar aneh '' bisik seorang anak kepada anak lain
" hmm iya kamu jangan deket-deket sama dia nanti ketularan jadi aneh loh hahaha ... " ucapan pelan tapi masih bisa di dengar oleh Hilda.
Hilda hanya bisa menghela nafas kasar dan mulai makan dengan tergesa-gesa dan orang yang melihat pemandangan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan semakin merasa aneh dengan sikap Hilda.
' Akhirnya selesai juga makanya huhff harus cepet-cepet bayar nih ' batin Hilda langsung berdiri sambil menunduk untuk merogoh saku roknya.
Karena Hilda tidak memperhatikan jalan tanpa sengaja ia pun menabrak seorang siswa dan brukk!! mereka jatuh ke tanah secara bersamaan.
Melihat hal itu pun orang-orang di sana pun bertambah geram terhadap tingkah laku Hilda yang mereka pikir aneh.
" Eh dasar lu ya sengaja nabrak temen gue!? " bentak salah seorang siswa
" eh enggak kok aku enggak sengaja " ucapnya dengan wajah datarnya.
" Halah ngomong aja kalo lu sengaja iya kan cewek aneh cepet minta maaf sekarang juga!!! " bentaknya lagi.
" Hmph ngapain aku minta maaf dia aja nggak masalah kenapa kamu yang sewot " ucap Hilda sambil memasang wajah acuh tak acuh.
" Eh lu ya di bilangin malah nyolot!!!!! "
" udah-udah kalian enggak malu apa di liatin banyak orang, lagian aku enggak apa-apa kok kita juga sama-sama salah kok " ucap salah satu siswa yang bernama Angga.
" Eh ga lu enggak boleh gitu jelas-jelas dia yang salah " ucap seorang siswa bernama Wanto
" issh berisik tau enggak udah lah aku mau bayar dulu " ucap Hilda sambil berjalan meniggalkan mereka yang masih sibuk bertengkar.
" Eh lu mau kemana belom kelar nih masalah!!!? woi budek !!! asemmmm gue di cuekin "
" hahahh " tawa seorang siswa bernama Kisno
" napa lu ketawa? "
" enggak apa-apa ".
Kringg kringg !!
terdengar suara bel yang menandakan jam pelajaran ke dua akan di mulai.
Sedangkan di kelas Hilda sudah duduk manis di bangkunya.
Tak berselang lama guru akhirnya datang dan mulai menjelaskan materi pelajaran.
Tok tok tok pintu terbuka dan memperlihatkan tiga sosok pria yang sangat familiar bagi Hilda
" permisi bu maaf saya telat masuk kelas "
" kamu kenapa telat!? " ucap guru itu dengan wajah merah menahan amarah.
" Sa - saya emm anu itu ... "
" sudah-sudah saya tidak akan menerima alasan kalian sekarang kalian berdiri di luar sampai jam pelajaran saya selesai !!! "
" sekarang bu? "
" minggu depan ya sekarang lah cepat!!! ''
" baik bu ".
Di sisi lain Hilda terkejut teryata orang yang terkena hukuman itu adalah orang ia tabrak saat berada di kantin tadi, ia di hukum bersama ke dua temanya.