Hari itu tanggal 11 Maret, keluarga Hartono baru pindah dari kota Pekanbaru ke desa lubuk Jambi, Kecamatan Kuansing. Desa itu merupakan desa terpencil yang dikelilingi oleh hutan yang rimbun dan masih asri dengan berbagai macam pohon yang tinggi menjulang. suasana mencekam terlihat jelas di awal masuk ke desa dengan disambutnya dua pohon beringin sebagai gerbang masuk desa.
Rudi Hartono merupakan seorang pengusaha butik terkenal di Pekanbaru. Saat dibutik salah satu rekannya menceritakan bahwa ada desa dengan pemandangan alam yang sangat asri yang belum tersentuh oleh kemajuan zaman . Desa itu bernama Lubuk Jambi. Ia menceritakan keunikan desa tersebut dengan objek wisata yang indah berupa air terjun dan juga pemandian air panas alami.
Mendengar itu Rudi pun tertarik dan ingin berlibur bersama keluarganya. Namun dibalik kesenangan itu ada desas desus yang menyebutkan adanya sumur tua pemakan manusia. Namun ia tidak mengubrisnya dan malah menertawakan rekannya itu. Saat sampai dirumah Rudi menceritakan tentang desa tersebut kepada istri dan anaknya yang baru beranjak dewasa.
mereka harus menempuh sekitar 10 jam, itupun baru sampai di Teluk kuantan yang merupakan ibukota kabupaten Kuantan Singingi. Dari Teluk Kuantan mereka harus menempuh sekitar 3 jam untuk sampai ke desa Lubuk Jambi. Setelah perjalanan yang melelahkan akhirnya mereka sampai di desa Lubuk Jambi.
" Yah, desanya kok ditutupi bambu terus apa maksudnya ditanami beringin di setiap sudut rumah? Aneh apa mereka mau mengundang makhluk halus?", Ujar Nisa.
" Hus.... Jangan ngomong yang bukan-bukan kita harus menghargai mereka apalagi kita akan tinggal disini jadi harus terbiasa bagaimana budaya disini, paham kan!". Ujar ayah.
"Hmm iya ayah", ujarnya.
Di saat perjalanan Rudi berpikir memang ada yang aneh dengan desa tersebut, tidak ada seorang pun yang berjalan- jalan ataupun bercengrama sambil duduk-duduk didepan rumah. Suasananya seperti tidak berpenghuni. namun ia menghilangkan pemikiran itu.
Setelah sampai di rumah tujuan, Nisa yang langsung berlari kedalam rumah hendak mencari kamar yang paling atas agar dia dapat mendapatkan momen yang bagus saat pagi datang.
Sampai jam menunjukan pukul 11.11 Nisa tidak dapat tidur karena senang dengan lingkungan yang baru dan membayangkan bagaimana pemandangan pada saat pagi datang. Tidak lama kemudian di jendela terdengar suara gesekan. " Srekkk". Suara itu selalu berbunyi hingga membuat Nisa penasaran dan mencari tau dari mana suara itu berasal . Dari atas jendela terlihat sepasang anak kecil sedang bermain gembira dengan sesuatu berbentuk bola yang dilambungkan mereka. Karena tertarik Nisa pun membuka jendela dan memanggil mereka.
" Hai, kalian sedang apa malam begini, kenapa tidak tidur apa kalian tidak dimarahi sama ibu kalian ?" Tanyanya. Anak-anak itu hanya menoleh dan melanjutkan permainannya. Karena geram Nisa pun turun dan berjalan ke arah anak-anak itu bermain. Sambil menarik lengan baju anak itu dan berkata " hei apa kalian tidak mendengarku,".
Anak itu pun mengibas tangan Nisa dan berkata dengan suara berat " apa kau mau main dengan kami, kau terlihat kesepin, bagaimana kalau ikut dengan kami, hihihihi!". Ujar anak itu sampai tersenyum licik. " ya ikut saja dengan kami, daripada dijemput oleh dia, mending kau ikut dengan kami, kita bermain lempar kepala, khekk..khekk...khekk" ujar anak yang satunya. Mendengar itu Nisa sedikit merinding dan berkata " apa maksud kalian, bukannya yang benar itu melempar bola bukan kepala! Ujarnya. Betapa terkejutnya ia saat diperlihatkan kalau yang mereka mainkan benar-benar kepala orang dan berlari menjauh dari mereka.
Mendengar suara dari luar Rudi dan istrinya terbangun dari tidur mereka dan mencari tau suara siapa malam-malam begini. Saat dilihat betapa terkejutnya mereka mendapati anak mereka diluar.
" Nisa apa yang kau lakukan disini ?" Ujar ibunya.
" i..bu... aku melihat ada anak yang memainkan kepala orang Bu", ujarnya sambil gemetar.
" Apa kau gila ! ( Suara lantang ) mana ada anak-anak yang main saat jam segini apalagi yang kau katakan barusan". Ujar ibunya sambil menarik anaknya kedalam rumah. Saat menoleh kebelakang anak-anak itu menghilang dan ia pun merinding dengan apa yang baru ia lihat.
Di luar rumah, angin kencang beserta gemuruh ranting yang bergesekan disertai hawa dingin yang mencekam malam itu membuat Nisa gelisah. Disaat kegelisahannya memuncak ia merasa tak sanggup membuka mata . Dengan memberanikan diri ia pun membuka mata pelan-pelan. Dan "kyaaaaaa" saat membuka mata ia terkejut dengan lampu yang tiba-tiba padam. Di luar jendela terdengar suara tertawa yang sama namun disertai kata " khekkk...khekk ....sa....isa.....nisaaaa!!!.
Spontan Nisa berteriak dan memanggil ibu dan ayahnya. Tanpa pikir panjang Nisa berlari keluar kamar dan betapa terkejutnya ia saat melihat lumut yang menjalar disetiap sudut ruangan dan dinding rumah. Ia pun turun ke lantai satu sambil berteriak memanggil ayah dan ibunya. Sesampainya kakinya lemas sambil tidak percaya ayah dan ibunya dililiti oleh lumut yang menarik tubuh orangtuanya ke dalam tanah.
" i...ibu..ayah..! Huhuhu kenapa...kenapa ayahhh...!!
Berusaha menolong orangtuanya dari lumut yang menarik mereka ke dasar , Nisa berteriak meminta bantuan, namun tak seorangpun yang datang kerumahnya. Karena geram ia mendobrak paksa pintu keluar yang saat itu sudah ditumbuhi lumut. Sesampai diluar betapa terkejutnya ia, desa yang semula ada sekarang berganti menjadi hutan yang lebat disekelilingnya. Ia tidak percaya akan apa yang dilihatnya, rumah yang ia tempati sudah tenggelam ke dasar tanah yang tertinggal hanya sumur tua.
"Apa ini...semua! Hahahah aku tidak percaya, apa aku bermimpi, kalau aku bermimpi aku harap mohon bangun dari mimpi buruk ini, huhuhuuhuuuuu!". Ujarnya.
Dari arah sumur muncul sosok 2 anak kecil yang ditemuinya tadi sambil berkata " hihihihi kan aku sudah bilang ikut dengan kami tapi kau tidak mau.. hihihihi... Tapi tidak apa mungkin kau lebih suka di jemput dengan cara yang menarik seperti ini... Hihihihi". Ujar kedua anak itu
Sambil berdiri ia meraih kayu dan menodongkan kearah 2 anak tadi ia pun berkata " apa semua ini, makhluk apa kalian sebenarnya, apa yang kalian lakukan pada orangtuaku, kembalikan orang tua kuuuu!!!". Ujarnya sambil menangis.
" pemandangan yang indah saat manusia merana hihihihi, kami mana bisa membantumu " dia" akan marah pada kami". Ujar anak itu lagi. " Siapa "dia" yang kalian maksud ? Cepat katakan padaku!. Ujarnya lagi.
" namanya 'Jhalaq' ia penunggu sumur tua ini dan suka memangsa manusia yang datang kedesa ini yang sebenarnya hanya ilusi buatannya saja, hihihihi itu menyenangkan sekali hihihihi", ujar anak itu lagi. Mendengar penjelasan mereka akhirnya Nisa paham dengan keanehan yang ada, namun itu semua sudah terlambat.
Tanah pun bergetar disertai dengan angin kencang dan lumut yang menjalar keluar dari tanah. Hal itu membuat Nisa terkejut bukan kepalang. Ia berusaha lari namun dililiti dengan lumut yang menariknya ke atas. Tak lama kemudian muncul sesosok makhluk besar yang di tumbuhi lumut diseluruh tubuhnya.
Saat bertatap dengan makhluk itu, ia tersenyum sambil berkata," khekkk.....khekkk....khekkk maka..nan.... Khekkkkk....khekkk...!. Ujar makhluk itu. " Ia datang, kita harus lariiii!!!" Ujar 2 anak. Tanpa pikir panjang makhluk itupun memasukan Nisa ke dalam mulutnya dan kembali ke dalam sumur itu. Begitulah akhir dari liburan yang dilakukan oleh keluarga Hartono. Dan desa yang tadinya hilang kembali lagi dan menunggu mangsa berikutnya.
~~~~~tamat~~~~~