[Antifan jadi penggemar]
Di dalam persahabatan pasti ada cinta. Dan cinta itulah yang merusak persahabatan.
Satu siswa baru pindah sekolah karna lebih dekat dengan kantor tempat dia bekerja.
Pria tampan, berbakat dan terkenal itu sangat memikat hati wanita. Ia adalah IDOLA sejuta umat, di usia muda sudah memiliki jutaan Fans dan penghasilan yang sangat tinggi.
"SUGA" adalah nama panggunya. Ia dikenal dengan sebutan SAVAGE karna bicaranya yang blak-blakan.
Ia pergi ke sekolah bersama satu pengawal dan satu asisten pribadi untuk mencegah buruan fans.
_
Pagi hari, cewek kelas XI ipa itu pergi ke sekolah bersama 3 sahabat dekatnya. Ia anak yang rajin dan pintar, namun sering di sebut bod*h oleh teman sekelasnya.
Ia bernama YONA, gadis yang memiliki hati lembut. Ia sama sekali tidak bisa menolak permintaan temannya apapun bentuknya karna ia mudah tidak enak hati, alias mudah menuruti kemauan orang.
Dalam persahabatan mereka ada satu cowok yang juga tampan dan cerdas, dan satunya lagi cewek cantik idola sekolah.
Walaupun Yona berada di lingkup pria tampan dan gadis cantik, namun ia tak merasa minder, karna itulah adanya pada dirinya.
Saat mereka tiba di gerbang sekolah, terlihat kerumunan dan jeritan yang antusias memadati depan kelas.
"Ada apa disana? kok ramai sekali?" tanya Yona pada kedua temannya.
"Emangnya kamu gak tau Yon? sekolah kita kan ada siswa baru, Idola pula." sahut sahabatnya yang bernama Tae itu.
"Benarkah? ah.. aku ketinggalan info nih. Ya udah, ayo kita ke kelas." timpal Yona cuek.
"Kamu gak penasaran kah sama cowok itu?" sahut Belli.
"Penasaran kenapa? toh sama-sama manusia kan?" pungkas Yona sambil melanjutkan jalannya.
Tae dan Belli pun turut tidak peduli mengikuti Yona menuju kelas.
Saat jam belajar tiba, wali kelas datang membawa siswa baru tersebut. Ia pun mengenalkan Suga pada teman sekelasnya.
"Halo, saya Suga. saya harap bisa berteman dengan kalian." ujarnya tersenyum manis, membuat hati wanita dalam kelas itu meleleh gak karuan.
"Wa... dia ganteng banget." ujar Belli memuji Suga.
"Gantengan mana dia sama aku?" tanya Tae dengan wajah datar.
"Gantengan kamu dimana-mana lah." sahut Yona dengan cepat.
"Hm.. Yona benar." timpal Bellie.
Setelah mengenalkan dirinya. Suga disuruh duduk tepat di belakang meja Yona dan Belli. ia duduk bersebelahan dengan Tae.
"Haii Suga, kenalin aku Bellie." ujar Bellie tersenyum manis.
"Oh. oke." jawab Suga singkat.
*Dih,,.. sombong banget, mentang idola.* gumam Bellie dalam hati.
"Hai Suga. aku Tae, pria paling tampan di sekolah ini." ujar Tae sambil mengulurkan tangannya mengajak Suga berkenalan.
"Oh, tapi aku gak nanya." jawab Suga singkat tanpa menyambut tangan Tae.
"Aku juga gak lagi jawab pertanyaan, cuma ngasih tau aja." timpal Tae sedikit kesal.
Walau duduk berdampingan, namun sepertunya Suga dan Tae tidak cocok untuk berteman. Karna sifat Suga yang tidak humble sedangkan sifat Tae periang dan hangat.
Saat jam belajar berlangsung, Bellie meminta pada Suga untuk bertukar tempat sementara.
"Suga, bolehkah kau duduk di sini sebentar, aku ada urusan sama Tae. plisss.." Bellie menyatukan tangannya.
"Okelah. tapi hanya sebentar." mereka pun bertukar tempat duduk.
Suga melihat Bellie dan Tae terkadang saling berbisik, namun ia tak mau ambil pusing, karna merasa tidak kenal.
"Kenapa kau duduk di sebelahku? mau nyontek ya?" ketus Yona sembari menutup bukunya.
"Hah? kau pikir aku bod*h? tuh temen kamu mau tukeran sebentar." sahut Suga dingin.
Setelah guru memberi soal. kemudian ia menyuruh anak muridnya untuk menjawab soal yang ada di papan tulis dengan menyebutkan nama mereka.
"Bellie. sekarang kamu maju dan isi jawaban nomor dua." ujar guru tersebut.
"Oke buk." dengan santainya Bellie menjawab.
Namun ia bukan membawa buku latihannya, melainkan ia menarik buku Yona dan membawanya ke depan.
Dengan santai dan percaya diri, Bellie mengisi jawaban tersebut.
Sementara Suga heran dengan apa yang di lakukan sahabat Yona itu.
"Heii kau.. kenapa kamu membiarkan dia mengambil bukumu untuk mengisi soal? apakah dia tidak mengerjakannya?" tanya Suga penasaran.
"Dia sahabatku. dia sudah biasa seperti itu, karna dia males untuk berfikir. tapi dia cerdas kok." sahut Yona tersenyum.
"Begitukah? heh, dasar bod*h." Suga tersenyum tipis seakan tak percaya.
Setelah Bellie selesai menulis, ibu guru pun langsung mengeceknya untuk menilai.
"Bel, semua rumus ini salah! dan jawabannya bukan seperti ini. Sekarang kerjakan ulang di sini." ujar Guru tersebut.
"Hah? salah? kok bisa? bukankah rumusnya sudah benar?" timpal Bellie menyangkal.
"Coba kamu cek lagi dengan teliti. sekarang duduklah."
Dengan kesal dan wajah cemberut, Bellie kembali duduk di dekat Tae.
Prak..!
"Yon, kok bisa salah sih? kamu sengaja ya mau bikin aku malu?" ujar Bellie kesal sambil menghempaskan buku Yona.
"itu Bel, tadi aku lupa bilang kalo nomor dua itu memang salah, tadi aku mau mengubahnya, tapi bukunya udah kamu ambil."
"Heleh.. bilang aja kamu sengaja, ya kan?!" bentak Bellie.
Suga pun menghadap pada Bellie.
"Kau punya otak gak? udah nyontek, malah nyalahin orang. Jawaban kamu sendiri mana? gak ada kan?! dasar aneh." ketus Suga sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Bu guru, biar saya yang mengisi jawaban nomor dua." ujar Suga langsung maju ke depan tanpa membawa buku. ia pun menjawab soal dengan santai.
Sementara Bellie masih cemberut karna kesal pada Yona.
"Bel, maafin aku ya. aku gak maksud bikin kamu malu. karna jawaban itu belum selesai ku tulis." tutur Yona sambil menyatukan tangannya.
"Yona benar. yang salah itu kamu. harusnya kamu tanya dulu." sahut Tae.
"Auk ah. serah kalian."
Bellie terus ngambek sampai berhari-hari. Yona jadi tak enak hati karna ia sama sekali tak di tegur sapa oleh sahabatnya sendiri. ia juga merasa sangat bersalah karna membuat Bellie malu.
Saat jam istirahat, Bellie pergi ke kantin bersama temannya yang lain. ia sama sekali tak menghiraukan Yona.
"Tae, bilang pada Bellie. tolong jangan kayak gini dong. aku gak tahan di cuekin terus. aku merasa bersalah padanya. dia belum bisa maafin aku." tutur Yona dengan wajah tertunduk.
Suga yang tadinya tidur, tiba-tiba mencengatkan kepala. "Kamu nya yang bod*h. Kenapa mesti berteman dengan orang yang kayak gitu."
"Apa kau bilang?! Maksudmu Bellie bukan gadis baik?! jaga ucapanmu." bentak Tae seakan tak terima.
"Hm.. aku bisa menilai orang dari prilakunya. termasuk kamu." ketus Suga
~
Satu minggu kemudian, Bellie mulai menegur Yona. ia pun minta maaf karna merasa bersalah. Yona sangat senang karna sahabatnya sudah kembali.
Saat ujian latihan tiba, Yona tak segan memberitahu jawaban soal pada Bellie dan Tae. karna ia senang berbagi.
benar saja, saat hasil ujian itu di bagikan. Nilai mereka bertiga hampir sama. namun nilai Suga lebih tinggi dari mereka.
Sudah beberapa bulan Suga pindah di sekolah itu, ia begitu mencermati prilaku Bellie, Tae dan Yona.
Saat jam pelajaran kosong, mereka di minta untuk mengerjakan tugas dengan tertib.
Suga melempar secarik kertas ke atas meja Yona yang ada di depannya.
"Hm.. apa ini?" gumam Yona sambil menoleh pada Suga. namun Suga hanya tersenyum tipis.
Yona pun membuka lembaran kertas kecil itu.
[Yon, kau suka pada Tae ya?] tanya Suga dalam tulisan itu.
Yona kaget dan langsung menutup kertas itu.
namun ia kembali membukanya untuk membalas tulisan tersebut. lalu melemparnya kembali pada Suga.
[Kamu jangan sok tau! jangan urusi aku. dan jangan balas lagi tulisan ini.!]
Suga hanya tersenyum membaca tulisan tersebut.
_
Saat jam istirahat, Bellie menyuruh Yona membelikan makanan untuknya dan Tae. sedangkan mereka menunggu di kelas.
Ketika Yona kembali, ia melihat Bellie dan Tae sedang bercanda mesra. Tae mencubit hidung Bellie, membuat Yona merasa tak ingin menyaksikan itu.
"Bel, ini makanan yang kamu pesan. Aku pergi dulu ya." Yona berlalu setelah meletakkan makanan itu.
"Oke Yon, makasih banyak ya." ujar Bellie dengan senyuman.
saat Yona keluar kelas, Suga menarik tangannya.
"Apaan sih? lepasin gak?!" ketus Yona.
"Ayo ikut aku." Suga menarik tangan Yona dan mengajaknya ke kantin tertutup atau berfasilitas piv.
"Kenapa kau mengajakku kemari? kau tau, aku gak suka sama kamu yang selalu ikut campur urusan orang! apa lagi kamu seorang penyanyi. aku gak suka sama idola, karna mereka bermuka dua.!" ujar Yona kesal.
"Saat ini jangan anggap aku idola, tapi lihatlah aku seperti kalian, siswa sekolah biasa.
Kau pikir aku gak tau apa yang kau rasakan? kau cemburu kan melihat Bellie dan Tae?" pungkas Suga.
"Jangan sok tau kamu Suga. mereka sahabatku. mereka segalanya untukku. dan aku yakin kita tetap sahabat selamanya!"
"Segalanya untukmu? tapi apakah mereja menganggapmu segalanya untuk mereka?
entah kenapa aku berfikir bahwa kau hanya di manfaatkan." timpal Suga kembali.
Paakk...!!
Yona menepuk meja dengan kuat.
"Sudah cukup! kau terlalu dalam mencampuri urusan orang! apa hak kamu? aku lebih kenal mereka dari pada kamu."
Yona kesal karna Suga menjelekkan nama sahabatnya di depannya.
"Oke. terserah kamu Yon, aku cuma mengingatkan. walaupun baru beberapa bulan aku sekolah di sini, tapi aku sudah faham betul dengan sifat mereka terhadapmu. kamunya saja yang terlalu baik, atau terlalu polos."
Yona hanya diam menahan air mata.
"Maaf, tapi mereka bukan seperti yang kau nilai." Yona berlalu meninggalkan Suga.
~
Mulai saat itu, Suga berfikir bahwa ia akan berhenti mengurusi masalah orang lain. dan berusaha tidak peduli.
Suga bicara melalui tulisan yang ia tulis di kertas, lalu memberikannya pada Bellie.
[Maaf mencampuri urusan kalian. aku mau tanya, apakah kau menyukai Tae?
Lalu bagaimana jika sahabatmu juga menyukai orang yang sama?. cukup di baca, jangan di balas.]
Bellie kaget saat membaca tulisan itu, ia pun langsung meremuknya dan membuangnya.
_
Esok hari, Bellie menemui Yona sebelum berangkat ke sekolah.
"Yon, aku mau cerita, ada yang menjanggal pikiranku dari kemarin." ujar Bellie
"Katakan saja Bel."
"Apa kau menyukai Tae? jawab jujur." Bellie menatap mata Yona.
Yona hanya diam tertunduk. "Menurutmu?" tanya Yona kembali.
"Oke. aku faham. kau menyukai Tae." ujar Bellie tersenyum.
Tae pun turut menghampiri mereka. Bellie dan Yona langsung ganti topik.
"Halo Guys.. ayo berangkat." ujar Tae dengan riang.
Mereka pun pergi ke sekolah bersama tanpa membawa masalah apapun.
"Tumben sepi. biasanya depan gerbang selalu rame." ujar Yona heran, saat mereka berada di depan sekolah.
Biasanya setiap hari para siswa berkerumun mengelilingi Suga yang baru saja tiba di sekolah. namun hari ini sepi.
Seseorang berpakaian rapi menghampiri Yona dan sahabatnya.
"Selamat pagi nona, tuan." ujar Pria itu sambil membungkukkan tubuhnya.
"em.. maaf. bukankah anda manager Suga?" tanya Bellie
"Benar non. Aku di suruh tuan Suga menyampaikan ini pada kalian." pria itu memberikan tiga lembar kertas.
"Hah? tiket konser?" ujar Bellie kaget.
"Iya. dia libur 3 hari, karna ada konser. Dia mengundang kalian bertiga secara piv. dan mengundang semua siswa sekolah ini secara terbuka dan gratis." timpal manager itu
Yona mengambil semua tiket itu.
"Maaf pak. Tiket ini sama sekali gak penting. dan tidak kami butuhkan. terimakasih.!" Yona langsung merobek ketiga tiket itu di depan manager Suga tersebut.
"Loh non? tapi ini undangan khusus. kenapa di robek? baiklah aku ganti yang baru, masih ada di mobil."
Saat manager itu melangkah, Yona tetap menghentikannya. "Gak perlu pak. karna kami gak akan datang. dan aku gak suka dengan dia."
Yona pergi begitu saja, karna ia masih kesal dengan Suga.
namun kejadian itu banyak yang merekam, terutama fans Suga di sekolah itu.
Esok harinya, video itu jadi Viral, Yona pun banyak mendapat hujatan dari teman sekolahnya.
Tiap ia lewat, ia selalu di cibir dan di caci.
Video itu pun sampai di ketahui Suga.
"Segitu bencinya kah kau padaku? aku tau aku salah karna terlalu banyak ikut campur urusanmu. baiklah, aku akan menjauh darimu." gumam Suga dengan kesedihan.
Setelah konsernya, Suga kembali lagi ke sekolah. seperti biasa, ia selalu di sambut ceria para fans.
"Suga, maaf ya. kemarin kami mau menonton konsermu, tapi..." Tae menghentikan ucapannya.
"Sudahlah, jangan di bahas, gak penting juga buat kalian." timpal Suga cuek.
Begitulah keadaan saat ini, Suga sama sekali tak pernah menyapa Yona, apa lagi mencampuri urusannya.
~
Suatu hari, Yona, Suga, Tae dan Bellie belajar kelompok di rumah Tae.
Sebenarnya Suga enggan untuk ikut dalam kelompok itu, namun Tae memaksanya karna mereke duduk satu meja.
"Fiuh.. sudah satu jam belajar, mataku perih. Aku ke depan dulu ya." ujar Suga sambil melangkah keluar rumah.
"Oke silahkan. nikmati saja udaranya." timpal Tae.
Saat itu, Suga dan Yona masih belum saling sapa.
"Yon, tolong ambilin air minum di kulkas ya." ujar Bellie.
"Oke. tunggu bentar ya." Yona bergegas menuju dapur.
Ketika hanya berdua, Bellie dan Tae menghentikan belajar, dan malah saling tatap.
"Ada apa kau menatapku hah?" ujar Tae menggoda Bellie.
"Karna kau tampan." sahut Bellie tersenyum manis.
"Bukannya Suga lebih tampan" timpal Tae sambil memicingkan alisnya.
"Suga memang tampan dan terkenal. Tapi, hatiku cuma menyukaimu." pungkas Bellie.
"Hm.. Aku juga sangat menyukai wajah cantikmu." balas Tae sambil mencuil dagu Bellie.
"Ahh.. kau suka bercanda." Bellie tersipu malu.
"Aku serius. Kamu gak percaya? aku menyukaimu sejak kita kelas X. gimana kalo kita pacaran?" Tae menggenggam tangan Bellie dan menatap matanya dengan cinta.
"Pa.. ca..ran.?? kau serius... ?
Aku.. aku mau banget." Bellie hilang kendali dan langsung menerima cinta Tae.
"Serius nih? kau mau? jadi sekarang kita resmi pacaran ya? Yes.. gak jomblo lagi. Makasih sayang, I love you." Tae mencium mesra tangan Bellie.
Praaang......!!
Gelas air minum yang di bawa Yona seketika jatuh saat menyaksikan semua itu.
"Ehh,, Yona? kamu gak apa-apa?" Tae buru-buru menghampiri Yona dan membantu memunguti serpihan gelas yang pecah.
"Aku gak apa-apa kok. tanganku berkeringat, jadi licin. Maaf ya Tae, aku sudah memecahkan gelasmu." tangan Yona jadi gemetar saat memunguti pecahan gelas itu.
Crusss...!!
Goresan luka mendarat di jari Yona, darahpun mengucur deras akibat sayatan beling.
Tanpa pikir panjang, Tae langsung menghisap darah di jari Yona itu, supaya berhenti mengalir.
Namun Yona langsung menarik kembali tangannya.
"Tae, maaf. aku gak apa-apa kok. Aku minta bubuk kopi aja ya, supaya darahnya berhenti keluar." Yona buru-buru ke dapur dan membubuhkan bubuk kopi pada lukanya.
Pecahan beling itu sudah di sapu oleh Tae dan Bellie. saat Bellie hendak membuangnya ke depan, Yona mencegahnya.
"Bel, biar aku saja. kau di sini saja sama Tae." ketus Yona.
Yona pun keluar membuang pecahan beling itu. saat ia hendak masuk, ia di tahan oleh Suga.
Suga menarik tangannya dan memaksa Yona duduk di teras luar rumah Tae itu.
Yona hanya diam dan tak mau menatap Suga.
Suga merobek ujung bajunya dan membalutkannya pada luka di tangan Yona.
"Gimana perasaanmu sekarang? apa kau sakit hati?
jujur saja, aku tidak ingin lagi peduli padamu. tapi aku juga gak mau melihatmu di sakiti seperti ini. Andai saja aku gak ikut dalam kelompok kalian, aku gak akan menyaksikan semua ini." ujar Suga sambil membalut luka Yona.
"Makasih, tapi kamu gak perlu peduliin aku." Yona pun beranjak hendak masuk lagi ke dalam rumah.
"Yon, aku minta maaf jika aku salah. Tapi kau pasti akan membuktikan apa yang sudah pernah aku katakan padamu. bahwa Bellie bukanlah sahabat yang baik."
Yona tetap diam, dan kembali melanjutkan langkahnya.
~
Melihat Bellie dan Tae sudah pacaran, hati Yona terasa sakit, karna selama ini ia menyukai Tae, tapi nyatanya perasaan itu hanya sebelah pihak.
Saat dalam kelas, Bellie bicara empat mata pada Yona.
"Yon, aku tau kamu marah padaku. aku benar-benar minta maaf banget. Kemarin itu terjadi begitu saja. Kau boleh membenciku. tapi jangan putuskan persahabatan kita ya." Bellie menggenggam tangan Yona.
"Bel, kau tau kan kalo aku suka sama Tae, apa kau tidak ingat itu saat kau menerima cintanya? atau memang kau sengaja ingin menyakitiku?" bentak Bellie.
"Yon. aku sudah minta maaf. aku benar-benar lupa bahwa kau juga menyukai Tae. lalu apa yang harus aku lakukan? ini sudah terlanjur" pungkas Bellie.
"Putuskan Tae. lebih baik kita bersahabat seperti dulu." ujar Yona tegas.
Tiba-tiba Tae datang bersama Suga.
"Putus?! gak akan! aku dan Bellie saling mencintai. kenapa kau menyuruhnya untuk memutuskan aku?" ketus Tae.
"Tae?. maaf. kamu salah dengar." ujar Yona berusaha menutupi.
"Aku gak salah dengar. karna aku sudah tau sejak dulu bahwa kau menyukaiku. tapi sayangnya aku gak tertarik denganmu, dengan sifatmu, dan dengan style kamu." pungkas Tae menyeringai tipis.
Ucapan itu makin membuat hati Yona sakit. ia pun tak kuasa menahan air matanya.
Ia berlari keluar kelas, dan mencari tempat dimana ia merasa nyaman sendirian.
Suga sengaja membiarkannya, supaya Yona bisa menenagkan pikirannya.
Di kejar pun percuma, karna Yona tak menyukai Suga.
Di tepi sungai, jauh di belakang sekolah, Yona duduk sendirian di bangku di bawah pepohonan rindang. Hanya suara air mengalir yang menghibur kesedihannya.
"Apa??.. apa ini Tae?! kupikir kau menganggapku sahabat. kemarin kau terlihat cemas saat aku terluka. tapi kenapa hari ini ucapan dari mulutmu begitu sakit..!!"
Yona menatap luka di jarinya, ia mengingat sekilas saat Tae mengecup darah di tangannya saat ia terluka kemarin.
"Ahhh....... Kenapa hatiku terasa sakiiit!!. Bellie... Tae.. Apa kalian menganggapku sahabat?. Hikss. hiks.. ternyata aku gak sepenting itu buat kalian."
Yona terus menangis, pandangannya kosong, pikirannya melayang entah kemana.
Duaaarrrr.....!!
Suara gemuruh mulai menguasai langit. Rintik hujan mulai terlihat saat jatuh ke sungai. Namun Yona tak menghiraukan itu, ia masih larut dalam kesedihannya.
Hujan mulai mengguyur, angin kencang mulai menyapu alam. dedaunan berjatuhan di iringi dengan suara guntur dan kilat yang bersinar terang.
Yona tetap duduk tertunduk sambil memeluk lututnya, ia tak peduli baju dan tas beserta buku-buku nya basah.
Duaarr.....!!
Petir menyambar pohon yang jaraknya tak terlalu jauh dari Yona. namun Yona sama sekali tidak kaget ataupun takut.
Kraaakkkk.....
Suara kayu yang akan terjatuh karna terkena panah petir. Yona tak menyadari bahwa dahan itu akan jatuh menimpanya.
Braakkkkk.....!!
"Ahhh....!! Sakiit...." Yona terjatuh dan tersungkur.
"Heii.. apa kau gila ya! kau tau ini bahaya, ngapain masih di sini.?"
"Su...ga??"
Yona tidak sadar bahwa Suga lah yang menariknya menjauh hingga mereka berdua terjatuh. dan Yona terhindar dari dahan pohon itu.
Suga membawa Yona menuju gudang di belakang sekolah untuk berteduh.
Kemudian ia menutupi tubuh Yona dengan baju jaket yang ia pakai.
"Kau ini kemana saja? aku dari tadi mencarimu. Apa kau gak sadar bahaya mengancam nyamamu hah! gimana kalo aku gak datang tepat waktu Yon!!"
Suga terlihat kesal dengan apa yang dilakukan Yona. namun Yona tetap diam.
"Yon.. jawab! apa karna kau sakit hati, lalu kau mengorbankan nyawamu?! apakah dengan begitu maka kau bahagia? ataukah mereka akan menyesal karna telah menyakitimu? enggak kan? ini sudah terjadi, untuk apa di pikirkan terlalu lama. kau pikir lelaki cuma Tae doang di dunia ini?!"
Mendengar ucapan Suga, Yona terlihat kesal.
"Suga! kau gak tau perasaanku! aku menyukai Tae sejak masuk sekolah ini.! aku sangat bahagia bisa jadi sahabatnya! kau gak tau betapa baik dan perhatiannya dia dulu padaku! kau jangan ikut campur pada perasaanku. dan jangan bandingkan Tae dengan pria lain. Karna dia gak ada duanya. dan gak akan tergantikan.! ingat itu.!!"
Yona bicara tegas di depan Suga, ia berusaha keras membela Tae, walaupun ia sudah di sakiti.
Suga berdiri dengan wajah datar.
"Begitukah? segitu kerasnya kau membela dia? aku cuma mengingatkan, kalo sekarang dia sudah punya pacar. dan coba buka mata dan hatimu untuk melihat pria lain. Kuharap suatu saat kau sadar bahwa Tae bukan yang terbaik untukmu."
Suga pergi meninggalkan Yona sendirian di tepi gudang itu. sementara Yona masih menangis dengan perasaan yang gak karuan.
_
Satu minggu berlalu, kini Yona mulai berfikir jernih, bahwa apa yang ia lakukan sangatlah sia-sia.
Esok hari, Yona menghampiri Bellie dan Tae yang selama ini ia cuekin.
Ia pun minta maaf karna sudah mengabaikan mereka. ia juga sadar bahwa cinta tak bisa di paksakan.
Kini ketiga sahabat itu saling memaafkan dan mulai mengawali hubungan yang baru lagi seperti dulu.
Hari ini, mereka pulang sore karna ada pelajaran tambahan. Pukul 5 sore, mereka baru pulang.
Seperti biasa, mereka jalan bersamaan karna rumah mereka tak terlalu jauh dari sekolah.
*Eh, kayaknya mau hujan, udah gerimis.* gumam Yona sambil mengiringi Bellie dan Tae yang berjalan bergandengan di depannya.
"Sayang, mau hujan nih, kita berteduh yok." ujar Tae pada Bellie.
"Aku bawa payung kok, kalian jalan aja. aku akan melindungi kalian." timpal Yona sambil mengibarkan payungnya.
"Wah.. makasih Yona, ini romantis banget, untung hujannya gak ada angin dan petir." sahut Bellie tersenyum pada Yona.
Begitu baik dan polosnya hati Yona, ia rela memegang payung dan melindungi mereka dari belakang, sedangkan dirinya sendiri basah kuyup.
Yona kaget saat air hujan tak lagi menyentuhnya. ia pun menatap ke atas, ternyata ada payung yang melindunginya dari belakangnya.
"Suga??" Yona menoleh dan menghentikan langkahnya.
Bellie dan Tae juga kaget karna tiba-tiba baju mereka basah tak lagi di lindungi payung.
"Eh, ada suga? Ayo jalan bareng." ujar Tae dengan ramah.
"Em, kalian duluan saja, aku ada perlu sama Yona. ini payungnya bawa sendiri." Suga memberikan payung yang di pegang Yona itu kepada Tae. lalu mereka pun pergi meninggalkan Suga dan Yona.
Tetap di tengah jalan, Suga dan Yona berdiri dibawah satu payung.
"Kenapa kau seperti ini? kau terlihat bod*h. Ayo kuantar pulang. Jangan lakukan ini lagi demi apapun. kau harus pikirkan juga dirimu."
Suga memaksa Yona untuk di antar pulang. Yona hanya diam tampa menatap Suga.
Saat tiba di rumah Yona, mobil jemputan Suga pun juga tiba. "Masuklah dan langsung ganti baju, jangan lupa minum obat biar gak flu. Aku pulang dulu."
Suga langsung berbalik badan untuk meninggalkan rumah itu. Namun langkahnya terhenti saat Yona memanggil namanya.
"Suga...
Makasih." Yona tertunduk, tak berani manatap wajah Suga.
Suga tersenyum walau Yona hanya mengucapkan terimakasih. "Oh iya, aku cuma mau ngasih tau, mulai besok aku cuti selama 3 bulan. Karna aku menjalani Konser Tour di berbagai negara. Tolong jaga dirimu baik-baik."
Suga kembali mendekat pada Yona, ia melepaskan kalung yang ia pakai, kemudian memberikannya pada Yona.
"Aku tau, kamu gak akan memakai ini. tapi simpan saja, sebagai tanda pertemanan kita. Walaupun kamu tak menganggapku teman. Aku pergi ya."
Suga melanjutkan langkahnya dan masuk kedalam mobilnya lalu pergi dari rumah Yona.
Yona baru sadar bahwa jaket Suga masih di dalam lemarinya. ia hendak mengembalikannya namun Suga sudah pulang.
Ia menyimpan kalung itu dalam lemari di dekat jaket Suga.
Esok harinya Yona mengejar Suga ke bandara untuk mengembalikan Jaket nya, karna ia pikir jaket itu di butuhkan Suga dalam perjalanannya. Namun Suga dan para Staff nya sudah keburu naik pesawat.
~
Satu bulan berlalu, kini Yona mulai merasakan ada yang salah dan ada yang hilang ketika bangku di belakangnya kosong.
"Gimana kabarnya ya? apakah konser itu menyenangkan?" gumam Yona sambil memutar-mutar pulpen di tangannya.
Jam istirhat tiba, Yona memilih tinggal di kelas saat Tae dan Bellie mengajaknya ke kantin.
Namun ia heran, karna kelas itu masih ramai, biasanya jam istirahat selalu sepi.
Yona pun menghampiri mereka yang tengah ngumpul bersama sambil tertawaria.
"Ada apa ya? kok kayak seru banget?" ujar Yona mencoba menghentikan rasa penasarannya.
"Kami lagi nonton pemutaran ulang konser Suga tadi malam. Dia keren banget loh. kamu gak nonton Yon? dia kan sering ngobrol sama kamu." tutur teman sekelasnya itu.
"Ah itu, aku gak ngerti. nontonnya dimana.? di youtube kah?" tanya Yona lagi.
"Bukan, tapi ada aplikasi khusus. Namanya WLIVE. kamu download aja. gratis kok."
"Oh, WLIVE ya? oke makasih."
_
Malam hari, Yona memikirkan apa yang dikatakan temannya. ia pun mencari app tersebut dan langsung mendownloadnya.
Wajah Suga langsung nampak di beranda saat WLive nya telah terdaftar. Yona kaget karna penampilan Suga jauh berbeda dari aslinya.
Ia pun langsung memutar konser yang secara langsung itu. mata Yona tak berkedip selama siaran berlangsung. pesona Suga saat bernyanyi benar-benar berbeda. terlebih ketika dia nge-rapp.
Ditambah teriakan penggemarnya yang memenuhi stadion, membuat Yona punya pikiran untuk turut berada di sana juga.
"ini beneran Suga kah? dia makin tampan jika di makeup dan mengenakan kostum kayak gitu. ternyata dia benar-benar bintang dunia. kenapa aku baru menyadari ini. padahal banyak sekali wanita yang ingin bertemu bahkan ingin menyentuhnya, tapi aku selalu cuekin dia bahkan tak peduli dengannya."
"Apakah aku egois? apakah aku termasuk orang yang beruntung karna bisa dekat dengannya. entahlah, aku gak ngerti dengan dunia dia.
Aku baru tau kalau penggemarnya sebanyak itu bahkan di seluruh penjuru dunia. Apakah selama ini aku salah padanya ya."
Yona tertunduk diam. Kebaikan dan kepedulian Suga yang ia lakukan untuk Yona selama ini baru dia rasakan.
~
Dua minggu kemudian.
Konser Suga kembali berlanjut di beda negara, yaitu di Paris. kini Yona tak ingin ketinggalan untuk menyaksikannya.
"Entah kenapa sekarang aku jadi terbiasa melihat dia di layar monitor. Andai saja aku memyimpan nomor ponselnya, aku pasti sudah menelponnya."
Yona membuka lemarinya, ia pun mengambil kalung yang di berikan Suga, lalu ia pun memakainya
~
Sehari-hari Yona sekolah seperti biasa bersama Tae dan Bellie. ia begitu fokus dalam pelajaran hingga ia lupa keberadaan Suga yang sudah lama tak ia lihat.
Ketika pulang sore, hal yang sama terjadi kini terulang lagi.
Saat hujan, Yona memegang payung untuk Bellie dan Tae yang berjalan di depannya. Yona pun ingat pesan Suga, bahwa apa yang ia lakukan itu memang bod*h.
Yona pun berhenti dan membiarkan Bellie dan Tae tetap berjalan tanpa payung.
"Eh, Yon, ada apa? kok berhenti. kita basah nih." ujar Bellie
"Maaf, kalian duluan saja. Silahkan bawa payung ini." Yona memberikan payung itu pada Bellie, namun ia tetap berdiam diri di tengah jalan dalam derasnya guyuran air hujan.
"Waktu itu ada dia yang memberiku perlindungan dan membawaku ke tepi jalan.
Suga, kau benar, sahabatku tak sebaik sepertiku.
hanya aku saja yang selalu melindungi mereka, yang berkorban untuk mereka, dan yang menganggap mereka sangat penting. Tapi mereka tidak menganggapku seperti itu.
Walau gimana pun mereka terhadapku, tapi aku sayang pada mereka, karna mereka teman pertamaku di sekolah ini."
"Suga... apakah aku boleh bilang, kalau aku MERINDUKANMU? aku janji gak akan cuekin kamu lagi. Maafkan aku selama ini salah menilaimu, dan tak peduli padamu."
Yona berjalan perlahan, pikirannya melayang menyesali perbuatannya terhadap Suga selama ini.
Ia pun mengeluarkan jaket Suga yang ia bawa dalam tasnya, lalu ia memakainya untuk mengingat wangi parfum Suga.
Bruuuaaakkkkkk!!
Sebuah motor melaju kencang menabrak Yona, padahal ia sudah di tepi jalan, tapi karna derasnya hujan, jalan pun jadi licin hingga motor itu tak terkendali.
Tik.. tik..
Air infus jatuh pelan dan masuk kedalam tubuh Yona yang tengah terbaring tak berdaya.
Untung saja Bellie dan Tae belum terlalu jauh saat kejadian itu, mereka pun menolong dan membawanya kerumah sakit.
Esok sore, jemari Yona mulai bergerak, ia pun membuka matanya perlahan. sudah 2 hari satu malam ia tak sadarkan diri.
Saat ia membuka mata, ia melihat Suga yang duduk di dekatnya sambil menggenggam tangannya.
ia tak percaya dan menganggap itu hanya mimpi. karna ia masih berpikir bahwa Suga sedang konser.
Namun, ketika Yona menarik tangannya, ia baru merasakan bahwa tangannya sedang di pegang Suga.
"Yona, kau sudah sadar?" Suga tersenyum lega melihat Yona membuka matanya dengan perban tebal melilit kepalanya.
"Kau beneran Suga? bukankah tadi malam kau konser?" tanya Yona heran.
"Hah? kau sudah dua hari gak sadar. Aku sudah pulang tadi pagi, konserku di jeda dan akan lanjut dua minggu lagi. bagaimana ini bisa terjadi padamu?" tanya Suga cemas.
Bellie dan Tae juga mendekat pada mereka, dan menceritakan semua kejadian itu.
"Astaga Yona.. kau ini memang gadis bod*h!! kau mau bunuh diri? apa yang kau pikirkan hah?!"
"Suga, aku minta maaf, selama ini aku tak mempedulikan keberadaanmu. Aku sangat menyesali itu. Aku baru sadar bahwa keberadaanmu sangat penting di dekatku. Maafkan aku yang selalu mengabaikanmu. saat kau gak ada, aku merasa kehilnganmu."
Yona menteskan air mata saat mengutarakan isi hati dan penyesalannya.
Suga tersenyum mendengar tuturan manis itu.
"Aku sudah tau. Karna saat aku tiba disini, aku melihat kau memakai kalung yang kuberi, dan memakai baju jaketku. lalu Tae dan Bellie menunjukkan buku kamu yang berisikan diary yang kau tulis untukku dan juga untuk Tae dan Bellie."
"Hah? jadi kalian membacanya?...."
Tae dan Bellie pun mendekat dan memegang tangan Yona. "Maafkan kami Yon, kami membaca semua diary kamu. yang kau katakan dalam tulisan itu memang benar bahwa kami egois, dan kami gak pantas di sebut sahabat." Bellie juga turut menangis.
"Kau terlalu baik. tapi aku pribadi gak ada maksud untuk memanfaatkanmu Yon. tapi kau benar, bahwa kami tak menganggapmu penting, tak seperti apa yang kau lakukan untukku dan Bellie. Maafkan kami.
kami akan menjauhimu, kami bukan teman yang baik untukmu." Tae juga turut tertunduk.
"Bukan seperti itu. kalian tolong jangan pergi. Aku membutuhkan teman seperti kalian. Kalian lebih dari sahabat untukku. Tolong tetaplah jadi sahabatku." Yona menahan tangan mereka berdua.
Bellie dan Tae memeluk Yona dengan haru. sekarang mereka sadar, gak ada sahabat yang sebaik Yona di dunia ini. mereka pun mencoba untuk mengubah sifat dan sikap mereka menjadi lebih baik lagi, terutama pada Yona.
"Aku senang, sekarang semuanya terungkap tanpa aku jelaskan." cela Suga dalam keheningan itu.
Mereka juga berterimakasih pada Suga yang selalu membantu Yona dalam keadaan apapun.
~
Satu minggu kemudian. Yona di izinkan pulang dari rumah sakit. para sahabatnya pun turut mengantarnya.
Tae dan Bellie meninggalkan mereka berdua saat Yona dan Suga tengah duduk di bangku taman belakang rumah Yona.
"Suga, tunggu jaketmu aku cuci ya. baru aku balikin. Tapi maaf, karna jaketmu jadi robek karna kecelakaan itu." tutur Yona merunduk.
"Gak perlu di balikin, anggap saja sebagai kenangan. Oh iya, aku punya ini untukmu. ini aku beli waktu di paris." Suga memberikan sesuatu untuk Yona.
"Apa ini?"
"Buka saja." timpal Suga tersenyum.
Yona membuka tas kecil itu, ia kaget karna isinya gak cuma satu. Ada sepatu, baju, alat makeup dan juga jam tangan.
"Suga, apa ini gak kebanyakan? sepertinya mahal semua."
"Kau lebih mahal dari barang-barang itu. Jangan lupa di pakai ya. Oh iya ada satu lagi." Suga kembali mengeluarkan bungkusan kecil. namun ia membukanya sendiri.
"Coba kulihat tanganmu." ujar Suga sambil meraih tangan Yona.
Suga pun memasangkan cincin berlian di jari manis Yona.
"Apa lagi ini?" tanya Yona makin bingung.
"Itu tanda kalau kita sudah resmi pacaran detik ini." ujar Suga tersenyum lebar.
"Hah? pacaran? kapan kau tembak aku, dan kapan aku menerimanya? kok aku gak tau?" ujar Yona heran.
"Aku tau kau mau jadi pacarku, jadi gak perlu pakai cara kayak gitu, hehe. Pokoknya mulai hari ini kau jadi pacarku, dan jadi orang terpenting di hidupku. Jangan katakan tidak. oke."
"Dih, maksa.. tapi.. Iyain aja deh." jawab Yona tersenyum malu.
Suga pun memeluknya dengan bahagia.
mulai saat itu mereka pacaran, walaupun Suga belum kembali ke sekolah, tapi Yona begitu semangat karna merasakan Suga ada di dekatnya dengan memakai barang-berang yang di beri Suga.
Yona pun mengubah dirinya dengan belajar menggunakan skin care yang juga di berikan suga, kini ia lebih cantik, wajahnya lebih terawat, ia juga menggunakan lip tint yang tipis hingga terlihat lebih fresh. Kecantikannya sekarang mengalahkan Bellie, julukan "Idola Sekolah" pun berpindah padanya.
Namun ia dan Bellie tetap bersahabat, bahkan Bellie tak keberatan sama sekali dengan sebutan itu.
Sebulan berlalu, akhirnya Suga mengakhiri konsernya di negerinya sendiri. ia mengundang semua teman sekolahnya, ia juga mengundang bellie dan Tae secara pribadi.
Namun untuk Yona, ia langsung membawanya ke belakang panggung, dengan begitu, ia bisa bertemu langsung setelah ia perfom.
Yona sangat menikmati konser itu, walaupun ia hanya menonton di back stage bersama para staff dan pengurus konser, ia sangat bahagia melihat kekasihnya begitu enerjik didepan ribuan fans.
Setelah perfom. Suga kembali ke belakang panggung, Yona langsung menghampirinya dan membawakannya handuk kecil untuk mengelap keringat Suga. itu makin membuat Suga semangat walaupun ia lelah.
~
Di hari libur. Suga mengajak Yona ke rumahnya dan bermain di halaman rumahnya yang mewah itu. mereka nampak bahagia dengan canda tawa.
"Makasih telah hadir di hidupku. dan makasih sudah mengubahku jadi seperti ini. Maafkan aku sempat menjadi antifan. tapi usahamu yang membuatku berubah jadi fans fanatik." ujar Yona tersipu malu.
"Kau bukan fans fanatik, tapi kau pengganggu pikiranku. itu membuatku gak nyaman karna selalu memikirkanmu. Aku selalu membuatku kangen setiap waktu.
tapi aku tetap ingin kau menjadi pengganggu, supaya aku gak berhenti memikirkanmu."
"Suga... 🥺." Yona memeluk erat orang yang ia kasihi itu.
Suga mengecup tipis bibir Yona. "Aku menyayangimu bidadariku." bisiknya di dekat wajah Yona.
Muka Yona jadi merah karna malu, ciuman pertamanya di curi, tapi oleh orang yang ia cintai.
~
^Memang ada hari di mana yang kita tunggu itu akan tiba, tapi jika tidak ada usaha dan perjuangan, maka hari yang di tunggu itu pun tidak akan datang.^
^Sebaik-baiknya dalam persahabatan, pasti ada salah seorang yang mempunya sifat yang kurang baik. namun sifat itu bisa berubah jika kita menegurnya lewat cara apapun.^
^Cinta dan sahabat, tak jauh dan tak sulit untuk terjadi. karna orang terdekat bisa saja merasakan cinta yang buta ^
^SUGA, bereperan besar dalam mengubah pershabatan mereka jadi lebih baik. dan berjuang keras mendapatkan cinta Yona yang awalnya tidak ia cintai karna hanya memiliki rasa kasihan. namun dari kasihan itulah berubah jadi cinta. karna ia sadar, sifat Yona tidak ada pada wanita lain.^
*****
T_A_M_A_T
Jangan lupa Like & Komen.
Jika berkenan, FOLLOW AUTHOR ya😉
salam dari ❤SUGA & YONA💜