"Huh ini benar-benar hari yang sial, satu angka 11 saja sudah benar-benar sial, apalagi sekarang aku berada pada dua angka 11, hey ini gila pada tanggal 11 dan pada bulan 11 juga aku disuruh pindah ke rumah tua ini, haaah ini benar-benar hari yang sangat sial!!!.
Gadis itu hanya bisa berteriak dan mengumpat di depan halaman rumah tua, rumah tua yang sangat dihindari orang-orang dan juga banyak desas-desus tentang ke angkeran rumah ini.
Gadis itu mulai membereskan semuanya dan hari pun mulai berganti malam, matahari yang tadinya sangat terik tak terasa sudah digantikan oleh sang bulan yang cahayanya sayup-sayup terlihat.
Ia mulai melirik ke arah jam besar yang selalu berdetik setiap detik,
Tik....tik....tik
begitulah bunyinya, bunyi yang memecah keheningan pada malam.
Gadis itu mulai meminum teh nya yang ia buat tadi,
ia sambil membaca Novel yang ia temukan di perpustakaan rumah tua ini, Novel cinta tentang sepasang kekasih yang dibunuh oleh seorang psikopat, mencintai sampa maut memisahkan owh begitu indah novel itu.
Ia mulai membalik halaman per halaman, dan sampailah ia pada halaman terakhir, ia melihat sebuah gambar jam yang menunjukkan angka 11.11
hmm apakah ini sebuah pertanda?
Ia mulai melirik jam besar itu dan owh ternyata waktu sudah menunjukan pukul 11malam, waktu yang sangat sempurna untuk tidur.
Ia langsung bersiap untuk tidur tetapi matanya tidak bisa terpejam, waktu sudah menunjukkan pukul 11.10 malam dan ia masih berbaring di kasurnya dengan mata yang masih terbuka.
Waktu terus berlalu sampai pada akhirnya jam itu mulai berbunyi nyaring sangat nyaring,
Ding...ding...ding
begitulah bunyinya, bunyi yang sangat keras dan juga menyeramkan.
Gadis itu mulai merasakan sesuatu yang aneh, ia melirik kearah jam di dalam kamarnya, dan jam itu menunjukkan waktu 11.11 owh waktu yang aneh untuk sebuah jam berbunyi.
Ia tak mengetahui kalau ini adalah waktu terlarang untuk terjaga di dalam rumah tua ini, ia mulai berjalan menuju jam yang besar yang berada di dalam rumah tua itu.
Tok...tok...tok
suara ketukan mulai terdengar di pintu depan rumah itu, suara orang yang mengetuk dengan pelan tetapi bisa membuat bulu kuduk merinding.
Gadis itu mulai melihat di kaca lalu ia tak melihat siapa-siapa, tetapi suara ketukan itu mulai terdengar lagi,
tok...tok...tok
suara ketukan itu mulai terdengar lagi.
Beberapa kali gadis itu memastikan, tetapi ia tak pernah menemukan siapapun di luar sana, dan sekarang mulai terdengar bunyi air yang deras dari dapur.
Ia berjalan menuju dapur lalu mendapati kran cuci piring terbuka, ia berjalan menuju kran itu dan mematikannya, tapi ada yang terasa aneh kenapa ia merasa ada orang di belakangnya.
Ia sudah mulai takut tetapi ia membohongi dirinya sendiri, sekarang ia berjalan menuju ruang makan dimana bunyi piring pecah terdengar
prang...prang...prang
begitulah berisiknya.
Sekarang ia benar-benar ketakutan lalu berlari menuju kamarnya, ia berteriak keras karena melihat sesuatu di luar jendela,
sesosok perempuan yang tergantung dengan tali, perempuan itu tersenyum dengan sangat lebar sampai-sampai bibirnya sampai ke dekat teling.
Gadis itu sudah berada di bawah selimutnya di dalam kamar, ia tidak bisa berbohong kalau ia sebenarnya hanyalah gadis penakut, ia bersembunyi seperti seorang anak kecil yang ketakutan akan monster yang tidak pernah dipercaya orang-orang.
Suara ketukan mulai terdengar dari pintu kamarnya,
ia meyakinkan dirinya bahwa apapun yang mengetuk itu berada di luar dan ia berada di dalam,
tapi benarkah?
Suara itu mulai terdengar lebih nyaring lagi
Tok...tok...tok
begitulah suara yang membuat gadis itu menangis, di dalam selimutnya ia menangis dan juga berdoa supaya malam ini cepat berlalu.
Suara ketukan itu semakin keras dan keras bahkan rasanya pintu itu digedor sampai ingin rusak, dan benar saja sekarang terdengar suara pintu itu dibuka,
krieek...krieek...krieek
pintu kayu yang bergesekan dengan lantaran yang sudah lapuk ini benar-benar memperkeruh suasana.
Sekarang terdengar bunyi ketukan dari jendela
tuk...tuk...tuk
owh ini benar-benar malam yang panjang, gadis itu selalu meyakinkan dirinya apapun yang mengetuk itu berada di luar dan ia berada di dalam, tapi sekali lagi apakah itu benar?
Ada bunyi langkah kaki yang membuat bulu kuduk merinding, bunyi seakan sangat ringan kaki itu berpijak, entahlah apapun itu yang pasti sangatlah menakutkan.
Dan sekarang apa lagi, kaca jendela itu pecat karena ketukan yang semakin keras dan keras, okey sekarang ia sedah terkepung oleh sesuatu yang bahkan ia tak tahu.
Terdengar bunyi yang memekikkan telinga saat sesuatu itu tertawa, iya benar sesuatu itu tertawa,
ia tertawa dengan melengking, terdengar bunyi pria dan wanita yang terbahak-bahak tertawa.
Gadis itu merasakan selimutnya di singkap lalu ia langsung membuka matanya, naas ia melihat sesosok makhluk yang sangat mengerikan, dan naasnya lagi ia melihat mata dari kedua sosok itu.
Mata yang hilang dan penuh dengan darah, baju mereka penuh dengan darah, leher yang hampir putus dan jangan lupakan tangan mereka yang menggenggam pisau tajam.
Gadis itu hanya bisa berteriak nyaring sangat nyaring bahkan tenggorokannya langsung sakit.
Para warga lalu datang ke rumah tua itu karena mendengar teriakan dan gadis, tetapi mereka dihadiahi dengan mayat sang gadis yang tergantung dengan ususnya sendiri di ruang tamu, matanya hilang dan juga di lehernya yang hampir putus.
Warga pun langsung tersenyum karena kejadian itu adalah kejadian yang ke 1.111, akhirnya para hantu itu tidak akan menggangu para warga lagi yeeey.
Mayat sang gadis lalu digotong warga pria dan dikuliti serta di potong-potong lalu para Ibu-ibu memasak sebuah makanan dari daging gadis itu,
hmm baunya sangat lezat.....
Jangan pernah berharap kau akan tidur tenang malam ini, aku akan selalu menakut-nakuti kalian hahaha.