Setelah membantu latihan ekskul drama, kami bersenang-senang di Aula. diriku, Keira, Kurua, Asep dan salah satu teman terdekat kami Raden Ajeng Kurniawati. Kami memanggilnya Ajeng. menggunakan aula yang kosong untuk membuat video parody mr. Bean dan juga bohemian rhapsody nya Queen. Setelah mematikan semua lampu kami pergi menuju lorong untuk pergi ke lift.
“Ini gue aja apa kelihatannya lebih gelap ya?” Rak bertanya sambil melihat sekitar. “Lo aja kali, ya kali masa tiba-tiba lebih gelap” Kurua mengatakannya sambil melihat Handphonenya
Kami menunggu lift untuk kebawah, Aula kami berada di lantai 6 bersamaan dengan tempat olahraga, karena ini gedung baru. Kami berlima memasuki lift dengan santainya. Ketika sedang menuruni lantai tiba-tiba liftnya berhenti dan berguncang. Diriku berteriak dan langsung pergi menuju pelukan Keira. Dia memelukku sambil mengusap kepalaku. “Tenang aja, paling cuman mati lampu”.
Ajeng dan Asep membuka senter pada handphone mereka. “Sepertinya kita terjebak di sini?” kata Asep terhadap Kurua dengan wajah yang seperti menakuti. Ajeng melanjutkan “si Aula mungkin yang berbuat ini, hihihihi” “Ih apaan si, itu kan cerita lama” Kurua memutar matanya. “Aula?” diriku bertanya “Oh iya, kalian anak baru sih ya?” Ajeng melirik ke diriku dan Keira
Ajeng kemudian menjelaskan padaku bahwa dahulu ketika sebuah pentas ada seorang anak yang menggantung diri di aula lama di gedung lama, tentunya. Kemudian ia menjelaskan seberapa banyak kejadian mistis di lantai dua. Karena gedung baru dana lama terhubung dengan lantai satu dan basement dan lantai dua dengan jembatan yang sekarang menjadi lorong penghubung. Ajeng juga menjelaskan makanya mengapa lift ini yang berhadapan langsung dengan lorong tersebut suka berhenti pas di lorong tersebut. Karena setelah lorongnya berakhir di sebelah kirinya merupakan pintu aula.
Setelah penjelasan tersebut kita saling melihat satu sama lain dan tertawa. Kemudian tiba-tiba ada jari-jari yang keluar dari belakang Ajeng membuka pintu lift kami semua berteriak dan saling memeluk “HANTU!!” “Hey.. kalian masih di sini?” ternyata pak satpam Kamto “Eh… mas kamto” kata Asep “Dasar kalian para Gaming club masih belum pulang juga? Ini kan bukan hari Jumat?” ia bertanya “Oh gak tadi kita latihan pentas kok mas” kata Kurua “Ya sudah sana pulang”
Kami segera pergi dari lift dan menuju ke lobby. Kami berpisah di situ dengan yang lainnya, Ajeng dijemput oleh supirnya sedangkan Asep dan Kurua mengemudikan motor masing-masing. Diriku yang masih memegang tangan Keira mengatakan “untung saja ada Keira ya haha gue jadi gak.. Takut”. Ku melirik Keira dan merasakan tangannya bergetar. Tiba-tiba memeluk diriku sambil merengek. “Kyl, Takut gua huhuhu” diriku hanya mengusap kepalanya dan berkata “cup cups, Keira Detektif yang pemberani kok. Nanti kita makan Bento Makanlah ya” Keira mengangguk menjawab iya.
Setelah makan malam Keira mengantarkanku menuju rumah, setelah mengucapkan perpisahan, diriku disambut oleh Ibuku. “Assalamualaikum” “Waalaikumsalam” ibuku menjawab sambil duduk di sofa ruang tengah
Saat ku berjalan menuju kamar ibuku memanggilku untuk duduk dulu di ruang tengah. “Ada apa bu?” ku bertanya Ia menunjukan foto dari kamera instan yang kupunya. Foto diriku mencium pipi Keira. “Ini siapa?” “Temen doang kok bu..” “Beneran..?” “Iya… ih..” diriku berdiri dan mengambil fotonya “lagian ngapain si ibu sama foto kyln, ibu nguber foto Kyln ya?” “Serah ibu dong, kamu kan anak ibu, kalo kamu masih mau tinggal di rumah ini kamu harus nurut ama peraturan ibu” dia memindahkan tatapannya dari Televisi ke diriku. Aku hanya bisa menggerutu marah pergi menuju kamarku. Ibuku berteriak, “aku belum memperlihatkan ini kepada ayahmu”
Diriku hanya melompat dan memeluk gulingku sambil memegang erat foto tersebut. Tetesan air mata tidak bisa terbendung saat itu. Tiba-tiba terdapat bisikan di kepalaku, “Gantung.. Gantung.. Gantung dirimu”. Kemudian tiba-tiba handphoneku berdering,
“Oh Keira? Kenapa? Hah?! Masa masih takut si haha” Dan cerita hari itu pun berakhir, sampai jumpa di cerita berikutnya. Tertanda Kyln
Cerpen Karangan: Ymir youtube.com/channel/UCYAK-3X57hzjIRVLBxXdSIA