namaku elis, aku berusia satu tahun lebih muda dari anak sekelasku. aku berumur 16 tahun daalam bulan terakhir dan sedang menginjak sekolah SMK akuntansi kelas dua.
banyak orang berkata bahwa aku pintar dalam bidang ini dan matematika. Aku hanya mengiyakan dengan senyum paksa pada wajah, seiringnya waktu senyum itu berubah menjadi alami.
aku juga dibilang sebagai anak yang cantik, anggun dengan rambut panjangku. anak laki-laki di kelasku banyak yang menyukaiku sehingga mereka berlomba lomba untuk akrab denganku.
aku juga memiliki sahabat dekat yaitu Miya dan Fani. jangan kalian tanya bagaimana setianya persahaban ini.
tapi
ada sesuatu yang aneh, setiap hari ku rasakan. rasanya kosong dan hampa, aku bertanya-tanya kenapa aku merasakan itu? padahal hidupku adalah impian banyak orang.
aku tak memiliki kekurangan yang besar dan mengganggu. aku juga memiliki orang yang sial membantu jika aku kesulitan.
tapi
kenapa rasanya aku enggak bertanya perasaan ini. rasanya hampa, rasanya aku seperti sebuah patung yang berada di dunia menjadi sebuah mahakarya yang selalu di puji.
...
POV Elis
jam menunjukan pukul 06.00 pagi
aku bangun karena suara dari jam weker. mandi, berpakaian dan menyiapkan pelajaran. ibuku memanggil untuk sarapan, aku hanya menurutinya saja.
"kenapa mukamu muram begitu Elis?" tanya ibu yang tengah menyendokan makanan ke piringku.
"tidak, hanya saja aku sedikit pusing pada tugas" jawabku dan kini langsung melahap sarapan dan pergi ke sekolah.
ada orang bilang, ketaka kita merasakan hal yang sama dan itu pernah kita impikan itu namanya adalah Dejavu, sebenarnya aku tidak tahu pasti.
tapi, yang aku alami adalah kejadian dengan jam yang sama bukan karena Dejavu tapi karena ini selalu terulang selama dua tahun.
bahkan aku heran dengan pohon di pinggir jalan dekat rumahku. Dia selalu menggugurkan satu helai daun setiap aku berangkat sekolah.
...
jam pelajaran pertama telah di mulai, guru menerangkan bahan ajar yang telah mereka siapkan.
hari ini setelah dua tahun aku bersekolah disini. untuk pertama kalinya aku tidak berkonsentrasi, seperti yang dia terangkan masuk kuping kanan dan keluar dari kuping kiri.
hingga....KRING....... bel sekolah berbunyi pertanda istirahat pertama telah di mulai.
aku terbangun dari lamunanku saat mendengar bel, mengusap kepalaku. "sepertinya aku kelelahan" ucapku pada diri sendiri.
teman sebangkuku mengajakku pergi ke kantin, aku menolak. sepertinya aku kurang istirahat sehingga aku kurang konsen.
teman temanku tidak memaksa dan pergi meninggalkanku. aku mulai mengambil posisi tidur dan mencoba memejamkan mata.
...
"Mama lihat aku menggambar seekor naga "ucap seorang anak kecil dengan rambut panjangnya.
"wah... sangat bagus. tapi elis di dunia ini tidak ada naga" ucap wanita yang di panggil mama.
"sayang, Miya masih kecil. ini sangat wajar terhadapnya" ucap pria sebagai suaminya.
"aku hanya khawatir dia terlalu tenggelam kepada imajinasinya" ucap wanita itu.
sehingga membuat suasana ceria menjadi sedih.
"Mama tidak suka"ucap Elis kecil
...
POV Elis
aku terbangun dari mimpiku, yang tak lain masa laluku. tanpa aku sadari, aku berkeringat sangat banyak. aku segera ke kamar mandi untuk membasuh wajah ku.
"jangan merusak apa yang telah aku buat" batin ku.
aku kembali kekelas umyang kini sudah masuk pelajaran kedua.
...
saat pulang sekolah
aku pulang dengan tugas yang diberikan, berjalan dari sekolah menuju rumah.
menatap toko roti dengan bau khasnya tanpa memasukinya. bukan karena aku tak mampu kesana hanya saja itu tidak masuk rutinitasku.
setelah pulang, aku di sugukan dengan guru privat musik biola. aku memainkan musik sesuai tempo dan nada yang telah tertera, guruku memujiku karena kesempurnaan ku.
tapi itu sama sekali tidak membuatku senang, aku hanya tersenyum paksa dan yang kini telah terlihat alami. setelah aku selesai privat, aku kembali kekamar dan berbaring di kasur.
menatap langit kamarku sambil membentangkan tanganku ke atas. rasanya aku dapat menggenggam dunia tapi rasanya itu tidak pernah cukup untukku.
cahaya kecil muncul dari atapku, aku masih belum menyadari apa yang terjadi.
lama kelamaan, lingkaran cahaya itu semakin membesar. terlihat dari sana uluran dari tangan seseorang.
"tunggu, apa itu orang. dia akan menibanku. tunggu.." batin Elis dan
"kkibbo menemukan Elis" sambil memegang tangan elis.
Elis kini sedang tertimpa oleh kkibbo dan tidak bisa berkata kata. dia masih syok, seorang pria dengan berkulit putih dan berambut merah keluar dari lubang atap yang kini tidak ada bekasnya sama sekali.
"wah....Elis benar benar sebuah buku kosong" ucap kkibbo.
"apa yang kau bicarakan, pergi dari atas tubuh ku!" teriak Elis yang kini melepaskan dan mendorong kkibbo.
Elis lalu mengambil selimut dan membungkus dirinya. "siapa kau?" ucap Elis dengan nada ketusnya.
"kkibbo adalah penulis yang akan menulis Elis" jawab kkibbo dengan nada ceria.
"apa yang dia bicarakan" batin Elis.
"apa maksudmu? bagaimana kau bisa lewat lubang atas sana? dan aku bukanlah buku kosong!" ucap keras Elis membuat muka kkibbo kehilangan senyumnya.
"jika kau bukan sebuah buku kosong, lalu kenapa aku dikirim oleh takdir untuk menulismu?" ucap kkibbo dengan nada bingung.
"apa maksud.."
"Elis kenapa di kamarmu berisik" ucap mama yang sedang di depan pintu.
Elis bingung mau menjawab apa, tapi saat Elis ingin menjawab mama telah membuka pintu terlebih dahulu.
"Elis kenapa kamu gak jawab mama?" ucap mama lagi.
"kenapa mama tidak heran dengan kkibbo di kamarku?" batin Elis.
"Mama karena kkibbo ada disini, Elis jadi kaget" ucap kkibbo yang kembali dengan nada cerianya.
"tunggu, mama mengenal kkibbo?" ucap Elis heran dan masih tercengang.
"loh bukannya kkibbo adalah penulis dirimu, haa.. sudahlah. Elis hari ini kamu aneh sekali, jangan berisik mama sedang mengerjakan pekerjaan bisnis" ucap mama yang meninggalkan kamar Elis.
"bagaimana bisa?" tanya Elis yang kini melihat ke arah kkibbo.
"karena kkibbo adalah sang penulis yang di turunkan untuk Elis. Elis adalah sebuah buku kosong" ucap kkibbo yang memamerkan pena di tangannya.
"benarkah, apakah pena itu bisa menulis takdirku?" batin elis.
"tentu saja, seperti ini. besok saat Elis berangkat kesekolah...emmm...daun pohon di pinggir jalan akan jatuh lebih dari satu." ucap kkibu sambil memeragakan menulis di depan wajah Elis.
"tunggu ini sudah jam berapa, kkibbo aku tak tahu siapa kau. tapi aku harus tidur karena besok sekolah" ucap Elis
kkibbo hanya diam dan pergi
"ini hanya mimpi, ini hanya mimpi. tunggu dulu bukannya tadi aku berbicara dalam hati. apakah kkibbo bisa mendengarnya" batin Elis
"kkibbo.." saat Elis membuka diri dari selimut dia tidak lagi melihat kkibbo.
"sepertinya tadi hanya halusinasi kusaja" ucap Elis pada diri sendiri.
...
seperti biasa Elis bangun jam 06.00 pagi dan bersiap untuk pergi kesekolah. Mama menyiapkan sarapan, dan sepertinya mama tidak sama sekali menyinggung soal kkibbo atau tadi malam.
"sepertinya memang halusinasi" batin Elis.
setelah selesai sarapan Elis pergi ke sekolah dan melihat pohon yang selalu dia perhatikan setiap berjalan menuju sekolah.
"sepertinya tidak ada yang berubah, tetap satu daun yang jatuh" ucap Elis.
"DORRR!!" Teriak kkibbo yang sedang bergelantungan di pohon. membuat banyak daun berjatuhan.
"kkibbo bagaimana bisa kau diatas, tunggu kau nyata?" ucap Elis tak percaya.
kkibbo hanya nyengir dan tertawa.
"lihat Elis, pohon ini menjatuhkan daun lebih dari satu" ucap kkibbo.
"itu karena kau yang menjatuhkannya" ucap Elis.
"tidak Elis, kkibbo hanya ingin mengagetkan Elis. tapi daun ini yang sendiri jatuh." ucap kkibbo dengan polosnya.
kkibbo turun dan mengambil salah satu daun yang terjatuh. mengeluarkan pena khasnya dan kembali menulis di depan wajahku.
"untuk besok sampai waktu musim kemarau pohon ini tidak akan menggugurkan daunnya setiap Elis lewat" ucap kkibbo.
"jadi ini bukan ilusi, pria yang kurang kerjaan ini benar benar ada?" batin Elis.
"siapa pria kurang kerjaan?" ucap kkibbo dengan polos.
"kau bisa mendengar suara hatiku?" ucap Elis kaget.
"tentu saja, karena kkibbo adalah penulis Elis" jawab kkibbo enteng.
Elis langsung pergi, berusaha melupakan apa yang terjadi. tapi kkibbo tetap membututi dengan jalan cerianya yang khas.
....
sesampainya di kelas Elis duduk dan di susul oleh kkibbo yang duduk di sampingnya. di kelas masih sepi tanpa siapapun
"kkibbo, bisakah kau pergi. aku bukanlah sebuah buku kosong. aku adalah manusia, manusia dan aku tidak membutuhkan orang untuk menulis takdirku" ucap elis lantang.
"lalu kenapa kau bergerak dengan kemauan dari seseorang?" ucap kkibbo.
Elis terteguk mendengar pertanyaan kkibbo. dia teringat dengan senyum ibunya saat tahu Elis dapat masuk sekolah elit akutan.
"aku tidak bergerak karena seseorang, tapi aku yang memutuskan untuk jalan yang seperti ini" ucap elis, mengambil salah bukunya untuk menyibukan dirinya.
datang Emy, dia adalah teman sebangku dari Elis.
"Elis seperti biasanya kau datang pagi. e.." ucap Emy
membuat Elis berpikir, apa Emy akan kaget?
"kkibbo juga datang pagi oagi sekali, kalau begini aku harus pindah tempat duduk" ucap Emy yang pergi kesalah satu bangku yang tak pernah ia duduki.
"kkibbo bagaimana bisa dia mengenalmu?" ucap Elis pada kkibbo.
"tentu saja karena ini dunia Elis dan kkibbo adalah penulis Elis tentu saja kenal" jawab kkibbo enteng.
Elis di buat bingung, dia kembali menyibukan dirinya dengan buku. sedikit sedikit melirik ke arah Emy yang biasa biasa saja, lalu melirik ke arah kkibbo yang terus tersenyum.
"sebenarnya apa yang sedang terjadi?" batin Elis.
...
pelajaran pertama pun di mulai
kkibbo tetap duduk di samping Elis tanpa ada yang menghiraukan, bahkan guru pun tidak merasa heran.
...
saat jam istirahat, Emy seperti biasa mengajak Elis untuk makan di kantin dan dia juga mengajak kkibbo dengan akrabnya.
yang lain juga melakukan hal yang sama.
Elis heran dan kkibbo langsung menarik Elis. membuat semua temannya tertawa.
...
kkibbo memesan banyak makanan manis. memakannya dengan lahap. Elis hanya melirik saja, dan bertanya siapa yang akan membayar makanannya.
"kkibbo, kau kan seorang penulis. Apa saja yang sudah kau tulis?" tanya Emy dengan Ramah
"tunggu, Emy lebih mengenal kkibbo dari pada aku yang bertemu dari awal" batin Elis
"kkibbo sudah menulis beberapa, seperti daun pohon pinggir jalan akan gugur sangat banyak, lalu dia tidak akan menggugurkannya lagi saat Elis lewat. lalu aku juga sudah menulis bahwa ibu kantin itu akan mengiklankan makanan yang kita telah makan" ucap kkibbo dengan ceria.
"benarkah " jawab salah satu teman lainnya.
"waa... kita tidak usah bayar" ucap Emy.
"tunggu apa apaan ini, jika kalian makan maka kalian harus membayar" ucap Elis dengan bentak.
"tunggu, itu berarti aku percaya akan tulisan kkibbo" batin Elis yang kembali duduk.
semuanya diam dan tertawa. "Elis kau hari ini aneh sekali. kenapa kita harus membayar selagi bisa gratis" ucap Emy.
Elis hanya diam saja. dia ingin tahu apakah apa yang di bilang kkibbo akan terjadi.
PRANG.
suara piring pecah, Elis yang mendengar itu langsung lari menuju ke arah salah satu tempat penjualan. disana, ibu kantin terjatuh.
dengan sigap, Elis membantu ibu kantin dengan di bantu teman temannya menuju ruang UKS.
ibu kantin berterima kasih, jika tidak segera di tolong entah apa yang akan terjadi pada ibu kantin yang sedang menderita sakit asma.
jadi ibu kantin dapat menghirup obat asmanya dan tak perlu ke rumah sakit. ibu kantin juga menggratiskan makanan mereka sebagai tanda terima kasih.
semua berteriak kegirangan hanya terkecuali Elis.
"tidak mungkin, ini tidak mungkin..." Elis berlari keruang UKS tanpa memperdulikan teman temannya yang kini tengah keheranan.
Elis pergi ke luar sekolah, padahal pak satpam sudah memanggil manggilnya, tapi elis terus berlari.
ke sebuah taman anak-anak tempat dulu kecil dia bermain. di sana hanya ada dia seorang, dia berfikir apa yang terjadi apakah kkibbo benar benar sang penulis takdirnya? Elis sangat syok, kebenaran ini tidak dapat di terima.
"Elis...." panggil kkibbo
"BERHENTI DI SANA!" teriak Elis dengan tetap membelakangi kkibbo.
"siapa kau sebenarnya, kenapa semua orang percaya padamu jika kamu adalah ilusi yang ku buat. kenapa mereka sangat akrab padamu? kenapa yang kau tulis itu terjadi? sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Elis dengan air mata tercucur di pipinya yang putih.
"kkibbo sudah menjelaskannya pada Elis, hanya saja Elis selalu menolak kebenara. Elis adalah buku yang menyulitkan para pembaca, dengan tidak menyederhanakan pikiran dan kata kata" jawab kkibbo dengan mendekati Elis.
kkibbo memeluk Elis dengan tangannya yang panjang dan mulus. "aku adalah penulis yang akan menulis sebuah takdir yang hebat di kehidupan Elis. hingga Elis dapat menulis sendiri bannya" ucap kkibbo yang kali ini dengan nada lembutnya.
entah kenapa Elis nyama dengan pelukannya, hingga dia sadar dan melepaskan pelukan kkibbo.
"kenapa kau memelukku cabul!" bentak Elis
"kkibbo hanya ingin menenangkan buku kkibbo saja" jawab kkibbo enteng
"siapa yang kau panggil buku?" marah Elis.
"Elis" jawab kkibbo dengan memasang muka imut.
membuat pipi Elis merona.
dari sini perlahan kehidupan Elis mulai berubah, dari hal kecil hingga besar. semuanya berubah dengan kebalikannya.
hingga suatu ketika saat pulang sekolah.
di Mading sekolah terdapat poster perlombaan nasional. Disana seluruh siswa dapat berpatisipasi dalam perlombaan dengan selesksi kemampuan. dan di perbolehkan untuk mengikuti lomba lebih dari satu.
"wah... lihat ada lomba." ucap kkibbo yang selalu berada di samping Elis.
Elis tak sama sekali menghiraukan, dia terpaku pada tulisan lomba melukis.
"elis, apakah kau akan ikut lomba melukis?" tanya kkibbo dengan ceria khasnya.
"tidak aku akan lomba bisnis dan musik" ucap Elis dan pergi berpaling.
"kenapa kau tidak ikut lomba melukis, bukankah itu yang di sukai Elis" ucap kkibbo.
"tidak Elis tidak suka." jawab Elis dengan bentak dan pergi ke arah toilet.
kkibbo tersenyum saat di tinggal oleh Elis, entah apa yang dia pikirkan.
Elis yang berada di toilet membasuh wajahnya berkali kali. memikirkan apakah dia kali ini bisa mengikuti lomba melukis, meski dulu dia sangat suka melukis akan tetapi saat ini dia sudah tidak pernah memegang kuas di tangannya. bahkan jika bisa, dia hanya akan membuat senyuman ibunya menghilang.
"apakah jika aku meminta kkibbo ibu dapat menerimanya dengan senyuman?" ucap Elis pada diri sendiri.
Elis keluar toilet dan Ki ini kkibbo sama sekali tidak menunggunya.
"tidak biasanya dia meninggalkan aku sendiri" batin Elis yang langsung berjalan pulang.
saat dia berada di rumah, Elis langsung membuka sepatu dan pergi ke kamarnya. saat di membuka pintu kamarnya, kkibbo sudah mengacak acak kamarnya dengan gambarnya sewaktu kecil.
"kkibbo apa yang kau lakukan dengan kamarku?" ucap Elis dengan stresnya.
"kkibbo hanya mengeluarkan gambar untuk di perlombakan" ucap kkibbo yang masih sibuk membuka laci untuk mencari gambar.
Elis mendekati kkibbo dan menarik kkibbo.
"tidak akan ada yang ikut lomba melukis meski kau menulisnya aku tidak akan mengikutinya" bentak Elis.
"kenapa, apakah karena mama tidak menyukai Elis melukis?" tanya kkibbo yang sudah berhenti dengan aktivitasnya.
Elis hanya diam. Karena memang itulah kebenarannya, akan tetapi dia tak ingin mengakuinya.
"inilah yang kkibbo maksud, Elis tak pernah menulis takdir Elis. maka sebab itu kkibbo datang untuk membantu Elis" ucap kkibbo dengan senyumannya.
kkibbo mengeluarkan penanya dan menulis di wajah Elis.
"dia telah tertulis, Elis akan melukis dengan penuh senyuman" ucap kkibbo sambil tersenyum.
"apakah maksudnya, aku akan di perbolehkan melukis?" tanya Elis yang kembali tenang.
"benar, Elis akan di perbolehkan. maka sebab itu Elis harus memberitahu keinginan Elis pada mama." ucap kkibbo
Elis masih tidak percaya dan hanya merenung, bisahkah dia melakukannya? kkibbo berteriak saat menemukan salah satu gambar milik Elis sewaktu kecil.
gambar itu adalah gambar naga yang dulu Elis sangat banggakan dan kini berganti menjadi benci saat ibunya tidak menyukai kemauan elis sewaktu kecil.
Elis mengingat masa lalunya, membuatnya mengurungkan niat untuk memintan izin. toh pasti akan di tolak meski telah di tulis.
"Elis, kenapa tidak mau?" tanya kkibbo
"aku memang tidak berniat, lagipula bagaimana pun gambar itu hanya gambar anak kecil berusia 5 tahun. itu tidak akan memenangkan apapun" ucap Elis
"bahkan hati mama sekalipun" batin Elis
Elis mulai merapikan kertas-kertas gambar yang di hamburkan oleh kkibbo. " Elis, apa kau tak percaya padaku. aku telah menuliskan takdir indah untuk mu" ucap kkibbo.
"kkibbo aku takut mama tidak akan suka" ucap Elis.
"kalau gituh kenapa tidak Elis tunjukan sebuah mahakarya yang akan membuat mama kagum" ucap kkibbo.
"aku sudah bertahun tahun tidak memegang kuas, jadi sudah di pastikan lukisanku tidak akan bagus"
kkibbo berlari dengan membawa lukisan naga di kantungnya menuju keluar rumah.
Elis hanya membiarkan kkibbo berlari, dia mulai terpaku dan mengingat kembali sikap yang ibunya perlihatkan. bahkan ayahnya sampai sekarang hanya sibuk pergi untuk pementasan di luar negri, dia hanya pulang sekali setiap 6 bulan sekali. dan yang ayah lakukan adalah menghabiskan waktu dengan ceritanya disana tanpa bertanya apa pengalamanku.
aku sudah tahu sedari dulu, impian menjadi pelukis bukanlah takdirku.
...
kkibbo berlari menuju sebuah toko perabotan.
" paman apa ada kanvas yang cuku besar untuk melukis impian" ucap kkibbo.
"hahaha... kau lucu sekali anak muda. aku tak pernah mempunyai kanvas seperti itu, tapi aku punya kanvas yang biasa di pakai para pelukis untuk melukis mimpinya" ucap kepala tokoh seraya menuntun kkibbo ke sebuah tempat tumoukan kanvas.
"waa... ini yang saya cari, bagaimana dengan catnya?" tanya kkibbo.
"hemm... cat ya, mungkin tada ini yang kau cari nak bersamaan dengan kuasnya" ucap kepala toko.
"waa.... benar ini yang aku cari" ucap kkibbo.
"anu berapa harganya paman semuanya" ucap kkibbo.
"hahaha... sangat murah untuk kau anak muda, hanya 1.000.000 di tambah tempat lukis bersama kursinya.
"berapa itu paman?" tanya kkibbo.
"tunggu, apakah kau tidak tahu uang. itu satu juta setara dengan sebuah telepon genggam." ucap kepala toko dengan tingkah berpikirnya.
"baiklah tunggu kkibbo akan segera kembali" ucap kkibbo.
kkibbo mengeluarkan penanya dan di udara.
"kutuliskan ada seseorang yang memberikan kkibbo telepon genggam yang baru dan secara gratis."
tak butuh beberapa menit, kkibbo kembali ke toko dan memberika telepon genggam yang masih terbungkus kardusnya. kepala tokoh masih tidak percaya. bahkan telepon itu bisa di perkirakan seharga 5.000.000.
kkibbo berlari membawa sebuah alat lukis dan pulang kerumah.
Elis di kejutkan dengan kkibbo yang membawa alat lukis.
"kkibbo kau mencuri?" tanya Elis syok.
"tidak, kkibbo tidak mencuri. ini kkibbo bayar dengan telepon genggam" ucap kkibbo
"apa dia gunanakan penanya lagi, lupakan saja" batin Elis.
Elis bangun dari kasur dan melihat lihat benda yang di bawa kkibbo. "anu kkibbo ini adalah alat lukis yang sangat bagus." ucap Elis
"tentu saja agar kau bisa melukis dengan baik" ucap kkibbo.
"tapi aku tidak akan melukis kkibbo, aku sudah menetapkan hal itu" ucap Elis.
"Elis jika kau takut mama tidak tersenyum lalu kenapa kau tidak melukis saat mama tersenyum" ucap kkibbo yang berhasil menggoda keputusan Elis untuk kembali melukis.
"emm baiklah jika kau memaksa" ucap Elis dengan senyum cerahnya.
kibbo kegirangan sehingga dia menari nari dengan kegirangan.
...
Elis mulai menata barang lukisnya dengan posisi nyama dan cahaya yang cukup. memegang sebuah kuas denga padlet yang sudah di beri berbagai cat.
tangan elis begitu gemeteran, bagaimana tidak. sudah hampir 12 tahun dia tidak melukis.
"ada apa Elis?" tanya kkibbo.
"aku sudah lama tidak melukis, jadi aku bingung harus mulai dari mana" ucap Elis.
"aku pernah dengar leornado de Vinci menyelesaikan lukisan seorang gadis dalam waktu yang cukup lama, tidak tapi sangat lama." itu bukanlah membuktikan kalau leornado dr Vinci jarang sekali melukis sehingga dia tidak menyelesaikan lukisannya dengan cepat. aku rasa kemampuannya juga di bawah rata rata" ucap kkibbo enteng.
" tidak seperti itu kkibbo, melukis bukan cuman apa yang kita lukis atau objeck yang kita lukis. tapi perasaan yang kita taru kedalamnya, dan kemampuan leornado de Vinci adalah dia dapa membuat lukisannya berbicara tentang perasaannya" ucap Elis yang mulai mengecat.
"wah.... Elis mulai mengecat, kkibbo sama sekali tidak mengerti itu. karena kkibbo hanya memahami perasaan Elis."
...
esoknya saat istirahat di sekolah, kibbo menyibukan diri di perpus dengan mencari buku tentang leornado de Vinci. "kenapa tidak di temukan...." keluh kkibbo.
Elis yang menyadari kkibbo menghang hanya membiarkannya, dan pergi ke kantin bersama teman temannya.
satu hal yang di sadari Elis adalah saat Elis tidak bersama kkibbo tidak ada satupun teman menanyakannya seperti kkibbo tidak pernah ada, tapi saat kkibbo bersamanya seakan mereka telah terbiasanya bersamanya.
...
saat pulang sekolah Elis di kagetkan dengan kkibbo yang memasang wajah masam.
"kenapa dia seperti ini, apakah ada sesuatu yang terjadi? bahkan tadi dia tidak mengikuti ke kelas sepanjang hari" batin Elis.
"kkibbo telah mencari di setial sudut tetapi tidak ada" ucap kkibbo.
"apa kau kehilangan pena mu?" tanya Elis.
"tidak, kkibbo tidak kehilangan itu. kkibbo mencari buku tentang leornado de Vinci akan tetapi tidak ada" ucap kkibbo.
Elis hanya tertawa kecil, kkibbo tidak sama sekali menghiraukannya. " tentu saja tidak ada, siapa yang akan membaca jika ada disitu" ucap Elis dengan nada jail.
"tentu saja kkibbo" jawab kkibbo yang masih dalam posisi tidak semangatnya.
Elis menarik kibbo kesebuah tempat dimana disana bertuliskan warnet.
"ayo masuk" ucap Elis.
kibbo hanya diam dan pasrah di tarik Elis. "kkibbo lihatlah ini" ucap Elis sambil duduk di salah satu bangku kosong dan mengetik sesuatu.
" kkibbo tidak bisa membaca" ucap kkibbo pada Elis.
"lalu kenapa kau mencari buku, apa jangan jangan tidak ketemu karena kau tidak bisa membaca judulnya" ucap Elis heran.
"tidak bukan begitu, kiibo adalah seorang penulis. kkibbo hanya dapat membaca buku yang kkibbo pegang. tulisan itu akan masuk kedalam pikiran kkibbo" ucap kkibbo.
"jadi kau hanya bisa membaca di kertas, kalau gitu aku akan mengeprint untukmu" ucap Elis.
kkibbo merasa senang sehingga saat kembali pulang kkibbo tidak memasang wajah nasabnya lagi.
saat pulang Elis di kagetkan dengan ibunya yang sudah pulang kerumah sambil menelpon seseorang.
"aku pulang ma, mama sudah pulang dari perjalanan bisnis?" tanya Elis dengan sopan.
"Elis apakah kau bolos les matematika dan juga biola? tanya mama dengan datar.
kkibbo tersenyum pada Ellis, pertanda semuanya akan baik baik saja.
Elis mengumpulkan keberanian "ma Elis memang bolos" ucap Elis pelan.
"kenapa apa kau sakit belakangan ini?" tanya mama khawatir.
Elis memegang tangan mama yang sedang memeriksa dahinya. "tidak ma, Elis hanya me..me.. melukis" ucap Elis dengan terbata bata.
Mama melepaskan tangannya dari genggaman Elis. Mama terlihat syok mendengar Elis berbicara seperti itu. "Elis apa yang kamu lakukan?" tanya mama
Elis yang mengira mama akan setuju karena takdir yang sudah kkibbo tulis tiba tiba saja dibuat kaget akan jawaban mama.
"Mama tidak pernah mengajarimu untuk tidak bertanggung jawab seperti ini. Mama menyekolahkanmu bukan untuk menggambar sesuatu hal yang tidak jelas. " bentak mama sambil memijat dahinya.
"oh ya tuhan seharusnya aku mengawasinya, dia menjadi pembangkang" ucap mama sedih.
Elis kaget, apakah yang di tulis kkibbo sekarang tidak terjadi.
"ma Elis dari dulu suka melukis" kali ini Elis mengatakannya dengan keras.
"lalu apakah itu bisa menghidupi mu, apakah ayahmu punya koneksi untuk kau berhasil. apakah bidang itu sedang ibu besarkan di perusahaan ibu?" ucap ibu
membuat Elis diam dan menundukan kepala.
Mama telah kembali dengan di sibukan ponselnya yang berdering. setelah beberapa menit bercakap mama pun mulai membuka suara lagi.
"Elis kita akan pindah ke Amerika, kamu akan sekolah dan mempraktekan langsung di perusahaan mama. dan juga akan di sibukan dengan biola agar bisa tampil bersama ayahmu di pertunjukannya" ucap mama pada Elis dan pergi keluar rumah untuk menyelesaikan urusannya.
Elis mengepal erat genggamnya.
"kenapa, kenapa" ucap Elis sediri.
"Elis jangan menyerah, ini blom sampai"
"berhenti kau bicara kkibbo, apa kau belum puas jika tidak melihat sampai akhir" ucap Elis yang mendorong kkibbo dan lari ke kamarnya.
kkibbo mengejar Elis yang sedang mengeluarkan seluruh gambar semasa dia kecil membawanya pergi keluar. kkibbo mengikutinya tapi.
"kkibbo diamlah dikamar jika kau tak ingin aku membencimu" ucap Elis dengan nada ancamnya.
kkibbo menuruti, karena kkibbo juga merasakan kekecewaan berat pada Elis. beberapa saat kemudian, kibbo mencium bau asap. dia pun melanggar permintaan Elis dan datang kepadanya.
"Elis apa yang kau lakukan?" tanya kkibbo kaget.
"inilah yang seharusnya aku lakukan dari dulu" ucap Elis.
kkibbo ingin mendekati untuk membujuknya tapi
"berhenti kkibbo" ucap Elis sambbil menunjuka pena yang selalu kkibbo pakai.
kkibbo melihat sakunya yang sudah tidak ada lagi penanya, mungkin itu di ambil saat Elis mendorongnya.
"kau sudah melihatnya bukan, jika aku melakukannya tidak ada yang akan berubah. meski kau menulis aku di perbolehkan melukis nyatanya takdir yang kumiliki adalah aku bukanlah seorang pelukis" ucap Elis
tak
pena tipis dan kecil itu patah di tangan mungil Elis. kkibbo hanya terdiam dan hanya memerhatikan wajah kecewa Elis.
"aku telah mematahkan penamu bukan, pergilah dari duniaku. aku tak ingin lagi bertemu denganmu" bentak Elis.
"Elis kau kecewa bukan karena mimpimu terpendam" ucap kkibbo.
"diam, aku tak ingin mendengar ucapanmu" teriak Elis.
kibbo mengeluarkan kertas terakhir, dimana terdapat gambar naga. gambar pertama yang Elis gambar sepenuh hati hingga berhari hari untuk di tunjukan kepad kedua orang tuanya.
"Elis aku adalah penulismu dengan ini aku tulis. bangunlah mimpimu" ucap kkibbo lalu merubek kertas.
bersamaan dengan robekannya keluar naga sungguhan yang besar muncul daru daratan. membuat Elis kaget.
tidak hanya itu kertas yang Elis bakar tiba tiba terbang menjadi abu dan secara bersamaan juga muncul mahkluk yang mirip dengan gambar Elis.
"lihat Elis, mimpimu telah bangun" ucap kkibbo.
Elis terlihat takjub hingga dia menyadari orang yang terluka akibat munculnya makhluk dari lukisannya.
"kkibbo apa yang kau lakukan, kau menghancurkan seluruh kota" ucap Elis
"Elis sedih dan marah sehingga mematahkan pena kkibbo. kkibbo adalah seorang penulis dan itu bukan tergantung pada sebuah pena tapi pada keinginan kkibbo untuk menulis sebuah cerita." ucap kkibbo dengan ceria.
"kkibbo hentikan makluhk ini, itu menyakiti orang lain" ucap Elis.
"kkibbo tidak ingin merusak cerita yang kkibbo tulis hanya demi tokoh utama yang memperburuk isi buku. kkibbo akan mengganti pemeran utamanya" ucap kkibbo yang kini membuat Elis ketakutan.
Elis melihat banyak bangunan yang roboh, Elis merasakan takut yang mendalam.
"ketika kau memiliki sebuah buku, dan buku itu kau putuskan untuk di tulis seseorang. maka sudah di pastikan ceritanya di tentukan seseorang" ucap kkibbo.
"kkibbo hentikan ini" ucap Elis.
"aku adalah penulis dan kau adalah sebuab buku yang harus mengikuti alur yang kubuat. lihatlah baik baik Elis, indah bukan mimpi yang bangun akibat kau buang" ucap kkibbo.
Elis berlari keluar perkarangan mencari. kkibbo hanya tersenyum.
saat keluar Elis melihat telah banyak orang yang terluka, bukan karena di makan monyet miliknya akan tetapi karena tertimpa reruntuhan bangunan akibat monter miliknya.
Elis bingung ingin menong yang mana terlebih dahulu hingga...
" tolong, bantu saya keluar dari sini" ucap mama yang terjepit di dalam mobil.
Elis langsung menghampiri mamanya, membantu membukakan pintu mobil.
pintunya macet karena telah penyok dan nyangkut dengan salah satu ranting pohon.
" ma Elis akan menyelamatkan mama" ucapnya sambil menitihkan air mata.
tiba tiba saja seekor naga datang menghampirinya. mengangkat mobil mama Elis setinggi mungkin.
"lepaskan mamaku, kau adalah makhluk ciptaanku jadi kau harus menurutiku" ucap Elis sambil menangis.
"dia tidak akan mendengarkan seseorang yang telah membuangnya" ucap kkibbo.
"kenapa kau harus khawatir dengan seseorang yang menghancurkan mimpimu" ucap kkibbo.
"karena dia ibuku, dia melakukan itu semua demi masa depanku" tegas Elis.
"tapi ini bukan masa depanmu, ini ceritaku." ucap kkibbo.
Elis tak bisa lagi melawan kata kata kkibbo, dia diam sambil menatap ibunya yang terus berada di mobil.
"maka saksikan" ucap kkibbo sambil menurunkan tangannya dan secara bersamaan naga itu melepaskan ibunya hingga mobilnya terj
" berhenti!!!" teriak iza
sekejap, semuanya berhenti, bangunan yang roboh diam bahkan batu diam dan melayang. mobil ibunya pun juga diam. seperti waktu tak bergerak.
"berhenti, ku mohon berhenti" Isak nangis Elis.
"aku hanya tak ingin ibuku kecewa dengan keinginanku, aku sangat ingin membuat lukisan binatang fiksi aku sangat menyukainya. tapi mama tidak suka, bagiku dia matahariku aku selalu ingin bersamanya tapi kenyataanya aku tak bisa karena aku tak seperti apa yang diinginkan dia"
Elis terus menunduk dan menangis.
"ayah ku jarang sekali pulang, meski dia akan mendukungku aku yakin sebuah pertengkaran akan lebih memisahkan mereka" air mata terus mengalir.
"aku memang tak ingin menjadi diriku sekarang, aku memang seperti di ikat tapi itu sepadan dengan mereka tetap pada sisiku. aku rela membuang waktuku hanya demi sesuatu yang tidak ku suka dan memaksanya aku untuk bisa"
"tolong mengerti kkibbo, aku punya alasan untuk itu" kali ini iza menangis tanpa berkata kata.
"Elis, kkibbo juga memiliki alasan melakukan ini. lalu, kenapa Elis tidak menerimanya saja" ucap kkibbo membuat Elis berhenti menangis.
kkibbo kembali mengayunkan tangannya ke bawah dan menjatuhkan mobil mamanya Elis dengan keras.
"mama!!!!mama!!!" ucap Elis dan tiba tiba muncul rantai dari aspal mengikat tangan dan kaki Elis
"mama!!!!mama!!!" teriak Elis lagi dengan keras.
kkibbo lagi lagi menaikan dan menurunkannya kembali mob mama Elis.
"mama!!!!!"
"AKU INGIN MENJADI PELUKIS" teriaknya lagi dan kkibbo berhentikan gerakannya.
suasana kembali hening.
Elis tidak lagi berteriak, kkibbo hanya diam.
dan akhirnya kkibbo membuka suara.
"kenapa?"
"kenapa baru sekarang kau katakan?"
"apa setelah ibumu mati kau baru akan berkata"
"kenapa kau tidak menentangnya selagi ada waktu untuk mengubahnya"
"kenapa, kau tmenghancurkan mimpimu dengan menuduh ibumu sebagai alasannya"
"padahal orang yang menghancurkan mimpimu adalah kau sendiri"
"setiap langkah kau lah yang putuskan bukan, lalu kenapa kau menyalahkan dunia akan langkahmu"
"jika kau tidak melakukan perubahan, seperti inilah jadinya hasil akhir ceritamu"
"hampa dan hidup dengan tetap memegang kata sukses untuk di jadikan alasan kau melangkah"
kkibbo mendekati Elis yang terus diam membatu.
sraaak..
di tusuknya pulpen kkibbo ke jantung kkibbo oleh elis. "kembalikan duniaku!!" ucap Elis.
kkibbo tersenyum, perlahan wajahnya berubah menjadi ayahnya.
"papa" ucap Elis pelan.
"kalau gituh jangan biarkan hidupmu lepas"
Elis mulai mengeluarkan air mata di pipinya tanpa isakan, matanya terus menatap wajah ayahnya yang tersenyum.
perlahan sekelilingnya hancur berkeping keping dan melayang keatas langit. kkibbo yang berubah menjadi ayahnya Elis terjatuh karena tusukan penan di jantungnya, Elis langsung memeluknya.
"maafkan ayah putriku, selama ini ayah tak pernah memerhatikan mu. maka...sebab i..tu ayah mengirim kkibbo kepada mu. tulislah takdirmu" ucap ayahnya seketika lubang mulai muncul di bawahnya, Elis langsung mendorong ayahnya menjauh dan dia pun terjatuh dalam lubang itu.
dan...
.
.
.
dia terjatuh ke dalam kamarnya.
"apa yang terjadi" ucap Iza
di lihatnya sekeliling kamarnya, ini adalah suasana kamarnya waktu dia berumur 5 tahun.
dilihatnya tubuh mungilnya penuh dengan bekas cat, dan di hadapannya terdapat gambar naga.
di bukanya pintu kamarnya oleh kedua orang tuanya.
"Elis kamu gapapa" ucap mama khawatir sambil memeluk putrinya
ini adalah kejadian yang sama, saat aku mimpi dan terjatuh di kasur. lalu aku menunjukan lukisan ku pada mama dan papa. dan mama kecewa.
tidak, tidak aku tak ingin merelakan mimpiku. aku akan menulis takdirku sendiri.
Elis kecil mengambil gambarnya naganya dan menunjukanya
"mama lihat gambar Elis ini" ucap Elis kecil dengan serius.
"sangat bagus" ucap ayah. seketika senyuma mama hilang
"elis, kau tidak boleh menggambar. aku takut imajinasinya tidak akan membuat masa depannya sukses" ucap mama.
"tidak apa, dia masih kecil. itu sangat wajar." ucap papa.
jika dulu Elis hanya diam, dan semenjak itu Elis tidak lagi melukis. tpai sekarang Elis tak ingin merelakan apa yang dia suka.
"mama, papa. Ewis inyin adi pewukis" ucapnya dengan muka serius.
membuat mama dan papa kaget dan terdiam.
"Elis, melukis itu tidak akan menghasilkan uang yang banyak" ucap mama
"tidak sayang, biarkan dia meraih cita citanya"
ucap papa sambil menyandarkan istrinya
"tapi" ucal mama
"di masa depan, jika Elis dalam bahaya papa akan menjaga Elis bersama mimpinya" ucap papa sambil memeluk istrinya.
mama merenung sesaat, dan menghela nafas. "baiklah Elis, mama akan mendukung gadis kecil mama" sambil tersenyum.
di mata iza, senyuman mama kali ini sunggu tulus dan indah. seperti mengalahkan sinar matahari, cahaya di dunia tak mampu membandingkannya.
.
.
.
.
15 tahun kemudian
.
.
.
.
"wah wah, apakah anda sendiri yang melukis ini. sungguh mengeluarkan aura bahagia di lukisan ini" ujar salah satu ekspidisi lukisan.
"tentu, bukankah keluarga harus bahagia" ucap Elis.
"lalu apakah ini adalah mendiang ayah nona? tanya lagi salah satu dari timnya.
"benar, ini adalah ayahku. dia meninggal saat aku berusia 16 tahun, dia menyembunyikan penyakitnya dengan alasan tampil ke luar negri" ucap Iza dengan senyuman.
"anu maaf, kami sungguh berduka cita"
"tidak apa, lagian kematian adalah takdir yang tidak dapat di ubah. maka selama hidup yang sesingkat ini. jangan melepaskan sesuatu yang membuat bahagia hanya demi alasan sukses" ucap Iza lagi.
membuat para tim ekspidisi terharu dan menuliskan di dalam kertas.
"wah... aku tak pernah melihat seseorang yang semenawan. seperti rasanya dia tersenyum untuk kita "
"ah.. benar aku merasakan juga, wajahnya juga sangat tampan. apakah dia adalah kekasihmu nona Elis?"
"benarkah?"
"dia bukan kekasihku" ucap elis membiat mereka menghadap ke arahnya.
Elis mendekati lukisan itu dan mengusap lukisan itu.
pria putih dengan berambut merah yang sedang menulis buku di bangku lukis itu adalah
"dia adalah kkibbo"
.
.
.
"sang penulis takdir"
the end