Di sebuah rumah yang sangat mewah tepatnya di ruangan keluarga, berkumpulah semua anggota keluarga tersebut.
Mereka tengah asik mengobrol sesekali terdengar tawa yang terdengar di antara mereka di tengah-tengah pembicaraan mereka tiba-tiba seorang pelayan masuk dengan tergesa-gesa dengan wajah penuh keringat.
" Tuan tuan maaf saya menerobos masuk ada sesuatu yang ingin saya bicarakan tuan "
" memangnya apa yang ingin kau bicarakan hah?! " ucap tuan rumah itu yang bernama lrfan, ia merupakan seorang pedagang kaya nan sukses.
" Barang-barang yang kita kirim tiba-tiba saja berubah menjadi tidak layak tuan banyak barang-barang yang rusak selebihnya ada yang membusuk dan pembeli menuntut untuk mengganti semuanya tuan " ucapnya dengan wajah lesu.
" Apa bagaimana!? bisa hah "
" sa - saya juga tidak tau tuan " ucapnya terbata-bata.
" Bagaimana itu bisa terjadi? barang-barang yang aku suruh kirim adalah barang-barang yang berkualitas bagus dan juga mahal!! '' ucapnya geram.
" Baiklah kalo begitu cepatlah ganti semua barangnya sekarang juga dan tidak usah di ambil pusing " ucapnya seraya menghela nafas beratnya.
" Baik tuan " ucap pelayan itu pun pergi meninggalkan ruangan itu tak berselang lama setelah pelayan itu mengingalkan ruangan itu tiba-tiba telfon milik lrfan berbunyi.
" Tuan tuan gawat ada berita buruk salah satu pekerja tuan telah mengkhianati kepercayaan anda tuan, dia kabur dengan membawa semua uang tuan bagaimana ini tuan? apa yang harus kita lakukan bagaimana caranya kita mengganti kerugiannya? '' ucapnya panik.
Jederrrrr !!!
seperti di sambar petir di siang bolong telfon milik lrfan terjatuh dan prakk !! telfonnya rusak dan bersamaan dengan jatuhnya telfonnya itu ia pun ikut terjatuh dengan wajah pucat.
Melihat hal itu putri bungsu lfran segera menghampirinya dan membantunya untuk berdiri.
" Ayah Ayah kenapa!? " ucap Anggela putri bungsunya dengan wajah khawatir
" Ti - tidak apa-apa putri ku " ucap lrfan seraya mengelus lembut kepala putrinya.
" Baiklah kalo begitu aku ingin istirahat ini sudah malam kalian juga istirahatlah "
" emm baik ayah " ucap Anggela
" Sebenarnya ada apa dengan ayah? " tanya Sinta kepada kembarannya.
" Aku juga tidak tau " ucap Santo kembaran Santi Santo itu laki-laki sedangkan Sinta itu perempuan mereka sudah tidak punya ibu karena ibunya meninggal saat melahirkan Anggela, Anggela itu sebenarnya nama ibunya ia diberi nama itu karena wajahnya yang mirip dengan sang ibu.
Setelah mereka Santi dan Santo kehilangan ibunya mereka berjanji akan selalu menjaga dan merawat Anggela dengan sepenuh hati, karena setiap mereka melihat Anggela mereka seperti melihat ibunya.
----------------------------------------------------------------------------------------
Pagi menjelang matahari bersinar dengan sangat indah burung-burung berkicau dengan sangat riang semua penghuni rumah segera bangun untuk menjalani rutinitas sehari-hari.
Anggela terbangun dan langsung menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai segera ia turun kebawah untuk sarapan bersama saudaranya dan juga ayah tercintanya.
" Selamat pagi Ayah Kakak " ucap Anggela tersenyum manis
" pagi " ucap mereka serempak
" Duduk di sini adik ku yang manis " ucap Santo tersenyum manis sambil menepuk-nepuk kursi di sebelahnya.
" Hemm iya kakak " Anggela segera duduk dan mulai sarapan setelah sarapan lfran berniat memberi taukan keadaan ekonomi keluarganya yang sekarang berada di ujung tanduk.
" Ehem ehem aku ingin membicarakan sesuatu kepada kalian '' ucap lfran sambil menunduk
" apa itu ayah? "
" kita harus pindah dari tempat ini ".
" Hah memangnya kenapa? Ayah " tanya Santo
" keadaan ekonomi keluarga kita sedang dalam masalah sayang kita terpaksa harus pindah "
" apakah kalian sudah siap? " tanya Irfan sambil menatap ketiga anaknya.
" Hemm kalo saya sudah siap Ayah tapi tidak tau dengan mereka berdua? " ucap Santo dengan mantap.
" Saya siap Ayah!!!! " ucap Anggela dan Santi bersamaan
" hemm baiklah kalo begitu silakan kalian pergi ke kamar kalian dan bereskan barang-barang kalian kita berangkat sekarang ".
" Hah kenapa mendadak sekali!? "
" ya mau bagaimana lagi? pembeli menuntut untuk segera mengganti rugi kita terpaksa menjual rumah ini untuk mengganti rugi ".
" Hemm baiklah Ayah " ucap Santi, tanpa bertanya lagi mereka segera mengemasi barang-barang mereka dan segera pindah hari ini juga.
Mereka naik angkotan umum untuk bisa sampai di tempat tujuan sebenarnya lrfan sedikit khawatir dengan putra putrinya yang belom terbiasa naik angkotan umum.
Tapi mau bagaiman lagi? mereka terpaksa naik angkotan umum untuk menghemat uang.
Selang beberapa lama akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, mereka pindah ke desa terpencil dan tinggal di rumah yang sederhana.
Mereka akhirnya turun dan mulai membersihkan rumah tersebut.
----------------------------------------------------------------------------------------
Skip satu Minggu kemudian
mereka telah terbiasa tinggal di desa terpencil tersebut.
Mulai saat itu lrfan mulai merintis usahanya ia telah beberapa kali gagal tapi usaha tidak pernah mengkhianati hasil.
la bekerja dengan sangat keras dan pada akhirnya ia dapat menikmati hasil kerja kerasnya.