Malam ini hujan turun sangat deras. Karena hujan aku memutuskan untuk melihat drama kesukaanku. Disaat tengah menonton aku merasa sangat lapar. “Duh lapar banget?”.
Karena lapar aku memutuskan untuk ke dapur membuat mie. Saat sampai di dapur ternyata persediaan mie dan camilan lainnya sudah habis. Dan aku memutuskan untuk membeli mie dan makanan lainnya di supermarket dekat rumah. Karena berhubung tidak ada orang di rumah aku mengunci rumah. Aku memutuskan berjalan kaki karena supermarket itu berada didekat rumah.
Saat melewati gang dekat rumahku aku merasa ada yang mengikutiku tetapi saat aku menoleh tidak ada orang dibelakangku. Aku mempercepat langkah kakiku dan suara langkah kaki itu juga kian semakin cepat. Dan saat aku berada di ujung gang. Aku dicegat oleh beberapa pereman
“Mau kemana gadis manis,” Ucap salah satu preman. “Mari biar saya antar,” ucap salah satu preman lainnya. “Tidak perlu,” ucapku.
Para preman itu menarik tanganku. Aku berusaha memberontak tetapi tenagaku kalah kuat dengan para preman itu. Payung yang kupegang juga sudah hilang entah kemana. Saat para preman itu menarik tanganku tiba tiba suara seseorang mengalihkan pandangan mereka.
“Lepaskan gadis itu,” ucap pria. “Apa urusanmu nak,” ucap preman. “Lepaskan gadis itu,” ucap peria itu lagi.
Salah satu preman itu tiba tiba menyerang pria tesebut. Tapi dengan gesit pria itu mengalahkan preman tersebut. Preman lainnya juga mulai menyerang pria tersebut. Tapi dengan gesit ia mengalahkan mereka semua. Ditengah hujan pria itu melawan semua preman itu walaupun ia mendapat beberapa pukulan. Saat ini aku tengah bersembunyi dibalik pohon besar. Saat pertarungan selesai ia menghampiriku
“Lo tidak apa apa??” ucap pria itu. “Gue tidak apa apa, tapi lo terluka,” jawabku. “Tidakpapa gue udah biasa,” jawab pria itu.
Saat sedang berbincang tiba tiba aku melihat ada 2 orang dibelakangnya. Lalu aku berkata “Awas dibelakangmu,” ucapku. Dengan cepat dia menoleh kebelakang dan Bugh “Aduh,” rintih seseorang
“Lo gakpapa kan Fa,” ucap salah satu orang itu. “Duh bos ngapain pukul si Rafa,” ucap orang itu lagi. “Sorry, gue kira lo tadi preman,” ucap pria itu. “Lo gakpapa kan Fa??” ucap pria itu sambil membantu orang yang dipukulnya tadi “Gakpapa,” ucap orang yang terjatuh itu.
“Lo siapa??” ucap salah satu orang itu. “Dia temen gue,” ucap pria tadi sambil menceritakan kejadian tadi. “Ooo” ucap salah seorang tadi.
“Kenalin gue Rafael Dirgantara bisa dipanggil Rafa,” ucap orang yang terjatuh tadi sambil menjabat tanganku. “Iya kak, salam kenal Atasya Putri biasa dipanggil tasya,” ucapku. “Kenalin gue Samuel Alexsandra biasa dipanggil Alex” ucap salah seorang lainnya. “Iya salam kenal” ucapku. “Kenalin gue Marvel Alexsa Dirgantara serah lo mau panggil gue apa,” ucap pria yang tadi menolongku. “Iya, aku panggil kak marvin aja boleh,” ucapku. “Hm,” ucap Marvel. “Pakai kata kamu aku aja jangan gue lo biar lebih akrab,” ucap Marvel. “Iya,” ucap Marvel. “Sepertinya Tasya bakalan jadi buketu deh,” ucap Rafael.
“Kamu mau kemana??” ucap Marvel. “Mau ke supermarket,” ucapku. “Mau beli apa emangnya?” ucap Marvel. “Beli mie dan stok makanan lainnya,” ucapku. “Biar kuantar,” ucap Marvel. “Gak perlu kak,” ucapku. “Kuantar tidak ada penolakan,” ucap Marvel. “Baiklah,” ucapku.
Kemudian aku pergi ke supermarket dengan diantar oleh kak Marvel. Setelah sampai di supermarket aku pergi membeli mie dan stok makanan lainnya. Setelah sampai di kasir aku beru ingat dompetku ketinggalan di rumah. Aku berinisiatif meminjam uang dari kak Marvel.
Aku pun berkata “Kak boleh pinjam uang?” ucapku. “Soalnya uangku ketinggalan di rumah,” ucapku lagi. “Boleh,” ucap Marvel. Kemudian Marvel mengeluarkan kartu hitam atau lebih dikenal dengan blackcard dari dompetnya. “Kak kakak punya kartu itu kak, apa namanya?” ucapku. “Blackcard, kamu mau ambil aja aku masih pinya 2 kok di rumah,” ucap Marvel. “BENERAN KAK,” ucapku semangat. “Iya,” ucap Marvel.
Setelah kejadian itu hubunganku dan Kak Marvel semakin dekat dan aku baru tahu kalau dia adalah ketua diamond geng. Kak Marvel pun juga sudah kenal dekat dengan bunda dan ayahku. Aku dan kak marvel pun sudah jadi seorang kekasih.
Hari ini kak Marvel menjemputku untuk pergi jalan jalan. “Pagi bunda, ayah,” ucap marvel kepada ayah dan bunda. “Pagi nak Marvel, mau jemput Tasya ya??” ucap bunda. “Iya Bun,” ucap Marvel. “Oh ya bun aku mau membuat kejutan buat Tasya dengan pura pura punya selingkuhan sebelum melamarnya boleh kan bun,” ucap Marvel. “Bunda sih terserah nak Marvel aja,” ucap bunda.
Aku pun akhirnya turun dengan menggunakan gaun pendek bergambar bunga bunga. “Pagi kak, pagi bunda pagi ayah,” ucapku. “Bunda, Ayah Tasya pergi dengan kak Marveol dulu ya,” ucapku. “IYA,” ucap bunda sedikit teriak karena berada di dapur.
Aku pun pergi dengan kak marvel ke mall. Saat di mall aku dan kak marvel pergi makan ke pizza hot. Dan saat makan kak marvel ijin ke kemar mandi. Aku pun mengizinkannya. Tetapi saat sedang enak enaknya makan aku melihat kak Marvel dengan wanita lain diluar, kalau hanya mengobrol aku sih gakpapa aja tapi mereka berpelukan dan itu membuatku marah.
Aku pun menghampiri mereka dan berkata. “KAK APA MAKSUD KAKAK BERPELUKAN DENGAN WANITA INI DI HADAPANKU,” ucapku dengan marah dan sedikit berteriak. “Aku bisa jelaskan semuanya,” ucap Marvel sambil menahan tanganku. “Apa yang mau dijelaskan semuanya sudah jelas,” ucapku. “ini semua gak seperti yang kamu pikirkan,” ucap Marvel. Aku pun tidak menghiraukan kata katanya dan pergi begitu saja. Dan pergi pulang ke rumah
Di Rumah Saat sampai di rumah aku menangis sejadi jadinya di dalam kamar. Tidak mau makan atau pun minum. Karena khawatir bunda memenggil Marvel untuk membantu membujukku. Karena berisik aku pun membukakan pintu kamar dan saat aku membuka pintu ternyata kak Marvel di depan pintu dengan membawa bunga dan sebuah cincin. Saat melihat itu aku berkata “Apa mau kakak?” ucapku. “Aku melamar kamu,” ucap Marvel. “Kamu terima kan, yang tadi siang itu kakakku dari jerman,” ucap Marvin. “Iya,” ucapku.
Pada akhirnya aku menerima lamaran dari kak Marvel dan kami melaksanakan pernikahan beberapa minggu kemudian. Setelah itu kami pindah ke jerman dan dikaruniai 2 anak kembar.
Terkadang cinta bisa datang kapan dan dimana saja.
END
Cerpen Karangan: Putri Kirana Arlani Blog / Facebook: @krnxrlni_ Hai perkenalkan aku Putri siswi dari SMPN 1 Puri, jangan lupa baca cerpenku yang lain ya