Hai, namaku Laura. Aku seorang gadis berumur 16 tahun. Aku mempunyai adik yang berumur 7 tahun, namanya Maura. Sejak orangtuaku meninggal 5 bulan yang lalu, hidupku berubah. Aku harus bisa menafkahi adik kecilku ini.
5 bulan yang lalu sebelum orangtuaku meninggal, orangtuaku pergi menjalankan bisnis ke luar kota. Bisnis orangtuaku berjalan lancar, hingga akhirnya musuh ayahku iri dan berniat untuk menyingkirkan ayahku.
Suatu malam pada hari Sabtu, kedua orangtuaku akan pulang dari luar kota. Tiba-tiba sebuah truk dari lawan arah melaju sangat kencang dan menabrak mobil orangtuaku. Kedua orangtuaku meninggal di tempat. Tak disangka, supir truk itu adalah suruhan musuh bisnis ayahku. Hingga akhirnya malam minggu adalah waktu terburuk dalam hidupku.
5 bulan setelah itu, banyak rentenir mendatangi rumah orangtuaku. Hutang orangtuaku dimana mana. Aku harus bersekolah dan harus mencari nafkah juga. Tetapi aku tidak diterima kerja dimana mana, karna usiaku masih 16 tahun. Pada akhirnya aku memutuskan untuk berjualan kue, karna aku juga suka memasak.
Hingga suatu hari, adik kecilku Maura ulang tahun. Ia meminta sebuah kue dan ice cream. Tetapi uang hasil jualan kue tidak begitu cukup, karna aku harus membayar uang kos dan melunasi sisa hutang orangtuaku. Aku memutuskan untuk membuat kue ulang tahun adikku sendiri. Bersyukur sekali, adikku sangat suka dengan kue buatanku.
Sebulan usaha kue ku berjalan, HANA, seorang gadis cantik dan populer di sekolahku tidak menyukaiku. Karna Ardhan, lelaki yang ia sukai dekat denganku. Hingga pada akhirnya Hana memfitnahku, bahwa aku menggunakan bahan kadaluarsa di kue buatanku. Karna dia populer, banyak siswa yang mempercayainya. Pada akhirnya, tidak ada yang ingin membeli kueku lagi.
Aku berhenti berjualan seminggu. Teringat adikku yang harus kunafkahi, aku berusaha bangkit lagi. Aku selalu berdoa kepada Tuhan agar segera ditemukan jalan keluar. Andra, dia membantuku mempromosikan kembali kueku, ia juga membantuku untuk menjelaskan ke teman temanku bahwa kueku tidak berbahaya. Alhamdulillah, kueku mulai laku kembali. Itu semua berkat doaku dan dukungan Andra.
Itu adalah ceritaku 3 tahun yang lalu, sekarang sudah lulus SMA. Aku tidak melanjutkan kuliah. Tetapi di umurku yang 19 tahun ini aku bisa mendirikan sebuah toko kue. Itu adalah balasan dari doa doaku selama ini. Tidak lupa dengan bantuan Andra. Dia sekarang adalah kekasihku.
Adikku sekarang berusia 10 tahun. Aku sangat senang karna ia tidak harus putus sekolah.
Itulah perjalanan hidupku, aku sangat bersyukur bisa di titik sebahagia ini sekarang. Aku sudah tidak merasakan kelaparan lagi.
Pesan dariku, jangan pernah menyerah. Jika ingin mencapai sebuah keberhasilan, Jangan pernah ragu untuk bekerja keras dan berdoa kepada Tuhanmu, karna Tuhan selalu di sisimu.
Cerpen Karangan: Putri Rania R.N – SMPN 3 Kutorejo