Di suatu hari minggu aku melihat temanku bermain sepak bola di lapangan Myro. Aku ditemani bersama Ayra saat melihat pertandingan itu. Sesampainya di lapangan aku dan Ayra mencari tempat duduk di sebelah lapangan, tidak lama dari itu pertandingan pun dimulai.
Disaat pertandingan pertama dimulai aku dan Ayra melihatnya dan sempat membuat video bersama. Tetapi tidak lama kemudian pertandingan yang pertama pun sudah selesai, aku dan Ayra sempat dihampiri oleh temanku sebentar sebelum pertandingan yang kedua dimulai, temanku menghampiriku untuk mengajakku ke tempat dimana dia dan teman yang lain berkumpul.
Tidak lama kemudian temanku dan teman temannya yang lain dipanggil pelatihnya agar kembali kumpul di lapangan, karena sebelum pertandingan dimulai semuanya harus cukup dibriefing dulu.
Beberapa menit kemudian temanku melanjutkan pertandingan yang kedua. Aku dan Ayra kembali ke tempat duduk yang awal tetapi kita kurang cepat untuk kembali ke tempat duduk yang tadi jadinya tempat duduknya diduduki oleh orang lain dulu. Aku dan Ayra pergi ke warung yang ada di sebelah lapangan Myro. Aku membeli minuman es di warung itu sambil melihat pertandingan sepak bola yang sudah dimulai.
Disaat pertengahan pertandingan aku dihampiri seorang anak laki-laki dari club sepak bola lain. Dia mengajakku untuk berkenalan dan meminta nama sosial mediaku.
“Hallo kak boleh kenalan nggak,”. “Nama kamu siapa?” Kata seorang laki laki itu yang tiba tiba berada ada di sampingku. “Eh halo juga boleh, namaku Kyra,” . “Nama kamu siapa, maaf,” jawabku. “Nama ku Firman,”. “Boleh minta nama instragammu,” kata seorang laki laki itu. “Mau buat apa instragamku Firman,” jawabku. “Gak papa, Cuma mau kenal lebih deket aja,” kata Firman. “Boleh nggak Kyra,” kata Firman. Aku pun memberi tahu nama instragamku “Okeh makasih ya Kyra, nanti aku dm habis pulang dari sini,” Firman. “Iya dm aja nanti,” kataku.
Aku, Ayra, dan Firman melihat pertandingan itu bersama di warung itu. Aku dan Firman berbicara yang random, waktu itu sama sama masih merasa canggung untuk saling berbicara.
Tidak lama kemudian waktu pertandingan temanku pun selesai. Aku dan Ayra berpamitan untuk pulang duluan ke temanku & Firman. Aku mengantarkan Ayra pulang dahulu…
Sesudah mengantarkan Ayra pulang aku pun segera pulang ke rumah juga. Sesampainya di rumah aku scrool tik tok, tetapi tidak lama kemudian aku ketiduran dan hpku terus menyala.
Saat sore hari sekitar jam setengah 5 aku pun bangun tidur dan mengecek hp. Aku membaca notif instragam ternyata ada chat dm dari Firman. Aku pun merespon chatnya, setiap hari aku chatan di dm bersama Firman.
Beberapa bulan kemudian… Firman mengajakku ketemu di suatu tempat. Awalnya aku dan Firman berbicara yang ada dan tidak lama kemudian Firman menyatakan perasaannya. Disitu aku sempat bingung mau jawab apa, tetapi dia meyakinkanku agar bisa menerimanya. Aku sudah cukup lama mengenalnya dan sudah tau sikap-sikap dia seperti dia, dia juga cukup banyak bercerita tentang keluarganya.
Di saat itu pikiranku sudah cukup matang, dan menerima perasaan dia. Betapa bahagianya dia saat itu, saking bahagianya sampai-sampai dia tidak sengaja untuk memelukku.
Sesudah dari tempat itu aku diajak Firman ke rumahnya untuk bertemu keluarganya lagi, sesampainya di rumahnya Firman aku dikenalkan lagi ke keluarganya tetapi dengan status sebagai pacar Firman bukan lagi teman.
“Assalamualaikum bunda,”. “Tebak aku sama siapa ke sini” ucap Firman saat di depan pintu rumah nya. “Waalaikumsalam sebentarr,”. “Sama siapa kamu kak,” jawab bunda sambil membuka kan pintu rumah. “Kenalin bunda ini ada Kyra, ini pacarnya Firman” jawab Firman. “Loh udah pacaran aja kalian berdua, sini sini ayo masuk ke dalam,”.
“Sejak kapan kalian mulai hubungan ini,” tanya bunda. “Baru ini tadi bunda, akhirnya dari sekian lama menunggu sekarang dapat juga ya bunda,” jawab Firman sambil tertawa. “Wah ada yang lagi seneng nihh, bismilah ya hubungannya semoga baik baik aja,”. “Semoga juga hubungan kalian langgeng terus sampai nanti kedepannya,”. “Nanti kalau Firman nakal kamu bilang bunda aja ya Kyra,” ucap bunda Firman. “Iyaa bundaa siap, makasi ya bunda udah mendoakan yang baik baik hihi,” jawabku.
Dia lelaki yang sangat sederhana, selalu membuatku tertawa dengan cara tersendiri, aku suka dengan sikap dia yang selalu menghargai perasaan perempuan, dia tidak pernah membentak saat marah kepadaku, dia selalu mengatakan secara halus dan menasehatiku secara perlahan, dia suka melarangku ini itu yang katanya ini demi kebaikanmu juga. Keluarganya pun sangat baik dan seru, dari sekian aku merasakan yang tidak baik alhamdulilah sekarang sudah mendapatkan yang sangat baik, keluarganya juga pun mendukung.
END
Cerpen Karangan: Kyara Batrisyia Novearrahman, SMPN 1 Puri Blog / Facebook: kyaanvr_