Aku Rachel, kisahku dimulai saat aku mempunyai teman laki-laki bernama Rama, pada saat itu aku dan Rama sangat dekat sampai teman sekelasku mengira bahwa aku dan Rama berpacaran.
Pada saat pulang sekolah aku kaget karena mendapatkan notifikasi dari nomor yang tidak aku kenal. “P, aku Rama” “Hai, ada apa Rama? tanyaku” “Sv nomor ku ya” Pada saat itu aku dan Rama semakin dekat dan sering chattingan. Rama adalah orang yang asik diajak bercanda. Suatu hari aku mendapatkan tugas kelompok dan ternyata pada saat guruku membagi kelompok ternyata aku sekelompok sama Rama. Aku sangat senang dan bersemangat.
Pada suatu hari aku diberi tahu oleh teman dekatnya Rama bahwa dia menyukaiku. Aku sempat terkejut pada saat temannya mengatakan hal itu. Tapi aku tidak pernah memikirkan hal itu aku hanya berfikir jika itu hanya bercanda.
Temanku yang bernama Cinta dia mengatakan sesuatu bahwa dia sedang menyukai seseorang. “Eh Rachel, aku lagi suka sama seseorang.” “Emang lagi suka sama siapa?” “Emmm aku lagi suka sama Rama.”
Aku sempat terkejut pada saat dia menyebut nama Rama, Cinta sempat heran kepadaku pada saat aku terkejut. Pada saat aku sedang bercanda dengan Rama, Cinta melihat kedekatanku dengan Rama, raut wajah Cinta menunjukkan wajah yang cemburu dan tidak senang melihat kedekatanku dengan Rama.
Saat aku masih asik bercanda dengan Rama, Cinta menarik tanganku dan bertanya kepadaku, dia bertanya tentang hal yang membuatku heran. “Chel, kamu suka ya sama Rama?” “Enggak, aku hanya berteman biasa dengannya” “Kok aku lihat kamu bisa seasik itu, aku melihat kalian seperti ada rasa saling suka satu sama lain.” “Enggak aku ga ada perasaan apapun sama Rama.” Cinta masih bersikeras kalau aku dan Rama mempunyai hubungan. Dia tetap memaksaku untuk jujur.
Pada saat tugas kelompok dikumpulkan guruku menyuruh untuk mempresentasikan tugas kelompokku, aku melihat wajah Cinta yang menatapku tidak enak namun aku mengabaikannya dan aku membuka dengan salam tugasku tersebut. “Assalamualaikum Wr.Wb.” “Kami dari kelompok 1 ingin mempresentasikan tentang dampak bullying”.
Tidak lama kemudian kelompokku selesai presentasi. Cinta masih menatapku dengan tatapan tidak enak, lalu Cinta memuji Rama dan mengatakan bahwa dia mengaguminya, kata-kata itu membuatku iri dan cemburu. Aku melihat sikap Rama kepada Cinta, dia sedikit risih dan menjauh dari Cinta. Pada saat jam akan pulang guruku memberikan informasi bahwa bulan depan akan diadakan ujian akhir semester, dan lagi-lagi aku melihat Cinta mencari perhatian kepada Rama.
Saat ulangan akhir semester dimulai, aku melihat Cinta memberi semangat kepada Rama, tetapi Rama tidak merespon apapun. Cinta sempat kecewa kepada Rama. Setiap hari cinta selalu mendekati Rama.
Beberapa bulan kemudian sudah kenaikan kelas. Setiap hari Rama selalu mengirim pesan kepadaku, aku tidak memikirkan apapun bahwa Rama menyukaiku. Tapi pada saat sekolah sikap Rama membuatku baper. Temannya Rama selalu bilang bahwa Rama menyukaiku tetapi aku selalu mengabaikan kata-kata itu. Setiap hari aku dan Rama semakin dekat, pada jam istirahat Rama selalu mengajakku ke kantin dan jika aku tidak membawa minum aku selalu dibelikan minuman oleh Rama.
Tiba-tiba Rama menyatakan cintanya kepadaku, aku sempat kaget dan menanyakan itu serius atau tidak, dan Rama mengatakan bahwa dia serius. Akhirnya aku menerima cintanya. Ternyata di sekolah berita itu sudah tersebar luas, Cinta mengetahui itu dan dia menjauhiku.
Setiap hari Rama selalu memberikan kabar padaku akan hal itu, aku tidak ada pikiran jelek apapun padanya. Keesokan harinya tiba tiba aku diberitahu teman dekatku bahwa Rama sudah mempunyai pacar sebelum ia menyatakan cintanya padaku, aku sempat kaget dan tidak percaya.
Akhir akhir ini sikap Rama berubah, dia menjadi cuek. Tiba tiba Rama mengirim pesan padaku bahwa ingin menyelesaikan hubungan ini. Akhirnya aku tau dia sudah mempunyai pacar sebelum denganku, aku mengetahui itu saat Rama membuat status WA pacarnya. Tiba tiba temanku mengatakan bahwa yang di SW Rama adalah Nia, pacarnya Rama.
Cerpen Karangan: Nadia Nisrina