"Seo-la, Seo-ri, sarapan sudah siap!" suara ibu terdengar dari kamar. "Ya, Bu!" teriakku. Aku segera memakai sepatu, mengambil tas sekolahku, dan menuju meja makan. "Baiklah... Selamat makan!" ucapku sambil mengambil sumpit dan mulai makan. "Wahh, hari ini kau bersemangat sekali. Apakah karena hari ini hari pertamamu di SMA?" kata kakakku yang bernama Kim Seo-ri. "Tentu saja," jawabku dengan tersenyum.
Sesampainya di sekolah, aku langsung menuju kelasku. Aku duduk di bangku agak belakang, sebangku dengan seorang siswi perempuan. "Halo, apakah aku bisa duduk di sini?" tanyaku.
"Tentu saja," jawabnya. "Siapa namamu?" "Namaku Seol Nam Jung. Dan kau...." "Aku Kim Seo-la. Senang bertemu dengan mu."
Beberapa menit setelah bell masuk, ada 4 orang yang masuk ke kelasku. Mereka itu adalah seniorku, maksudnya kakak kelasku. Salah satu diantara mereka adalah siswi perempuan.
"Semuanya, selamat datang di sekolah ini! Sebelum itu mari kita berkenalan dulu. Namaku Jung Yeon Woo."
"Aku Lee Tae Min."
"Aku Kang Woo Jin."
"Dan aku Park Yeon Hee," ucap senior perempuan itu.
Keesokan harinya....
"Kemarin kalian sudah diberi tugas untuk mencari tau tentang sekolah ini dan mencatat hasilnya di buku tulis. Apakah ada yang belum mengerjakan?" ucap Senior Park.
Aku mengangkat tangan, sudah ku duga pasti hanya aku yang belum mengerjakan. Sebenarnya aku sudah mengerjakannya tapi bukuku tertinggal di rumah. Hah....aku hanya bisa pasrah.
"Kau, maju ke sini," perintah Senior Kang. "Siapa namamu?" tambah Senior Kang.
"Namaku Kim Seo-la."
"Kenapa kau tidak mengerjakan pekerjaan rumah mu?" tanya Senior Jung.
"Aku..... Sebenarnya aku sudah mengerjakan. Hanya saja bukuku tertinggal di rumah. Karena ada buku yang sama dengan buku tugasku, aku jadi membawa buku yang salah."
"Semuanya, bukankah kemarin kita sudah sepakat untuk menghukum siswa yang tidak mengerjakan tugas?" kata Senior Lee.
"Baiklah.... Aku siap bertanggung jawab atas kecerobohanku," ucapku.
"Apa hukuman yang pantas untuknya ya? Bagaimana kalau membersihkan kelas ini? Kelas ini kan belum membentuk petugas piket," kata Senior Lee.
"Ya, kami semua setuju," ucap murid-murid kelasku dengan serempak.
Sepulang sekolah....
Aku keluar menuju pintu. Senior Lee yang berdiri di depan pintu tiba-tiba saja menghalangi ku.
"Hei! Apakah kau akan lari dari hukumanmu?"
"Tentu....tidak."
"Kalau begitu cepat selesaikan tuagsmu. Aku akan mengawasi mu di sini," kata Senior Lee sambil berjalan menuju salah satu meja siswa.
Setelah 20 menit aku selesai membersihkan kelas. Senior Lee yang seharusnya mengawasi ku malah tertidur. Benar kata teman-teman, ternyata dia tampan juga.
"Senior.... Senior Lee..... Senior Lee Tae Min...," kataku membangunkan Senior Lee.
"Emmm.... Aahhh.... Ya?"
"Senior, aku sudah selesai membersihkan kelas. Apakah aku boleh pulang?"
Senior Lee berdiri dan menjawab, "Ya.... Apakah kau akan pulang dengan berjalan kaki?" Aku hanya mengangguk angguk. "Kalau begitu pulang bersama ku saja, akan ku antar kau pulang dengan sepeda," ucap Senior Lee sambil berjalan dan menggandeng tanganku. Aku pun pulang membonceng sepeda Senior Lee.
"Berhenti! Di sini rumahku."
"Rumah mu di sini?"
"Iya. Apakah kau mau mampir dulu, minum kopi atau teh?"
"Tidak usah. Aku juga harus pulang."
"Oohh..... Terimakasih Senior Lee."
2 Minggu kemudian.....
"Aku pulang....," kataku sambil melemparkan tas ke kursi.
"Kau sudah pulang ya? Ini aku membuat jus," kata Kak Seo-ri sambil memberikan segelas jus kepadaku.
"Kakak juga sudah pulang? Tidak seperti biasanya."
"Ya, aku pulang cepat."
Kakak yang bekerja sebagai perawat di rumah sakit biasanya pulang terlambat. Wajar saja jika aku bertanya kenapa pulang cepat.
"Lihat, sepertinya rumah seberang jalan itu akan ditempati," ucap kakakku sambil melihat ke luar jendela. Aku yang penasaran berjalan menuju jendela.
"Senior Lee Tae Min," kataku.
"Senior?"
"Iya. Laki-laki yang berseragam sama sepertiku itu. Dia adalah kakak kelasku."
"Yang tadi masuk ke rumah itu? Itu berarti seniormu akan menjadi tetangga kita."
Ternyata benar Senior Lee menjadi tetanggaku. Dia beserta keluarganya sekarang menempati rumah yang ada di depan rumahku. Aku dan Senior Lee jadi sering bertemu. Kami sering pulang bersama, bahkan kami sering makan bersama. Kami menjadi teman, sampai akhirnya pertemanan itu berubah menjadi rasa saling suka.
Suatu hari saat pulang sekolah, aku ingin mengajak Senior Lee untuk makan bersama. Aku mencari Senior Lee di kelasnya, aku melihat Senior Lee sedang mengobrol dengan Senior Park di dalam kelas. Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka.
"Tae Min, sebenarnya....aku.... Aku menyukaimu," ucap Senior Park.
Entah mengapa setelah mendengar kata-kata itu hatiku menjadi sakit. Apakah ini perasaan cemburu? Tapi....mana mungkin aku menyukai Senior Lee.
Aku langsung pulang tanpa menemui Senior Lee. Beberapa hari aku juga menjauhinya. Sebenarnya ada apa dengan ku? Apakah aku benar-benar menyukainya?
"Hei! Seo-la," teriak Senior Lee. Aku yang mendengar suara Senior Lee, langsung berjalan cepat. Bertingkah seolah-olah aku tidak mendengar suaranya.
"Hei!" kata Senior Lee sambil menarik tanganku. "Ayo kita makan. Tenang saja, aku yang traktir."
"Emm.... Senior.... Emmm....."
"Kenapa kau bicara tidak jelas seperti itu. Ayo!"
"Emm.... Baiklah...."
"Kau mau makan apa?"
"Sama seperti mu saja, Senior."
Setelah memesan makanan, "Seo-la," kata Senior Lee. "Ya?" "Aku ingin mengutarakan perasaanku padamu. Sebenarnya aku.... menyukaimu. Tapi...tapi jika kau tidak ingin menjawabnya sekarang, tidak apa-apa. Tidak usah terburu-buru."
"Senior Lee, sebenarnya aku juga punya perasaan yang sama seperti mu."
"Benarkah??"
"Tapi bagaimana dengan Senior Park, bukankah dia juga menyukaimu?"
Ahahahaha... Yeon Hee? Dia mungkin menyukaiku, tapi apakah aku harus punya perasaan yang sama?"
"Emmm...."
"Jika kau menyukaiku... Apakah kau mau menjadi pacarku?"
"Maafkan aku Senior Lee. Tapi aku perlu waktu untuk memikirkan apakah aku benar-benar menyukaimu atau tidak."
"Baiklah.."
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tak terasa aku aku sudah berpacaran dengan Senior Lee selama 1½ bulan. Ya, aku tetap memanggilnya Senior Lee.
Tanggal 14 Februari, siapa yang tidak kenal dengan hari itu? Ya, hari ini adalah hari Valentine. Aku dan Senior Lee makan di sebuah restoran.
"Selamat hari Valentine," ucapku seraya memberikan sebuah kotak yang berisi topi.
"Aku juga punya hadiah untukmu. Selamat hari Valentine," ucap Senior Lee sambil menunjukkan gelang yang sangat indah.
"Waw...gelang yang indah. Aku suka itu."
"Topi ini juga bagus. Aku suka."
"Terimakasih."
"Uhuk.... Uhuk....."
"Kau ini kenapa? Hati-hati kalau minum."
"Lihat itu," kata Senior Lee sambil melihat ke luar restoran.
Ternyata Senior Park dan Senior Kang. Dilihat-lihat mereka sepertinya sedang berpacaran. Wah, tidak ku sangka kalau mereka akan berpacaran.