"Baju yang dia sukai sudah, bunga yang dia sukai juga sudah, lagu yang dia sukai juga sudah" batin ku setelah memeriksa semua persiapan ku untuk bertemu dengan nya.
Hari ini tepat ke-5 tahun kita telah menikah dan aku akan bertemu dengannya di sebuah tempat dimana aku melamarnya.
"Ayo sayang cepat, kita akan Pergi bertemu dengan ibu!" kataku sambil menjulurkan sedikit kepalaku keluar jendela mobil Sambil melihat seorang anak perempuan yang sedang berjalan kearah mobil sambil membawa sebuah boneka kelinci bewarna coklat di tangannya.
Anak kecil tersebut mempercepat langkahnya dan melangkah masuk kedalam mobil. Setelah itu aku pun memasang seat belt untuknya dan mulai menyalakan mobil pergi menuju tempat kami akan bertemu.
Sepanjang perjalanan Jantungku berdebar dengan sangat kencang, aku sangat gugup rasanya seperti ini pertemuan petama kami.
Akupun memutar lagu yang di sukai nya untuk sedikit menenangkan detak jantungku. Ketika mendengar lagu tersebut mengalun kenangan kenangan awal ketika kita bertemu mulai terputar kembali.
6 tahun yang lalu
Di suatu malam aku berjalan di sebuah jalan yang agak kecil dan sempit. Aku berjalan sambil menikmati udara dingin malam hari.
Ketika sedang memejamkan mataku aku mendengar teriakan seorang perempuan yang tak jauh dari tempatku berdiri sekarang. Disana aku melihat perempuan tersebut sedang ditarik paksa oleh seorang laki laki.
"Aku tidak mau melakukannya!!" teriak perempuan itu.
"Kau harus mau, ini semua demi kebaikan mu sendiri!" Balas lelaki itu seraya terus menarik tangan wanita tersebut. Karena kasihan terhadap wanita tersebut aku pun berinisiatif membantu wanita tersebut.
Aku berjalan mendekat kearah mereka berdua dan langsung melepaskan tangan lelaki tersebut. "Bukankah katanya dia tidak mau, kenapa kau harus terus memaksanya!" kataku.
"Siapa kau? Berani berani mencampuri urusan kami!" kata lelaki tersebut dengan marah dan tangannya mencoba kembali meraih tangan wanita tersebut.
Melihat tangannya yang ingin meraih wanita tersebut, aku pun langsung menangkap tangan lelaki tersebut dan memutar kebelakangnya hingga lelaki tersebut meringis kesakitan.
Namun yang terjadi selanjutnya wanita tersebut malah memarahi ku sambil memisahkan kami berdua. " Hei... Apa yang kau lakukan, dia kakakku!" kata wanita tersebut.
Akupun ketika mendengar apa yang dikatakan wanita tersebut dengan spontan langsung melpaskan tangan lelaki tersebut. "Apa kau tidak apa-apa?"kata wanita tersebut sambil melihat kondisi kakaknya. Ia pun langsung melihat kearahku dengan tatapan kesalnya. Aku yang bingung dengan apa yang sedang terjadi langsung meminta maaf kepada lelaki tersebut.
"Maaf kan aku. Aku pikir kau orang jahat aku tak tau kalau kau adalah kakaknya" kata ku sedikit menundukkan kepalaku. Setelah meminta maaf aku pun berjalan meningalkan mereka berdua dan duduk di sebuah bangku taman yang berada di dekat tempat tersebut.
Baru saja aku duduk, aku melihat kembali wanita tadi berjalan menuju kearahku sambil kedua tangannya memegang dua buah minuman kaleng.
Wanita tersebut berlari kearahku dan duduk disampingku sambil menyerahkan sebuah minuman kaleng. Akupun menerima minuman kaleng tersebut.
"Terima kasih" kata wanita itu tiba-tiba sambil berbalik kearahku.
"Terima kasih tadi kau sudah membantuku" kata wanita itu sekali lagi dengan senyum manisnya. Tiba-tiba jantungku berdetak dengan sangat cepat melihat senyumannya, dia terlihat sangat "CANTIK".
Setelah itupun kami mulai berkenalan satu sama lain dan mulai berteman, Dan dari saat itu aku mulai dekat dengannya, kami Bermain bersama dan menghabiskan waktu bersama.
Dan hari ini kami pergi bersama ke suatu tempat yang menjadi tempat favoritnya untuk melepaskan segala keluh kesah nya.
Kami berhenti tepat di sebuah bukit yang sangat hijau dan tidak terlalu tinggi. Setelah itupun kami berdua keluar dari mobil dan berjalan menuju keatas bukit. Sepanjang kami berjalan aku melihat pohon-pohon besar dan hijau yang tumbuh secara teratur dan membentuk sebuah jalan. Hinnga di ujung jalan tersebut tampak lah pemandangan yang sangat indah ditemani dengan warna matahari yang mulai tenggelam.
Akupun duduk diatas rumput tersebut sambil menghirup dalam-dalam udara segar. Akupun sedikit menoleh ke arah samping untuk melihat wanita yang sudah duduk disampingku. Wajahnya yang di terpa sinar mentari itu terlihat sangat cantik ditambah dengan senyum manisnya. Melihat senyumannya akupun semakin memantapkan hatiku untuk berani melamarnya hari ini. Aku berjanji akan menjaga senyuman itu dan tak akan membuatnya sedih.
Setelah menikmati pemandangan tersebut kami pun memutuskan untuk pergi sebelum hari semakin gelap. "Dita tunggu!" kataku, Dita pun berhenti dan berbalik kearahku.
Aku pun sedikit mempercepat langkahku, ketika sudah dekat dengannya aku pun dengan cepat berlutut di depannya seraya mengeluarkan sebuah cincin.
"Dit aku yakin kau pasti tau, bahwa aku sudah nenyukaimu mu dari awal kita bertemu, aku selalu senang bertemu denganmu, ketika aku melihat senyumanmu aku selalu ingin menjaga senyuman itu, dan ketika aku melihat kau menangis hatiku rasanya sangat sakit seperti ditikam oleh ribuan pisau. Hari ini aku berjanji akan selalu membuat kau tersenyum bahagia dan aku tidak akan sedikitpun membuat kau sedih" kata ku sambil menatap manik mata dita dalam dalam.
"Dita... Will you marry me?" kataku. Ditapun sedikit terkejut dengan lamaran tersebut. Namun, dita tetap menganggukan kepalanya dan berkata "YES".
Mendengar jawaban dita tersebut membuatku sangat gembira. Aku langsung berdiri dan memeluk tubuhnya dengan sangat erat.
Di hari itu aku merasakan aku adalah orang yang paling beruntung di dunia ini.
Masa Sekarang
Tanpa terasa kami telah sampai di tempat tujuanku yaitu bukit yang menjadi saksi cinta kami berdua. Akupun segera Membuka seat belt ku dan membantu putriku membuka seat belt nya.
Setelah itu kami berdua keluar dari mobil dan tak lupa aku membawa sebuah bucket bunga yang sangat disukai nya, kami pun berjalan menuju ke atas bukit.
Semakin dekat dengan tempat tujuanku hatiku pun semakin berdebar. Aku sangat sangat merindukannya.
Hingga tepat mereka berada di ujung jalan tersebut terlihat lah sebuah gundukan tanah dengan sebuah nisan bertulis nama "DITA"
"Halo sayang kami datang" kata ku seraya meletakkan bunga tersebut. "Aku sangat merindukanmu" kataku dengan suara kecil, tanpa terasa setitik air mata jatuh dari mataku tanpa bisa kutahan.
6 Tahun yang lalu
Setelah melamar Dita malam itu aku langsung dipanggil oleh David(kakak dita) untuk membahas sesuatu katanya.
Kami bertemu di sebuah taman dan disana david pun langsung berbicara kepadaku.
"Aku yakin kau pasti tau dita mengidap penyakit kronis" kata david sedikit sedih.
"dan aku yakin kau juga tahu bahwa sisa waktunya tidak lama lagi" tambah david dengan air mata yang sudah tak dapat lagi di bendung.
"kau tau waktu pertama kali kita bertemu, aku dan dita bertengkar karena ia tak mau di rawat di rumah sakit, aku terus menerus memaksanya tapi ia tetap tidak mau. Setiap hari aku sedih melihat ia selalu menangis dan tersiksa dengan penyakitnya, hingga saat ia bertemu denganmu aku melihatnya terus tersenyum. Aku memanggilmu disini untuk bertanya apa kau serius ingin menikah dengannya? Apa kau tidak menyesal?" tanya david menyelesaikan katanya.
"Aku tahu semua itu, Aku tau bahwa waktunya tersisa sedikit, aku tau bahwa ia sangat tersiksa dengan penyakitnya, oleh karena itu, aku memutuskan untuk menikahinya. Aku ingin membuatnya terus bahagia di sisa sisa waktunya, aku ingin membuat dia selalu tersenyum ketika ia membuka matanya hinnga ia menutupkan matanya kembali, dan aku ingin menjadi orang yang selalu ada disampingnya hingga akhir hidupnya dan aku tak akan menyesalinya, sekalipun tak akan aku sesali.
Karena "BERTEMU DENGANNYA ADALAH SEBUAH KEAJAIBAN" di dalam hidupku.