"Apa perlengkapan sudah siap semua?" tanya Galih sambil menyusun beberapa perlengkapan di meja.
"Lilinnya kurang 1 nih!" balas Arman.
"WA Jaka gih, suruh sekalian beli lilin satu! cepetan! nanti keburu jam 11:11!" ujar Galih sambil mengernyitkan dahi.
Arman pun segera mengambil ponselnya yang dia taruh di saku jaketnya.
11 lilin, jumlah pemain yang harus ganjil, dan cermin yang harus berjumlah sesuai pemainnya adalah salah satu syarat bermain 11:11. Permainan ini juga harus dilakukan di bulan ke 11 tanggal 11. Galih, Arman dan Jaka berencana memainkan permainannya untuk keperluan konten youtube mereka.
BRAKK!
Jaka sudah datang, membawa kantong plastik hitam di tangannya.
"Nih aku bawain burger sama kentang goreng!" ucap Jaka sambil meletakkan kantong plastik hitam di meja.
"Wah mantap kawanku ini" Arman yang memiliki tubuh berisi itu kegirangan dan langsung menggigit burgernya.
"Mana Galih?" tanya Jaka sambil melihat-lihat ke sekeliling ruangan.
"Dia lagi telponan sama pacarnya kayanya!" jawab Arman santai.
"Enak banget udah punya pacar!" celetuk Jaka.
"Apalah kita. . . Yang cuma jomblo!" keluh Arman dengan ekspresi sendunya, membuat Jaka tertawa kecil mendengarnya.
"Nggak apa-apa jomblo, yang penting bahagia bro!" Jaka mencoba memberikan semangat.
"Wah, udah dateng. ., udah lama Ka?" Galih tiba-tiba keluar dari kamarnya.
"Baru aja. . , ini aku bawain makanan," balas Jaka sambil memberikan burger untuk Galih.
"Lih, kok aku cari channel youtube kamu nggak ketemu ya?" tanya Arman tiba-tiba.
"Ya iyalah nggak ketemu kan belum dibuat! rencananya video permainan yang akan kita buat malam ini akan menjadi video perdanaku, keren kan?" jelas Galih sambil mengangkat kedua alisnya.
"Keren sih kalau berhasil!" Arman menyeringai.
"Oh iya. . , Lih kamu dari mana dapat info permainan 11:11 ini?" tanya Jaka penasaran.
"Dari internet lah, kalian tahu kan dark web?!" balas Galih sambil mengunyah burgernya. Arman langsung membelalakkan matanya karena takut.
"Dark web?, nggak berbahaya kan?" Jaka kembali bertanya.
"Hahaha. ., kenapa kalian takut begitu sih! Pokoknya percaya saja sama aku, yang penting saat permainan dimulai kalian nggak boleh memejamkan mata dan harus duduk diam hanya menatap cermin di depan kalian!" jelas Galih.
"Kalau melanggar gimana?" tanya Arman penasaran.
"Nggak tahu! dikejar hantunya mungkin," ucap Galih santai. Arman dan Jaka langsung memasang wajah takutnya.
"Kok kalian jadi takut gini?, kalau ragu kita batalin aja deh!" sambung Galih lagi.
"Kalau dibatalin sayang sih, soalnya belum ada youtuber yang coba permainan ini, masa kita harus tunggu tahun depan lagi! gimana menurut kamu Ka?" ungkap Arman.
"Bener juga sih!" balas Jaka sambil menganggukkan kepalanya.
***
"Man, lilinnya sudah dinyalakan semua?" tanya Jaka yang sedang berdiri di samping saklar bersiap untuk mematikan lampu.
"Udah nih!" jawab Arman sambil tersenyum.
"Lih cermin sama kamera sudah sesuai tempatnya?" Jaka kembali memastikan.
"Sip lah. .!" ucap Galih sambil mengusap keringat yang menetes di dahinya.
"Kenapa Lih?, kau takut?, tadi padahal keliatan pede banget!" Arman mengejek.
"Nggak lah!" balas Galih yakin.
"Wajar lah kalau takut Lih!, aku juga sedikit takut!" geram Jaka yang berada sedikit jauh dari Galih. Arman hanya terdiam sambil memastikan kamera berfungsi dengan baik.
"Gimana siaran langsungnya Lih sudah tersambung ke internet?" tanya Arman pada Galih yang sedang duduk didepan laptopnya.
"Siap mantul pokoknya!" balas Galih sambil mengangkat jempolnya.
***
"Man kamu yang melakukan pembukaan ya, soalnya subcriber kamu yang paling banyak diantara kita berdua!" perintah Galih, Arman menganggukkan kepala untuk mengiyakan.
"Ayo duduk ke tempat masing-masing!" ucap Jaka yang sudah siap duduk didepan cerminnya.
"Hai guys sebelumnya maaf ya aku nggak bisa lihat ke kamera karena aturan permainan ini tuh nggak boleh lihat kemana-mana selain cermin. Oh iya, kalian sudah lihat strory aku kan kalau malam ini bakalan siaran langsung untuk melakukan permainan yang belum pernah diamainkan youtuber manapun di dunia! Iyakan Ka? Lih?" Arman melakukan pembukaan.
"Bener banget! belum pernah dimainkan youtuber manapun!" balas Galih tenang.
"Oh iya kenalkan guys teman collabku hari ini, di sebelah kananku ada Jaka dan sebelah kiriku namanya Galih! subcribe juga ya channel mereka!" ucap Arman yang mulai merasa sedikit tenang.
"Huffh!" Jaka menghela nafas panjang karena mencoba mengatur nafasnya yang mulai terasa sesak karena takut.
"Guys, pokoknya kalau ada apa-apa kasih tahu ya, biar penonton tahu!" Jaka berusaha tenang.
"5 menit lagi guys waktu akan menunjukkan tepat jam 11 lewat 11 menit!" ucap Galih sambil melihat jam dinding yang terpantul di cermin.
"Saat jam 11 lewat 11 kita pokoknya nggak boleh melihat ke tempat lain selain cermin! ingat itu Ka! Man!" Galih memperingatkan lagi.
❗Jam 11:11 (permainan dimulai)
"Masih belum terjadi apa-apa nih!" ucap Arman.
"Sama!" sahut Jaka.
"Kalau kamu Lih?" sambung Jaka lagi. Galih terdiam tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
Ruangan itu gelap, hanya bermodalkan cahaya dari lilin-lilin yang mengelilingi tempat itu.
"Lih?!" Arman memastikan keadaan Galih sambil melihat dari pantulan cerminnya.
Jaka saat itu juga ikut terdiam, matanya membelalak karena melihat asap yang menggumpal di cermin.
Dia tidak bisa menoleh ke belakang untuk memastikan apakah asap itu juga ada di belakangnya. Asap itu semakin menggumpal dan pekat. Membentuk wajah dan tubuh menyeramkan. Di pantulan cerminnya, Jaka sudah melihat sesosok wanita berambut panjang dan memakai baju putih yang penuh darah.
Mulutnya menganga mengeluarkan darah yang terus menetes dan membasahi rambut hingga bajunya. Sosok itu tidak berhenti menatap ke arah Jaka.
"Mmm. . Ma . .an..n?" Jaka mencoba memanggil Arman dengan mulut yang gemetaran dan berusaha untuk tidak menoleh ke arah manapun.
Namun tidak ada jawaban dari Arman, karena dia juga melihat sosok mengerikan di pantulan cerminnya.
Sosok yang berbeda dari yang ada di cermin Jaka yaitu sosok seorang lelaki tanpa kepala dengan darah yang terus keluar dari lehernya itu. Arman sangat ketakutan hingga tanpa sadar dia memejamkan matanya sejenak.
Jaka masih tidak bisa bergerak, keringatnya bercucuran. Meskipun begitu dia masih bisa membuka matanya dan hanya melihat ke cermin. Saat itu ketiga lelaki itu tidak mengeluarkan satu katapun dari mulut mereka.
Arman membuka matanya, dan dia masih melihat sosok tanpa kepala itu dicermin. Namun, kali ini sosok itu menunjuk ke arah kiri Arman.
Kali ini Arman berusaha fokus dan tidak ingin melanggar aturan permainan ini. Tapi dari pantulan cermin ke arah kirinya dia bisa melihat Galih, berdiri seperti memakai sesuatu dikepalanya dan berjalan ke arah kanan.
"Lih!, ngapain kamu!" teriak Arman merasa kesal karena Galih melanggar aturan permainannya.
Jaka yang masih ketakutan melihat sosok di cerminnya dibuat takut lagi dengan satu sosok yang bisa dilihatnya di depan cermin. Seperti seseorang yang menggunakan topeng kepala kerbau lengkap dengan tanduknya.
JLEB! JLEB! JLEB!
Sosok bertopeng kerbau itu menusuk Jaka berkali-kali dengan pisau dari belakang. Darahnya terus membasahi bajunya. Jaka langsung terjatuh dan dia baru menyadari bahwa sosok wanita mengerikan di depan cermin itu selama ini tidak menatapnya, tetapi menatap lelaki yang memakai topeng kepala kerbau itu dari belakangnya. Jaka pun sudah tergeletak tanpa nyawa di lantai.
Melihatnya Arman segera berlari ke pintu, namun pintunya terkunci. Dia berbalik dan lelaki bertopeng kepala kerbau itu sudah tepat dihadapannya.
"Kenapa kamu lakuin ini Lih!" ucap Arman saking marahnya sambil menahan pisau yang mengarah ke lehernya. Arman sangat yakin lelaki bertopeng kepala kerbau itu Galih.
"Hihihi, kamu pikir aku nggak tahu? Kalau lilin yang ada di sini itu cuma sepuluh!, kamu sengaja menguranginya biar permainannya nggak terjadi? dasar bodoh! tetap terjadi kok! . . Hihi!"
JLEB! JLEB! JLEB!
Galih melayangkan pisaunya ke perut Arman berkali-kali sambil ketawa cekikikan. Arman langsung terduduk memegang perutnya yang terus berdarah. Arman baru terpikir bahwa mereka melakukan siaran langsung dan berusaha sekuat tenaga mendekati laptop.
"Hihihi, bodoh! apa kau lupa kalau aku tadi yang mengatur laptopnya!" Galih kembali bersuara.
"Kau akan dapat balasannya Lih!" ucap Arman sambil menahan sakit diperutnya. Darah semakin merembes keluar dari perut Arman dan menyebabkannya kehilangan banyak darah. Sehingga langsung membuat Arman tergeletak tak bernyawa.
"Gimana guys! . . . Hihi!", ucap Galih sambil membuka topeng kepala kerbaunya yang penuh darah berdiri di depan kamera yang sedang siaran langsung.
❗(Komentar siaran langsung GLH93 #darkweb)
Crazywolf65 : Not bad man!
Skull2 : Bodoh banget si gendut, cuman permainan palsu pake ngurangin lilin segala 😂
Canib@lw : Bagian terseru ketika si gendut berlari ke pintu hahahaa
Fu**kg666 : Good strategy bro!
Goiyo099 : Lumayan
Yiyso00 : Liat si gendut 🤤
Guna777 : Munculin hantu di cermin adalah stategi terbaik
Galih kebingungan membaca komentar Guna777, karena hantu di dalam cermin bukan strategi yang dia masukkan ke dalam rencananya.
Galih berlari dan menatap ke cermin satu persatu, hingga tibalah dia di cermin tempatnya tadi. Galih pun dibuat kaget melihat sosok hitam yang sangat besar, dengan berani dia mengarahkan pisaunya ke arah sosok hitam itu.
Sosok hitam itu menganga dengan mulutnya yang sangat lebar. Mulutnya semakin membesar seperti mencoba memasukkan Galih ke dalamnya.
Pandangan Galih penuh dengan warna hitam dan pisaunya langsung terlepas dari genggamannya.
❗(Komentar siaran langsung GLH93 #darkweb)
Guna77 : Eh kemana si GLH93?
Fu**kg666 : Do you Guys see that!!!, CREEPY WOMAN IN THE MIRROR!
Sufgan1 Offline
Goiyo099 Offline
Crazywolf65 Offline
Han77 Offline
Yiyso00 Offline
~TAMAT~
*Baca karya horrorku yg lainnya ➡️ "PERJALANAN SI ANAK BUTA"