Disebuah jalan raya seorang pemuda, tampan dan kaya sedang beraksi Ramadhan atau yang dikenal dengan nama Rama ini akan melangsungkan aksinya yaitu balapan liar.
"Woy Ram, hebat lo mainnya menang mulu lo"
"Udah yuk ngobrol disana" sambil menunjuk sebuah warung.
"Gimana hubungan lo ama sih Manda"
"Gue ama sih manda tuh gk ada apa apa lo tau sendirikan gue itu orang nya gimana"
"Lo kenapa kagak berhenti aja sih, kagak usah balapan liar gitu, lebih baik balapan disirkuit resmi"
"Gue males Dim dirumah juga kagak ada orang, lo tau sendirikan gimana keluarga gue"
"Iye gue tau sabar aja ya bro kali aja lo dapet jodoh yang sholeha"
"Mustahil Dim lo mimpi apa ngigau gue tuh dah ancur dah bejat mana dapet gua wanita sholeha"
"Ya sapa tau, allah sayang ama lu"
Ramadhan terlahir dari keluarga kaya bahkan kedua orang tuanya adalah pemilik hotel Bintang lima di Bandung tapi Ramadhan tidak pernah merasa diperhatikan oleh orang tuanya yang sibuk hingga dia memutuskan, untuk menghilangkan rasa kesepiannya bergabung ke geng mobil balap ilegal.
Selepas dari jalanan Rama pulang ke apartemennya, ya dia memang lebih memilih tinggal di apartemennya daripada tinggal dirumah bersama orangtuanya.
Saat Rama mengendarai mobilnya tiba-tiba dia menabrak seorang gadis dengan pakaian syar'i.
"He lo cari mati ya" sambil keluar dari mobil.
"Ma'af bang saya Buru-Buru karna bentar lagi hujan"
"Dasar lo kalau jalan tuh yang bener"
Rama masuk kedalam mobilnya karna hujan mulai turun.
"Astaughfirullah kok ada ya orang seperti itu" batin Aisyah.
Ya dia adalah Aisyah seorang gadis lugu yang ta'at akan perintah allah dan selalu menjaga kehormatannya dari laki laki.
Dizaman seperti ini tidak lantas membuat Aisyah terlena akan hingar bingar dunia ini. Iya lebih ingin mendekatkan diri kepada allah. Berbanding jauh dengan Rama yang jauh akan allah.
***
Hari ini Rama terpaksa pulang kerumah karena mamanya ingin membicarakan sesuatu hal dengan nya.. Sebenarnya Rama merasa malas pulang ke rumah tapi dia tidak tega menolak permintaan mamanya...
"Ma.. Mama dimana"
"Bentar mama didapur" teriak sang mama.
"Ehh anak mama akhirnya mau pulang juga mama kangen banget sama Rama.. "
"Mama sama papa terlalu sibuk, jadi ya Rama males pulang kerumah"
"Ma'afin mama ya"
"Oh ya mah, mama mau ngomong apa sih sama Rama kok serius amat sampai Rama disuruh pulang segala"
"Mama mau ngomong tapi nunggu papa pulang dulu ya"
"Serah mama deh"
***
"Assalamuallaikum papa pulang" ucap papa Rama dan masuk kedalam rumah.
"Waalaikumsallam pa" ucap mereka bebarengan.
"Ehh Rama udah pulang"
"Iya pa.. Ma papa kan udah pulang mending mama sama papa langsung ngomong aja deh mau bahas apa sama Rama soalnya bentar lagi Rama mau balapan nih"
"Kamu masih balapan ilegal itu" tanya mamanya.
"Iya ma kan itu udah jadi hobi Rama"
"Kapan kamu mau berubah, ninggalin dunia balapan itu, papa gak suka"
"Entah lah pa mungkin sampai papa dan mama gak sibuk lagi" ucap Rama ketus.
"Udah-udah, gini mama sama papa mau ngejodohin kamu sama anaknya temen mama dia baik, cantik dan juga sholeha, mama yakin dia bisa ngerubah kamu menjadi orang yang lebih baik lagi"
"Mama apaan sih main jodoh-jodohin aja Rama malas nikah enakan sendiri"
"Mama tau, kamu pasti nolak, mama mohon turutin permintaan mama untuk yang satu ini.. Mama sadar selama ini mama sama papa sibuk sendiri sampai kamu kurang Kasih sayang" ucap mama dengan mata yang berkaca-kaca.
*RAMADHAN POV*
Gua gak tega liat mama nangis kaya gitu tapi hati gue nolak buat perjodohan ini gue bingung dan akhirnya gue putusin buat nerima perjodohan ini.
"Yaudah deh ma Rama mau tapi Rama gk janji bisa nerima dia"
"Bener... gak papa nanti kamu juga bisa nerima dia kok" ujar mama bahagia.
"Oke besok kita akan datang kerumah nya dan ngelamarnya"
"Apa!!... Apa gak terlalu cepet pa"
"Lebih cepat lebih baik bukan" ujar papa dengan seringai jailnya.
***
"Apa bunda, dijodohin.. Maksud bunda Aisyah mau dijodohin sama anak temen bunda" ucap Aisyah tak percaya.
"Iya nak bunda mau kamu nerima perjodohan ini ya, dulu bunda janji sama temen bunda kalau kita punya anak laki sama perempuan maka kita bakal jodohin"
"Apa harus bunda.. Tapi Aisyah takut, Aisyah takut jauh dari bunda karena cuma bunda yang Aisyah punya"
"Ya bunda sih gak bilang harus, kalau bisa kamu sholat istikharah dulu aja, bunda tunggu keputusannya besok"
"Iya bun Aisyah akan sholat istikharah"
*AISYAH POV*
Hari ini aku sudah memutuskan untuk menerima perjodohan ini karna usai melaksanakan sholat, hati ku yakin dengan keputusan bunda untuk menjodohkan ku..
"Bunda Aisyah sudah yakin dengan keputusan Aisyah kalau Aisyah nerima perjodohan ini" ucap Aisyah.
"Kamu serius nak... Alhamdulillah yaallah"
***
"Yang mana sih ma rumahnya kok jauh amat" ucap Rama sebel.
"Sabar dong nak... yang gak sabar pengen liat calon istri" goda mamanya.
"Apaan sih ma gk lucu"
Hampir sejam Rama dan kedua orang tuanya pergi ke rumah Aisyah yang jauh dari perkotaan. sampai lah mereka dirumah sederhana.
"Ayo, udah sampai"
"Assalamualaikum" ucap mama dan papanya Rama.
"Waalaikumsallam"
"Eh udah sampai ayo masuk Renata"
"Iya Dew, maksud kedatangan kami disini kamu sudah tau kan" goda mamanya Rama.
"Iya aku udah tau kok, dan alhamdulillah Aisyahnya mau"
"Alhamdulillah" ucap mama dan papanya Rama.
Selagi para orang tua berbincang Rama sedang mencari mana yang akan dijodohkan dengannya. Merasa seperti mencari orang, alhasil mamanya Rama menggoda Rama.
"Nyari Aisyah ya" tanya mamanya Rama.
"Ahh.. Enggak mah gak nyari siapa-siapa kok" elak Rama.
"Oh ya lupa, bentar ya... Aisyah sini nak ini calon suami kamu mau ketemu" teriak ibu Dewi
"Iya bunda bentar, Aisyah kesana"
Saat aisyah keluar dari kamarnya Rama menatap Aisyah lekat karna Rama terpesona akan ayunya wajah Aisyah.. Sampai Rama teringat bahwa dia wanita yang hampir ditabraknya, wajar saat itu Rama hanya melihat wajah Aisyah dimalam hari sehingga dia tidak menyadari bahwa Aisyah wanita yang cantik.
"Lo kan yang waktu itu hampir ketabrak ama mobil gue"
"Astaughfirullah iya bang.. Untuk kejadian waktu itu saya mohon ma'af ya"
"Iye deh"
"Kalian udah pada kenal alhamdulillah deh kalau gitu" ucap mamanya Rama.
"Bukan kenal ma tapi dia ampir ketabrak mobil Rama" sanggah Rama.
"Iya deh apa kata kamu aja"
"Oh ya pernikahannya kita adakan minggu depan aja"
"Apa" teriak Rama dan aisyah hanya diam saja sambil menunduk.
"Iya minggu depan lebih cepat lebih baik"
"Serah papa deh" ucap Rama pasrah.
***
Hari ini tidak terasa hari dimana kehidupan baru akan dimulai yaitu penyatuan dua hati yang sama-sama belum saling mencintai. Acara ijab qabul akan dilaksanakan, semua diliputi perasaan tegang tak terkecuali Aisyah dan Rama, Sebentar lagi Aisyah akan menyandang status istri dari Ramadhan..
'Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah azzahra dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 5g dibayar tunai' ucap Rama lantang.
'Bagaimana saksi, sah'
'Sah' ucap semua saksi dan tamu.
'Alhamdulillah sekarang silahkan mempelai pria menjemput mempeli wanitanya'
'Tok ...tok.. Tok'
"Silahkan masuk" ucap Aisyah.
Lalau Rama pun masuk dengan didampingi oleh bundanya Aisyah dan mamanya Rama.
"Cium tangan suamimu nak"
"I.. Iya bunda.. " ucap Aisyah gugup.
Selepas Aisyah mencium tangan Rama, Rama memasangkan Aisyah cincin begitu pula Aisyah, dan tanpa sadar Rama mencium kening Aisyah.
Resepsi terus berlanjut sampai pukul 9 malam dan yang kebanyakan datang adalah para teman-teman bisnis keluarga Ramadhan.. Ya walaupun Rama seorang pembalap liar tapi dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai Putra tunggal keluarganya yaitu mengurus perusahaan papanya dalam bidang mesin..
"Abang, acara udah selesaikan Aisyah pamit sholat dulu ya"
"Hemm" hanya deheman yang keluar dari mulut Rama.
Selepas semua keluarga dan tamu pulang kini hanya Rama dan kedua orang tuanya juga bundanya Aisyah yang menginap dihotel, maklum karena hotel ini milik Rama sendiri.
"Abang mau mandi biar Aisyah siapin air hangatnya" ucap Aisyah yang melihat Rama masuk kedalam kamar.
"Iya sono lo siapin"
Rama menunggu sambil memainkan ponselnya.
"Abang airnya udah siap"
"Hemm"
Selepas Rama mandi dia langsung memakai baju dan celananya ditambah jacket membuat siapa saja yang melihatnya menjadi betah memandang.
"Abang mau kemana?" tanya Aisyah.
"Bawel lo serah gue lah, mau kemana kek bukan urusan lo"
"Tapi bang, ini kan udah malam udah jam 10" ucap Aisyah kawatir.
"Gue mau balapan mobil napa lo mau ikut"
"Tapi kan ini udah malam, emang balapan nya dimana? kok malam-malam?" tanya Aisyah
"Alah banyak omong lo ya... Awas aja lo sampe ngadu ke nyokap bokap gue lo bakal tau akibatnya" ancam Rama.
Semua orang bersorak menyaksikan balapan yang akan dilaksakakan oleh Rama dan juga lawannya untuk menentukan siapa yang lebih pantas mendapatkan hadiah puluhan juta dan sang raja kecepacan/ speed king.
"Woy Rama, keren lo tadi.. Oh ya btw lo kan hari ini nikah kenapa lo tinggalin bini lo sendirian, dan malah ikutan balapan" tanya Dimas.
"Ah banyak bacot lu Dim, nanya mulu kaya mulut cewek, daripada lo banyak omong mampir kebar yok"
"Lo seriusan mau ke bar" tanya Dimas.
"Elah iya"
Malam ini Rama lupa akan statusnya yang bukan lagi lajang dia pergi ke bar dan minum banyak minuman laknat itu hingga 5 botol ia tandas sampai abis.
"Gila lu, tumben lo ampe habis 5 botol" tanya Dimas tak percaya.
"Gue cabut dulu Dim, pala gue pusing"
"Mau gue anterin" tawar Dimas.
"Gak usah gue bawa kan mobil"
"Yaudah lo ati-ati ya"
"Siap oke gue pamit"
*AISYAH POV*
Didalam rumah Aisyah tidak hentinya berdzikir sudah jam 3 Rama belum pulang. Saat hendak mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat tahajud suara ketukan pintu terdengar begitu keras.
"Buka woyy" teriak Rama.
Saat Aisyah membuka pintu dia terkejut melihat penampilan Rama yang acak-acakan, saat Rama hampir terjatuh dengan sigap Aisyah menangkap tubuh Rama dan membawaya kekamar..
"Abang mabuk ya.. Yaallah bang, ini dosa" ucap Aisyah kawatir.
"Gara-gara lo gue harus nikah sama lo" ucap Rama seraya terus mendekat dan Aisyah terpojok di samping ranjang kamarnya.
"Maksud abang ap... " belum selesai Aisyah berkata Rama sudah mencium bibir Aisyah.
"Bang lepasin Aisyah bang.. Abang gak boleh lakukan ini dalam keadaan mabuk"
Aisyah mencoba lepas dari Rama tapi Rama semakin mencumbu Aisyah tanpa ampun, Aisyah menangis karena diperlakukan dengan kasar oleh Rama untuk memenuhi nafsunya.
***
*Tunggu kelanjutannya di bagin ke 2*
*Maaf kalo ceritannya gak jelas
Jangan lupa like, saran, komentar, share dan kunjugi juga cerita lainnya yang autdor udah publis kan*
#dendisaputra