Part 1(Sosok Baru)
Perkenalkan nama saya Abigel Hermawan sering di panggil juga Bigel.Saya bersekolah di salah satu SMA di Bandung,saya memiliki dua sahabat Andi dan Budi,kita bersahabat sudah sejak SMP meski demikian masalah percintaan tidak mengenal berapa lama,berapa jauh,bahkan seberapa dekat.
Cinta itu candu yang bisa membuat seseorang lupa apa saja.
Pada masa ajaran baru sekolah kami mendatangkan murid baru wanita yang begitu cantik jelita.Saya begitu mengagumi dari awal bertemu meski saya tidak berani menyapa.Kala itu saya berpapasan tepat di depan gerbang saat saya menunggu Andi.Tak lama Andi pun datang. "haii Bigel" sapa Andi. Saya pun menjawab"ayo cepat masuk sudah hampir bel"sambil menarik Andi masuk kedalam sekolah.
Andi adalah sahabat saya yang sangat digemari di sekolah,kulitnya yang putih,hidung yang mancung sungguh begitu tampan dan gagah nya dia.
Saya dan Andi berjalan menuju kelas,saat sedang berjalan dan mengobrol seperti biasa Budi datang dengan mengagetkan."Dorrrr "sapa Budi.kita pun begitu kaget sambil tertawa terbahak bahak.
entah lelucon macam apa itu menjadikan kita selalu tertawa terbahak bahak.
Setelah itu Budi mengatakan bahwa akan ada murid baru pindahan dari sekolah sebelah kata Budi. "Cowo apa cewe Bud" saut Andi. "kalo cewe cantik ngga Bud" saut saya.
Budi hanya diem senyum-senyum.entah apa yg dia sembunyikan.
Akhirnya kita sampai di kelas,saat itulah guru sudah ada di kelas untuk mengenalkan murid baru yang dibahas Budi.
Saya terkejut ternyata murid baru yang Budi maksud adalah wanita yang berpapasan dengan saya di gerbang,dan ternyata wanita itu sekelas dengan kita bertiga.
".Pagii Bu" sapa kami bertiga."pagiii silahkan masuk dan duduk di bangku masing-masing" jawab Bu guru.kami pun masuk dan duduk di bangku masing-masing.
tak lama murid baru itu mengenalkan dirinya.
"hai semua perkenalkan nama saya Ana aurela biasa di panggil Ana." haii Ana jawab anak-anak yang ada di kelas.
kemudian guru menyuruh Ana duduk didepan saya kebetulan ada anak yang duduk sendiri dan bangku disampingnya kosong.
ketika ana bejalan menuju bangku Andi menyapa"hai Ana salam kenal ya sambil tersenyum." Ana hanya mengangguk dan tersenyum malu.
Pelajaran pun dimulai,ternyata Ana begitu pintar dia bisa menjawab soal soal yang di berikan begitu cepat dan menjelaskan secara singkat dan tepat.
Saya yang awalnya hanya mengagumi kecantikan nya kali ini mulai tumbuh rasa begitu bahagia menatapnya.Saya pun mengumpulkan niat untuk menyapa dan mengobrol agar bisa lebih dekat dengan nya.
"kringgggggg" bel istirahat pun berbunyi,saya langsung mengajak Ana untuk ke kantin bareng,tapi sial Ana memilih pergi bersama Rani teman barunya di kelas.
Saya pun ke kantin bersama Andi dan Budi.kita pun berjalan mengendap-endap menuju kantin yang diluar sekolah.
Ana melihat Kami bertiga lalu ana bertanya ke Rani yang satu kelas dengan kami,"kenapa mereka keluar bukan nya sudah ada kantin di dalam sekolah,apakah itu diperbolehkan?."tidak aneh lagi untuk mereka,mereka selalu makan diluar sekolah biar bisa merokok," kata Rani.Ana pun menggeleng kan kepalanya.
Setelah 15 mnit kami akhirnya masuk kembali ke sekolah,dan saat berjalan menuju kelas tepat didepan kita berjalan pula Ana dan Rani."hai Ana"sapaku ana tersenyum,"Ana gak sendirian kali" sahut Rani. "Oh iya gimana si kamu Bi" kata Budi. "biasa kalo liat yang bening yang lain gak kliatan"sahut Andi. "maaf bukan seperti itu maksudku" saya pun mengelak sambil tersenyum.kami pun sampai di kelas untuk melanjutkan pembelajaran.
"Kringgggg kringgggg" bel berbunyi."hooree waktunya pulang"sahut anak anak di kelas.
dengan iseng saya mengajak Ana untuk pulang bareng karna kita searah.Ana menolak dengan senyum lalu berkata" lain kali ya takut nya sudah dijemput sama mamah" dengan senyum malu saya menjawab".Oke gpp " keluar kelas.
Sesampainya didepan gerbang saya melihat ana celingukan seperti orang bingung lalu saya pun menanyakan kepadanya,"kenapa bingung seperti itu ana?".Iya nih kayaknya mamahku lupa jemput anak nya deh"jawab ana. "Yasudah biar saya temani sampai mamahmu datang ya Ana takutnya masih dijalan terkena macet."saya mengambil kesempatan. "tidak apa-apa pulanglah saja duluan nanti sebentar lagi juga pasti datang mamahku". Ana menolak dengan halus."tak apa biar kutemani sampai mamahmu datang ya lagian ini sudah mulai sore ga baik cewe secantik kamu sendirian"saya sedikit menggoda Ana."yasudah tapi kalau nanti mamahku datang jangan berbicara yang macam-macam".jawab Ana sedikit mengancam.
Setelah menunggu sekitar 30 menit orang tua Ana tak kunjung datang saya yang akan pulang pun tak tega meninggalkan Ana sendirian di depan sekolah dengan keadaan begitu sepi karena semua siswa sudah pulang kerumh nya masing-masing.
Sayapun memberanikan diri untuk menawarkan tumpangan sampai rumahnya "Bagaimana ini hari sudah mulai gelap, apakah orangtuamu akan datang?" tanya saya kepada Ana."entah mungkin mereka lupa,atau sedang sibuk" jawab Ana."Coba telfon" saya menyuruh Ana."Hp saya sudah mati kehabisan baterai dari tadi" jawab Ana."Yasudah biar kuantar sampai rumah mu Ana saya tak tega melihat mu sendiri.Ana hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Saya menyalakan motor dan tibalah saat dimana jantung berdebar begitu kencang sampai-sampai keringet dingin bercucuran."Sial bagaimana bisa diriku segrogi ini didekat cwe"kata saya dalam hati.
"kamu ngga papa?" ana bertanya.dengan terbata bata saya menjawab" ngggapapa".Tapi kamu seperti orang sakit" tanya Ana sekali lagi."ngga papa Ana,saya hanya grogi satu motor dengan wanita secantik kamu"saya mencoba menggoda dan menengkan suasana hati saya.
"Gombalanmu receh sekali nak" jawab Ana Sambil tertawa.
Setelah sekitar 40 menit kita berkendara akhirnya sampai juga di rumah Ana.Saya bersalaman dengan orang tua Ana sekalian berpamitan untuk langsung pulang karena harus sudah gelap.
Diperjalanan pulang setelah mengantar ana saya seperti orang gila,entah kemana kewarasanku ini, apakah ini cinta bagaimana bisa cinta sebahagia ini padahal hanya karna hal sederhana.
jiki ini cinta,apakah cinta bisa hadir begitu cepat, apakah saya benar-benar jatuh cinta kepada ANA AURELIA sang murid baru yang begitu mengesankan hingga dapat membuat hati dan seluruh tubuh saya seakan terbang bersama perasaan cintanya.saya terus tersenyum mengingat-ingat yang terjadi pada hari ini.
Akhirnya saya sampai dirumh,karna jarak rumah saya dan Ana hanya kisaran 15-20 menit jika dihitung waktu, jadi saya tak sampai lama dijalan. Bodohnya saya masih saja terngiang-ngiang tentang Ana.Entahlah Ana seperti bahagia baru, semangat baru,dan cinta yang baru.
terkadang cinta datang tiba-tiba tanpa diminta, manusia biasa hanya mampu menjalaninya dengan baik agar dapat menjadi yang terbaik.
Part 2 (Perasaan Budi)
Setelah beberapa minggu akhirnya saya mulai lebih dekat dengan Ana namun ada yang janggal dari itu,saya merasa sikap Budi berbeda dia menjadi pendiam seperti menyembunyikan sesuatu.
Suatu hari sepulang sekolah saya bertanya kepada Budi. "Ada apa denganmu Bud? apakah kamu baik baik saja?" tanya saya kepada Budi. "Tidak ada apa apa"jawab Budi sambil menghindar berjalan cepat meninggalkan saya.Keesokan harinya saya bertanya kepada Andi."Ada apa dengan Budi apakah dia cerita ke kamu dia kenapa?" tanya saya kepada Andi. "yaelah anak itu sering memperhatikan Ana belakangn ini mungkin dia cemburu Ana lebih dekat dengan kamu Bi" jawab Andi.
"ah sial ternyata dia juga punya perasaan kepada ada"bicara ku dalam hati.
,"bagaimana denganmu dan Ana bi?apakah sudah jadian."sambil tersenyum menuduh Andi bertanya.
"ngga belum saya cuma punya komitmen untuk saling jaga hati,saya punya dia dan dia punya saya" jawabku kepada Andi.
"lalu bagaimana dengan Budi ya?"tanya ku kepada Andi. "tenang saja nanti dia jug sembuh sendiri"jawab Andi dengan tertawa.
Tak bisa dihindari tenyata cinta mulai masuk kedalam persahabatan apakah akan merusaknya,atau akan membuatnya menjadi semakin erat?
Hati tidak bisa berbohong saya mencintai nya tapi bagaimana dengan sahabat saya? apakah pantas saya menari tertawa bahagia karna cinta, sedangkan sahabat saya merenung tersiksa menahan gejolak cinta yang tak terjawab.Saya hanya berharap semoga kita bisa lekas bersama dan saling menerima kenyataan meskipun itu tidak sesuai harapan.
Part 3 (Keikhlasan)
Setelah beberapa hari saya tidak bertemu dengan Budi,Budi yang bisaanya tidak masuk kelas pasti ada di warung tempat kami nongkrong ternyata dia juga tidak ada disana,tak banyak pikir saya pun mencari kerumah nya dan benar dia ada dirumh tepat di kamar dengan berbaring seperti manusia yang tidak memiliki gairah untuk hidup.
Pelan pelan saya berbicara kepada Budi meski dia cuma diam dengan pura pura tak mendengar saya.
sampailah di ujung perbincangan sebelum pergi saya berkata kepada Budi,"jika kamu mencintai dia kejar saja,saya ikhlas jika itu membuat sahabat saya bahagia maka lakukanlah,tapi jangan paksa dia jika tidak mau bersamamu karna sejati cinta adalah ketulusan hati untuk menerima dengan lapang lalu melepaskan dengan ikhlas."Budi melirikku lalu berkata",apa yang kamu bicarakan Bigel,saya memang mencintainya tapi saya tidak akan melawan takdir untuk mendapatkannya."
Dengan perkataan Budi yang seperti itu saya pun berpikir untuk melepaskan saja Ana tapi bagaimana dengan perasaan Ana, apakah saya akan tega melepaskannya hmmm pikiran itu menganggu sampai sampai saya tak sadar jika malam telah berlalu terganti oleh pagi saya pun siap siap untuk kesekolah dan menemui Ana untuk membahas permasalahan ini.
seperti biasa saya menjemput Ana untuk kesekolah bareng."Sial mataku sangat berat,gara gara mikirin Perasaan Budi dan Ana saya sampai lupa untuk tidur."dalam hati berkata sembari menahan kantuk.
sesampainya dirumh Ana tenyata Ana sudah berada didapn rumah menunggu saya,"selamat pagi wanitaku"sapaku sambil tertawa. lalu Ana menjawab,"lama banget si yang,ayo cepet sudah telat nih."
"'iya maap yang aku masih ngantuk banget jadi ga bisa cepet di jln nya"jawab ku kepada Ana sambil menguap.
"yasudah ayo,emng kamu ga tidur semalam?
emang ngapain biasanya juga tidur gasik." tanya Ana
"gak kemana-mana cuma lagi susah tidur ajah."jawab saya.
Saya terdiam memikirkan bagaimana cara mengatakan yang sebenarnya tentang perasaan Budi kepada Ana,saya takut menyakiti Ana,tapi saya juga tidak bisa melihat Budi sahabat saya menderita karena cinta.
Serumit ini kah cinta, bagaimana bisa kita mencintai satu wanita yang sama.
jika saya memilih Ana bagaimana dengan Budi yang sudah bertahun tahun bersahabat dengan saya,apakah saya akan merusaknya persahabatan itu?
tapi jika saya memilih meninggalkan Ana bagaimana dengan perasaannya, apakah cinta tercipta atas luka,atau memang cinta hanyalah patah hati yang tertunda,lalu bagaimana dengan bahagia yang tercipta apakah itu awalan dari derita?
bagaimana ini saya benar-benar dilema dibuat nya.
Tibalah saat dimana saya akan mengatakan semuanya kebetulan saya bersama Budi dan Andi tepat sepulang sekolah.
Saya berbicara secara perlahan kepada Ana,
".Ana Aurelia maaf adalah hal yang bisa saya ucapkan kali ini dan terimakasih telah mau menerima saya dalam kehidupanmu.",
ucap saya kepada Ana dengan terbata bata.
,"Ada apa yang,ko tiba tiba minta maaf kaya gini?,"
jawab Ana kebingungan.
",Demi menjaga perasaan sahabatku maaf ya Ana saya harus melepas kamu,saya tau ini menyakitkan tapi percayalah tidak ada niatan dari saya menyakiti hati kamu."saya berkata tanpa berani menatap wajah Ana.
Ternyata diam-diam Ana pun sudah tau bahwa sahabat saya Budi mencintainya sudah dari lama namun Ana berkata jika tidak akan menyaka bakalan menjadi masalah yang membuat saya dan Ana harus berpisah.
Ana menangis sambil memeluk Rani yang juga ada disana.
Saya mendekat Ana dan mencium kening nya lalu berpamitan untuk pergi.
Ana terus saja menangis sambil meminta agar hubungan ini tidak berakhir.Lalu saya berkata sekarang masing-masing saja dulu sampai nanti semua baik-baik saja,sejatinya tidak ada yang berpisah kita hanya terbatas saja,toh jika kamu memang jodohku maka kamu akan kembali kepadak.Ana temuiku dititik terbaik menurut takdir karena aku ttp mencintaimu."saya berkata sambil tersenyum menutup kesedihan lalu berjalan menjauh dari Ana.
Siapa yang siap jika harus berpisah secara tiba-tiba apalagi dengan perasaa yang masih sangat dalam.
Demi persahabatan saya melepaskan cinta yang merubah dunia saya,Ana Aurelia pertemuan selanjutnya kamu akan tetap menjadi milikmu bahkan jika ada ribuan lelaki yang mengejarmu.
Bersambung..