Chanyeol masih tertunduk dalam menahan isak.
Memukul mukul dadanya sendiri merasa sesak.
(Kenapa?Kenapa ini terjadi padaku?
Pembunuhan karakter ini benar benar seperti membunuhku!!)
"Hey...Aku disini,Channie..." Seulgi mengelus lembut lengan Chanyeol.
Menariknya sedikit menahan Chanyeol memukuli dirinya sendiri.
Chanyeol menarik nafas berat.
Menoleh menatap Seulgi di sisinya.
"Apa kamu percaya gosip itu?
Kenapa kamu masih disini?
Seluruh Korea saat ini membenciku!"
Seulgi menggeleng memeluk erat Chanyeol.
Mengelus lembut punggung Chanyeol mencoba menenangkan.
"Hey...Kamu adalah Channie-ku.
Aku percaya Channie-ku adalah lelaki terbaik untukku.
Aku tidak percaya mulut sampah hater yang membencimu.
Oh tidak!
Kamu bilang sendiri penyebar rumor itu adalah temanmu.
Ya...Aku percaya semua isi mulut dari temanmu yang menyebar rumor itu adalah sampah semua.
Bahkan muntahan kucing mungkin lebih baik daripada isi omongan yang menyebar rumor itu."
Seulgi menangkup wajah Chanyeol.
Berkata tegas di hadapannya.
"Dan kamu...
Channie-ku.
Kata siapa seluruh Korea membencimu?
Kalau begitu aku siapa?
Aku orang Korea dan aku tidak membencimu.
Hmm...Lebih tepatnya.
Aku mencintaimu.
Aku kekasihmu!
Tidak ada kata benci untukmu dari aku!
Jangan keluarkan kewarganegaraan aku sebagai orang Korea!
Aku marah lah!
Kalau kamu katakan 'Seluruh Korea membenciku..'
Uh!!!"
Chanyeol menggeleng tidak percaya.
"Aku baca semua, Seulgi.
Kamu tahu pasti aku suka sekali memantau SNS.
Seluruh dunia seperti mengatakan kalau aku tukang selingkuh.
Mereka percaya isu aku berselingkuh 10 kali.
Dan mereka meninggalkan aku bersama sama.
Mereka massive jalan bersama pergi membalikkan badan dari menjadi penggemarku."
Seulgi bangun dari duduknya.
Memeluk kepala Chanyeol.
Dia sendiri juga shock.
Tapi dia orang pertama yang diberi penjelasan oleh Chanyeol tentang isu ini saat pertama naik ke media.
"My Channie.."
Seulgi benar benar menahan dirinya untuk bicara ataupun menanggapi isu ini.
Melihat Chanyeol terpukul dan terpuruk begini membuatnya gatal ingin berteriak menjelaskan pada dunia.
Namun Chanyeol melarangnya mengajukan sikap menanggapi isu ini.
"Aku disini ,Chan.
Aku akan selalu percaya kamu.
Apapun yang terjadi nanti.
Aku akan disini ,Chan.."
"Seulgi..Kamu sudah disini 3hari berturut-turut.
Lebih baik kamu sekarang pulang dan tinggalkan aku sendiri."
Chanyeol mendorong pelan Seulgi.
"Tidak.
Aku tidak akan pergi.
Aku disini 3 hari bukan sekedar duduk atau tidur disini.
Aku memantaumu.
Kamu tahu betapa khawatirnya keluargamu?
Khawatirnya Leadermu?"
Chanyeol tersenyum tipis getir.
"Kamu tenang saja.
Tidak akan ada yang terjadi nanti.
Aku akan disini saja."
"Tidak!
Aku akan disini hingga aku sendiri yang memutuskan nanti kapan aku akan pergi dari sini!"
Seulgi menggeleng keras.
Semua bayangan mengerikan saat Chanyeol terpuruk begini benar benar membayanginya.
Meninggalkan Chanyeol sendiri adalah pilihan terakhirnya.
Tidak akan!
Tidak akan pernah!
Chanyeol tertunduk lebih dalam.
"Lihatlah.
Aku benar benar pria buruk.
Bahkan jiwaku saja masih labil.
Hingga kekasihku sendiri memantauku ketat saat ini karena khawatir."
Seulgi kini mulai meneteskan air mata.
"Chan..My Chan.."
Chanyeol mengangkat wajahnya tersentak kaget mendapati Seulgi mulai menangis.
"Seulgi!Kenapa?"
"Chan..Kamu adalah pria baik.
Kamu seperti ini.
Terpuruk dan labil..
Itu karena si mulut sampah yang merusak dirimu.
Membunuh image kebaikan dirimu yang tidak tersentuh..."
Seulgi mengusap air matanya.
"Aku yang masih disini sebagai kekasihmu tanpa banyak orang tahu.
Aku yang beberapa kali memutuskan hubungan ini karena jengah dengan baiknya dirimu.
Aku yang bahkan cemburu dengan kebaikan kamu ke manusia yang entah siapa lagi dia atau mereka yang aku tidak tahu.
Aku berjanji akan menerima dirimu dan seluruh masalahmu sejak kita kembali bersama."
Chanyeol tertawa getir.
"Harusnya memang paling baik dan benar kalau kamu meninggalkan aku sejak saat itu.
Jadi saat isu ini naik sekarang.
Kamu akan bebas tanpa bebanku."
Seulgi menyibak rambut Chanyeol ke belakang.
Menatap wajah Chanyeol lebih dekat.
Mengerjap sesaat kemudian mengecup bibir Chanyeol.
"Kita kembali bersama karena kamu berjanji berkomitmen jelas mencintai aku.
Aku akan selalu jadi tempat kembali untukmu.
Aku juga berjanji.
Akan menerima tawamu dan bebanmu.
Karena kamu juga berjanji akan membagi bebanmu padaku.
Kamu ingat?"
"Aku ingat.
Buruknya aku dulu juga masih jelas di ingatanku.
Aku banyak meninggalkan kamu.
Lebih mementingkan kesenangan diri sendiri.
Ah..memang benar temanku itu.
Aku pria terburuk di Korea.
di anggap berselingkuh pun rasanya layak.
Lihatlah.
Kekasih sendiri saja di abaikan..."
Seulgi mengelus pipi Chanyeol mencium bibirnya menghentikan racauan Chanyeol.
"Aku tidak terima nama baik kekasihku di rendahkan.
Jangan anggap rendah pacarku!ya!"
Seulgi menjawil hidung Chanyeol.
Akhirnya Chanyeol tersenyum kecil.
"Dan jangan pernah coba coba menghilangkan senyum itu dari wajah pacarku!"
Seulgi mengelus bibir Chanyeol.
"Jadi kekasihku adalah kutukan bagimu mungkin, Seulgi.."
Seulgi memandang galak Chanyeol.
"Jadi kekasih Park Chanyeol adalah bagian terbaik dari hidupku.
Seorang anak kebanggaan keluarga.
Seorang teman yang selalu perduli.
Seorang kekasih yang akan memberikan apapun untuknya.
Jangan anggap remeh Park Chanyeol ku ya!"
Seulgi meninju pelan dada Chanyeol.
Chanyeol hanya mengangguk tersenyum.
Seulgi sedikit lega melihat Chanyeol sudah mulai tersenyum.
Sudah 3 hari sejak isu di media terangkat.
Chanyeol benar benar murung.
Namun kini.. setidaknya sudah ada kemajuan dengan Chanyeol mulai tersenyum.
---------------
"Bagaimana, Seulgi?"
Beberapa orang di hadapan Seulgi sudah berdiri di depan pintu bertanya serius.
"Masuklah."
Seulgi mempersilahkan beberapa teman Chanyeol masuk.
"Tadi Channie masih mandi.
Sebentar lagi juga dia kesini."
"Apa dia sudah lebih baik?"
Seulgi mengangguk.
"Ya...kalian tidak usah khawatir.
Chanyeol akan bicara langsung dengan kalian sebentar lagi."
"Ah..Hai ...kalian sudah datang?
Bagaimana kabar kalian?"
Chanyeol baru memasuki ruang tamu.
Menghampiri para tamu lalu duduk di sebelah Seulgi.
"Kami baik..Kami benar benar khawatir denganmu.."
"Oh..tenang saja ...
Aku sudah lebih baik.
Ya..aku mengerti sekali bagaimana ini semua harus dihadapi."
"Soal itu..
Sebenarnya kami sudah siap dengan tim pengacara."
"Oh ya.Aku tahu.
Ya...tapi seperti kemarin kita diskusikan."
"Ya..kamu benar..Lalu..."
"Aku akan bersabar disini..
Kurasa semua akan membaik seiring waktu."
"Tapi...rasanya kalaupun bisa semua membaik.
Pandangan publik padamu.."
"Hyung.. Aku punya kalian.
Aku punya keluarga terbaik yang percaya padaku.
Teman terbaik yang mendukung aku."
Chanyeol menoleh ke sebelahnya menatap Seulgi.
"Aku punya kekasih tercinta yang melindungiku.
Aku tidak butuh dunia.
Duniaku sendiri sudah ada dan mendukung aku.
Aku tidak akan meminta lebih."
"Baiklah..Kalau begitu semua beres.
Tetap bersabarlah ,Chan..
Dan hubungi kami terus ya.."
Chanyeol menegakkan duduknya.
"Eh..Hyung.. sebenarnya...ada sesuatu yang mau aku lakukan.
Bisakah aku minta tolong sedikit."
"Apa,Chan? katakanlah.."
"Aku khawatir dengan penggemarku yang mendukungku.
Rasanya aku melihat mereka juga terpuruk.
Itu membuatku sedih.
Mmmm bisakah...bisakah kalian menanggapi pertanyaan mereka sedikit saja kode..."
"Kode?"
"Ya..hanya kode kecil seperti like komen atau beri pernyataan.
Aku baik baik saja..."
"Ahh...ya aku mengerti..
Baiklah..aku akan berpikir bagaimana memberi kode ke mereka tanpa secara gamblang menyebut dirimu."
"Benarkah bisa begitu?
Apa kalian mau melakukannya untukku?"
Chanyeol tersenyum lebar.
"Tentu saja..Kami akan melakukannya.
Dan kami juga tahu..
Penggemar yang mendukungmu juga tidak main main.
Kami semua akan mendukungmu,Chan.."
Chanyeol bernafas lega.
Merangkul Seulgi di sebelahnya yang juga tersenyum lebar.
"Terima kasih.
Terima kasih kalian semua..
Tidak akan pernah cukup ucapan terima kasihku untuk kalian.."
-------------
Seulgi membawa pizza ke hadapan Chanyeol.
"Yup!Pizza untuk yang tersayang sayangku
Park Chanyeol!"
Seulgi menoleh menatap Chanyeol serius.
"Hey kamu!Jangan sedih sedih lagi!"
Chanyeol menarik lengan Seulgi.
"Hey sudahlah!Ayo duduk!
Aku mau nonton TV.."
Seulgi mengambil sepotong pizza.
Lalu duduk di sebelah Chanyeol.
"Hmmm..wakanwah!!!wasih wangaatt!!"
Katanya sambil melahap pizza.
"Ih!Babe!makan dulu baru ngomong!
astaga..."
Chanyeol protes.
Seulgi mengunyah pizza nya hingga habis.
Baru kembali bicara.
"Hey,Baby...makan!
Aku tidak mau gendut sendiri!"
"Iya...iya...aku makan.."
Chanyeol akhirnya mengambil pizza dan melahapnya.
"Channie...Apa kamu ingat waktu pertama kali kita berselisih paham?"
Chanyeol menggeleng.
"Hehe..aku lupa.." 😅
"Ih!kamu ini!
makanya beberapa kali aku minta putus ya begini.
Kamu terlalu tidak perduli.."🙄
"Ya...bukan salahku toh kamu tidak pernah bicara minta sesuatu.."
"Ya aku tidak meminta bukan berarti aku tidak mau.."
"Tapi memang kamu tidak pernah minta apapun!"
"Ya aku.. tapi kan mau kamu memberi apapun yang kamu bisa beri.."
"Bagaimana aku akan memberi kamu sesuatu kalau kamu tidak pernah minta?!"
"Kamu bisa beri aku apa saja.Aku tidak akan protes!"
"Tapi aku tidak mengerti kamu mau apa.."
"Ya kamu tinggal beri saja..apa susahnya.."
"Eh..apa kita akan flashback sekedar mengingat atau ...kita akan bertengkar karena kenangan ?
Karena aku tidak siap dengan suasana bertengkar kalau kita memang mau 'bertengkar' .."
Seulgi akhirnya tersadar dan mulai tertawa.
"Hhh..memang susah ya...punya kekasih terlalu biasa senang sendiri.
Dia bingung sendiri menyenangkan kekasihnya.."
Chanyeol cemberut.
"Kamu terlalu mandiri sih...
Kamu bisa mendapatkan apapun sendiri.
Kamu bisa berdiri sendiri.
Tapi kamu menerimaku sebagai kekasihmu.
Jadi aku bingung mau kasih hadiah apa.."
"Hadiah terbaik di hidupku adalah kamu.
Channie ku.."
Seulgi mengecup pipi Chanyeol.
"Dan aku akan selalu di sini.
Jadi kekasihmu.
Teman atau siapapun bagimu..
Kamu tetap, Channie-ku!"
Seulgi mencubit gemas pipi Chanyeol.
"Kamu Seulgi.
Seorang Kang Seulgi,member Red Velvet..
Mintalah apapun padaku.
Seperti janjiku.
Aku akan penuhi dalam sekejap mata!"
Seulgi berpikir sejenak.
"Saat ini..
aku cuma minta.
Park Chanyeol ku tersenyum."
"Aku akan terus tersenyum,Baby.."
Chanyeol mengelus rambut Seulgi.
Tetaplah di sisiku selalu..
Biar seperti ini untuk selamanya.
be with you ...