Disini lah aku sekarang, disebuah gedung mewah yang penuh riasan bunga indah.
Yah disini lah aku di tengah orang-orang yang sedang bahagia atas bersatu nya pria dan wanita yang kini bersanding di atas pelaminan.
namun ditengah kebahagian mereka ada seseorang yang harus menahan tangis.
lalu siapakah orang itu? kenapa dia harus menahan tangis? apakah dia orang yang sangat amat bahagia atas pernikahan ini? atau dia orang yang terharu karena mereka itu bersatu?
jika saja ada orang yang bertanya begitu maka akan ku jawab dengan tegas, bukan menahan tangis haru, bukan menahan tangis bahagia, tapi karena harus terluka hati karena ter khianati janji.
Namun apa hubungan nya dengan pernikahan mereka? kakak mu dan sahabat mu.
biar ku ceritakan
Flashback on
" ca...caca...woy budeg? gue mau ngomong lo dengerin ya" teriak laki-laki di dekat kuping gadis yang di panggil nya caca itu
"apa sih lu teriak-teriak deket kuping, gue gak budeg kali" marah gadis yang bernama asli caca kalista itu.
"lah kirain budeg, soal nya di panggil-panggil kagak nyaut-nyaut" ucap laki-laki itu cengengesan, yang mendapat pelototan dari caca.
"lo mau apa, mau ngomong apa hah? cepet gue mau balik nih besok kan gue berangkat, mau cek barang takut ada yang ketinggalan" ucap caca
"kalo lu masih gak ngomong gue pulang deh! lama, lu mingkem mulu" lanjut caca karena cowok di pinggir nya itu lohmalah diam seraya menimang-nimang sesuatu padahal dia yang tadi teriak-teriak di deket kuping nya yang katanya mau ngomong minta di dengerin.
"lo besok kan berangkat gue cuman gak mau terus mendem perasaan gue ini" deon menjeda ucapan nya "gue sayang sama lo ca, bukan sekedar sayang antar sahabat tapii...sayang gue ini bisa disebut cinta" lanjutnya
sementara caca hanya diam mematung mendengar pengakuan sahabat dari kecil nya itu, bibirnya mengatup, lidahnya terasa kelu untuk berbicara.
Apakah perasaan nya juga sama terhadap deon, dia memang selalu nyaman bila bersama sahabat nya itu ada rasa sayang juga yang besar, tapi apakah ini cinta atau hanya kenyamanan dan rasa sayang biasa karena mereka selalu terbiasa bersama...
pikiran dan hatinya terus berperang dalam lamunan nya, hingga....
"ca..caca...yah ngelamun dia"
"cacaaa....." teriak deon
"hemm, apa?" jawaban dengan pertanyaan di lontarkan oleh mulut caca
"ck malah ngelamun, jadi gimana ca? perasaan lo sama gak?" tanya deon
"gak tau, tapi gue nyaman banget kalo sama lu" balas caca, yang membuat deon tersenyum dan kedua tangan nya diletakan di kedua pipi caca
"dengerin yah ca, aku bakal nunggu kamu sampe pulang, aku bakal sukses terus janji lamar kamu dan nikahin kamu, pokok nya kita harus jaga perasaan kita tetap utuh walau kita jauh, jangan lupa jaga komunikasi juga itu yang terpenting, dan sekarang panggil nya aku kamu yah,,, " janji seorang pemuda 18 tahun yang sangat meyakinkan bagi gadis yang seumuran dengannya
"iyah" ucap caca singkat namun penuh dengan keyakinan, hingga terbit lah seyum di keduanya.
Waktu terus berjalan, hari terus berganti...
caca telah pergi ke london untuk menerukan sekolah dan menggapai impiannya.
sementara deon meneruskan pendidikan nya di negri sendiri sembari merintis bisnis yang berkembang pesat.
3½ sudah mereka menjalani hubungan tanpa status namun berlandaskan janji....
Namun sudah beberapa minggu akhir-akhir ini deon tidak menelpon caca, padahal biasa nya deon lah yang paling sering menelpon duluan hanya untuk bilang kangen atau menanyakan hal-hal ringan seperti sudah makan belum?
sudah mandi belum?
namun sudah beberapa minggu ini iya tak menelpon dan tak mengangkat telpon dari caca, hanya ada chat masuk " jangan telpon aku dulu, lagi sibuk"
hanya itu chat terakhir dari deon sebelum dia menghilang
3 bulan berlalu deon tak pernah lagi menelpon caca atau sekedar mengirim pesan singkat, sudah ratusan kali telpon caca tak pernah di angkat bahkan seringkali di rejeck. pesan caca pun hanya di baca namun di abaikan tanpa ada balasan walau hanya satu hurup saja.
Khawatir pasti, pikiran buruk mungkin sudah kemana-mana namun caca terus menepisnya dengan meyakinkan diri bahwa mungkin deon sibuk karena tugas akhir kuliah dan usahanya yang memang sudah berkembang.
Caca ingin pulang, ingin menemui deon pasti bahkan sangat, tapi sekarang dia sedang mengerjakan tugas akhir kuliah nya, agar dia segera lulus dan menemui deon serta menagih janji deon kepadanya....
Caca selalu tersenyum jika mengingat janji deon kepadanya...ia berharap bisa cepat lulus dan pulang ke negri nya untuk menemui orang-orang yang dia cintai.
hari terus berganti sangat lambat bagi orang yang sedang menunggu dan di landa rindu...
hari ini, hari yang paling di tunggu-tunggu oleh caca bukan karena ia ulang tahun, tapi hari ini adalah hari kepulangannya ke tanah air setelah ia di nyatakan lulus, belum wisuda memang tapi ia akan pulang dan membawa kabar kelulusan nya kepada keluarga dan tentunya deon, agar mereka akan datang jika ia di wisuda nanti, ia pulang tanpa memberi kabar biar suprise pikir nya...
tepat pukul tujuh malam ia sudah ada di depan pintu rumah nya, dengan hati yang berdebar senang caca mengetuk pintu rumah nya..
"bi bukain pintu, kayak nya ada tamu" ucap mamah caca
" iya nyonya" jawab pembantu itu dengan sedikit berlari ia membuka pintu....terkejut itulah yang di alami bik surti (nama pembantu itu)
" siapa bik?" tanya mama caca karena tak membalas juga ia menghampiri tamu itu
"caca!!! ini kamu nak?" ucap mama caca yang amat terkejut dengan kepulangan anak nya, dia memeluk erat anak gadis nya itu
"papa.....sasa.. caca pulangg" teriak mama caca
mereka langsung berkumpul
"caca kamu pulang nak, kenapa gak bilang padahal papah jemput di bandara" ucap papah sembari meluk anak nya itu yang di balas cengiran oleh caca
"kembaran ku pulang niih" ucap sasa
caca memang mempunyai kembaran bernama sasa kalista mereka cuman beda 1 jam aja dan sasa adalah kakanya.
"hhheehhee iya kak" ucap caca dengan kekehan nya namun kekehan nya berhenti saat melihat perut sasa yang besar, mata caca membulat
"kaka lagi hamil" caca yang terkejut bersuara sangat keras
" ck, berisik tau tu mulut kaya toa kalo bersuara" ucap sasa karena kuping berdengung mendengar suara caca
"iiihhh kakak, kan aku kaget liat kaka hamil, kapan kaka nikah? sama siapa? kok aku gak di suruh pulang sih? pas pulang tau-tau udah gede aja tu perut" tanya caca beruntun
" atu-atu dong kalo nanya, ini udah enam bulan" ucap sasa sambil mengelus perut nya
" kaka nikah baru 5 bulan" lanjut nya
"kaka nika-"
" hah gimana bisa nikah baru lima bulan, hamil, udah enam bulan" caca memotong ucapan sasa
"udah ceritanya di dalam aja, kamu pasti cape istirahat dulu, nanti malem baru cerita" ucap mamah caca
mereka pun masuk kembali kedalam rumah begitupun caca yang masuk ke kamar nya hendak membersih kan diri dan beristirahat setelah lelah menempuh perjalanan jauh
"aku kangen kamu deon, pokok nya besok aku bakal ke rumah kamu, pasti kamu kaget" batin caca bermonolog
malam pun tiba setelah makan malam, semuanya tengah berkumpul, caca yang sudah tak sabar mendengar cerita tentang asal-usul kehamilannya sasa, dari tadi merengek minta penjelasan kenapa ia tak di beritahu saat sasa menikah
" kaka nikahnya juga sederhana ca, cuman keluarga inti aja yang tau, kalo resepsi nya belum rencana nya kalo dede bayi nya udah lahir" ucap sasa
"terus kok kaka hami-" ucapan caca terpotong
"hamil duluan, sebenernya sih ini cuman kesalahan ca, waktu itu kaka lagi ikut pesta bareng temen-temen, kaka mabuk, entah siapa yang kasih minuman beralkohol itu, terus pas bangun udah ada laki-laki di samping kaka yang sama-sama telanjang" caca dengan serius nya mendengar cerita kaka nya itu, sungguh malang nasib kembaran nya itu
mereka di ruang tamu berdua sementara ayah dan ibu nya sudah masuk kamar duluan
"kita sama-sama bingung waktu itu, kita sering kontekan karena takut kaka hamil, eh bener ternyata kaka hamil, 1 bulan usia kandungan , terus dia nikahin kaka deh, tapi tenang aja kita kan udah sama-sama kenal jadi kaka udah sayang sama dia, tapi kayak nya dia belum deh, tapi dia perhatian kok"
"emang siapa sih kak? suami kaka" tanya caca yang memang penasaran banget
" kamu pasti kenal, kenal banget malahan, dia itu sa-"
tin...tin..
" nah tuh pulang suami kaka" ucap sasa semari berenjak dari duduk nya, sementara caca hanya diam menunggu suami sang kaka masuk
"udah pulang mas, sini aku bawain tas nya"
"gak perlu biar mas aja, ini berat kamu gak boleh cape-capean" setidak nya itulah yang terdengar oleh telinga caca, namun ada yang aneh dengan suara itu mengapa, suara laki-laki itu sama dengan orang yang saat ini sedang di rindukan caca, ah mungkin caca terlalu merindukannya...
mereka msuk beriringan
" oh iya mas caca udah pulang loh dari london" ucap caca pada suaminya, seketika suaminya itu diam hatinya mulai berdebar, keringat dingin mulai bercucuran,,,
"sahabat karib kamu pulang tuh mau sapa langsung atau nanti aja?" tanya sasa
"kamu kenapa mas kok kayak tegang?"
"hah?" jawab nya
"hallo kaka ipar aku caca kembaran nya sasa cuman beda sat-" ucap caca menghampiri kembaran nya dan kaka iparnya itu
"deon.." cicit caca bagai di sambar petir, dadanya sesak, hati nya sakit, matanya memanas, sungguh menyakitkan
" ca.." ucap deon pelan
air mata caca luruh seketika, ke setian nya terkhianati, rindunya tak berarti, penantian nya terhabisi
Flashback off
cukup sudah kesedihan ku kini, air mata ku sudah mengering, semua rencana masa depan ku telah hancur, penjelasan sudah berkali-kali kudapatkan, kata penyesalan sudah sering ia ucapkan, kata maaf sering kali ku dengar kan dari mulut nya, namun takdir tak dapat di ubah.
Biar lah aku tak mengapa, hari ini akan ku lepas rasa, aku kukubur kenangan, akan ku usir cinta
akan ku lepas kau janji.
karena kini JANJI hanya tinggal JANJI