aku berada di dalam pesta topeng sahabatku erik, sudah 1 jam aku disini namun, aku tidak menemukannya. banyak dari tamu yg di undang tidak saling mengenali karna peraturan dalam undangan, tidak boleh mengungkapkan nama asli.
kebetulan sedari tadi sepertinya aku hanya sendirian dan berusaha menghindari kerumunan sambil mengamati dan menikmati pesta ulang tahun erik yg ke 23th, kado lukisan yg aku buat selalu aku bawa dan tidak akan aku tinggalkan, aku melukisnya secara diam2 saat ia sedang melamun dari balik jendela kamarnya 😊 kebetulan rumah kami bersebelahan dan jendela kamarnya tepat ber hadapan dengan jendela kamarku.
aku berteman dengannya sejak usiaku 10th ketika aku pindah ke daerah ini, dengan ramah ia menghampiriku dan menolongku saat aku terjatuh membawa papan2 gambarku, sejak saat itu kami berteman sampai saat ini, walaupun seiring waktu...perasaan itu lebih dari sekedar teman jg sahabat, namun...aku memilih untuk diam tidak memberitahunya, karna cinta tidak harus memiliki walaupun sakit melihat ia mencintai wanita lain yg sampai saat ini aku tidak pernah dikenalkan olehnya.
Tj selaku Mc di acara ini menyampaikan bila ada permainan hide & seek (petak umpet) dengan beberapa peraturan konyol ya...namanya juga untuk seru2an. Tj mengatakan bila setiap tempat persembunyian ada kamera pengawas yg dilengkapi oleh mic, jd perkataan qt akan terdengar, setiap lagu play date di putar selama 30 detik setiap yg bersembunyi wajib saling berciuman, entah mereka kenal atau tidak, sejenis atau tidak dan bagi yg melanggar penjaga akan menjemputnya dan akan kena hukuman, yakni bertelanjang dada di hujan salju selama 10 menit, bagiku 5menit pun aku tidak kuat, siapa juga yg bisa bertahan di cuaca -5 derajat seperti ini, oya setiap peserta dilarang bicara di dalam persembunyian karna nanti ada sesi ungkapan perasaan, bagi peserta yg memulai permainan sebelum waktu yg di tentukan maka akan kena hukuman tersebut.
tepat pukul 11 malam lampu seluruh vila di matikan, kami berpencar mencari tempat persembunyian masing2, aku berlari ke arah ruangan yg sepertinya itu gudang dan ada lemari besar sudah ditutupi oleh kain putih, aku masuk dan syukurlah ada kamera pengawas di dalamnya jadi tempat ini memang aman untuk bersembunyi.
"kreek" pintu lemari terbuka, aku menahan nafas dan tetap diam, ternyata ia ingin bersembunyi di tempat ku, lalu kami saling berbagi tempat dan terdiam.
"dimana kau tikus kecil ku" suara sang penjaga terdengar di seluruh ruangan.
"jack, nicole kalian tertangkap"
"akh sial...kenapa ibuku meneleponku di saat sperti ini"
"tanyakan saja pada ayahmu" ledek sang penjaga kepada nicole.
"guys jangan sampe tertangkap seperti kami".
10 menit telah berlangsung, udara sangat pengap namun begitu hangat, lagu play date diputar oleh Tj dan seluruh peserta saling berciuman, ada yg sesama ada juga yg lawan jenis.
pasangan persembunyianku mulai mendekat, aku tidak begitu mengenali apakah ia perempuan atau laki2, namun aroma tubuh ini sepertinya ia eric, bibirnya mulai menyentuh bibirku, sedikit bergetar ia coba untuk memberanikan diri untuk membuka bibirku, namun aku menutupnya, karna ku tau ia sudah memiliki kekasih dan aku tau ini begitu konyol dilakukan, erik terdiam namun bibir kami saling menempel sampai waktu yg ditentukan.
"jane, anna aku menangkap mu"
"kenapa?kami melakukannya sesuai permainan"
"tapi kalian terlalu bersemangat 🤣 lagunya sudah selesai dan kalian masih menikmatinya"
"sial, guys jangan terbawa hasrat kalian ya...nanti seperti kami hihihi"
"gadis nakal...lanjutkan permainan".
penjaga mulai berkeliling kembali terdengar lagu play date berputar, erik terdiam karna ia tau aku menolaknya, aku tidak ingin masuk angin di tengah hujan salju seperti ini.
lalu aku mulai mendekatinya dan mencoba dengan ragu untuk menciumnya, perlahan lembut aku menempelkan bibirku padanya, nafas kami saling terasa sedikit terpacu seirama dengan jantung kami yg berdegup kencang, entah bagaimana bila ia tau ini aku sahabatnya, mungkin ia akan menjauh dariku...
"hei boys...tidak bermain pedang pada saat seperti ini" Tj mengingatkan
"aku menjemputmu kawan"
"heii..baru saja kami ingin mulai"
"mulailah di ruangan lain kevin, steve"
"aku akan menusuk pantat mu david, yeah"
"itu menyeramkan".
suara penjaga yg ternyata teman SMA kami dulu David 🤭.
lagu sofia-clario terdengar
"nyatakan perasaan kalian, mic akan menyala secara bergantian" jelas Tj.
mic pun menyala secara bergantian di masing2 ruangan persembunyian.
"aku mencintaimu ayah"
"aku mencintaimu ibu" lalu mereka berciuman.
"wohooo...ternyata ada sepasang orang tua dalam permainan ini" ledek Tj.
kami semua mengetahui hanya pasangan libela dan hans saja yg memiliki julukan seperti itu.
"aku menagih utang mu roby"
"akan ku bayar dengan tubuhku Mandy, khusus untuk mu...gratis, yg lain kalau mau bayar ya"
"wohooo aku terlalu polos untuk mendengarnya" sahut Tj.
"aku memiliki perasaan yh lebih dari sekedar teman atau pun sahabat, sejak 13th yg lalu kita bertemu, sejak saat itu aku menyukaimu dan kini mencintaimu...aku berpura2 memiliki kekasih yg sebenarnya itu adalah dirimu sandra, seandainya kamu mendengar ini aku mohon jangan menjauh dari ku".
aku terkejut dan tidak bisa bicara
"pernyataan ini indah sekali, sayangnya kita tidak tau sandra di mana, hei pasangan sembunyi erik cepatlah bicara, kami menunggu mu" Tj membuatku gugup
"ternyata perasaanku tersampaikan"
"wohoooo...ternyata dia sandra" sorak Tj dan semua mic di nyalakan segingga terdengar teman2 kami yg menyoraki kami sebagai aksi dukungan untuk kami, acara semakin meriah dan menyenangkan.
"eits ingat ini masih dalam permainan" Tj mengingatkan lalu lagu play date kembali berputar, erik menghadap ke arahku dan mulai membuka topeng ku karna sedari tadi ia sudah membuka topeng miliknya.
ia merapikan rambutku lalu mendekat dan menempelkan bibirnya padaku, tanpa ragu ia membuka celah pada bibirku, agar ia leluasa untuk menjelajahi setiap rongga mulutku, nafas kami berderu dengan semangat, lagu play date terus berputar sampai selesai, sepertinya ini memang disengaja karna sudah tidak 30 detik lg, kami pun menikmati pesta ini di tengah hujan salju yg terasa hangat, terimakasih Tuhan, ternyata cintaku tersambut dengan baik.