Hari itu sekumpulan anak kerang laut bersembunyi, hujan turun sangat lebat dan cuaca sedang buruk. Gelombang air laut yang tinggi membuat para penghuni laut ketakutan. Kerang-kerang laut dalam bahaya, mereka semua akan terombang-ambing oleh hantaman air laut. Diperkirakan cuaca akan sangat buruk dan akan terjadi gempa di dalam laut. Kerang laut teringat akan perkataan ikan paus yang sudah memperingati teman-temannya bahwa akan ada bencana.
Ayah kerang menyuruh yang lain agar tetap bersembunyi dibalik batu karang yang besar. Malam itu yang ditakutkan pun terjadi, gempa menerjang daratan dan terjadi gempa di dalam lautan, seketika para penguni laut berusaha menyelematkan diri. Kerang laut berusaha melidungi dirinya dan teman-teman lainnya, salah satu kerang mengalami luka pada cangkangnya, cangkang itu hancur oleh gempa dan ia kehilangan pelindung tubuhnya. Si kerang pemberani tidak mau ada teman lain yang terluka lagi, ia mencoba meminta bantuan ikan lumba-lumba untuk melindungi teman-temannya. Ikan lumba-lumba yang terkenal suka membantu manusia dan hewan lainnya pasti bisa membantu kita serunya!. Ia pun bergerak perlahan menuju tempat ikan lumba-lumba berada.
Ikan lumba-lumba yang suka membantu sudah mengetahui bahawa teman-temannya butuh bantuan. Kerang pemberani menceritakan semuanya dan ikan lumba-lumba memerintahkan agar teman-temmannya tetap bersembunyi di dasar batu atau kerang besar agar terlindungi karena akan terjadi lagi gempa di dasar laut, sementara itu ikan lumba-lumba akan memberikan berita sampai keadaan menjadi aman.
Tiga hari berturut keadaan sangat mencekam, gelombang air laut yang tinggi dan gempa-gempa susulan dalam laut membuat mereka semua cemas. Masing-masing mencoba menyelamatkan diri agar tidak tersapu oleh gempa. Si kerang pemberani mengajak teman-temannya untuk tidak boleh takut dan berdoa kepada Tuhan sang pencipta agar diselamatkan dari mara bahaya.
Ikan lumba-lumba datang menemui teman-temannya dan menyampaikan bahwa keadaan sudah membaik dan tidak akan terjadi lagi bencana. Semua kerang bersorak gembira dan mereka tidak perlu takut lagi. Mereka tak lupa mengucapkan terimkasih pada ikan lumba-lumba yang telah membantu mereka dan si kerang pemberani sudah bisa kembali bermain bersama teman-temannya di daratan.
Kupang, Desember 2019