Pasti kalian kenal hewan satu ini kan? Yap, Koala. Hewan yang termasuk sebagai hewan pemalas. Hidupnya hanya makan, tidur, makan, tidur begitu seterusnya. Tapi, apakah kalian pernah mendengar hewan koala bekerja? Kalau belum, Koko koala punya pengalamannya!
Pagi itu mulai datang. Ayam mulai berkokok sana sini kemari. Membuat Koko koala bangun, Namun ia tetap memilih untuk tidur Kembali.
1 jam, 2 jam kemudian. Hari mulai siang. Koko bangun. Ia mengucek ngucek matanya. Lapar. Perutnya kosong. Ia hendak mencari makan, Tapi diluar panas sekali. Harusnya sedari tadi, ia ke pasar untuk membeli makanan. Yah, mau bagaimana lagi. Daripada ia mati kelaparan, Koko berjalan menuju pasar. Hewan-hewan lain sudah mulai bekerja. Koko sama sekali tidak tertarik bekerja. Ia lebih memilih seharian tidur di kasur empuknya. Dasar Koko pemalas!
“Kau tahu? Lembu sudah mulai bekerja! Ia diterima di satu perusahaan besar. Hebat sekali dia, padahal dulunya ia pengangguran,” Bisik bisik ibu ayam di tukang sayur terdengar. “Ah iya? Wah sama dengan keponakanku, Dia juga sudah mulai bekerja. Walau hanya sebagai OB. Itu sudah hebat,” Lanjut Mpok Itik. Koko menjadi tertarik dengan percakapan mereka. Ia ingin dirinya dikenal sebagai pekerja yang baik juga. Namun, dia kan kerjanya hanya makan dan tidur.
Koko pulang dengan makanan di tangannya, Ia pun makan sambil mencari informasi tentang pekerjaan. Ia juga mau memiliki pekerjaan, Ia bisa mendapat uang, dan dia bisa membeli rumah, Jalan jalan ke luar negeri, Membeli mobil. Wah, itu mimpinya sejak dulu.
“Aku bisa menjadi buruh di pabrik peralatan dapur, Aku ingin melamar pekerjaan!” Koko memasukan data dirinya, dan tring! Ia mengirimnya. Sekarang Koko harus menunggu beberapa hari sampai ada pesan dari pabrik itu.
4 hari kemudian, Koko mendapat jawaban pesan dari pabrik tersebut. Ia diterima! “Semudah ini kah? Hahaha, Kalau begini aku bisa bekerja besok, duh tak sabar aku bisa membeli rumah baru,” Ujar Koko senang. Dia hanya memikirkan mobil, rumah baru. Padahal bekerja tidak semudah yang dibayangkan Koko. Besoknya ia hampir saja terlambat. Bos Koko menggeleng gelengkan kepala. “Ini baru hari pertama,”
Awalnya semua berjalan lancar. Sampai tiba tiba.. PRANG! Suara piring pecah terdengar. Oh rupanya Koko tak sengaja terpeleset dan menyenggol tumpukan piring! Kemudian disusul piring piring berikutnya yang pecah. Membuat semuanya berantakan dengan pecahan piring. Semua pekerja menatap Koko. Muka Koko jadi merah padam. Malu! “Eh, um ma-maaf. Nanti saya rapihkan,” ujarnya gugup. Pak Bos hanya tersenyum kecut. Biasalah, pekerja baru, pikirnya.
Sorenya, Koko sedang bekerja sebagai tugas piket, yaitu mengepel lantai. Koko tak sengaja menumpahkan air bekas pel an, ke lantai dan air itu kemana mana! Pak Bos yang sedang berjalan, menjadi terpeleset dan BRUKK! Pak Bos terjatuh. Kacamatanya pecah, baju bagusnya basah setengah. Pak Bos berdiri dengan marah. “SIAPA YANG MENUMPAHKAN AIR PEL PEL AN?!” Suara Pak Bos menggelegar di seantero ruangan. Semua pekerja menunjuk Koko. Koko jadi kikuk dan malu. Ia menunduk, “Ma-maaf Pak Bos, saya ti-dak sengaj-,” “AH SUDAH, ALASAN SAJA KAU. SAYA DISKORS KAMU 3 HARI!”
Duh, malang nasib Koko Koala, Ia pun pulang dengan wajah tertekuk. Maklum, Ia selalu ceroboh dalam hal pekerjaan. Koko memutuskan untuk mengurung dirinya di rumah, Ia tertidur di kasurnya dan malas kemana mana. Setelah 5 hari, Koko dihubungi untuk bekerja Kembali, Namun Koko memutuskan untuk membiarkannya, Dia tidak tertarik untuk bekerja lagi. Lebih memilih hidup sendiri di rumah tanpa mobil baru impiannya.