Aldo, Adit, Reni, dan Vina adalah kelompok penulis cerita horor. Cerita horor yang mereka buat selalu sukses membuat pembaca merinding. Kali ini, mereka berempat berencana untuk menulis tentang kisah sebuah lorong di salah satu rumah sakit yang mengalami kebakaran beberapa tahun yang lalu. Warga sekitar mengatakan bahwa banyak orang yang telah menghilang secara misterius ketika melewati rumah sakit ini. Semua orang menjuluki lorong itu sebagai 'lorong kematian'.
Hari ini adalah hari Rabu, 11 November. Hari sudah malam, mereka berempat segera berangkat menggunakan mobil. Saat sedang di jalan, tiba-tiba mereka melihat seorang perempuan berambut hitam panjang sedang berdiri di tengah jalan. Aldo berteriak, menyuruh perempuan itu untuk tidak menghalangi jalan. Tidak peduli berapa kali Aldo berteriak, perempuan itu tetap tidak pergi.
Karena kesal, Aldo segera turun dari mobilnya dan menarik tangan perempuan tersebut. Aldo kaget karena tangan perempuan itu benar-benar dingin. Perempuan itu mencengkram tangan Aldo dengan sangat kencang. Aldo berteriak kesakitan.
Adit, Reni, dan Vina bergegas turun dari mobil dan menolong Aldo. Mereka menarik tangan Aldo agar lepas dari cengkraman perempuan misterius itu. Akhirnya, perempuan itu melepaskan cengkramannya, kemudian menghilang.
“Do, kamu gak papa?" tanya Vina.
“Tanganku sakit banget," ucap Aldo.
Vina mengecek luka Aldo. Namun, Vina kaget saat melihat luka Aldo.
“Ada apa Vin?" tanya Reni.
“Sini, coba liat lukanya Aldo," ucap Vina.
Ternyata, luka Aldo menyerupai huruf 'T'. Mereka penasaran dengan maksud dari luka Aldo yang menyerupai huruf 'T' ini. Mereka berempat segera bergegas pergi ke rumah sakit berhantu tersebut. Sesampainya di sana, Vina langsung membuka pintu rumah sakit angker itu.
Dari sebuah ruangan, terdengar suara tawa seseorang. Karena penasaran, mereka pun menghampiri ruangan tersebut. Terlihat seorang pria mengenakan jas dokter yang berlumuran darah sedang duduk di kursinya dan menghadap ke belakang.
Mereka berempat masih mengawasi pria itu dari balik pintu, walaupun sebenarnya mereka merinding ketakutan. Pria itu menyadari kalau ada orang yang sedang mengawasinya. Kepala pria itu berputar 180° sambil tertawa jahat.
“Kena kalian," ujar pria itu sambil tertawa jahat.
Mereka berempat kaget dan berlari dengan sangat cepat. Vina tersandung dan terjatuh. Pria menggunakan jas dokter itu menyeret Vina. Adit, Aldo, dan Reni berusaha menarik Vina. Namun, sayangnya mereka gagal.
Pria itu menghilang sambil membawa Vina.
“Bagaimana ini?" tanya Reni panik.
“Ayo cepet kita cari Vina," ucap Adit.
Mereka bertiga berteriak memanggil Vina. Dari kejauhan, terdengar suara teriakan.
“Itu teriakan Vina bukan?" tanya Reni.
“Tidak salah lagi," jawab Aldo.
Mereka bertiga menghampiri sumber suara teriakan tersebut. Aldo, Adit, dan Reni kaget saat melihat Vina sedang tergeletak di lantai. Vina bangun dari pingsannya.
“Vin kamu gak papa?" tanya Aldo memastikan.
“Aww...," Vina merintih kesakitan.
“Kakinya terluka," ucap Reni.
“Tunggu dulu, lukanya berbentuk huruf lagi," ucap Aldo.
“Masa?" Reni penasaran.
Ternyata benar, luka itu membentuk huruf 'M'.
“Apa maksudnya 'M'?" tanya Vina.
“Entahlah," jawab Aldo.
Mereka memutuskan untuk melanjutkan ekspedisinya. Saat sedang berjalan, mereka melihat seorang perempuan menggunakan baju perawat sedang duduk dan menangis. Karena merasa kasihan, Adit datang dan menghampiri perempuan itu.
Adit menanyakan apa yang terjadi padanya. Perempuan itu hanya menangis sesegukan. Aldo menyuruh Adit untuk segera pergi, karena takut hal-hal yang tidak diinginkan akan terjadi lagi. Benar saja, perempuan itu berhenti menangis dan berubah menjadi tertawa.
Dia mencengkram lengan Adit dengan sangat kuat. Kemudian perempuan itu mencakar Adit dengan kuku panjangnya. Adit kesakitan dan berusaha untuk melepaskan diri. Aldo, Reni, dan Vina ikut membantu Adit untuk melepas cengkraman perempuan itu.
Sama seperti Aldo, perempuan itu melepas cengkramannya kemudian pergi. Aldo bertanya apakah ada luka yang berbentuk huruf lagi. Ternyata memang benar, ada luka yang menyerupai huruf. Lukanya menyerupai huruf 'I'.
Aldo mengatakan kalau semua telah memliki luka yang berbentuk huruf. Hanya Reni yang tersisa.
“Maksudmu, aku adalah orang selanjutnya yang akan diincar oleh hantu di rumah sakit ini?" tanya Reni ketakutan.
“Kurasa begitu. Tapi jangan takut, kita bakal jagain kamu," ucap Aldo.
Mereka berempat melanjutkan perjalanan. Mereka berjalan dengan was-was karena takut Reni akan dilukai oleh hantu. Aldo, Vina, Adit, dan Reni tiba di lorong rumah sakit. Mereka berhenti berjalan saat melihat sebuah huruf yang ditulis menggunakan darah. Huruf itu adalah huruf 'A'.
“Aku rasa para hantu ini seakan memberikan petunjuk kepada kita," ucap Aldo.
“Petunjuk kaya gimana?" tanya Vina.
“Huruf-huruf yang mereka buat. Mereka ingin agar kita menyusun huruf itu menjadi sebuah kata yang merupakan kata sandi untuk membuat mereka bisa bebas dari rumah sakit ini," jelas Adit.
“Kata sandi, untuk apa?" tanya Reni.
“Hahaha, itu hanya asumsiku. Soalnya kalau di film-film, kita harus mengatakan sandi agar bisa bebas," ujar Adit.
“Hilih...," ucap Reni.
“Tapi mungkin yang dikatakan oleh Adit itu benar," ucap Vina.
“Baiklah kalau begitu, kita harus susun 4 huruf ini menjadi sebuah kata," ucap Aldo.
Jam telah menunjuk pukul 11:11 malam. Namun, mereka tak kunjung menemukan kata sandi yang tepat.
“Ayo kita pulang aja," Reni merengek.
“Enggak boleh, kita harus bebasin para hantu ini dulu," ucap Adit.
“Tapi aku gak mau mati kelaparan di sini," rengek Rini lagi.
“Enggak mungkin kamu mati.... tunggu dulu, itu dia," Tampaknya Adit telah menemukan kata sandinya.
Adit segera berdiri dan berteriak.
“MATI," Adit mengucapkan kata sandinya.
Tiba-tiba rumah sakit berguncang dengan keras. Material bangunan rumah sakit mulai runtuh. Tampaknya, mereka telah memecahkan kata sandinya. Mereka berempat bergegas berlari ke luar dari rumah sakit.
Namun sayang, mereka berempat malah terjebak reruntuhan material rumah sakit. Reni menjerit ketakutan, sementara Aldo bingung harus melakukan apa.
Kemudian, atap rumah sakit mulai runtuh dan berjatuhan. Salah satunya jatuh ke arah mereka berempat. Reni semakin menjerit ketakutan. Namun, sebelum mengenai mereka berempat. Reruntuhan itu lebih dulu dipukul berkeping-keping oleh hantu pria berbaju dokter.
Lalu, hantu perempuan berambut panjang dan perawat, membawa mereka berempat keluar dari rumah sakit.
“Hampir aja," ucap Reni dengan nafas terengah-engah karena ketakutan.
Para hantu itu mulai menunjukkan wujud aslinya. Hantu perempuan itu adalah seorang pasien yang terjebak saat kebakaran. Pria itu adalah seorang dokter yang hangus terbakar. Sementara perempuan itu adalah seorang perawat yang hangus terbakar juga.
“Kami tidak bermaksud untuk menakuti kalian, kamu hanya ingin bebas dan beristirahat dengan tenang," ujar dokter pria tersebut.
“Kami mengerti, semoga kalian tenang di atas sana," ucap Aldo.
Arwah pasien, perawat, dan dokter itu terbang ke atas.
“Da dah," ucap mereka berempat sambil melambaikan tangannya.
---Tamat---