teng... tong.. tong.. teng...
Bunyi jam tua itu sangat mengerikan di tambah letaknya berada di Aula sekolah kami.
******
Malam itu Fany, Fanya dan Fia menginap di sekolah karena ada beberapa project yang harus di selesaikan sesegera mungkin. Entah hanya kebetulan atau memang sudah direncanakan nama kami berawalan huruf F, tapi kami tak menghiraukan itu hingga kejadian itu menimpa kami.
Seperti biasa kami akan menginap di sekolah jika dirasa itu perlu untuk menyelesaikan project yang harus di kumpul dalam waktu dekat.
Fany, Fanya dan Fia saling bertukar pesan di handphone masing-masing
Fany~ hey guys... nanti pulang sekolah jadi kaan
Fia~ iya donk jadi, nanti aku bawakan cemilan untuk kita menginap
Fanya~ ok ok, jam berapa kita kumpul?
Fia~ jam 19.00 aja, di gerbang sekolah gimana?
fanya dan fany ~ ok setuju
Mereka pun mengakhiri percakalan di grouo yang sengaja mereka buat. Hingga malam pun tiba mereka pun bertemu di jam dan tempat yang sudah di sepakati.
Mereka berpamitan kepada satpam yang tengah berjaga malam itu, kebetulan hari itu rabu tanggal 11-11 yang mereka pikir akan aman kalau mereka menginap hari itu.
Mereka pun menyusuri lorong sekolah yang gelap dengan bermodalkan senter di tangan, karena biasanya jam malam lampu selalu di matikan oleh pak satpam, sebenarnya mereka bisa saja meminta pak satpam untuk menghidupkan lampunya tapi mereka lupa untuk meminta itu.
Setelah beberapa lama mereka menyusuri lorong sekolah itu, sampailah mereka di ruang lab yang menyediakan satu ruangan tidur untuk siswa yang menginap di sekolah kalau ada project yang harus di selesaikan, dan untungnya lagi mereka tidak perlu berebut dengan kelompok lain karena hanya mereka yang belum selesai untuk project itu.
Mereka akhirnya menyiapkan semua barang yang diperlukan, seperti pensil, buku, jurnal,dll.
Ditengah asyiknya mereka mengerjakan project itu,fanya nyeletuk membicarakan yang seharusnya tidak di bicarakan.
"eh kalian tahu ngga rumor sekolah kita? " tanya fanya
"apa sih nya... kita lagi bikin project nih,ngga usah ngomong yang ngga ngga deh nya" ucap fia kesal
Fanya pun nyengir dan diam, dan menlanjutkan pekerjaan nya tadi agar cepat selesai dan bisa tidur lebih awal.
Setelah persekian jam mereka lewati, akhirnya project mereka pun selesai. Semua barang mereka susun kembali dan mereka begegas untuk tidu, karena waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 WIB.
Mereka bertiga masuk ke ruang tidur yang ada di dalam lab tersebut. Sebelum mereka tidur mereka mengobrol dulu. Maklumlah para remaja perempuan kalau sudah berkumpul banyak yang mereka obrolkan.
"eh kalian ingatkan apa yang aku omongin tadi? "tanya fanya lagi
"fanya... sudah lah ngga usah ngomongin itu kenapa?" ucap fany kesal
"iya nih si fanya, dari tadi ngomongin itu terus" timpal fia
"hey, kalian dengerin dulu laaah ceritaku" ucap fanya
Fia dan fany hanya saling tatap.
"terserah kamu aja deh nya"ucap fia sambil makan cemilan yang di bawa tadi.
"jadi gini, dulu rumornya sekolah kita ini di bangun di atas tanah keramat, kata penduduk setempat yang punya tanah ini di bunuh karena harta warisan,jadi tadinya tanah keramat ini di peruntukkan sama cucu ketiga, tapi cucu pertama sangat serakah hingga akhirnya dia membunuh cucu ketiga, sedangkan cucu kedua,dia tidak ikut andil" ucap fanya semangat
"naaah setelah cucu ketiga di bunuh oleh cucu pertama, dimakam cucu ketiga di selipkan bunga hitam, tapi ngga tau juga sih bunga itu di cat atau gimana, tapi yang jelas bunga itu berwarna hitam.Nah sama cucu pertama tanah ini di bangunlah gedung sekolah yang katanya untuk mencerdaskan anak-anak warga sini. Terus Cucu ketiga ini katanya di makamkan di gedung sekolah ini, tapi tepatnya ngga tau dimana, konon katanya setiap tanggal 11-11 bunga hitam itu selalu muncul di setiap ruangan sekolah ini, karena cucu ketiga itu di kubur tepat tanggal 11 bulan sebelas jam 11 lewat 11,si cucu ketiga yang sudah meninggal ini katanya menjadi hantu gentayangan yang tidak terima di bunuh oleh saudaranya sendiri, dan akan mengganggu setiap warga sekolah yang melakukan penginapan di hari dia bunuh dan di kubur secara tidak semestinya, dan pada akhirnya keesokan harinya akan ada malapetaka yang menimpa sekolah kita, nah katanya lagi,kalau kita di ganggu sama makhluk itu, kita jangan lari,diam di tempat dan jangan bernafas atau bersuara apa pun" tambah fanya lagi
"cuma aku ngga tau sih ini bener atau cuma mitos aja" imbuhnya lagi
Fia dan Fany hanya mendengarkan fanya dengan seksama. Hingga Fia berkata kepada kedua temannya.
"eh guys, kalau di ingat-ingat ini itu tanggal 11-11 kan?? " tanya fia yang mulai takut akan cerita fanya tadi.
"eh iya, duuuuh mana hampir jam 11.11 lagi" gerutu fany
"kamu harus tanggung jawab ya nya kalau ada apa-apa sama kita" kesal fia
"banyakin do'a, lagian siapa tau itu kan cuma mitos" jawab fanya menenangkan keduanya.
"eh...kita cuci muka dulu dan gosok gigi dulu yuk, masa mau tidur belum bersih-bersih" ajak fany
Fia dan Fanya hanya mengangguk dan mengikuti saran fany. Mereka pun beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi di luar lab, karena kamar mandi di dalam lab sedang di perbaiki.
Sesampainya di kamar mandi mereka pun mulai melakukan aktivitas nya. Selesai dengan kegiatan bersih-bersih mereka berjalan kembali ke ruang lab tadi. Namun ketika hendak keluar dari kamar mandi,kran air di kamar mandi tersebut menyala berbarengan dengan bunyi dentingan jam kuno tua yang terletak di aula sekolah itu.
teng... tong.. tong.. teng..
Mereka bergidik ngeri, hingga akhirnya mereka berlari dan Fia hampir saja terjatu karena kakinya tiba-tiba seperti ada yang memegang. Fia mulai ketakutan, kakinya melemas tapi fanya dan fany siap membantu Fia, dan akhirnya mereka bisa berlari bersama.
Tapi semakin mereka lari semakin mereka bingung dengan keadaan malam itu, mereka seperti di buat berputar-putar dan Fia selalu terjatuh di tempat yang sama persis seperti tadi.
"nya, fan... aku udah ngga kuat" isak fia ketakutan
"sabar ya fi, kamu sih pake acara cerita begituan segala" ucap fany kesal kepada fanya.
"sudah...sudah kita ngga usah berdebat, sekang kita pikirin gimana caranya balik ke lab lagi" ujar fia yang mulai agak tenang.
"kita ngga usah lari, kita jalan aja" ajak fanya
Fany dan Fia pun mengikuti saran fanya. Mereka berjalan menyusuri koridor menuju lab, di setiap ruangan yang mereka lewati terdapat bunga berwarna hitam yang katanya dia sedang menunggu seseorang untuk di ajak pergi bersamanya sebelum dentingan jam itu berhenti.
Semakin mendekati lab semakin kencang bunyi dentingan jam tersebut. Hingga akhirnya Fany hampir berteriak dan langsung di tutup mulutnya oleh fanya, sedangkan fia dia sudah tidak sanggup lagi berterikan dan fanya bukan nya sok kuat, dia pun takut tapi dia harus bertanggung jawab atasa kedua temannya ini. Mereka melihat sesosok makhluk hitam tinggi, tengah menunggu mereka di depan ruang lab dan aula, karena lab dan aula keduanya berhadapan.
Suasana semakin mencekam, udara semakin lembab, nafas serasa berhenti dan leher serasa tercekik. Tapi mereka tak patah semangat dan akhirnya mereka memutuskan untuk diam,dan tidak jauh dari tempat mereka berdiri ada sesosok tangan putih melayang-layang di udara.
Tangan itu hampir mendekati Fanya, Fany dan Fia, mereka menehan nafas, menahan isak tangis, menahan segala pergerakan.
Dan tiba-tiba tangan itu menghilang,sesosok makhkuk itu pun juga hilang, suasana kembali seperti tadi, atmosfer disekitar mereka pun kembali normal. Mereka bertiga hanya terduduk lemas atas apa yang telah mereka alami.
Mereka menangis dan saling berpelukan, kaki mereka belum mampu menopang badab untuk berjalan kembali ke lab. Ditengah kelelahannya mereka Fia berkata kepada kedua temannya
"kita pulang aja ya, aku ngga sanggup kalau harus menginap" ujar fia dengan suara parau
Fanya dan Fany mengangguk tanda setuju. Mereka pun akhirnya mencoba berdiri dan kembali ke ruang lab untuk mengemasi barang-barang mereka dan bergegas pulang.
Di pos Satpam
"makanya nenk, kalau takut ngga usah pakai acara nginap segala, hati-hati ya nenk" ucap pak satpam yang membuat mereka kesal
Akhirnya mereka pun kembali ke rumah masing-masing dan merahasikan apa yang telah terjadi.