Pemeran utama boleh gak sih antagonis ? atau harus protagonis yang nanti menjadi seseorang yang tersakiti oleh tokoh antagonis? Tapi boleh gak sih sesekali kita pakai tokoh utama sebagai antagonis. Tokoh antagonis yang tersakiti oleh berbagai belah pihak.
Jika seandainya nggak boleh aku tetap masa bodo. Karena aku tetap bersikeras untuk menggunakan peran antagonis sebagai tokoh utama dalam cerita ini. Kalau gak bisa aku akan tetap paksa sampai dia bener-bener gak sanggup lagi menjadi tokoh utama cerita.
Cerita ini dimulai dari flash back, tahun 2012 saat ayra pertama kali bertemu dengan arya ketika mereka masih sama-sama menjadi siswa siswi SMA kelas 10. Mungkin jika waktu itu ayra tidak mengenal arya, semua cerita ini tak akan pernah ada. Atau jika diberi kesempatan kedua, ayra lebih memilih untuk tidak mengenal arya.
Kembali ke suasana ditahun 2012, ayra menjalin hubungan dengan salah satu teman dekat arya bernama Sanu. Hubungan ayra dan sanu tidak berjalan sempurna. Sepertinya mereka masih sama-sama egois karena memang mereka masih berada di umur-umur labil. Ayra dan sanu sering bertengkar. Dan ayra yang selalu meminta maaf kepada sanu meskipun sanu yang salah. Waktu itu ayra terlalu lemah terhadap laki-laki. Hingga akhirnya ayra menyerah. Hubungan ayra dan sanu berakhir. Selama ini ayra telah mengenal arya dan mereka sering berbagi cerita. Terlebih ayra yang sering menceritakan tentang hubungannya dengan sanu. Arya dan ayra menjadi akrab. Menjadi teman curhat yang selalu ada. Bahkan mereka satu kelas dan duduk di kursi yang berdekatan.
Hingga suatu hari ayra menemukan sebuah catatan kecil milik arya. Dari situ lah ayra mengetahui perasaan arya. Arya menyukainya. Seiring berjalannya waktu ayra dan arya sampai tahap ini. Dimulai dari sinilah cerita ayra dan arya dimulai hingga sekarang. Arya mengutarakan perasaannya kepada ayra didalam kelas. Dan ayra menerimanya. Mereka menjalin hubungan selama satu minggu. Hari berikutnya ayra mendapat sebuah pesan sms dari sanu. Sanu meminta maaf dan mengajak ayra untuk kembali bersama. Tanpa pikir panjang ayra menerima kembali sanu karena pada dasarnya ayra masih mencintai sanu. Ayra ingin jujur kepada arya tetapi sulit. Hari-hari berlalu, tidak terasa sudah satu minggu ayra menyembunyikan rahasia kepada sanu dan arya. Tetapi yang namanya bangkai mau seperti apapun disembunyikan akan tercium juga baunya. Sanu teman dekat arya, wajar jika arya mengetahui hubungan sanu dengan ayra.
Arya kecewa dan sakit hati lalu ia menjauhi ayra. Ia juga memutuskan komunikasi. Meskipun satu kelas dan duduk berdekatan ayra dan arya tidak pernah saling menyapa ataupun sekedar bertatap muka. Suasana menjadi dingin. Ayra memang salah. Ia menerima arya atas dasar kasihan padahal ayra masih memiliki perasaan kepada sanu. Ayra sangat menyesal namun nasi sudah menjadi bubur. Arya sudah tidak bisa lagi memaafkannya.
Hari-hari berlalu, mereka kini sudah kelas 11. Suatu hari hubungan ayra dengan sanu goyah. Sanu bermain belakang, ia diam-diam menjalin hubungan dengan wanita lain. Ayra kecewa lalu memutuskan sanu. Beberapa bulan kemudian, arya kembali datang ke kehidupan ayra. Mereka kembali menjadi teman akrab hingga akhirnya arya mengajak ayra menjalin hubungan seperti dulu. Dan ayra menerimanya.
Delapan bulan kemudian, tanpa terduga ada seorang laki-laki yang datang untuk berkenalan dengan ayra. Namanya tara. Namun sepertinya Tara lebih gesit dan cekatan. Ia pandai mengambil hati ayra. Ayra pun jatuh kepelukan tara. Cerita itu kembali terulang. Ayra kembali menduakan arya. Satu bulan ayra bermain dibelakang arya. Lagi-lagi ayra berbuat suatu kesalahan yang fatal. Ia menyakiti arya untuk kedua kalinya. Ayra meninggalkan arya dan lebih memilih pergi bersama tara. Padahal arya sudah mempertahankan hubungan mereka meskipun ayra yang salah. Namun arya kalah dan ia kembali tersakiti.
Lima tahun berlalu, selama itu ayra sering gagal dalam percintaan. Sudah beberapa laki-laki yang singgah dihatinya namun gagal. Kebanyakan mereka menduakan ayra. Bisa dikatakan ini karma yang ayra terima karena ia telah berkali-kali menduakan arya. Selama lima tahun tersebut, arya sering meminta ayra untuk kembali bersamanya dan ayra selalu menolak. Hingga suatu ketika ayra kembali menerima arya dan mereka menjalin hubungan. Kini mereka sama-sama sudah menjadi mahasiswa. Meskipun berbeda universitas dan jurusan.
Ada banyak suka dan duka yang telah mereka lalui di ketiga kalinya mereka mengulang hubungan. Hingga suatu ketika mereka di hadapkan pada sebuah masalah yang besar. Yang sebenarnya mereka sendiri yang membuat masalah. Sejak saat itu, hati ayra goyah. Bukan goyah karena laki-laki lain namun karena masalah tersebut. Berkal-kali lebih dari lima kali mereka dihadapkan dengan masalah yang sama. Masalah yang hanya ayra dan arya yang tahu.
Sejak saat itu, ayra berubah. Ia menjadi dingin dan temperamen. Ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri. Apalagi untuk memaafkan arya. Ayra berada pada masa-masa sulit. Ayra seperti terjebak dalam sebuah ruangan yang sulit dijangkau oleh siapapun. Ruangan yang memiliki lorong gelap dan dalam. Ayra sendirian disana. Ia tak tau harus berbuat apa. Ayra tidak bisa keluar dari ruangan tersebut. Hanya satu kunci supaya ia bisa keluar yaitu memaafkan diri sendiri. Ayra tidak bisa menerima dirinya sendiri, ia selalu menolak karena ia telah melakukan sesuatu yang bukan jati dirinya. Sehingga dirinya mengalami penolakan. Itu yang membuat ayra terjebak dan tidak tahu harus keluar lewat mana. Ayra menjadi sangat membenci arya. Gara-gara arya, arya yang mendorong ayra hingga jatuh ke ruangan yang gelap dan dalam. Dan arya tidak bisa membantunya keluar dari ruangan tersebut.
Dua tahun hubungan mereka terjalin, tahun pertama hubungan mereka normal dan tahun kedua hubungan mereka menjadi abnormal. Satu tahun lebih ayra terjebak di ruangan gelap itu. Ayra ingin keluar, sangat ingin. Namun ayra dihadapkan oleh dua pilihan. Pilihan itulah kunci kedua untuk keluar dari ruangan tersebut. Ayra harus memilih mempertahan arya dan memaafkannya atau melepaskan arya dan mengikhlaskan kejadian dimasa lalu. Pilihan-pilihan tersebut menjadi sebuah duri yang selalu menusuk-nusuk ayra didalam sana. Ayra tidak bisa memilih salah satunya. Sehingga ia menjadi seseorang yang dingin, kasar, penuh emosional seperti kehilangan kendali.
Hanya satu tahun saja arya mampu bertahan dari ayra yang sedang kesulitan tersebut. Hingga suatu hari arya memutuskan hubungannya dengan ayra. Dan ajaib, ayra langsung bisa melihat cahaya putih di ujung lorong ruangan. Ayra keluar dari ruangan tersebut setelah satu tahun terkurung disana. Ayra kehilangan arya. Arya berkorban untuk ayra supaya ia bisa keluar dari ruangan gelap tersebut. Arya terpaksa melakukannya karena ia sudah tidak sanggup lagi melihat ayra tersiksa disana sendirian. Ayra belajar banyak hal dari kejadian ini, ia jadi bisa memaafkan dirinya sendiri atas kesalahan dimasa lalu, ia belajar mengikhlaskan jika kejadian itu sudah terjadi dan tidak bisa dihapus, ia juga belajar artinya pengorbanan. Memaafkan diri sendiri memang harus ada pengorbanan. Ntah orang lain yang berkorban atau dirinya sendiri yang harus berkorban.
Terimakasih arya, kamu mengajarkan aku banyak hal tentang sakit, ketulusan, pengorbanan dan keikhlasan. Maafkan aku yang tidak bisa keluar dari zona sulit itu sendiri hingga akhirnya mengorbakanmu untuk aku bisa keluar dari sana. Jika semua sudah kembali normal dan jika aku sudah bisa memperbaiki kerusakan ini, aku akan datang padamu dan meminta maaf.
Sampai bertemu dikemudian hari arya. Selamat tinggal dan sampai jumpa lagi.
Dari ayra.