The Secret Behing The Country
Pagi ini sangat cerah , dengan secangkir sunflower tea dan sandwich sudah tersedia di atas meja , dimana biasanya aku menegak dan menikmati suasana pagi hari sebelum melakukan aktivitas seperti biasa aku lakukan ,
Pagi yang cerah dengan sinar matahari yang tidak tertutup oleh awan hitam , menahan sinarnya lebih terang bagai emas berkilauan ,
Aku yang duduk sambil menikmati secangkir teh , sesekali memandang ke luar jendela yang terbuat dari kaca terang ,
" Pagi ini cerah sekali , aku berharap cerahnya matahari ini seperti masa depan negara ini " suara itu begitu berat terdengar , sepertinya dia memiliki beban dalam hatinya , suatu tanggung jawab yang besar yang berada di pundaknya ,
" Hufff " lagi-lagi ia menghembuskan nafas berat , seperti banyak hal yang ia pikirkan , sesuatu yang selalu mengganggu pikirannya , sebagai salah satu orang yang paling berkuasa ia memiliki suatu tanggung jawab yang cukup besar , tanggung jawab sebagai seorang pemimpin ,
Setelah acara minum teh telah selesai ia pun berdiri dari tempat duduknya , segera ia mengambil jas yang sudah di persiapkan oleh pelayannya , dengan segera ia menuju mobil ,
Dalam perjalanan menuju kantor tempat ia berkerja , Alvaro Maldini masih lekat pada posisi yang berwibawa dan tegas , sisa raut wajah nan tampan yang sudah mulai tertutup oleh usia itu tidak menghilang kharisma didalam dirinya ,
Setelah mobil berwarna hitam metalik itu tiba di depan pintu masuk gedung putih milik istana negara , Alvaro Maldini segera keluar dari dalam mobil tersebut ,
Ia terus berjalan melalui koridor yang sudah disambut hormat oleh para ajudan dan para karyawan serta mentrinya ,
" Selamat pagi pak " hampir serentak keseluruhan memberi salam hormat kepadanya , sedangkan Alvaro Maldini terus saja berjalan sambil mengangguk dikala ia berpapasan dengan para ajudan kepercayaannya ,
Sambil terus melangkah Alvaro Maldini telah tiba didepan pintu ruangannya , ia segera masuk kedalamnya , didalam ruangan tersebut banyak sekali dokumen dan berbagai macam buku yang sudah tersusun rapi , ruangan itu sangat bersih dengan pemandangan cat berwarna putih , ia pun segera duduk di kursinya yang sudah ada laporan tertulis ,
Ia pun membuka map tersebut dan mulai membaca isinya ,
Ternyata itu adalah surat laporan yang diinginkannya , dokumen-dokumen penting itu adalah laporan dari salah satu tugas yang ia berikan kepada salah satu orang kepercayaannya , ia akan memulai rencana yang sudah menjadi wacana kerjanya ,
"huff , aku harus melakukan rencana berikutnya " itu kata-kata yang ia ucapkan , disudut meja terlihat foto keluarga besarnya ,
Ia tersenyum melihat foto itu , ada sedikit perasaannya gusar dalam hatinya , namun ia masih dapat mengontrol perasaan tersebut , ia kembali pada laporan tersebut , sejenak Alvaro Maldini berpikir sangat keras kedepannya ia akan melakukan rencana yang sangat besar ,
Kota ini bernama Kota AXELLE , kota AXELLE adalah negara yang memiliki pulau yang terlalu kecil berbanding dengan negara-negara lainnya , ia memiliki luas 728,6km° walaupun tergolong kecil namun negara AXELLE memiliki kemajuan akan teknologi , berbagai hal ia ciptakan dan banyak hal yang membuat negara tersebut berkembang sangat pesat ,
Sahendra duduk terdiam didepan meja sang pimpinan negara , ia menunggu perintah yang akan ia laksanakan ,
Alvaro Maldini melihat ke arah Sahendra orang kepercayaannya , dia sangat berharap agar Sahendra tidak melakukan kesalahan dalam misi yang akan ia berikan ,
Tugas Sahendra terhitung sangat penting bahkan resiko yang sangat besar , namun hal itu harus tetap ia jalankan sebab misi kali ini dapat semakin membuat negaranya semakin besar dan maju ,
" Sahendra , apakah kamu siap dengan misi yang sudah kita rencanakan ini " Alvaro mencoba memberikan pertanyaan kepada Sahendra , ia ingin mendapatkan keyakinan dari Sahendra bawahannya itu ,
" Saya siap menjalankan tugas " jawabnya mantap penuh keyakinan ,
" Baiklah " setelah berkata demikian Alvaro Maldini segera menjelaskan misi yang akan dikerjakan oleh Sahendra ,
Setelah mendengarkan penjelasan dari sang atasan , Sahendra segera keluar dari dalam ruangan ,
Pada saat ini Sahendra sudah sampai dibandara , Sahendra berencana akan tinggal sementara di negara tetangga , ia akan berpergian jauh dan melakukan bisnis yang di perintahkan oleh atasan sebagai misinya kali ini ,
Pada saat ini Sahendra sedang duduk menikmati perjalanan menuju negara tersebut ,
Negara itu sangat luas dan memiliki cagar alam serta budaya yang sangat menarik , keindahan negara tersebut menarik setiap pelancong untuk berwisata ke negara tersebut ,
Tidak lama kemudian , pesawat yang membawa Sahendra tiba di negara nan indah itu ,
Setelah ia sampai didepan lobi bandara ternyata sudah ada sopir penjemput yang akan mengantarkan Sahendra kesebuah Hotel elit ,
Bahkan disana ia juga sudah memesan jasa wanita *** ,
Sahendra seorang yang cukup tampan , usianya sudah memasuki kepala empat , namun raut wajahnya sungguhlah tidak terlihat sangat kebapakan , malah terbilang sangat muda seperti seusia 20 lebih th saja ,
Saat ini Sahendra sudah tiba didepan lobi hotel , ia pun sudah disambut oleh pelayan yang langsung mengantarkannya ke ruang Kamar yang ia pesan ,
Di sebuah desa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk kota besar , Negara ini bernama Negara Darren ,
Negara yang sangat makmur , penuh dengan rempah dan penghijauan ,
Setiap wisatawan ingin sekali berkunjung ke Negara ini , seorang gadis yang sangat cantik ia berjalan sambil memegang pisau karet , pisau pemotong karet sangat sepesial bentuknya juga sangat unik dan berbeda , ternyata gadis itu ingin menoreh getah karet , kaki dan tangan sangat cepat dan cekatan , tidak beberapa lama saja ia sudah dapat menyelesaikan beberapa puluh Pohon Karet ,
Sampai waktu menunjukkan hampir siang ia pun segera kembali kekediamannya ,
Sedangkan kedua orangtuanya sudah menyelesaikan pekerjaannya , Mereka adalah seorang petani yang berkerja keseharian menjadi pemotong pohon karet ,
Gadis cantik itu memiliki tubuh yang energik , setiap pekerjaan yang ia lakukan selalu diselesaikan dengan cepat , baru saja kedua orang tuanya pulang dari pekerjaan , ia sudah hampir selesai dengan tugas dirumahnya , dirumah yang sederhana itu ia tinggal bersama keempat adik-adiknya ,
" Apak , Amma udah pulang " katanya sambil selesai menyucikan seluruh pakaian adik-adiknya , tak lupa ia membawa seember air yang sudah ia tuang di dalam drum penyimpanan air ,
Setelah selesai dengan tugasnya , ia akan mengajak adik-adiknya pergi kesumur untuk mandi , letak sumur itu cukup lumayan , namun tempat itulah satu-satunya yang bisa mereka pergunakan , selain memanggul air di bawa pulang kerumahnya , ia juga sesekali membersihkan tempat tersebut ,
Pada saat ini sang ibu menanak nasi di Priuk , namun nasi yang ia masak juga tidak seperti nasi yang biasa kita makan , lebih mirip disebut bubur , mau bagaimana lagi kehidupan yang serba kekurangan membuat mereka harus lebih hemat lagi ,
" Apak , amma kami pulang " keempat anak kecil itu sudah kembali dan mengganti pakaiannya ,
Orang tua itu hanya tersenyum , setelah itu melanjutkan pekerjaannya ,
" Biar aku bantu ya " kata gadis anak pertama mereka ,
" Iyah , itu disana ada ikan kering masaklah " kata sang Ibu kepada putri kecilnya itu , sang gadis menuruti perintah dari sang ibu , ia mulai memotong , dan mencuci setelah bumbu ia persiapkan mulailah ia memasak ikan kering tersebut ,
Kembali kekota besar ,
Di dalam sebuah hotel Sahendra sudah terbangun dari tempat tidurnya , ia pun segera bergegas masuk kedalam kamar mandi , setelah ia selesai dengan aktivitasnya , ia pun segera meraih telpon genggam miliknya ,
Sahendra melihat kearah layar yang bertuliskan pesan agar Sahendra segera melaksanakan tugasnya ,
Segeralah ia keluar dari dalam hotel , ternyata didepan sudah ada mobil yang menjemputnya ,
Sahendra segera menaiki mobil tersebut , mobil pun melaju kencang melalui ruas jalan yang padat dengan pengendara yang lainnya ,
Sampailah Sahendra pada suatu tempat , ternyata disana sudah banyak anak buah yang sudah dibayarkan untuk mengurus segala sesuatunya ,
" Pak , ini sang pemilik lahan " kata salah satu anak buahnya yang bekerja untuk kepentingannya ,
" Hem , bagus cepat lunasi pembayarannya " katanya setelah itu ia kembali menaiki mobil tersebut menuju tempat berikutnya ,
Dalam satu hari ini Sahendra sudah banyak berpindah-pindah tempat , dan ternyata cukup lumayan juga aktifitas hari ini ,
" Hahhsss , capek juga aku hari ini " katanya sambil bergumam ,
" Sopir segera menuju hotel " kata Sahendra memerintahkan kepada sang supir ,
Mobil segera menuju hotel tempat ia menginap , dan ternyata di dalam ruangannya sudah disambut oleh wanita yang berbeda dari sebelumnya ,
Sahendra memiliki tugas dari atasannya untuk membeli sejumlah lahan tanah , namun dia sendiri tidak mengetahui rencana yang akan dilakukan oleh sang atasan ,
Dengan adanya perintah tersebut Sahendra mendapatkan banyak sekali keuntungan ,
Kita tinggalkan Sahendra dengan teman wanitanya didalam kamar hotel , kita beralih dengan kehidupan para petani yang sudah menjual lahan tanahnya , bahkan kedua orang tua sang gadis penoreh getah ( pemotong pohon karet ) juga sudah menyetujui persyaratan jual beli tanah tersebut ,
" Apak , bagaimana jika kita langsung di usir oleh mereka " tanya sang gadis yang merasa kawatir akan kehidupan yang selanjutnya ,
" Kamu jangan risau , kita sudah memiliki uang , nanti kita akan cari tempat yang lain " kata sang ayah yang sedang membujuk anak gadisnya itu ,
" Tapi apak , kita akan tinggal dimana " lagi-lagi gadis itu memberikan pertanyaan ,
" Apak punya cara " katanya ,
Tidak terasa satu tahun berlalu , bapak sang gadis sering merasa sakit dan dia harus dirujuk ke rumah sakit ,
Uang yang ia terima dari pembayaran tanah sudah banyak dipergunakan untuk keperluan berrobatnya , semua tertunduk lesu melihat kondisi sang ayah yang sudah sangat parah ,
Namun kehendak Tuhan berbeda , menjelang sisa uang yang ia miliki , dengan tubuh yang lemah ia memasuki sebuah rumah praktek mandiri , tanpa ia sadari jalan takdir telah menuntun pada yang benar , setelah ia memasuki rumah tersebut , seorang pelayan yang seperti suster datang menghampirinya ,
Setelah menanyakan tujuan orang tua tersebut segera ia membimbing sang orang tua menuju ruangan pemeriksaan , tubuhnya dibaringkan pada tempat tidur perawatan ,
Dari arah luar ruangan , muncul seorang Ibu Bidan , ia segera menghampiri Bapak paruh baya itu ,
Setelah ia melakukan pemeriksaan , ia pun segera memberikan injeksi dan resep obat , mungkin Tuhan berkehendak lain pada dirinya , disaat ia sudah pasrah akan nasibnya , Tuhan mengulurkan tangannya untuk memberikan mukjizatnya ,
Bapak paruh baya itu memaksakan diri untuk pulang kerumahnya , tanpa disadari bahwa seluruh anggota keluarganya telah mencari dirinya yang tiba-tiba tidak berada di rumah sakit dan ternyata ia pulang dengan sebuah angkutan kota yang membawanya sampai tiba didepan rumahnya ,
Setelah beberapa hari dirinya meminum obat yang diresepkan oleh Dokter Bidan itu , ternyata sang Bapak paruh baya itu sembuh secara ajaib , padahal dirinya sudah pasrah akan nasib yang dialaminya , sebab sudah beberapa kali keluar masuk rumah sakit sampai uang yang didapat dengan menjual tanah hanya tersisa beberapa ratus ribu saja , dari beberapa juta ia gelontorkan untuk mengobati dirinya ternyata bukannya sembuh namun sakitnya tidak kunjung membaik , mungkin Tuhan telah menuntun jalannya agar dirinya bisa sembuh dari sakit yang ia rasakan selama ini , hal itulah membuat Tuhan mau menolongnya dari kesengsaraan itu ,
" Yah , Tuhan tidak kusangka obat yang seharga dua puluh ribu ini mampu menyembuhkanku , sedangkan duit yang aku keluar begitu banyak tidak dapat menyembuhkanku , terimakasih yah Tuhan , kamu telah membantu dan menjagaku , amiin " katanya sambil anak dan istrinya yang mendengar doanya ikut mengatakan amin ,
Akhirnya orang tua dari sang gadis telah sembuh dari rasa sakit yang sudah lama ia rasakan ,
Episode ini masih ada lanjutannya
Tunggu kabarnya ya