Di tempat itu tinggal lah sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia, akan tetapi semua itu berubah setelah seorang pemimpin dalam keluarga itu di panggil oleh Tuhan Yesus ( meninggal dunia).
Dan setelah beberapa Minggu berlalu setelah kepergian sang ayahnya ini lah yang terjadi.......
Ibu :Rintia, dimana sarapan ibu....?(berteriak sambil memukul meja)
Daniel : Ibu aku lapar nih....! ( Sambil merengek)
Rintia : ( bergegas menuju meja makan sambil membawa makanan), ini ibu....(memberikan makanan kepada ibu dan adiknya)
Daniel : lama amat sih kak...!gak tau ia Dani sudah lapar....( Sambil menarik makanan yang di berikan)
Rintia : hehehehe maaf adikku....( Mengusap rambut sang adik)
Daniel : hemmmmm( menepis tangan kakaknya)
Rintia : Bu.... hari ini aku harus bayar uang SPP semester...( Tunduk dan mengurungkan wajah)
Ibu : ini juga yang ingin ibu bicara kan pada mu....kamu harus mengurungkan niat mu sekolah lagi sebab ibu tidak mampu untuk membiayai sekolah mu lagi..
Rintia : tapi bu.... ( Menatap wajah ibunya)
Ibu : tidak ada tapi tapian (membentak)
Ini sudah menjadi keputusan ibu..
Rintia : ( berlari menuju kamar tidur nya sambil menangis)
Semenjak hari itu Rintia pun lebih sering mengurung diri di kamarnya..
Hari-hari pun telah berlalu, teman-teman dan guru nya saling menanyakan akan kabar dari Rintia...
Guru. : Adi,Lusi,dan kamu Bastian, tolong kemari...(sang guru memanggil mereka yang sedang berkumpul)
Adi, Lusi, Bastian : ia ibu....( Menghampiri guru nya)
Guru. : Beberapa hari ini Rintia tidak masuk sekolah ada kah kalian yang tau kenapa...?
Lusi. : Tidak bu....kami juga tadi sedang membicarakan tentang Rintia Bu..
Bastian. : Ia Bu guru....kami juga kurang tau...
Guru. : Adi... bukan kah rumah mu dekat dengan rumah Rintia....?
Adi. : Itu dia ibu guru, saya juga tidak pernah lagi melihat dan bertemu dengan Rintia.....
Guru. : Cobalah kalian cari tahu ia ..!
Adi,Lusi, Bastian. : Baik Bu.....(sambil berdiri dan berpamitan meninggalkan ruangan) permisi ibu.....
Guru. : Ia...
(Sambil berjalan)
Lusi. : Bagaimana cara untuk mencari tahu nya ia..?
Adi. : Ahhhhhhh kerumahnya saja langsung....
Lusi. : Jangan...! Ibunya galak loh seperti serigala gitu.... hahahaha
Adi. : Ngeri kali itu...
Bastian. :eh, eh,eh tunggu dulu....( Menghentikan langkahnya dan langkah teman nya)
Adi. : Ada apa kau....
Bastian. : Bukankah malam ini kita ada acara muda-mudi di gereja....
Adi. : Terus kenapa ...?
Lusi. : Ia betul...... bukan alasan yang tidak pasti kita untuk mengajak Rintia bukan ....?
Bastian. : Ia itu lah maksud saya
Lusi. : Baiklah nanti malam kita kesana bersama. .
Bastian, Adi. : Ok ..!
( Berjalan memasuki ruangan kelas)
Setelah sore tiba berkumpul lah Adi, Lusi, dan Bastian dan menuju rumah Rintia
Adi. : Nanti kalau sudah sampai di rumah Rintia kau ajah yang panggil ( menepuk pundak Lusi)
Bastian. : Eeee parbiar.......
Bastian, Lusi : hahahaha ( tertawa puas)
Adi : hemmm ( memasang wajah kesalnya)
( Sesampainya di rumah Rintia)
Lusi. : Syalom.... Rintia.....( Sambil mengetuk pintu)
Daniel : ( menghampiri mereka) ia ada apa kak ..?
Lusi. : Kak Rintia ada dik...?
Daniel : mama.....ada yang cari kakak....!( Berteriak memanggil ibunya)
Ibu. :ia....( Menghampiri mereka) ada apa nih rame rame...?
Lusi. : Begini Tante... kedatangan kami untuk mengajak Rintia ibadah muda-mudi...!
Rintia. : Mah aku pamit untuk ibadah muda-mudi ia....!( Tiba-tiba muncul dari belakang dan menuju teman-temannya)
Ibu. : Hei kamu mau kemana....?(suara membentak) masuk......!
Adi. : Ago Jo Tuhan...( Ekspresi terkejut)
Rintia. : Memang kenapa ma...kan cuma acara ibadah..
Ibu : ibu bilang tidak boleh ia tidak boleh...
Rintia. : Tolong lah ma..kali ini saja..., sekalian saya juga mau pamit sama pendeta bahwa saya tidak bisa lagi hadir dalam kegiatan muda-mudi... boleh ia ma ia....( Wajah memohon)
Ibu. : Baik lah..... tapi ingat ini yang terakhir kalinya....
Rintia. : Ia ma...... permisi ia ma...( Menyalam tangan ibunya)
Ibu. : Hemmm sudah sana. ( Menepis tangan Rintia)
Adi, Lusi, Bastian. : Pamit ia Tante...
( Berjalan meninggalkan rumah Rintia)
Di sepanjang perjalanan Adi,lusi,dan Bastian hanya diam dan tidak berani bertanya hingga sampai lah mereka di gereja...
(Mengambil kursi dan duduk seperti biasanya)
( Tiba-tiba seseorang muncul dari belakang dan membawa gitar)
Samuel. : Lah masih hidup nya kami cinta..... lama tak melihat mu rasanya rindu setengah mati.... bagaimana kabar mu Tia.....?( Menghampiri dan duduk di sebelah Rintia)
Rintia. : Baik kak...., kakak bagaimana kabar Nya....?
Samuel. : Puji Tuhan baik juga...( Tersenyum)
Adi. : Eh Samuel... emang kau itu pacaran ia dengan Rintia...?
Samuel. : Gak......? Memang kenapa.....?
Adi. : Kok kangen-kangenan kau sama dia....!
Lusi. : Cieeeee ada yang cemburu......
Lusi, Bastian,dan Samuel. : Hahahaha
Bastian. : sudah sudah....! Mari kita mulai ibadah nya pendeta juga sudah datang...
( ACARA IBADAH SINGKAT )
Setelah ibadah mereka pun kembali ke rumah mereka masing-masing
Dirumah Rintiapun berdoa dengan kesungguhan yang dia milili. Di tengah dia berdoa datang lah adiknya dan bertanya
Daniel: kak apasih artinya kakak berdoa terus,,,,,??
Rintia: berdoa adalah sesuatu cara kita berkomunikasi dengan Tuhan yang menciptakan kita,dengan berdoa kita bisa memohon ampun akan kesalahan kita dan kesalahan orang lain terhadap kita,dan mengucap syukur Kepada tuhan akan rahmat yang telah di berikan kepada kita...
Di waktu Rintia sedang menerangkan kepada daniel ibu rintia lewat dan menguping pembicaraan daniel dan rintia.
Daniel: ooohhh,,,,jadi kakak mau tidak mengajarkan Daniel berdoa,,
Rintia: boleh....emang daniel mau berdoa untuk siapa,,,
Daniel: untuk kakak,,,
Rintia: kenapa,,,??
Daniel: karena selama ini daniel mendengar kakak berdoa selalu mendoakan daniel dan mamah,sedangkan kakak tidak berdoa untuk diri kakak sendiri .
Ketika mendengar hal itu Rintia dan daniel kaget mendengar suara tangisan dari pintu kamar dan ternya ibu rintia menangis setelah mengetahui bahwa rintia tidak pernah dendam dan menyalahkan mereka walau saudara tiri dan bahkan mendoakan mereka ke jalan yang benar. Dan akhirnya rintia dan keluarganya hidup bahagia dalam suka dan duka.
TAMAT