Ending Sebuah Cerita
Genre: Romance
***
Malam itu, Lyn baru saja selesai mengadakan pesta kecil untuk merayakan dirinya yg saat itu diterima masuk firma hukum ternama dikotanya. Pesta itu hanya dihadiri oleh 2 teman dekatnya, yaitu Hannah dan Chan. Setelah pesta itu berakhir, Lyn pun lantas membersihkan ruang santainya yang saat itu berantakan. Saat ingin menaruh kotak peralatan diatas lemari, ia tidak sengaja menyenggol kotak lain dan berakhir dengan terhamburnya isi kotak tersebut. Perasaan nya berkecamuk melihat isi kotak tersebut. Ia dihujani beribu memori ketika ia melihat tumpukan kaset pemutar video yang terlihat agak usang dan beberapa tumpukan polaroid. Ia lalu mengambil salah satu polaroid yang ada. Foto itu menunjukkan sepasang kekasih yang sedang merayakan ulang tahun sang lelaki. Mereka adalah Lyn dan pacarnya Samuel. Ingatan akan masa lalunya bersama sang pacar pun kembali menghantui Lyn. Seketika Lyn merasa seperti melihat dirinya dan Samuel 8 tahun lalu sedang bersenang-senang didepannya sekarang. Napas Lyn terpacu, dan jantungnya berdegup dengan kencang. Suara-suara Samuel terngiang di telinganya saat ini. Gambaran akan masa lalunya bersama Samuel pun kini kian jelas di ingatan Lyn.
*Flashback*
"Aku udah gak tahan lagi, aku harus dengar penjelasan dari El untuk semua ini". Monolog Lyn sembari menutup lokernya dengan keras. Pasalnya, sudah seminggu sejak hubungannya dan Samuel berakhir, namun sang mantan tidak memberi alasan apapun saat dirinya mengakhiri hubungan mereka.
Lyn pun segera berlari menuju kantin untuk menemui Chan dan Hannah, sahabat nya yang mungkin tau tentang kabar dari Samuel.
"Chan, mending kamu jujur deh sama aku, El kemana? Dari minggu lalu dia udh gak masuk sekolah". Tanya Lyn kepada chan yang tengah menyantap makanannya di kantin sekolah.
"Anu... Itu.. Eee.... Duh gimana ya bilangnya". Jawab Chan dengan gagap.
"plis banget, aku udah ga tahan ama semua nya. Dia tiba-tiba minta putus, padahal kita ga ada bertengkar sebelumnya. Terus, sejak itu dia gak masuk sekolah. Sebenarnya apa sih yang kalian sembunyikan dari aku?" . tanya Lyn dengan mata yang berkaca-kaca.
"Duhh gimana ya, mending kamu cek loker nya Samuel sendiri deh, ntar kamu dapat jawabannya kok di sana". Jawab Hannah sambil menenangkan Lyn yang hampir menangis di sana.
Lyn pun berlari sekuat tenaga menuju loker Samuel. Sesampainya di sana, ia langsung membuka loker itu dan menemukan 1 dokumen didalamnya. Dokumen itu menunjukkan hasil pemeriksaan kesehatan terakhir Samuel yang dilakukan nya 1 minggu sebelumnya, bertepatan dengan hari dimana ia putus dengan kekasihnya tersebut. Lyn pun segera pergi ke rumah sakit yang tertera dalam dokumen tersebut.
Sesampainya di Rumah sakit, ia langsung mendatangi lobby disitu.
"Permisi mbak, apakah ada pasien yang bernama Samuel Ravendra?".Tanya Lyn tergesa-gesa.
"Sebentar ya saya cek dulu.......... Ehmmm...... Pasien atas nama Samuel Ravendra berada dikamar VIP lantai atas nomor 2, kalau boleh tau anda siapanya pasien?". Jawab resepsionis rumah sakit tersebut.
"saya teman nya pasien" jawab Lyn dengan nada ragu. Tapi memang benar bukan, toh lagipula hubungan mereka sudah berakhir.
Kini Lyn berdiri di depan kamar yang bertuliskan 'VIP ROOM NO.2' . Ia memantapkan diri nya sebelum ia mulai melangkahkan kaki nya kedalam ruang tersebut.
Ketika ia masuk, terlihat Samuel yang bersandar di dinding ranjang.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" . ucap Lyn saat melihat Samuel.
Seketika Samuel menoleh ke arah sumber suara. Ia melihat Lyn yang sudah berdiri di ambang pintu dengan ekspresi terkejutnya.
"Lyn.. Apa yang kamu lakukan disini? Bagaimana kamu bisa tau?" ucap Samuel yang terkejut dengan kedatangan Lyn.
Tanpa berfikir panjang, Lyn segera berlari dan memeluk Samuel. Ia sudah sangat rindu dengan Samuel, pasalnya ia tidak bertemu dengannya sejak mereka putus 1 minggu yang lalu.
"Bisakah kamu menjawab pertanyaan ku tadi El?"ucap Lyn yg kini sudah menangis.
"Maaf .... aku tidak bisa memberitahu mu soal ini waktu itu. Aku juga baru tau minggu lalu saat aku melakukan pemeriksaan kesehatan, dan ternyata aku mengidap penyakit leukimia . Penyakit itu juga yang merenggut nyawa ibuku. Lalu ayahku yang merasa sangat terpuruk pasca kepergian ibuku pun akhirnya bunuh diri. Aku hanya ingin itu tidak terjadi padamu, jadi aku mengakhiri semua". Jawab Samuel sambil menghapus air mata Lyn.
"tetap saja harusnya kamu memberitahu ku waktu itu. Apakah kamu tau yang kurasakan selama seminggu ini seperti apa? Aku bingung dengan semua yang terjadi dan tidak ada satu orang pun yang berada di sampingku saat itu". Ucap Lyn yang sudah menangis sejadi-jadinya.
"Maaf kan aku... Aku hanya ingin apa yang terjadi pada ayahku dulu, tidak terjadi lagi padamu. Maka berjanjilah padaku, jika nanti aku tidak bisa terus bersamamu, kamu harus bisa melewati semua nya dan bangkit lagi. Dan yang paling penting, berjanjilah bahwa kamu akan menemukan kebahagiaan mu dan orang yang kau cintai, yang akan menemanimu seumur hidup". Jawab Samuel sambil memeluk Lyn lagi.
*flashback end*
Lyn pun kembali menetes kan air matanya saat ia mengingat masa lalunya bersama Samuel. Ia lalu pergi menuju kamarnya, dan berhenti di depan sebuah meja. Di meja itu terdapat foto Samuel yang terlihat sedang tersenyum dan disampingnya terdapat guci yang bertuliskan 'Samuel Ravendra 05 April 1998 - 14 Februari 2019'. Satu memori bersama Samuel kembali muncul dibenaknya.
*flashback*
"El, Cita-citamu apa?" tanya Lyn sambil memakan es krim vanilla nya. Lalu Samuel dengan mata berbinarnya menjawab.
"Tentu saja aku pengen jadi pengacara sukses dan masuk di firma hukum ternama agar aku bisa membela hak orang lain dan bisa mendapatkan banyak uang dalam waktu yang bersamaan. Kalau kamu pengen jadi apa?". Kata Samuel.
"Kalau aku sih, cuman pengen hidup bahagia dan punya banyak uang." jawab Lyn.
"Bukankah jika kamu ingin punya banyak uang maka kamu harus bekerja? Pekerjaan apa yang kamu inginkan dimasa depan nanti?". Tanya Samuel lagi.
"Aku rasa aku tidak harus bekerja, nanti aku hanya akan menunggumu pulang kerja, kamu kan pengacara ternama, pasti punya banyak uang bukan? Jadi aku tidak perlu khawatir soal keuangan" . jawab Lyn sambil tertawa.
*flashback end*
Lyn lalu mengambil foto Samuel yang ada dimeja dan berkata.
"Apakah kamu melihatku dari sana El? Hari ini aku berhasil mewujudkan cita-cita mu dulu, menjadi pengacara sukses. Aku juga sudah menepati janji ku dengan bisa bangkit dari keterpurukan saat kamu pergi meninggalkan ku untuk selamanya. Tapi.. Maaf kan aku karena belum bisa menepati 1 janji yang tersisa. Janji yang menyatakan bahwa aku akan mencari seseorang yang mencintaiku sampai akhir hayatku nanti. Aku harap kamu bisa memahami ku yang masih belum bisa membuka hati untuk orang lain. Terima kasih karena sudah pernah hadir dan membuat kenangan indah bersamaku. Dan untuk menempati janji itu, aku akan melepaskan abu mu jika aku sudah menemukan orang ku cintai lagi nantinya" monolog Lyn sambil memeluk foto Samuel.
*THE END*