Cinta diantara dua halaman
By : Alfridho Alfatih
Ada sebuah kisah cinta yang indah, terjadi di antara halaman-halaman buku magis yang misterius. Cerita ini mengisahkan tentang dua jiwa yang terikat dalam takdir yang tak terduga, terjebak dalam buku yang membawa mereka ke hubungan yang indah yang tak pernah terduga sekalipun.
Dalam sebuah toko buku tua nan kuno, hiduplah seorang gadis muda bernama Asky bersama ibunya yang sudah tua. Asky, seorang wanita gigih nan tangguh penuh semangat melanjutkan jualan sang ibu, alias mewariskan toko buku milik ibunya. Ia memiliki senyum yang manis semanis gula, wajahnya yang cerah bagaikan sinar matahari di pagi hari menyambut pagi dan hatinya yang selembut kapas. Siapa yang mengira bahwa dia adalah seorang wanita yang tangguh? Dia lah Asky. Asky bermimpi besar untuk bisa menjadi perempuan mandiri, pengusaha muda dan seorang penyihir. Asky sudah bosan dengan kehidupannya yang begitu-begitu saja, dia ingin mengubah takdirnya, semata untuk dia dan ibunya. Asky cinta akan hal-hal yang magis, hal-hal yang diluar akal manusia. Dia membayangkan, menjadi seorang yang ahli dalam sihir dan magis akan mempermudahnya untuk mengubah takdir hidupnya. Tak hanya ingin merubah takdir hidupnya, dia berimpian untuk menemukan cinta sejatinya, cinta yang tak pernah ia temukan sebelumnya. Iya, dia mau menggunakan magis nya untuk menemukan cintanya. Terdengar mustahil, dan begitupun dengannya, Asky juga merasa itu adalah hal yang mustahil, bukan magis nya, ia percaya kalau cinta yang dia impikan pun terasa mustahil. Asky sangat menyukai buku kuno dan buku klasik dengan diksi-diksinya yang indah.
"Ibuu, kenapa akhir-akhir ini toko kita sering sepi ya? Apa Asky memang tidak ditakdirkan untuk pergi ke Beras Basah untuk reuni dengan teman-teman alumni SMA Asky?" ucap Asky kepada ibunya sembari membersihkan buku-buku di rak yang sudah berdebu.
"Setiap tulisan pasti ada pembacanya. Setiap manusia pasti ada takdirnya. Asky percaya sama ibu ya nak, ibu akan usahakan agar Asky bisa pergi reuni dengan teman-teman Asky." balas ibu kepada Asky.
"Baik bu, ibu jangan memaksakan ya, kalaupun memang tidak bisa, tidak apa kok bu." Asky menerima apapun keputusan mereka berdua, apakah Asky akan ikut reuni atau tidak.
"Aduh aduh aduh, ide ide ide, mana ide. Gua harus buruan cari ide, gini nih paling males kalau udah krisis kreatif. Gua harus ngapain ya." terdengar ocehan tipis dari seorang laki-laki yang sedang bermain pulpen di jarinya.
D'sky Alfatih, seorang penulis terkenal dengan karya-karyanya yang unik dan menarik. Walau terdengar jarang, ternyata seorang laki-laki bisa menjadi seorang penulis. Kata-kata arkais dan diksi indah banyak sekali ia tuangkan dalam karyanya. Tak jarang, ia membuat cerita tentang kisah hidupnya. Fatih bukanlah anak dari bangsawan apalagi orang kaya, tetapi sejak kecil dia yakin, dia lah yang akan merubah nasibnya. Terbukti, dari goresan-goresan penanya, tarian-tarian jarinya diatas kertas mampu merubah takdirnya menjadikannya seorang yang dipandang tinggi. Dikarenakan Fatih sudah dipandang tinggi oleh orang-orang, tidak sedikit wanita mendatanginya dan menawarkan menjadi seorang istri untuknya. Fatih yang sudah mati rasa dan tidak peduli lagi dengan wanita, ia banyak menolak wanita-wanita yang mendatanginya.
"Wanita adalah pembodohan, gaada cinta yang nyata di dunia ini. Aku harap aku akan menemukan cinta ku di dunia lainnya. I'll meet a person, my love in another universe, pour a magic and be the love, i promise it!" janji seorang Fatih di dalam sebuah karyanya berjudul "Another universe" yang sedang ditahap penyelesaian.
"Ayo dongg, ide ide ide ide ide, tumben banget ini gelisah aelah." Fatih dongkol dengan dirinya sendiri.
Waktu menunjukkan pukul 23:00 dan Fatih masih sibuk dengan ide nya yang tak kunjung datang semenjak sore tadi. Fatih memanglah seorang yang pantang menyerah dan gigih. Pantang menyerah sebelum semua selesai. Tapi, ia juga harus memperhatikan pola hidupnya agar ia bisa terus melanjutkan kehidupannya dan melanjutkan karyanya. Tak lain dengan menjaga pola tidur dan pola hidup yang sehat. Fatih harus bergegas tidur dan menunggu hari esok.
Di sisi lain, ternyata hari esok adalah hari yang selalu ditunggu oleh Asky. Ia sangat bersemangat karena ia akan bertemu dengan para pembeli dan pelanggan tokonya. Asky bergegas bangun pagi, mandi lalu menjalankan rutinitasnya memasak sarapan untuknya dan ibunya, memberikan makan untuk kucingnya, menyapu dan membersihkan toko untuk bersiap menyambut para pembeli.
"Nak, sudah ketemu cinta sejatimu belum?" ibu bersenda gurau dengan Asky.
"Iihh ibuu, suka banget ngeledek Asky." pipi Asky memerah, pertanda ia tersipu malu.
Toko sudah dibuka, Asky sudah siap menyambut pengunjung yang akan datang ke tokonya.
Matahari semakin terik, menandakan pagi sudah mulai menuju siang...
Tumben, hari ini Fatih bangun sedikit siangan. Mungkin karena tadi malam ia sudah sangat larut malam untuk tidur. Ia terbangun dari tidurnya, tetapi ia terbangun karena kaget. Fatih masih dilanda oleh utang di novel berjudul "Another Universe".
"Bingung gua, hati gua ga biasanya kayak gini. Nextpage harus gua isi apaan ya?" ucap Fatih.
"Mulailah membuka portal, bukalah portal itu dengan cinta. Aku memang buta akan cinta, tapi aku harus bisa membuka portal itu. Siapakah cinta itu?" sambungnya.
Yup, itulah kutipan terakhir, kalimat terakhir di novel itu. Fatih masih bingung apa kalimat selanjutnya yang nyambung dengan kalimat itu. Fatih merasa, cinta adalah hal yang berat dan mustahil. Belum lagi, ia berkhayal akan ada dunia lain untuk menemukan cinta sejatinya. Iya, portal yang ia harapkan dan ia maksudkan adalah portal menuju keabadian sebuah cinta Fatih.
"Gak gak gak, gabisa dibiarin ini. Gua harus cari jalan keluar biar bisa dapat referensi dan nyegerin diri gua sendiri. Kalau engga, bisa bunuh diri gua karena ini. Konyol sih, tapi gua gabisa kalau ga nyelesaikan ini." ucap Fatih sembari bergegas, bersiap ingin keluar mencari udara segar.
Fatih berjalan, mengarah ke arah utara kota...
"Ah iyaa, mendingan gua pergi ke toko bukunya mak Mus. Siapa tau dapat referensi disono." Fatih memang sering bicara-bicara dengan dirinya sendiri, kata orang itulah tanda orang cerdas.
Fatih tiba di toko milik mak Mus...
"Mak Muss, ini Fatih." sahutan Fatih dari luar
"Tokonya buka kann." sambungnya sembari membuka pintu toko.
"Eh iya mas, tokonya buka. Ibu lagi ada didalem. Saya baru-baru ini aja bantuin ibu buat jaga toko ini, itung-itung ngisi hari kosong pasca kelulusan kuliah hehe." loh? Sahutan dari gadis muda? Kok bukan suara yang biasa didengar oleh Fatih ya? Bukan suara Mak Mus?
"Owhh, iya iya. Lagi pengen temu kangen aja sama toko ini, sama Mak Mus juga sih." balas Fatih.
"Silahkan mas, dilihat lihat dulu. Yah memang akhir-akhir ini toko sepi mas. Apalagi stok buku dari supplier udah gaada lagi..." ucap si gadis muda itu.
"Gapapa gapapa, lagi pengen yang kuno-kuno aja ini. Coba cari referensi siapa tau dapat mantra-mantra magis yang bisa buat portal hahahaha." Fatih mulai terjebak dalam obrolan itu.
"Ohiya, boleh kenalan?(aduh, kenapa aku jadi gelisah gini ya)" modus Fatih.
"Boleh mas. Saya Asky, anak dari Mak Mus. Anak satu-satunya dan harapan ibu. Saya yang akan melanjutkan toko ini. Agar ibu bisa istirahat di usia yang sudah tidak muda lagi. Kadang juga sedih karena di usia tua ibu masih aja jaga toko, jadi saya inisiatif untuk melanjutkan toko ini." ternyata gadis muda itu adalah Asky. Yap, gadis muda yang gigih itu adalah anak dari Mak Mus.
Fatih menjabat tangan Asky.
"Gua Fatih, D'sky Alfatih. Gua biasa langganan disini. Cuman karena akhir-akhir ini sibuk keluar negeri untuk peresmian karya tulis, jadinya jarang kesini sampai ga kerasa ya Mak Mus udah tua. Salam kenal, semoga kita bisa berteman baik. Ohiya, biasa Mak Mus tau gua biasa dipanggil Awan karena nama gua ada unsur sky nya, katanya sih biar bedain dari yang lain." Giliran Fatih yang memperkenalkan dirinya.
"WAH MASNYA PELANGGAN? SELAMAT DATANG KEMBALI MAS." Asky sangat bersemangat karena ternyata masih ada pelanggan di toko ini.
"Buu, ada Mas Awan. Mau temu kangen katanya." sambungnya memanggil sang ibu.
"Ohiyaa, tunggu ibu kesana ya. Ibu pake jilbab dulu." sahut ibu alias Mak Mus.
Mak Mus menemui mereka berdua di toko depan.
Seperti orang yang sudah lama tidak bertemu, seperti keluarga yang sudah lama tidak berkumpul, seketika itu juga Mak Mus dan Fatih menumpahkan rasa rindu mereka. Fatih begitu sayang dengan Mak Mus dan menganggapnya adalah ibu dia sendiri. Fatih sudah tidak lagi memiliki orang tua kandung, bukan karena keduanya meninggal, tetapi karena orang tua mereka bercerai pada saat Fatih masih kecil.
"Mak Mus gimana kabarnya? Sehat sehat aja kan?" tanya Fatih.
"Mak udah ga sesehat kemarin Wan, Emak ternyata ada penyakit kanker otak stadium 4. Mak mau nikmati usia tua ini Wan, waktu sisa untuk Emak. Emak rindu banget sama Awan, Awan darimana aja?" balas Mak Mus.
"Mak... kok Emak gaada berkabar ke Awan? Emak terlilit biaya atau gimana? Udah coba operasi? Berobat?" ucap Fatih.
"Awan darimana aja kemarin nak ganteng?" Mak Mus mengalihkan pembicaraan.
"Mak, setelah ini kita ke rumah sakit ya, Awan sudah menjadi orang, bukan lagi anak kecil yang dimanja lagi. Awan tanggung semuanya." Fatih begitu sayangnya dengan Mak Mus.
"Percuma nak, stadium 4 sudah sangat kecil kemungkinan untuk sembuhnya." balas Mak Mus.
"Gak, Emak harus coba berobat!" Fatih begitu bersikeras ingin Emak sembuh.
"Baiklah.. kita coba ya nak ganteng." Mak Mus luluh.
"Iya mak, gitu dong. Ohiya mak, koleksi buku paling kuno dengan kata-kata kuno dan klasik ala-ala penyihir ada ga ya ehehehe." Fatih sedikit lega karena Emak mau mengikuti ajakannya untuk berobat.
"Banyak tuh, disini bukunya udah buku tua, buku kuno, supplier udah jarang kesini. Sedih sih." ucap Emak Mus
"Coba aja dicari cari di rak pojok kiri, itu sama anak Emak aja, baru magang itu ahahah. Udah kenalan kan? Kenalan dong. Itu dia mau reuni ama temen SMA nya ke Beras Basah deket ini." sambungnya.
"Sudah mak sudah ehehehe, Asky kan? Cantik, manis lagi. Baru saya lihat ini." balas Fatih.
"Halah halah, tak jodohi kaget kamu nanti." senda gurau Mak Mus tak hanya ke anaknya, ternyata ke Fatih pun ia sering bersenda gurau.
Emak Mus meninggalkan mereka berdua.
"EH EH MAK(duh, gimana nih, jadi bingung mau mulai pembahasan sama dia gimane)." ucap Fatih.
Tak jauh dari situ, daritadi Asky menyimak pembicaraan mereka berdua. Mendengar apa yang diucapkan terakhir ibunya sebelum meninggalkan mereka berdua, pipi Asky memerah tersipu malu, lagi.
Mata Fatih tertuju pada satu buku tua, penuh debu, berjudulkan "Cinta adalah magis".
Fatih menghampiri buku itu, mengambilnya dan menanyakan harganya.
"Ni berapa Asky? Kayaknya bagus deh, diksi kuno dengan toping serbuk arkais percintaan sekilas ngebuat gua tertarik." tanya Fatih.
"Lima puluh lima ribu rupiah mas, bulet harganya." sembari Asky cek barcode harga buku itu.
"Cash ya, ini. Lebihnya buat jajan nanti ke Beras Basah ya hahaha." apa? Fatih memberikan uang yang sangat lebih dari harga?
HAMPIR SEPULUH KALI LIPAT DARI HARGA BUKU NYA!! IYA, RP. 500.000.
"MAS, INI KEBANYAKAN, GABISA GABISA, HARGA BUKUNYA CUMA LIMA PULUH LIMA AJA." siapa yang tidak kaget? Yah, Asky menerima uang itu dengan sedikit kaget di hatinya.
"Udah terima aja, pergi ke Beras Basah nanti. Have fun lu ye." ucap Fatih.
"Eh, lu tertarik sama buku-buku ga? Kayak nulis dan ngarang gitu. Kalau lu tertarik, gua mau ngajakin lu nih, buat jadi partner gua ngarang novel. Siapa tau rejeki lu jadi penulis sukses kan." sambung Fatih. Yak, lagi lagi nampaknya ada sisi modus disini.
"Kebetulan gua kesini pengen nyari referensi buat lanjuti novel gua, tungguin ye. Ini bukunya udah gua bawa, rill asli tulisan gua nih ahaha, anti ketik-ketik club. Ini yang membedakan karya gua dengan penulis diluar sono." Fatih terus melanjutkan pembicaraannya.
Tumben, Fatih yang cuek malah jadi laki-laki yang mengerti modus dan jadi banyak bicara.
"Bisa nemuin cinta sejati ga disini hihihi?" Asky mulai terjebak lebih dalam dipembicaraan ini. Ia coba meminta buku novel Fatih, berjudul "Another Universe" yang masih ingin Fatih lanjutkan.
"Boleh pinjem gak? Mau liat isinya udah sejauh mana." sambungnya.
Tanpa pikir panjang, Fatih lupa, buku itu harusnya jangan diberi keorang lain sebelum karya itu selesai. Terdengar aneh, tapi nyata, buku itu sakral...
Asky sangat bersemangat, sehingga buku yang dipinjamkan terjatuh dan membuka halaman terbaru, halaman yang baru mau dilanjutkan oleh Fatih.
Disinilah keajaiban dimulai, sebuah kisah romantis akan bermulai. Kisah yang tidak akan pernah kalian dengar sebelumnya.
Whooshhhhhhh
Suara apa itu? Dimana mereka berdua? Fatih dan Asky?
"Fatih? Kita dimana?" ucap Asky.
"Loh? Mana gua tau, lu sih macem-macem ama bukunya." jawab Fatih.
"JA-JANGAN JANGAN, KITA MASUK KE BUKU GUA? GOKILLLL!!" sambung Fatih, ia sendiri kaget dengan kejadian ini.
Fatih menjadi se-excited ini? Wah, Asky bukan sembarang perempuan, ia bisa membuat seorang Fatih menjadi seperti ini.
"Kita mau kemana ini? Serius ini kita masuk ke buku kamu? Mimpi apa barusan?" Asky masih dan masih saja menanyakan hal ini.
"Sudahlah, sepertinya kita bakal menjalankan kisah yang ada dibuku ini. Mungkin ini juga bisa buat lanjutin karya gua." sudah? Respon Fatih hanya seperti itu? Ada kejanggalan sepertinya.
"(Ini seriusan? Berarti mantra magis yang udah gua cantumin seriusan jadi portal? Harusnya, ga sembarang orang bisa masuk sini. Apa jangan-jangan... Asky ini... Ah sudahlah)" gumam Fatih dalam hatinya.
"Oke oke, aku ngikut." Asky ikut dengan apapun yang akan terjadi nantinya.
Perjalanan mereka didalam buku pun bermula. Asky akan merasakan banyak pengalaman baru, hebat, fantastis, sedih dan banyak lagi. Bayangkan, Asky yang periang menjadi orang yang hatinya sangat tersentuh. Kenapa bisa demikian? Asky merasakan perjalanan hidup Fatih memperjuangkan takdir dan hidupnya sampai titik Fatih berhalusinasi membuat sebuah portal dunia lain untuk menemukan cinta sebenarnya.
"I'll found you in the another universe..." sekutip kalimat muncul dilangit langit indah dari halaman buku itu.
"Fatih, you got it." loh? Kalimat itu berubah? Bagaimana perasaan kalian menjadi Fatih? Kaget? Hmmm...
"(HAH? APA INI? KOK? ASKY?)" lagi dan lagi, Fatih gumam dengan dirinya sendiri.
"Mas, itu apa? Kok bisa berubah berubah gitu? Hebat bangettt kerennnn." ucap Asky yang dengan polosnya tidak mengerti maksud dari itu.
"Gaada apa apa, gituan doang mah udah biasa kali di film film. Kayak gapernah liat aje. Gausah norak.(Aduhh gimana cara ngomongnya, gua harus segera nyatakan rasa ini, gua harus segera nemuin siapa sebenarnya cinta di hati ini. Siapa sebenarnya yang membuat gua gelisah akhir-akhir ini.)" yak, gengsi. Apa yang diucapkan Fatih berbeda dengan apa yang ada dihatinya.
" There're 5 minutes left... Confess it, u can do it, Fatih." kalimat dilangit itu berubah lagi... Fatih pun terheran dengan apa yang ia tulis, karyanya malah menjebaknya dalam buku aneh ini.
"ASKY. OKE OKE. LU HARUS JADI PACAR GUA. LU BAKAL HIDUP BAHAGIA SAMA GUA. JANJI!" hah? Kenapa terburu-buru? Ohiya, mungkin karena ancaman dari buku itu sendiri.
Mereka tidak tau aja, kalau ternyata buku itu hanya mengancam dan sedang iseng dengan Fatih, si penulisnya. Buku inilah saksi bahwa Fatih tidak sembarang dengan memilih wanita, buku ini juga saksi bisu perjalanan kisah Fatih di buku ini. "Another Universe".
"MAS? APA APAAN, SIAPA YANG GA KAGET DIGINII?" yap, Asky kaget.
Walau Asky kaget, hatinya sangat tiba-tiba luluh dengan Fatih. Bukan tanpa sebab, Asky sangat menghayati dan menikmati perjalanan buku itu berdua, bersama dengan Fatih. Tidak ada orang lagi selain mereka berdua di buku itu.
"Gamau ya...? Hati ini gabisa aku bohongin ky.. Maaf kalau sangat tergesa-gesa. Aku rasa momen ini jadi momen yang pas, karena tidak lama lagi kita akan keluar dari sini." loh? Logat ala-ala gue lu dari Fatih jadi aku kamu? Tak heran, orang yang lagi jatuh cinta memang biasanya mendadak berubah dihadapan orang yang ia cintai.
"Iya mas iya.. Makasih ya sudah menjadi partner ku. Kita terhitung sangat singkat kalau diluar buku ini. Tapi, kita malah beranjak tua bersama di buku ini. Pengalaman seru, sedih, haru, bahagia, aku lewati bareng mas Fatih. Aku gapernah ngerasain cinta sebelumnya. Yang aku tau, aku hanya seorang anak tunggal perempuan dari wanita paruh baya yang ditinggal pergi oleh suaminya. Aku hanya mengenal hidup adalah diksi indah. Buku adalah bagian dari hidupku. Terdengar konyol dan mustahil, apabila seorang perempuan sepertiku harus bersanding dengan seorang laki-laki ternama, seorang penulis yang sangat digemari dan diidamkan oleh dunia luar. Karya sastramu, diksi indahmu, berhasil membuatku terpukau denganmu. Bayangkan saja, aku yang baru mengenalmu, langsung terpukau olehmu. Bagaimana dengan yang sudah lama mengenalmu? Mengapa engkau malah memilihku? Aku hanya sekolah bermodalkan usahaku mendapatkan beasiswa. Iya mas, aku ga semampu itu untuk bisa sampai ikut kuliah, bahkan sampai lulus. Biayanya pasti gamurah, makanya aku banyak menyelingi waktuku untuk menggaruk dunia luar, berdagang, bersosialisasi dan menjaga ibu di hari tuanya. Mas yakin mau sama aku? Keluarga mas nanti nanggepinnya gimana? Sekali aku jatuh cinta, aku mau ini adalah kisah cintaku yang serius sampai kita menjadi debu, dan kita menemukan diri kita di universe lain, dengan kondisi kita adalah pasangan yang abadi. Aku bisa mas, aku menyanggupimu, bersamamu hingga akhir, abadi selamanya." indah, tersusun dan tertata rapi, balasan dari Asky untuk Fatih. Suasana hening, haru dan bahagia... Padahal, sudah lewat 5 menit, kenapa belum saja mereka keluar dari situ.
"Selama nafas ini berhembus, angin masih bertiup dengan anggunnya, matahari masih menyinari kehidupan dengan sinar yang indahnya, burung berkicau dengan rima yang indah. Selama jantung ini berdetak, selama pena ini masih sanggup menggores kertas menulis kisah indah, kisah manis dan kisah kita, dan selama kertas masih sanggup menerima goresan pena ini. Aku menyanggupi atas segala hal yang harus aku terima dan aku pertanggung jawabkan darimu. Kamu adalah bagian dari hidupku, bagian dari ceritaku, bagian dari segalanya, everything about me will be everything about us. Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu. Entah takdir apa yang sedang kita jalani sekarang sampai kita bertemu di buku ini, dunia lain. Aku memang banyak berharap dan menunggu, akankah mungkin adanya sebuah portal menuju universe lain yang bisa membuatku menemukan arti cinta sesungguhnya. Aku menemukanmu, iya, seperti janjiku di halaman sebelum ini. Aku mencintai diksi, dan aku menemukan mu diantara diksi yang sudah aku tata rapi untuk mencarimu. Aku sanggup, dan menyanggupi atas segalanya. Mak Mus akan menjadi ibuku juga, kita akan segera ke jenjang yang serius. I LOVE YOU IN EVERY UNIVERSE, ASKY." kata-kata balasan dari Asky, dibalas lagi dengan tatanan kata yang lebih indah untuk Asky. Dari Fatih untuk Asky.
"Iya mas... Marry me ya? I love you more than you know..Let me be your wife, and be your life." Asky sudah tidak sanggup berkata apa-apa lagi.
"Segera, setelah kita kembali dan mengobati mamah." ucap Fatih.
Fatih menggenggam tangan Asky, mendekapnya dan memberikannya sebuah pelukan hangat yang tidak pernah Asky dapatkan dari seorang laki-laki manapun, dari orang manapun selain dari ibunya sendiri.
"Kita akan abadi, aku janji. Goresan penaku akan selalu mengabadikanmu. Novel ini telah selesai, aku menemukan ending yang cocok untuk mengakhiri novel ini. Kamu menjadi saksi novel ini selesai. Kita harus segera kembali. Ada ibu yang harus kita obati, ada Asky yang harus Fatih seriusin. Let's go back in our real life. Buku ini akan menjadi saksi, Fatih dan Asky adalah akhir dari tujuan novel ini dibuat." bisik Fatih ditelinga Asky.
"Done with it Fatih?" langit itu kembali memunculkan kalimat dari susunan rasi bintang.
(Fatih menganggukkan kepalanya)
Whooshhhhhh
(Mereka kembali ke tempat awal mereka ditemukan, di toko buku milik Mak Mus).
"Pengalaman yang seru ya? Kita cari Mak Mus. Segera kita ke rumah sakit ya. Gausah khawatir semua biaya aku tanggung. Kamu ikutlah list dengan teman teman reuni kamu. Kita benahi toko ini. Aku yang bertanggung jawab atas sepenuhnya hidup kamu dan Mak Mus. Setelah Mak Mus sembuh dan kamu sudah kembali dari reuni itu, kita menikah. Mulai dari sekarang, aku akan mempersiapkannnya. Pergilah, bantu ibu kamu untuk bergegas bersiap pengobatannya, jangan lupa untuk list untuk ikut reuni dengan teman-teman kamu." sepatah dua patah kalimat dari Fatih untuk Asky.
"Baik mas." tak pikir panjang dan mengulur waktu, Asky segera melakukan apa yang diarahkan oleh Fatih.
Asky menuju ke kamar ibunya.
"Bu, ayo bersiap, kita coba pengobatan ibu ya bu. Kita harus optimis agar ibu sembuh. Kita berangkat sama Mas Fatih." ajak Asky sembari menyiapkan pakaian-pakaian dan keperluan Mak Mus selama dirumah sakit.
"Iya nak cantik." Mak Mus tidak ada tenaga lagi untuk protes.
Sebelum itu, ternyata Fatih sudah kembali dari rumahnya dengan membawa mobil untuk berangkat ke rumah sakit nantinya.
Klakson berbunyi, Mak Mus dan Asky sudah bersiap, mereka menuju mobil.
Tiba di rumah sakit. Mereka langsung bergegas ke ruang rontgen dan operasi agar segera berjalan.
"Mak sembuh yaa, bakal ada kabar bahagia untuk Emak. Setelah Emak sembuh.. Emak harus sembuh, titik." bisik Fatih selama ia membantu mendorong kasur pasien Emak menuju ruang rontgen.
Semua telah berjalan, hanya tinggal operasi dan semua akan selesai.
Asky dan Fatih menunggu di ruang tunggu operasi. Dokter keluar dari ruang operasi.
"Keluarga dari nyonya Musnimah?" ucap Dokter.
"Nyonya Musnimah akan diantarkan ke ruang rawat inap." sambung Dokter.
"RAWAT INAP DOKTER? IBU SAYA BERHASIL DIOPERASI? DARI KANKER STADIUM AKHIRNYA? ALHAMDULILLAH YA ALLAH YA RAHIM, ENGKAU MAHA PENGASIH, TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGIMU. KUN FAYAKUN." ... Allah maha mengerti, tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Betapa bahagianya Asky mendengar kabar bahwa ibunya akan masuk ke ruang rawat inap.
"Iya non, kita berhasil mengangkat penyakit ibunya. Selanjutnya ibunya akan melanjutkan rawat inap, dan mohon untuk segera melakukan penebusan biaya segala administrasinya." lanjut Dokter.
"Langsung antar aja ya dok, sekalian Asky temeni ibu keruangannya, yang isinya hanya untuk 1 pasien, kasih vip kalau bisa. Saya langsung ke kasir." ucap Fatih dengan gigih.
Biaya dan administrasi sudah dilunaskan, semuanya telah diselesaikan. Fatih segera menemui Mak Mus dan Asky di ruang rawat inap. Tak lama, Mak Mus sepenuhnya sadar dari bius totalnya.
"Mak, berhasil kan? Mak bisa lewatin semua kan? Selanjutnya, Awan mau kawin ama Asky, sah ya." tak ada angin tak ada hujan, tiba tiba Fatih mengucapkan demikian didepan Mak Mus.
"Mak, kalau Mak nolak, kasian loh penghulu sudah dijalan mau kesini, wali Awan mau kesini, masa Mak tega sih." sambung Fatih seakan memaksa.
"Eh-eh, ke-kenapa terburu buru sekali, Emak gadikasih aba-aba tiba tiba aja mau kawin, kebelet apaan lu." Mak Mus kaget, tapi...
"Iya Wan, Emak percaya ke kamu, asalkan Asky mau, langsung kawin deh. Hiyayayaya." sambung Mak.
"Saya terima nikah dan kawinnya, Asky binti ...." terdengar kalimat sakral dan janji hidup semati dari suara seorang laki-laki. Dengan lantang dan gagah, laki-laki ini percaya diri dengan apa yang ia ucapkan didepan para saksi, didepan Mak Mus, disamping Asky, didepan penghulu dan saksi dengan wali dari laki-laki ini. Dia adalah Fatih.
"SAHH...!!" Alhamdulillah, Asky dan Fatih telah resmi menjadi sepasang kekasih. Sepasang kekasih dengan topik dan bumbu indah dari diksi yang akan mereka ciptakan untuk mengisahkan kehidupan mereka.
Seharusnya, mereka menikah setelah Asky kembali dari Beras Basah. Tetapi, ternyata Fatih terburu-buru ingin menikahi Asky. Biasalah lelaki.
Selang berapa hari, Mak Mus sudah boleh pulang dan menjalani rawat jalan. Toko sudah berubah, menjadi lebih rapi dan indah. Ternyata, selama dirumah sakit, Fatih terus monitor untuk renovasi toko buku milik Mak Mus itu.
"Sayang... Kita akan abadi di karya, abadi di dunia lain, abadi selamanya." seorang Fatih? Laki-laki mati rasa dengan perempuan, memanggil sayang ke seorang perempuan?
"Iya mas, kita abadi ya? Iya, kita akan abadi. Kita ciptakan kisah yang tidak akan pernah ada di dunia ini maupun di dunia lain. U found me, u did it, and i did it." balas Asky.
Abadi, cinta antara diksi, melewati hal yang fiksi. Cinta abadi selamanya, selama-lamanya. Kisah indah antara sang penuliis dan wanita yang menjadi sumber karangannya. Sang penulis berhasil menyelesaikan komiknya. Ia mengira akhir dari kisah novel yang ia buat akan sedih. Tapi, siapa sangka, buku itulah yang membuktikan bahwa segalanya akan indah pada waktunya. Novel "Another Universe" berakhir dengan indah, dibuktikan dengan terjalinnya hubungan resmi antara Fatih dan Asky, dan kemustahilan dimata manusia bukanlah hal yang sulit untuk Tuhan yang maha Kuasa, Mak Mus, ibu dari Asky sembuh dari penyakitnya. Jadilah seorang yang optimis, tidak akan ada hal yang mustahil selama kita percaya akan kehadiran Tuhan. Jangan menjadi orang yang mudah menyerah, jadilah seperti Asky, menjadi perempuan yang tangguh dan gigih, siap berdikari(berdiri diatas kaki sendiri) dan jadilah seperti Fatih yang selalu fokus terhadap apa yang akan ia lakukan dengan tetap memperdulikan hal sekitarnya. Cinta adalah segalanya. Benarkah cinta adalah segalanya?
Selesai.