Di ruang tamu yang di desain dengan banyak jendela kaca , yang bertepatan dimalam itu entah kenapa gorden tidak di pasang di setiap jendela , membuat pemandangan luar terlihat jelas dari dalam dan dari berbagai sisi , yang memperlihatkan rumah para tetangga yang sudah gelap dan sepi .
Di malam itu aku yang memilih tidur di ruang tamu setelah bertengakr dengan kakakku , tengah duduk di sofa sambil memeluk kakiku aku menagis , aku begitu kesal malam itu dan tidak perduli lagi jika mataku akan membengkak di keesokan paginya .
Karena lelah menagis aku memutuskan untuk berbaring dan menutup diri dengan selimut, meski aku masih sesenggukan aku mencoba menutup mata dan tertidur .
Namun belum aku lelap dati tidur , sebuah suara mengangguk , suara ketukan kaca yang terdengar nyaring di setiap kaca jendela di ruang tamu , awalnya aku fikir jika itu hanyalah suara yang timbul karena angin , sebab kaca jendela akan menyusut di suhu rendah seperti malam hari dan menyisakan ruang , dan jika terkena angin ia akan terdengar nyaring .
Aku tetap memejamkan mata dan berusaha untuk tidur meski sedikit terganggu dengan suara kaca serta suhu dingin , namun suara itu semakin membuatku terganggu kala bukan hanya kaca yang terdengar seperti di ketuk melainkan pintu yang terdengar seperti di dorong paksa untuk di buka , aku masih berfikir positif , Aku fikir jika itu hanya karena angin , namun semakin aku mencoba tidak perduli suara itu semakin nayaring dan mengangguku , yang membuatku membuka mata dan mendudukan diri untuk melihatmelihat apa yang terjadi , aku sempat bergumam kenapa ibu dan kakakku tidak merasa risih dengan sahara nyaring yang menganggu seperti itu , aku mulai melihat dan menatap kearah kaca yang tidak tertutup kaca gorden .
Astaga bertapa terkejutnya aku melihat pemandangan seperti itu , yang membuat dadaku berdetak kencang bulu kudukku berdiri tubuhku terasa kaku mulutku seperti tak bisa terbuka , keringat dingin membasahi tubuhku saat melihat pemandangan seram di depanku .
Aku melihat sekumpulan mahluk yang tengah mengitari rumahku , mereka berbaris disetiap kaca dan di depan pintu , mereka begitu menyeramkan , dengan bentuk yang bermacam - macam , perempuan berambut panjang , anak kecil mahluk tanpa wajah dan masih banyak lagi .
Setelah kejadian itu aku baru tau jika apa yang aku lihat selama ini bukan halusinasiku seperti yang di sebutkan ibuku , sebelum kejadian malam itu aku sudah sering melihat beberapa yang seperti mereka namun saat aku menceritakan pada ibu , ibu selalu menjawab jika itu hanyalah halusinasi .
Seperti saat aku di kejutkan dengan wajah putih pucat dengan mata hijau yang menatapku , ia tengah tersenyum padaku , namun yang aku lihat hanyalah bagian kepala saja , serta seorang wanita berambut panjang dengan baju putihnya , Aku melihatnya saat aku pulang dari les aku fikir jika ibuku sebab penampakan itu berjalan dari arah dapur rumahku menuju kamar paling ujung aku melihatnya dari luar saat aku akan masuk kedalam rumah , melihat itu aku berjalan masuk dan memanggil - manggil ibuku , tapi anehnya rumahku sangat sepi dan tidak ada sahutan dari ibuku , saat aku mencoba melihat di setiap kamar rumahku aku tidak mendapati siapa - siapa .
Hal lain juga terjadi seperti suara yang sering memanggil namaku , seperti saat aku tidur di kamar , waktu itu setelah asar , aku tertidur lelap karena lelah , tiba - tiba aku mendengar suara yang membangunkanku , suara berat has seorang laki - laki , ia memanggil namaku sambil menepuk bantal di sampingku , suara pertama terdengar pelan , suara kedua terdengar jelas dan pada saat suara ketiga yang terdengar membentakku yang langsung saja aku terbangun dan langsung lari keluar rumah dengan dada yang berdegub kencang .
Bukan hanya aku tapi kakaku , yang mengalami kejadian seram , saat di mana aku pergi bermain kerumah temanku , kakakku yang tidur lelap dikamar , harus terbangun karena sesuatu yang menyenggol lengannya , saat ia membuka mata ia melihatku duduk di atas meja dengan memakai baju yang sama yang aku pakai saat aku keluar rumah , rambut yang sama dan wajah yang sama , hanya saja dia tampak pucat dan terdapat beberapa luka di wajah kakak dan tangannya , kakak fikir jika aku habis terjatuh, dan saat kala bertanya aku kanapa dan habis jatuh di mana , bukannya menjawab aku malah menatapnya dengan senyum .
Dari cerita kakakku aku fikir jika ada yang aneh dengan rumah kami , namun pemikiran itu terkalahkan saat malam di mana ibu akan pergi keluar kota untuk menghadiri acara pernikahan seseorang , ibu akan ikut rombongan di luar desa , jadi kami harus mengantarnya kesana , jalan menuju desa tetangga adalah jalan yang sepi dan gelap , tidak ada perumahan dan hanya ada sawah di kiri dan kanan jalan , setelah mengantar ibu aku dan kakak kembali pulang , sudah tentu kami melewati jalan yang tadi , di tengah perjalanan tepatnya di jalan yang hampir sampai desain aku melihat seseorang dari arah berlawanan yang berjalan sendiri di tengah malam tanpa senter atau penerangan , orang itu berpenampilan seperti orang dulu yang membawa barang yang di bungkus di kain serta mengunakan penutup kepala tang bisa di sebut udeng , aku terus melihatnya karena penasaran , dan saat kami berpapasan orang itu menoleh kearahku yang membuatku ketakutan dan memeluk pinggang kakaku dengan erat , sebuah wajah yang menyerupai macan tengah menatapku .
Hal sama terjadi lagi , saat aku menginap di sebuah penginapan yang dekat dengan pegunungan , aku menginap bersama teman - temanku untuk acara pembelajaran , kami akan menginap selam satu minggu , dan hal menakutkan juga terjadi di sana , saat di hari ke lima , Aku yang sakit tidak bisa ikut serta kegiatan dan harus beristirahat di kamar , bertepatan dengan itu di kamar tempat aku tidur ada salah satu adik kelasku yang juga sakit , jadi waktu itu kami di kamar hanya berdua saja , dia sedang membaca buku , sedangkan aku hanya berbaring dan memainkan gelang di tanganku , kami diam dan asik dengan dunia kami sendiri , namun tiba - tiba pintu terbuka karena angin , aku tidak peduli dengan itu dan masih fokus memainkan gelangku , tapi tiba - tiba aku mendengar ketukan kaca yang terdengar persisi seperti waktu itu yang membuatku merinding , dan merasa takut , aku tak berani menoleh melihat kearah kaca ataupun arah lain aku lebih memilih menarik selimut dan menutup seluruh tubuhku , tapi suara adik kelasku membuatku mengurungkan niat .
" mbak dingin ya " tanyanya yang hanya aku jawab anggukan , setelah itu aku mendengar pintu tertutup .
" mabk aku boleh tidur di samping mbak aku bosan sendiri " katanya yang juga aku jawab anggukan , kemudian aku merasakan seseoramg yang berbaring di sampingku , saat itulah suara ketukan kaca itu tak lagi terdengar , dan aku mulai memberanikan diri membuka selimut dan melihat sekitar .
Sayang sekali pemandangan yang sama aku lihat seperti waktu bedanya merek berada di dalam kamar , aku benar - banar takut , keringat bercucuran , nafasku tak teratur , tubuhku sangat kaku .
" mbak , mbak kenapa " tanya adik kelasku sambil menepuk pintaku , aku segera menoleh dan melihat adik kelasku , namun aku di buat terkejut saat sosok yang duduk di samping adik kelasku tengah menatapku , sepontan aku berteriak histeris yang membuat adik kelasku juga ketakutan .
Kejadian itu yang paling teringat di benakku karena semua anak yang berada di aula serta para panitia dan guru pemateri , semua langsung berlari menuju kamar setelah mendengar jeritanku serta adik kelasku yang juga menjerit keras bahkan lebih keras dari suaraku .
Aku di temukan pingsan sedangkan adik kelasku tampak bingung dengan apa yang terjadi .
Aku makin merasa bingung dengan diriku , kenapa aku sering melihat hal - hal semacam itu dan merasakan hal - hal aneh seperti aku yang akan terbangun di setiap tengah malam , dan akan suara - suara aneh , lalu tertidur lagi jika sudah jam tiga dini hari . Bukan hanya itu aku semakin sering nipu buruk , mengigau hingga sulit bangun , itulah sebabnya tidak berani tidur sendiri , dan lebih anehnya aku akan merasa sakit secara tiba - tiba jika aku datang ketempat - tempat tertentu .
Salah satunya , saat aku di ajak temanku untuk jalan - jalan ke air terjun , saat berangkat aku sehat wal afiat , namun saat sudah sampai di tempatnya , aku langsung merasakan sakit yang tak bisa aku jelaskan , dan saat keluar dari tempat itu rasa sakit itu mulai berkurang dan menghilang dan setelah itu aku akan lemas , kedua saat ibuku mengajak aku ke pantai , saat berangkat aku juga sangat sehat namun saat sampai di tempat tujuan , entah tiba - tiba aku merasakan hal yang sama kepalaku terasa berat , mataku seperti mau copot dan suhu tubuhku naik , aku tiba - tiba saja demam , dan sepulang dati tempat aku juga baik - baik saja hanya merasa lemas .
Aku juga sering sekali merasakan seperti bertabrakan dengan orang tapi aku tidak melihat orang yang sedang berjalan di sekitar ku .
Semua hal - hal yang aku alamai , aku selalu menyimpannya sendiri , dan merasakan rasa takut seorang diri tanpa berani mengungkapkannya pada siapapun . Aku pernah menceritakannya pada ibuku , bukannya percaya beliau malah menganggapku berhalu , aku juga pernah menceritakannya pada guruku saat kejadian di tempat penginapan namun ia tidak percaya akan hal itu , itulah sebabnya aku selalu menyimpannya sendiri , dan terkadang aku merasa frustasi dengan itu , karena tidak ada yang mengerti apa yang aku alami .Aku juga sering menagis sendiri , karena rasa takut , aku butuh orang yang mendengarkan aku dan percaya apa yang akan aku katakan.
Hingga di suatu hari saat aku tiba - tiba mengalami sakit perut dan muntah - muntah , dan saat itu aku langsung di bawa ke pukesmas karena sakit , di puskesmas, di UGD aku terus merintih kesakitan dan berkali - kali muntah , bukan makanan yang aku keluarkan melainkan cairan , di situlah aku di rawat dan di beri obat pereda sakit namun obat yang di beri tidak meredakan rasa sakit di perut , hingga akhirnya dokter memberiku suntikan untuk meredakan sakit namun sayang rasa sakit itu tidak juga reda . Hingga pada akhirnya dokter memutuskan agar diriku di rawat inap untuk beberapa hari .
Kejadian menyeramkan juga terjadi saat aku berada di UGD , saat aku merasakan sakit di perutku aku melihat sosok perempuan dengan rambut panjang dan baju putih , duduk di ranjang sampingku yang kosong, perempuan itu terus menatapku dengan senyum , sedangkan aku merasakan sakit yang teramat , dan saat itu juga du ruang UGD juga ada seorang pasien yang di jaga beberapa orang sodaranya , salah satu sodara dari orang yang sakit itu terus menatapku seorang lelaki bertubuh tinggi tegap dan baju batik , ia seperti ragu saat ingin mendekat kearahku , dia terus menatapku hingga saat aku tidak tahan dengan sakit di perutku , aku mencoba untuk tengkurap, dan pada saat itulah orang itu langsung mencegahku agar aku tidak tengkurap .
Saat aku di pindahkan ke ruang inap yang terdapat tuju kasur , namun hanya terisi satu pasien yaitu aku , hanya ada aku pasien yang di rawat di sana , dan di sana aku terbaring di sebuah ranjang dekat dengan jendela , yang memperlihatkan pemandangan liar yang terdapat pohon ringin besar, laki - laki yang mencegahku untuk tidak tengkurap di ruang UGD , ia selalu mondar mandir di depan kamar tempat aku di rawat , ia selalu melihatku sekilas lalu pergi dan lewat lagi begitu seterusnya , hingga malam hari aku yang sudah tertidur lelap tiba - tiba ada seorang perempuan yang membangunkan aku untuk berganti posisi namun saat aku merubah posisi tidurku , tiba - tiba dadaku terasa sesak telingaku tidak mendengar apa - apa dan saat aku mencoba membangunkan ibu dan kakakku mulutku seperti terkunci , rasanya aku akan kehabisan nafas , namun tiba - tiba laki - laki yang mondar mandir di kamarku itu berlari masuk kedalam dan membangunkan ibu dan kakak serta mengangkat untuk di pindahkan tempat tidur tepatnya di ranjang sebelah , sedangkan ibuku segera memanggil perawat .
Lima menit kemudian perawat datang sambil membawa obat untuk aku minum , tak beberapa lama nafasku mulai teratur dan aku mulai mendengar suara lagi , dan setelah aku membaik perawat pergi ia hanya berpesan agar aku tidur dengan posisi bersandar , sedangkan orang yang menolongku ia mengatakan sesuatu yang tidak aku mengerti ataupun di mengerti ibuku , ia mengatakan jika sesuatu yang buruk akan terus menyerang silih berganti mereka ingin mengambil alih , itu sebabnya aku harus tetap bersabar dan kuat .
Aku tidak mengerti maksud perkataan orang itu setelah mengatakan itu ia pergi dari ruangan aku fi rawat .
Setelah kejadian itu , dan setelah aku pulang dari pukesmas , aku mulai sering sakit - sakitan dan saat aku periksa ke dokter mereka selalu mengatakan jika aku baik - baik saja , seperti saat aki periksa karena sesak , dokter bilang jika aku baik - baik saja , namun aku sering kali merasakan sesak nafas dan telingaku sering sekali menulis saat sesak nafas itu kambuh .
Dan Semakin hari kondisiku semakin memburuk aku sering tidak sadarkan diri dan terkadang aku seluruh tubuhku merasakan kesemutan aku pernah tidak bisa berjalan selam beberapa hari dan saat kembali periksa kedokter dokter tetap saja mengatakan jika aku tidak mengalami apa - apa aku baik - baik saja selama ini , karena finis dokter yang seperti itu ibuku menjadi bingung aku harus di apakan dan di bawa kemana , hingga pada akhirnya teman ibuku menyarankan agar aku di bawa ke salah satu pengasuh pondok pesantren, dan ibuku melakukannya ia membawaku kesana , Setelah dari ibuku mulai sedikit faham dengan apa yang aku derita namun tetap saja setelah dari sana aku tidak ada perkembangan aku masih sama , bahkan makin hati makin parah , aku semakin berubah , aku bukan lagi anak yang ceria , Aku tampak menjadi anak pemurung dang terkadang aku bisa melukai diri sendiri .
Tidak ada kata putusasa bagi ibu , ia tidak menyerah untuk mencarikan aku pengobatan , ibu selalu membawaku kemana - mana , hingga pada akhirnya aku di pertemukan dengan seorang guru yang memiliki pesantren yang terletak di perdesaan . Aku di bawa kesana oleh ibuku dan sahabat ayahku , awalnya aku sempat hilang kendali saat sampai di tempat itu bahkan aku ingin kabur , reaksi yang aku miliki saat itu berbeda dengan reaksi saat aku datang ke beberapa orang yang di percaya bisa menolongku .
Pengobatan yang aku jalani disana hampir sama dengan pengobatan di tempat lainnya , ya itu pembacaan beberapa ayat suci , namun bedanya dengan cara terapi .
Dan dari sana aku mulai membaik , dan ibuku mulai faham apa yang aku alami , sedangkan aku sudah di beri pengertian dan sedikit pengajaran dari beliau yang biasa di sebut syeh ali .
Apa yang aku alami selama ini karena mahluk jahat yang mengincar diriku mereka para mahluk yang sering menapakkan diri , aura yang aku miliki begitu kuat hingga aura itu harus di tutup syeh ali menjelaskan jika aku adalah ke turun terakhir dari para leluhurku yang akan mewarisi sesuatu, namun sayangnya aku masih belum kuat menerima itu semua dan berakibat sakit padaku .
Syeh ali juga menutup penglihatanku agar aku tidak merasa takut lagi , namun tetap saja akan merasakan kehadiran mereka di sekitar ku .
Syeh ali juga menjelaskan pada ibuku , jika apa yang aku katakan bukanlah halusinasi , itu benar adanya, beliau juga mengatakan jika ibuku hampir saja terlambat membawaku menemuinya , sebab para mahluk itu sudah merusak saraf serta mulai menghajar fisikku .
Semenjak itu ibu mulai memahamiku , beliau mulai mendengarkan setiap ceritaku dan berusaha untuk menguatkan .