Sleep paralysis atau orang-orang sering menyebutnya "ketindihan", seorang wanita bernama Sarah mengalami posisi itu dari kecil saat dia umur 23 tahun.
Dia menganggap kalau itu sudah menjadi hal biasa dan kedua orangtuanya mengabaikan hal sepele seperti itu, Sarah sekarang menginjak umur 23 tahun dimana hidupnya mulai bekerja untuk mencari uang.
Dia yang sudah hidup sangat stress karna traumanya dari kecil, emosi yang meluap habis-habisan, dia juga sering lupa mengobrol dengan teman-teman kerjanya.
Malam itu dia masih terbangun dan membaca komik, namun pikirannya semakin kosong dan dia sudah tahu kalau malam ini dia akan mengalami sleep paralysis, orang-orang banyak meremehkan gejala ini, karna hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan mahluk si kasat mata, namun bagi Sarah itu menjadi mimpi paling gila.
Dia yang sudah mengantuk dan mulai tidak bisa menggerakkan tubuhnya mulai risih.
Dia hanya berkata "jangan memikirkan hal-hal aneh, please please please...."
Namun ternyata di dalam sleep paralysis nya itu banyak suara yang membuat gendang telinganya hampir berdengung walaupun saat terbangun dari sleep paralysis.
•°•
Keesokan harinya, Sarah tidak bisa mendengar terlalu jelas, telinga kirinya berdengung dan terasa sakit.
"Kamu sakit??" Tanya seseorang yang berjalan menghampirinya.
"Telinga ku sakit." Ucapnya.
"Kamu kebanyakan pakai headset mungkin terus volume suaranya jangan terlalu keras."
"Yaaahh mungkin." Cueknya
Setelah kerja dia mendapatkan pesan dari kedua orang tuanya
"Gak usah pulang, kerja aja sampai tabungannya cukup, ngapain juga pulang, disana enak kan, makan, tidur, fasilitas tempat juga enak kan"
Dia berencana untuk pulang namun pesan itu membuat Sarah semakin pusing, kepalanya pusing tak tertahankan, telinganya terus berdengung, orang-orang yang bicara mulai tidak terdengar, kantung matanya terlihat jelas kalau Sarah sepertinya kekurangan tidur.
Di dalam sleep paralysis nya, dia terus menerus di tarik keluar dari kamar dengan rantai, menangis sekencang mungkin yang membuat dia terus terbangun dan hanya tidur tapi masuk ke alam lain.
"Sarahhhhh....."
"SARAAAHHHHHH." Teriakan yang di dalam mimpinya membuat telinga Sarah berdarah.
Dia semakin stress dan gila, semua orang sudah tidur kecuali dia sendiri, dia membersihkan darah yang keluar dari telinga nya.
"Apa yang harus ku lakukan??" Gumamnya sambil mengepalkan kapas yang penuh darah.
"Apa aku harus ikut kalian dan menghantui mereka?? Hmmm?? Jawab aku?? JAWABBBB????" Teriaknya membangunkan mereka yang tertidur.
"Sar??"
"Sarah?? Lo kenapa??" Tanya teman sekamarnya.
"Salah ya kalau gue hidup??" Ucapnya dengan nada kecil membuat mereka tidak mendengarnya.
"Darah, Lo kenapa?? Ini darah apa??" Tanya mereka.
"Ahh, ini bukan darah, ini saus tomat tadi tumpah, gue ke bawah dulu ya." Seketika Sarah sadar dan dia tidak ingat sebagian dari yang dia ucapkan.
Besoknya Sarah seperti terkena demam, suhu tubuhnya panas tapi dia merasa kedinginan dan tidak merasakan kalau suhu tubuhnya panas, semua teman2nya merasa aneh dengan tingkah laku Sarah akhir-akhir ini.
"Gue pengen pulang." Gumamnya dan itu kedengeran eh teman yang sudah senior.
"Kamu kan mau pulang, sabar ya."
"Kak, aku mau ambil cuti tapi tidur di hotel boleh gak ya??"
"Hmmm?? Boleh lah, emangnya kenapa?? Terus kamu gak mau pulang kerumah."
"Emng rumah ku dimana??" Tanyanya membuat kakak senior itu merasa aneh dan bingung.
"Kamu udah sakit masih bisa bercanda." Tawanya
Bos datang merayu Sarah untuk istirahat saja di kamarnya karna dari tadi dia ngotot banget gak mau naik ke atas.
Akhirnya dia di antar ke atas dan langsung di kasih obat penurun panas, mereka melihat mata Sarah sedikit kosong dan mata pandanya kelihatan.
Sarah terdiam di dalam selimutnya dan hanya berpikir keras sambil melihat ke jendelanya.
Satu jam setelah Sarah pergi keatas, yang lainnya merasa kaget saat mendengar teriakan Sarah.
"GUE BILANG GUE PENGEN PULANG...." TERIAKNYA..
setelah itu mereka melihat Sarah yang sudah seperti orang gila dengan rambut acak-acakan karna terus menerus di Jambak.
"Ya mamah kan cuma bilang kalau sakit pergi ke dokter yang disana sampai sembuh." Mereka mendengar suara yang ternyata Sarah lagi Videocall sama orang tuanya.
"Lo dari dulu tetap sama, gue sakit dan pengen pulang tapi Lo semua ngasih pilihan antara gue ke rumah sakit disini terus berobat sampai sembuh karna gue lagi kerja, gue cuma mau pulang, PULAAANG...."
"SARAH JAGA UCAPAN KAMU YA, DIA MAMAH KAMU" Bentak ayahnya.
"Gak usah nelpon kalau kamu mau marah-marah, di ajarin siapa kamu bentak orang tua seperti itu?? Gak usah pulang sekalian." Mereka terus mengompori Sarah yang sedang mengamuk
"Arghhhh, PLEASE PLEASE JEMPUT AKU, AKU MAU PULANG KE SISI MU TUHAAANN..... ARGHHHHH"
Sarah bertingkah seperti anak kesurupan, dia berteriak ingin pulang, dan ternyata kata-kata terakhir itu bukan pulang ke rumah, tapi berpulang kedunia lain.
"MEREKA TIDAK MEMBUTUHKAN KU, KAK SELY?? PLEASE PLEASE ANTERIN AKU PULANG." Teriaknya lagi membuat mereka bingung siapa kak Sely.
Orang tua mereka yang mau menutup telponnya tidak jadi karena melihat anaknya seperti orang tidak waras.
"Kak jangan ngomong gitu kak," ucap salah satu karyawannya.
"Ini gimana?? Panasnya makin tinggi." Ucap mereka.
"Tolong hiks... Tolong aku..., Sakiiitttt." Ucapnya lagi.
"Sarah?? Sarah?? Kamu gila ya?? Berhenti bertingkah seperti itu, kamu memalukan keluargamu sendiri." Ucapan itu keluar dari kedua orangtuanya mereka dan membuat Sarah makin menggila.
"Kenapa orangtuanya seperti itu?? Apa mereka sudah gila??" Ucap bos yang baru naik ke atas melihat Sarah yang menangis histeris.
"Aku gak mau hidup, aku mau tidur, tolooong, sakiiitttt hiks..." Dia menjambak rambutnya lagi dan menggaruk lengan kanannya serta darah keluar dari telinga kirinya.
"Kamu tau gak obat yang sering di minum dia kalau dia lagi gak mood?? Aku taunya itu obat sakit kepala, tapi pas aku tanyain, ternyata itu obat dari pisikolog." Ucap seseorang yang dari kamar sebelah yang selalu memergoki Sarah minum obat sambil sembunyi-sembunyi.
Mereka mencari obat itu dan menemukannya, Sarah masih menangis histeris.
"Kak Sely?? Tolong jangan tinggalin aku." Dia menangis sambil menatap kearah yang kosong, tapi seperti memohon kepada seseorang.
Mereka merayu Sarah untuk meminum obatnya dan akhirnya dia mau meminumnya.
•°•
Keesokan harinya Sarah kembali segar lagi, wajahnya tidak separah kemarin atau semalamnnya juga, dia tidak menghubungi kedua orangtuanya sejak saat itu.
Sarah lebih ke seperti orang hidup namun nyawanya tidak menyatu, dia seperti sedang menyesuaikan dirinya dan sering tertawa di depan cermin sendirian.
Setelah kegilaan itu orangtuanya datang ke tempat kerja mereka dan melihat Sarah bertingkah tidak sopan sampai di tampar beberapa kali oleh ayahnya.
Sikap itu membuat bos yang disana mengajak Sarah ke pisikolog karena Sarah tidak mau di ajak pulang, dia akan pulang tapi mereka hanya akan membawa mayat dia saja, artinya Sarah akan bunuh diri langsung kalau mereka memaksa dirinya pulang.
Ditelusuri lebih lanjut ternyata Sarah mengalami halusinasi berat dan gangguan kejiwaan, Sarah yang sekarang adalah kepribadian yang keduanya, artinya dia sedang melindungi dirinya sendiri supaya dia bisa melawan semua kata-kata orang yang dia benci namun kepribadian keduanya akan lebih baik membunuh Sarah meskipun dia ikut menghilang.
"Namun Sarah tidak menimbulkan kepribadian keduanya sendirian, tapi di bantu dengan mahluk halus dan dia sering memanggilnya kak Sely." Ucap dokternya.
Dokter bisa tahu karna dia juga bisa melihat mereka yang terus berbisik kepada Sarah untuk meninggalkan dunianya dan bermain bersama mereka.
Sarah tidak bisa melihat mahluk yang kasat mata tapi dia bisa berkomunikasi dengan mereka di alam mimpi, dia bisa mengendalikan mimpi dan bertemu dengan mereka walaupun dia tahu, kalau dia terlalu lama menggunakan sleep paralysis nya dia akan mati kehabisan nafas dan dia tidak peduli dengan hal itu sama sekali sampai sekarang kepribadian yang asli tertinggal di bawah alam sadar dan sedang bermain dengan mereka.
END💀
Fingky💗