Selamanya hanya sahabat.
Aku Punya dua orang sahabat satu cowok dan satunya cewek.mencintai orang yang sama dan itu adalah sahabat sendiri bagaimana?
Aku luna calista, memiliki sahabat bernama ekho dellison dan cecilia aprila.persahabatan antara aku dan ekho sudah sejak masih sd.saat smp kami pun tetap bersahabat karena memang kami memilih satu sekolah yang sama bahkan di kelas yang sama.aku dan dia bahkan menjadi saingan juara merebut tiga besar di kelas.otak lumayan encer.sampai pada saat kami masuk SMA masih tetap bersama.
Awal,,
Massa orientasi siswa aku berkenalan dengan seseorang anak baru dan mulai saat itu kami dekat.aku bisa di bilang pemilih teman karena memang aku tidak suka bergaul dengan sembarangan orang.bukan tidak suka sih tapi itu memang keperibadian aku yang susah untuk bergabung bahkan aku orang yang cuek.
"Haloo boleh kenalan gak" seseorang siswa baru sepertiku datang menghampiriku meminta untuk berkenalan.tentu saja aku sangat senang karena masih ada yang mau berkenalan dengan aku ..
"Hallo boleh.nama kamu siapa"tanyaku kepadanya.
"Nama aku cecilia aprila, panggil saja aku cecil.oh iya kamu sendiri namanya siapa?"
"Nama aku luna" jawabku.aku masih kaku berkenalan maklum tidak banyak teman.
"Mulai sekarang kita bersahabat ya, oh iya cowok itu dimana??tumben tidak bareng kamu?" Tanya cecil lagi.akupun bingung siapa yang di maksud.tapi tak lama aku menyadari bahwa dia menanyakan ekho.ternyata cecil selalu memperhatikan kami yang selalu bareng saat hari pertama massa orientasi.
"Ohh maksud kamu ekho, tadi dia menemui seorang guru.aku juga tidak tau ada urusan apa" jawabku.karena memang aku tidak tau.
Saat kami sedang asik mengobrol tiba tiba orang yang kami bicarakan datang menghampiri.
"Luna,"
"Ehh ini orangnya,,sudah selesai urusannya?"
"Sudah, oh iya ini siapa" ujar ekho menujuk ke arah cecil.gadis itu tersenyum manis ke arahnya.lalu mengenalkan diri.
"Haii,aku cecill..bolehkan aku ikut berteman dengan kalian berdua?"
"Tentu saja bolehh,,akhirnya kamu akan punya teman cewek juga" ujar ekho mengelus rambutku.dia memamg sebaik itu..aku bahkan selalu tergantung kepadanya.
Hari hari kami jalani.di sekolah kami selalu bersama.tapi untuk ekho dia tidak sering bergabung karena mungkin sudah saatnya dia bergaul dengan banyak teman pria di kelas.mungkin dia merasa karena aku sudah punya sahabat perempuan untuk bercerita,
Pagi ini cecil curhat kepadaku.
"Lun,,kamu tau gak aku menyukai seseorang cowok loh" cerita cecill yang berhasil membuat aku penasaran dan kepoh.
"Ohh benarkah??siapa cowok beruntung itu yang di sukai oleh seorang cecilia aprila, secarakan kamu sangat cantik cecil pasti cowoknya ganteng?? Atau jangan jangan kamu menyukai kk dion itu yah??"
[Dion santoso kakak kelas dua belas yang pesonanya mampu memikat hati banyak gadis.bukan hanya itu dia juga seorang yang sangat cerdas dan berwibawa.dia menjabat sebagai ketua osis di sekolahku..]
Tanyaku dengan antutias.penasaran pasti, apalagi keperibadian cecil yang sangan anggun dan cantik.bahkan sejauh ini banyak sekali pria yang mendekatinya.
"Hahahha biasa aja kamu lun,,kamu tau nggak kalau kamu itu lebih segalanya.kamu cantik,,pintar,,baik,,tapi sayangnya sikap kamu sangat arogant dan dingin." Jawab cecill.aku hanya tersenyum nyengir.entah itu pujian atau sindiran tapi sejauh ini aku merasa tidak cantik karena tidak ada satupun pria yang menyukai bahkan mencintaiku.
"Jangan pura pura memuji dehh,,aku tau dalam kalimatmu tadi mengandung sindiran keras"
"Bukan lunn, benaran deh kamu sangat cantik.apa kamu tidak sadar banyak pria yang menatap kagum denganmu?"
"Udah ah,,kapan kamu mau cerita tentang cowok yang kamu suka??" Aku mengalihkan, karena sedari tadi aku sangat penasaran..
"Tapi kamu jangan kaget yah dan jangan cerita ke yang lain" ujarnya tersenyum.
"Kamu kayak tidak tau aku aja.bagaimana aku mau cerita ke yang lain sementara temanku hanya kamu cecill"
"Hahah ohh iya.cewekk arogant ini tidak memiliki teman selain aku dan ekho"nyengir cecil.setelah itu dia lanjut ke mode serius.
"Lun janji ya gak bakalan cerita ke siapa siapa,, aku sebenarnya menyukai seorang cowok yang sangat baik, berwibawa dan tentu sangat menyayangi sahabat kecilnya seperti adik kandung,,kamu bisa tebak dong pastinya"ujar cecil.
Mendengar itu aku berpikir keras.di suruh menebak mana tau aku tentang cowok itu.seketika aku membayangkan ekho, apa mungkin yang dia suka adalah eko tapi kemudian aku menepisnya bagaimana mungkin cecil menyukai seseorang yang notabenenya sahabat dia sendiri.
"Entahlah aku tidak tau..emang ada cowok yang sangat meyayangi sahabatnya..seumur umur belum pernah deh kujumpai persahabatan seperti itu" kataku lagi.
"Tentu saja ada dong lun,, kamu sendiri punya sahabat seperti itu"jelas cecil semakin membuatku yakin bahwa dia memang menyukai ekho.
"Jangan bilang kamu menyukai ekho delison" raut mukaku kaget melihat senyum tipis dari cecilia.senyum yang menandakan sebuah jawaban.
"Aku menyukai ekho dari sejak pertama melihat kalian,,maka dari itu aku ingin sekali mendekatinya..apalagi saat pertama aku berkenalan denganmu kamu juga sangat baik orangnya" tutur cecill.raut wajahku berubah dari rasa kaget ke rasa tidak suka..tidak suka bukan karena cecil menyukai ekho tapi karena ternyata maksud cecil ingin bersahabat denganku hanya untuk selalu ada dekat ekho.
"Kamu jahattt cill,, ternyata kamu tidak tulus ingin bersahabat denganku.." aku langsung pergi dari hadapannya tampa mendengar apa yang cecill jelaskan selanjutnya.
Beberapa kali cecil menghampiriku untuk menjelaskan tapi aku tidak pernah mengubrisnya..hari itu aku memilih berdiam sendiri di bangku pojok belakang.sampai saat guru datang dan mengajar pun aku tidak fokus..apakah aku memang tidak pantas untuk mendapat teman? Apa seburuk itukah aku sehingga tidak ada yang ingin berteman denganku??
Perasaan kacau.banyak pertanyaan yang hadir dalam pikiran.
Sampai akhirnya saat pulang ekho menghampiriku.
"Lun ayok pulang,,aku antar kamu" ujar ekho.bahkan setiap hari aku selalu di jemput dan di antar pulang olehnya.
"Tidak,,aku pulang sendiri" jawabku ketus.moodku masih tidak bagus.apa aku harus menjauhkan ekho agar dapat mengetahui mana teman yang memang ingin denganku tampa harus beralasan hanya karena menyukainya.
"Luna pulang bersamaku sekarang,,lagian tumben hari ini kamu tidak mau pulang denganku.biasanya aku yang selalu antar jemput" ekho menarik paksa tanganku sambil mengerutu..begitulah sifatnya sangay pemaksa bahkan harus menurut apapun yang dia perintahkan.tapi semua itu hanya demi kebaikan ku.
"Lepaskan ekho.aku ingin pulang sendiri..tempat tinggalku juga tidak jauh dari sini..mulai hari ini sampai selamanya kamu tidak usah antar jemput aku.." jelasku sambil menghempaskan tangannya yang menarik paksa tanganku.
"Luna dengar aku,,aku tidak tau kamu kenapa..dan akupun tidak tau apa salahku padamu..tapi satu hal yang perlu kamu tau aku tidak suka kamu jalan kaki dan aku tidak pernah terima pernyataan kamu tadi" dia masih gigih memaksa.terpaksa aku ikut pulang dengannya.
Sudah beberapa minggu hubunganku dengan cecil tidak ada perubahan..bahkan berkali kali dia ingin mendekatiku di sekolah.juga banyak pesan masuk yang dia
kirim untukku tapi tidak satupun yang ku baca.berdiam diri hanya menunggu waktu les dan kemudian pulang itulah kegiatanku beberapa minggu ini..aku juga tidak sedekat dulu sama ekho.
Sampai sore ini cecil meluangkan waktunya pergi menemuiku di rumah hanya untuk minta maaf.
Tokkk...tokk..tokk..
Bunyi ketukan pintu kamarku.
"Permisi non di luar ada nak cecil ingin bertemu" ujar bi inah.
"Bilang saja aku masih banyak pekerjaan bi..tidak ada waktu untuk menemui orang" ujarku mencari alasan.
"Tapi non,,nak cecil bilang tidak akan pulang sebelum bertemu denganmu" seketika aku luluh..merasa kasian juga atas perjuangannya.
"Ckk ya udah bi suruh dia masuk ke kamarku" tidak berapa lama kemudian cecil masuk ke kamadku dengan tersenyum..aku masih bersikap dingin.
"Ada perlu apa kamu menemuiku?" Ujarku menatapnya dingin.
"Lun aku kesini mau minta maaf sama kamu..aku tau ini salah.niatku memang sangat salah aku akui..tapi selepas dari rasa sukaku pada ekho aku juga sangat ingin bersahabat denganmu.aku terusan merasa bersalah selama kau belum memaafkanku.tolong maafkan aku lunn" ujarnya.aku sendiri juga tidak ingin menyalahkannya..itu hak dia.
"Cecilll aku tidak apa apa..aku juga sadar diri kok, tidak ada yang mau berteman denganku itu wajar." Ujarku sendu.
"Jadi kita tetap sahabatan kan" tanyanya lagi.
"Terserahmu menganggap aku sahabat atau apa"
Tak berapa lama kemudian cecill pamit pulang.tapi sebelumnya aku meminta dia untuk makan malam di rumah.
Beberapa minggu berlalu.aku dan cecill masih bersama setia selalu..bahkan banyak cowok yang mendekatinya.banyak juga yang berusaha mendekatiku lewat cecill.tapi tidak satupun yang membuat hatiku terpengaruh.mungkin yang cocok untukku saat ini adalah sebutan mati rasa..ya bisa dibilang aku mati rasa.bahkan cowok yang banyak disukai oleh banyak perempuan pernah berusaha mendekatiku.tapi itu tidak pernah berhasil membuat aku jatuh cinta.banyak orang bilang aku jual mahallah,,sok cantik,,arogant,,bahkan banyak sindiran yang selalu aku dengar dari banyak cewek yang tidak suka..aku sendiri tidak merasa seperti itu dan pastinya bodoh amat.aku hanya fokus dan tetap fokus dalam hal belajar..
Hari,bulan,bahkan tahun telah kami lalui.sampai pada hari ini adalah awal pekan yang sangat menegangkan.karena pekan ini angkatan kami mengadakan ujian akhir.kami mengerjakan soal dengan sangat serius..
Tidak terasa sepekan menegangkan ini sudah di lalui.akhir dari pembelajaran selama kurang lebih tiga tahun di SMA.sebagai kenangan nantinya kami kelas ipa 2 yang berjumlah 35 murid mengadakan foto bersama dengan guru wali kelas.ibu susi yang merupakan guru wali kelas mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.guru yang sangat sabar dan tentu meyayangi anak muridnya..bahkan pada sesi foto terakhir dia sempat sempatnya memberi nasihat kepada kami.ada beberapa orang menangis karena perpisahan..ada pula yang pacaran beromantis..
Lamanya tidak saling bertemu tapi masih saling kabar lewat via media.
Ting
Bunyi notif handphoneku.
"Lunaaaaaa,,kamu apa kabarrrrr" isi pesan singkat dari cecil.
"Aku baik sayang kamu sendiri bagaimana??" Tanyaku balikk.
"Aku sangatt luar biasa lunn..aku bahagia bangetttt" isi pesan cecil.
"Dihhh bahagia banget rupanya..ada gerangan apa nih" aku bertanya antutias.
"Kamu tau gak tumben tumbennya aku ngechat ekho dan di balas lagi"
Tidak terasa aku sesak.rasa tidak terima tapi aku berusaha untuk ikut nimbrung membahasnya.seolah aku ikut senang.aku juga tidak tau pasti kenapa saat ini aku merasa tidak terima jika cecil dengan sangat senang menceritakan ekho.
"Kita panggilan vidio" ujarku lalu dengan cepat melakukan panggilan vidio grup dengan ekho.berbicara layaknya sahabat tapi aku merasa panas saat melihat cecilll begitu ngalir bercerita apalagi dengan ekho.aku hanya nyimak, karena keperibadianku yang tidak banyak bicara sangat berbeda dengan cecil yang mudah berbaur...saat ini pun aku seolah menjadi nyamuk.saat tidak di anggap aku memutuskan panggilan meninggalkan mereka.tapi tak lama kemudian mereka juga ikut mematikan panggilan.
Ting
[Kenapa kamu memutuskan teleponnya] ekho
"Aku ada urusan"
[Oh iya kamu nanti kuliah dimana?] Isi pesan ekho selanjutnya.
"Aku tidak lanjut kuliah..kamu sendiri?"
[Entahlah mungkin aku kuliah di jogja] seketika aku muram.aku juga tidak tau ini perasaan apa..rasa peduli dan tergantung pada ekho selama ini membuat aku terbawa suasana.rasanya sangat sedih mendapati bahwa kami akan berpisah nanti..
hari berlalu,aku memilih tidak melanjutkan kuliah dan memilih bekerja agar mandiri.aku datang ke malang.disini aku mulai bekerja..
Bahkan tiap malam aku selalu menyempatkan diri melakukan panggilan vidio atau hanya kasih kabar lewat chat dengan ekho..nyaman dan pasti sangat rindu.itulah yang aku rasakan saat ini.bahkan saat setiap malam cecil curhat aku selalu merasa sesak..
Dua bulan kemudian
[Lunn, hari ini aku berangkat ke malang] pesan singkat itu berhasil membuatku kaget dan tentu bahagia..sebuah pesan dari ekho yang sangat selalu dirindukan.
"Loh bukannya kamu kuliah di jogja??waktu itu kamu bilang akan lanjut kuliah" tanyaku penasaran.
[Gak jadi]
"Kok gitu sih"
[Aku mau bekerja saja]
Dua hari kemudian ekho mengabari aku bahwa dia sudah sampai di malang dengan temannya.namun kami tidak bertemu.beda daerah dan pasti sangat berjauhan.kami masih selalu memberi kabar.
Panggilan vidio.
"Haiii lunaa, " seru cecill dari sebberang sana.
"Halo cecill kamu apa kabar.sudah mulai kuliah ya" iya cecil sendiri melanjutkan kuliah di kupang.
" aku sudah mulai kuliah lun,, kamu gimana kerjanya disana?? Oh iya ekho juga di malang ya?"
" iya"
"Kamu tau gak lun,, tadi malam saya chat dengan dia.aku senang banget bahkan dia membalasku dengan kalimat sayang"
"Ohhh ya benarkah??? Emang kalian sudah jadian" tanyaku dengan tersenyum seolah olah sangat senang..tapi di hati sumpah sakit berkali kali lipat..fiks aku sadar bahwa memang aku telah jatuh cinta kepada sahabatku sendiri.mencintai satu laki laki yang juga salah satu sahabat dekatku menyukainya.aku berusaha pendam..aku bertekad untuk selalu mendukung cecil dengan ekho.bukankan pengorbanan terbesar adalah melihat orang yang kita cintai bahagia dengan pilihannya.
"Hahahha mimpi apa aku kalau jadian sama dia...ngechat di balas aja aku sudah senang lun," jawab cecil..aku sedikit lega mendengarnya.tapi apapun yang terjadi aku akan tetap menjadi pendukung.aku berusaha menepis rasa suka dengan tidak selalu ngasih kabar kepada ekho.
Beberapa bulan dia chating sama aku..
"Luna calista" isi pesan singkat darinya.
"Iya" jawabku.beberapa saat kemudian dia melakukan panggilan vidio.
"Kamu kemana aja??kenapa tidak pernah menghubungiku??" Ujarnya.
"Aku sibuk"
"Aku tidak percaya..lun seenggaknya memberi kabar itu penting.."
"Sekarang kita vidio call,,berarti kabaran kn" ujarku dingin..aku tidak mau terbawa suasana.
"Tapi aku tidak suka lun,, pokoknya mulai besok kamu duluan yang menghubungiku" ujarnya seolah posesif.
"Iya,,tapi gak janji yah..aku mau tidur"
"Lohh baru dua menitan"
"Enak aja ini sudah lebih dari satu jam kita telepon"
"Lun aku masih kangen"
"Masih ada besok"aku mematikan telepon tampa menunggu persetujuannya.ini agar aku tidak baperan dengan sikap pedulinya.
Keesokan harinya aku tidak berkunjung untuk menelponya..tampa sengaja aku membuka statusnya.beberapa menit kemudian dia menelepon.tapi tidak kunjung aku jawab..biarlah dia bilang di abaikan.karena jujur untuk saat ini aku sudah mulai baperan.tapi aku harus tetap menjaga persahabatan.
"Luna calista" lagi dan lagi isi pesannya.
"Apa"
"Ini sudah jam berapa?"
"Jam 12 malam"
"Sekarang tidur"
"Masih ada pekerjaan"
"Bisa besok kan lun.aku tidak suka kamu tidur tengah malam,,jangan pernah begadang, jangan pernah membuatku marah,, tidur ya beby"
"Jangan bersikap peduli,,biasa aja"
"Gak akan bisa luna..aku sangat menyayangimu,, jadi jangan pernah menyuruhku untuk tidak peduli karena akan mustahil aku lakukan" ujarnya..entah aku yang merasa baperan dan merasa dicintai atau ini hanya kepedulian seorang sahabat kecil..aku juga tidak pernah paham..tapi satu hal yang pasti aku mencuntai ekho dellison.tapi aku tidak berani mengutarakan karena takut bertepuk sebelah tangan,,takut setelah ini dia ilfeel, juga takut akan perasaan cecilia...
""""""
'Mencintai yang tulus adalah membiarkan dia bahagia dengan pilihannya'
❤