Desa x tahun 2001
Oeeeee... Oeeee
Terdengar suara bayi yang sangat menyayat hati, karena bukan hanya suara bayi yang terdengar tapi juga suara tangisan orang dewasa
" Putra ku , apa yang terjadi pada mu sayang, mengapa kau meninggalkan mama Dan adik kembar mu ini " Begitu lah suara yang terdengar
Cerita itu kudengar dari nenek ku karena aku lah bayi yang menangis itu sekaligus kembaran yang masih hidup.
Sejak kejadian itu ibuku tak pernah bercerita apa pun tentang dia (saudara kembarku) tapi terkadang nenek ku orang yang paling dekat dengan ku menceritakan sedikit2 tentang dia, aku senang2 saja walaupun aku tak mengenalnya tapi aku selalu merasa dia ada dengan ku
Semua berjalan baik-baik saja hingga ada suatu peristiwa besar yang menimpa ibuku, suatu peristiwa yang tak mungkin aku lupa kan
Kejadian itu berawal dari ibu ku yang cekcok dengan tetangga rumah kami, sebut saja namanya tetangga ku ibu Maya Dan ibuku bernama ibu tiara. Ibu Maya datang Dan menuduh ibuku memakai guna2 atau tali pocong sebagai penglaris
Dia berteriak Dan memaki ibuku
Bahkan dia mengancam akan membunuh ibuku.
Awal nya memang hanya teriakan tapi makin lama hal itu makin mengganggu, tak hanya itu dia juga mempengaruhi tetangga sekitarnya untuk percaya bahwa ibu ku adalah pengguna ilmu sesat. Memang banyak yang tidak percaya tapi tidak sedikit juga yang ikutan terhasut Dan mulai menjauhi keluarga kami.
Masalah ini semakin runyam dimana 3 bulan setelah kejadian itu, tiba-tiba desa kami dihebohkan dengan kematian beberapa warga desa yang tiba-tiba, dalam seminggu bahkan ada lebih dari 4 orang yang meninggal tiba-tiba, bukan karena sakit tapi semuanya mati secara mendadak tak peduli umur.
Banyak rumor yang beredar bahwa ibuku lah pelakunya bahkan tak jarang warga bergosip di depan kami membicarakan Bagaimana ibuku yang dituduh sebagai pembunuh warga, bahkan aku Dan kakak ku pun tak lepas dari bulian anak mereka
"Anak dukun... Anak dukun "
Aku bahkan sampai berkelahi dengan mereka sampai memukul mereka dengan sapu.
2 minggu sudah berlalu tapi kondisi masih seperti sebelumnya bahkan minggu ini ada 5 orang anak yang hilang di kampung ku. Aku sangat khawatir karena aku tau bukan ibuku pelakunya, aku terkadang mendengar ibuku menangis ditengah malam sambil berdoa , aku yang mendengar itu hanya menangis Dan tiap kali aku menangis aku selalu merasakan seseorang memelukku hingga aku tertidur.
3 minggu sudah berlalu tapi masalah belum juga tersesaikan bahkan banyak yang memprotes penetua desa untuk segera mengusir kami dari desa tersebut padahal kami belum terbukti bersalah.
Hari itu aku Dan kakak ku baru pulang sekolah sampai depan rumah aku melihat ibu Dan nenek ku di seret warga ke aula desa, aku melihat ibuku menangis dengan wajah yang pucat bahkan nenek ku pun menangis aku yang melihat itu spontan berlari kearah mereka meminta untuk melepas ibu Dan nenek ku tapi mereka malah mendorong aku Dan kakaku.
Aku melihat ibu Dan nenek ku diarak ke aula desa bukan hanya ibu Dan nenek ternyata ada juga orang lain yang mereka curigai yaitu pak yanto, bu riko Dan 1 nenek tua nenek Leo, sunggu tega
Akhirnya disepakati untuk mengadakan ritual adat untuk menemukan pelakunya, dimana ritual adat ini dilakukan dengan cara menusuk hati ayam putih tapi sebelumnya orang pintar sudah terlebih dahulu melakukan hal2 lain, apa itu aku pun tak tau
Tapi yang jelas katanya jika seseorang yang menggunakan guna2 akan merasakan panas atau mengalami penyakit yang sangat aneh jika sudah menusuk hati ayam tersebut.
Kulihat ibuku lah yang maju pertama Dan kulihat bagaimana ibuku menusuk hati ayam tersebut tapi ibu ku baik2 saja , aku mearasa sangat legah bahkan aku tak henti2 mengucapkan syukur kepada Tuhan.
Semua tersangka sudah dilakukan pengujian tapi pelakunya tak ditemukan.
Masalah itu memang sudah selesai tapi itu bukan berarti sudah aman
Entah apa yang terjadi sejak hari itu aku lah yang mendapat gangguan
Berawal dari malam setelah ritual adat selesai aku yang memang sangat lelah seharian pun memutuskan untuk tidur lebih cepat tapi malam itu kira-kira pukul 1 lewat aku mendengar suara langkah kaki disamping kasurku, petama memang suara itu pelan tapi makin lama suara nya makin banyak Dan tiba-tiba saja aku merasa tubuh ku sangat berat, aku mencoba untuk membuka mata tapi sangat berat, aku mencoba untuk menangis Dan berteriak memanggil kakak ku tapi tak ada yang terjadi aku hanya menangis sambil berdoa dalam hati. Tapi tiap kali aku berdoa pasti terdengar suara menangis Dan marah seakan melarangku untuk berdoa .
Hingga pagi aku pun bangun dan menceritakan hal tersebut pada ibu, ibu mengatakan itu karena aku kecapaian saja Dan banyak pikiran, aku memang percaya-percaya aja
Tapi kejadian itu tetap terjadi bahkan makin parah.
2 minggu lebih aku mengalami hal tersebut sampai rasanya aku mau gila, bahkan ibu ku sudah mencoba mengobati ku dengan berbagai cara didoakan bahkan sampai membawa orang pintar
Tetapi hal yang paling mengerikan adalah malam itu 2 minggu setelah aku mengalami malam2 mengerikan itu akhirnya ibuku memutuskan untuk tidur bersama ku dimana aku tidur diantara ibu Dan kakakku (aku diapit oleh ibu Dan kakakku) awalnya aku memang sudah memiliki firasat buruk tapi aku mencoba kuat
Sebelum tidur tak lupa aku membaca doa, tapi entah mengapa malam itu aku tak bisa memejamkan mata aku melirik jam sudah jam 1.45 aku iseng untuk memaksa menutup mata dengan selembar tisu entah apa yang kupikirkan saat itu aku hanya mau iseng.
Hingga samar-samar kudengar suara beberapa anak kecil tertawa dibawah tempat tidur kami aku merasa sangat merinding, suara itu tertawa sambil berkata main yuk, ayok main
Aku mmerasa sangat takut, bahkan untuk menangis saja aku tak bisa
Aku berusaha memanggil kakak Dan ibuku tapi aku tak merasakan kehadiran mereka
Aku tambah merasa takut, ditambah tiba-tiba aku mendengar suara orang berlari disamping ku
"Mari bermain, ayo bermain "
Hanya itu yang terdengar ditelingaku
Aku sangat berharap saat itu aku bisa pingsan tapi tak kunjungi pingsan, aku menangis sambil berdoa
Aku yang berdoa mendengar suara seorang perempuan paruh baya marah Dan berkata
" Berhentilah apa yang kamu lakukan, lihatlah mereka hanya ingin bermain bersama mu, jadi pergilah bermain dan hentikan
doamu "
Aku tak menghiraukan suara itu Dan terus berdoa
Sekali lagi perempuan itu berkata
" Diam lah aku tidak bisa, kamu membakarku bocah bodoh "
Dia berteriak sambil memaki ku
Aku tak mau menghiraukanya.
Tisu yang ada diatas mata ku sudah basah Dan menempel pada kelopak mataku, saat itu aku merasa waktu berjalan sangat lama, aku hanya berdoa berdoa berdoa
Hingga tiba-tiba aku merasakan tisu yang menutup mataku tidak ada lagi
Aku secara refleks membuka mataku
Tapi apa yang kulihat sangat lah membuatku takut, seorang perempuan dengan wajah yang sangat hitam , rambut panjang gimbal beserta terdapat benjolan seperti gelembung diatas tenggorokanku berdiri menatapku dengan muka marah
Aku merasa ketakutan ditambah kulihat beberapa bocah laki-laki yang menatap ku sambil tertawa, mereka memiliki kulit yang sangat pucat
Aku merasa sangat takut Dan masih berusaha membaca doa, berharap itu segera berakhir
Tapi semakin aku berdoa mereka tetap tidak pergi, aku berusaha menutup mata ku kembali tapi tidak bisa
"Berhentilah berdoa, lihatlah mereka ingin bermain denganmu sayang "
Aku tak mau pikirku
Berulang-ulang dia mengucapkan itu hingga akhirnya dia marah
"Diam lah bocah bodoh "
Ucapnya wajah nya yang hitam gelap awalnya berubah menjadi pucat Dan penuh dengan darah, bahkan wajah bocah laki-laki itu juga tiba-tiba sudah berdarah, saat itu aku hanya berdoa Dan pasrah
Mungkin malam ini aku Akan mati, itulah yang terlintas.
Tapi ditengah ketakutan itu aku merasaka seseorang memelukku dari samping Dan mencium pipiku
Aku yang awalnya sangat takut mulai merasa sedikit rasa aman, tiba-tiba saja aku melihat kesamping Dan betapa terkejut nya aku menemukan satu anak laki-laki yang mirip sekali dengan ku memelukku
Aku hanya diam mematung
Dia hanya tersenyum padaku Dan entah mengapa aku tidak merasa takut Dan hanya ada rasa nyaman seakan aku ingin dia memelukku lebih lama lagi
Tiba-tiba aku mendengar suara teriakan dari sampingku
"Pergi, pergi kalian.... Aku tidak takut padamu....... Pergi "
Seketi aku melihat bahwa wanita paruh baya Dan anak2 laki-laki yang semula berdiri menatapku sudah tidak Ada
Yang Ada hanya aku Dan sosok yang memelukku
Aku tak visa membendung tangisanku
Hingga satu tangan mengelus kepalaku, tangan itu Teresa tidak asing, tangan seorang perempuan dewasa
"Tenanglah sayang nenek Ada bersama mu "
Ucap dia yang mengelus kepalaku aku memang tak melihatnya tapi dari suaranya aku tau bahwa dia sudah cukup tua
Aku tidak merasakan apa-ap lagi Dan aku tiba-tiba terbangun.
Aku memperhatikan sekelilingku dan aku sangat terheran-heran ibu Dan nenek ku menangis tidak hanya itu banyak orang yang berdoa
"Kamu sudah sadar nak "
Ucap pak bayu seorang pemuka agama Dan juga mengerti hal tersebut
Pak bayu hanya menanyakan nama Dan aku merasa sangat kebingungan saat mereka mengatakan dia sudah kembali
Saat itu banyak hal yang mengganjal tentang hal apa yang sudah terjadi pak bayu tiba-tiba bersuara " Syukurlah kamu sudah kembali nak, kami sudah sempat menyerah akan kamu nak, Jin yang merasuki mu sangat kuat, beberapa kali kami berpikir sudah berhasil mengusirnya tapi ketika kami bertanya nama kamu selalu menjawab nama saya mala"
Huftttt.....
Terdengar suara pak budi
"Sepertinya Jin ingin membawa mu pergi, karena seseorang sudah menumbalkan mu nak, tapi dia yang Ada bersama mu sepertinya sangat menyayangimu Dan terus melawan dan menjagamu "
Ucap pak budi dengan wajah yang masih agak cemas.
"Tenanglah nak saya sudah mengirim balik jin tersebut pada pengirimnya, sebaiknya kamu rajin-rajin berdoa Dan jangan tinggalkan ibadah mu ya nak "
Aku hanya mengangguk Dan mengiyakan
Setelah merasa sedikit tenang Dan mulai menceritakan apa saja yang kualami pada ibu Dan yang lainnya.
Ibu Dan nenek ku hanya tersenyum dia mendekat Dan mencium keningku
"Ternyata vildia tidak pernah pergi dari mu nak"
Nenek pun menjelaskan siapa sosok vildia yang telah menolongku, ternyata vildia adalah nenek yang telah melahirkan ibuku Dan ternyata nenek telah meninggal saat ibu masih kecil Dan nenekku menikah dengan kakek karena wasiat dari nenekku vildia.
Ibuku yang bahkan tidak mengetahui hal itu juga merasa terkejut Dan memang keluarga nenek vildia lah yang meminta agar hal .
Berarti malam itu aku akan menjadi tumbal jika aku ikut ajakan mereka pikirku.
Hari berlalu tak terasa seminggu sudah berlalu tapi Ada suatu keanehan sejak seminggu lalu aku tak melihat teranggaku buk Maya
Ada yang mengatakan buk Maya sedang pergi kerumah kerabatnya,Ada juga yang mengatakan bahwa buk Maya sedang menjaga menantunya yang baru melahirkan tapi Ada juga yang mengatakan bahwa buk Maya sedang sakit keras.
Aku tak memperdulikan hal tersebut aku hanya fokus menjalani keseharian ku saja, tapi sejak kejadian itu aku merasa bahwa aku semakin peka akan hal-hal gaib.
2 bulan berlalu tapi buk Maya tak kunjung juga muncul hingga suatu Hari, sebuah mobil sedan putih berhenti depan rumahku
Aku Dan ibuku yang memang sedang bercerita didepan rumah merasa terheran-heran karena kami tak merasa mengenal pemilik mobil tersebut.
Seorang kakek tua bersama 2 pria berumur 40 an Dan 2 perempuan yang berusia sama keluar dari mobil
" Permisi apakah ini dengan ibu tiara "
Ucap mereka pada kami
"Iya dengan saya, Ada apa gerangan ya pak bu"
Kami tak mencurigai apa pun saat itu
Ibu ku mempersilahkan mereka masuk kedalam rumah, nenek Dan ibuku ku menemani mereka berbicara sedangkan aku Dan kakak segera menyiapkan teh, kopi Dan beberapa biskuit
Kami tak mendengar jelas apa yang mereka diakusikan, tapi Ada beberapa hal yang dapat kusimpulkan
Bahwa buk Maya sedang sakit keras Dan ingin bertemu dengan keluarga kami.
Sepertinya mereka memohon agar ibuku mau ikut mereka.
Ibuku terlihat ragu saat itu, tapi entah bagaimana kesepakatan mereka akhirnya ibuku mau pergi menemui buk Maya
Hari itu kami sekeluarga diantar pak budi pergi menuju tempat buk Maya dirawat.
Sesampai disana aku merasa sangat terkejut, bagaimana tidak buk Maya yang tergeletak diatas dipan sangat mengenaskan tapi bukan itu yang membuatku terkejut tapi penampilan wajah buk Maya yang sama persis dengan wanita paruh baya Hari itu, tidak hanya rambut gimbal, wajah hitam bahkan gelembung bear yang Ada dikerongkongannya.
Ibu ku yang menyadari keterkejutanku hanya memelukku bahkan nenekku pun menggenngam tangan ku
Kulihat buk Maya menangis melihat kedatangan kami, dia meneteskan air Mata
" Maafkan saya, saya saaaalahhhh"
Berkali-kali kata itu keluar
Ibuku hanya mendekat Dan menggenngam tangan buk Maya yang sekarang tampak sangat kurus
" Iya buk, tidak apa-apa semua sudah berakhir "
Setelah mendengar kata kata itu raut wajah buk Maya tampak lebih tenang
Aku yang memang berada disamping ibu ku hanya menatap iba pada buk maya.
Keluarga buk Maya menceritakan bahwa mereka sudah mencoba untuk membawa berobat kemana2 tapi bukannya membaik tapi makin memburuk sampai seorang pintar datang Dan mengatakan bahwa
Buk Maya begini karena apa yang dipeliharanya,setelah melepas hal itu kondisi buk Maya tak kunjung juga membaik
Akhirnya keluarga sudah memutuskan menyerah Dan memasrahkan kematian buk Maya, tapi bukannya mati buk Maya hanya tersiksa
Seperti masih Ada yang tertinggal pada buk Maya yang belum terselesaikan
Di acara pertemuan itu, semua berjalan lancar , kami berbicara lembut
Buk Maya tiba-tiba mengelus tangan ku
"Anak manis, sayang "
Ucapnya sambil tersenyum
Suara Buk Maya sama persis seperti malam itu
Aku hanya membalas nya dengan senyuman
Kami mengobrol banyak hingga pukul 13.45 tiba-tiba Buk Maya mencium tanganku Dan berkata
"Maafkan ibu manis, sayang ku "
Buk Maya menangis sesungukan
Aku juga merasa tak tega tapi dengan lirih aku berkata
"Tidak apa-apa buk "
Buk Maya sekali lagi mengusap tanganku Dan tersenyum puas
Saat itu juga buk Maya menutup matanya Dan dinyatakan meninggal
Semua orang yang Ada ditempat itu menangis mengetahui buk Maya sudah meninggal.
Acara pemakaman buk Maya pun dilakukan Hari itu juga.
Semua berlalu cerita buk Maya menjadi cerita yang cukup mendalam untuk kami sekeluarga
Setelah kematian buk Maya, rumah nya ditinggali oleh putra sulungnya
Saat pertama pindah kerumah itu seluruh warga desa berbondong-bondong datang membantunya membersihkan rumah buk Maya
Karena memang dikampungku masih menerapkan sistem gotong rotong
Salah satu warga menemukan banyak sesajen yang disimpan diatas loteng rumah, tapi apa pun yang terjadi semua sudah terjadi
Setelah membersihkan rumah tersebut dari hal-hal itu
Semua kembali normal, tak Ada perselisihan .
#ini ngak cerita real ya guys 😅😅😅