Di sebuah kamar bernuansa Pink milih gadis kecil berusia 11 tahun, kini hari minggu yang menandakan Sekolah libur,Gadis imut nan cantik itu memiliki kelebihan yakni Mempunyai matabatin atau sering di juluki indigo, "hahh..bosan sekali di kamar sendirian" Ucap gadis kecil itu lesu, Ia berfikir sejenak hal apa yang bisa di lakukan untuk hari minggu inii? pikir Naya, "aha! aku punya ide!" ucap-nya semangat, Naya segera keluar dari kamar dan menuju keluar rumah, tanpa izin terlebih dahulu kepada orang tuanya,sebelum itu Naya mengambil senter dan langsung pergi, Saat Naya berada di luar rumah, ternyata ada temannya yang bernama Susan,"eh, Naya? kamu mau kemana?"tanya Susan,"aku mau main! ikut yuk!" tawar Naya, "ayukk! aku juga lagi sangat bosan" Jawab Susan,"tapi kita main dimana Nay?" tanya Susan lagi,"Di rumah kosong itu" balas Naya,"ah, kamu yakin Nay?" Tanya susan lagi,"iya Saa,udah ihh ayuk!" Ajak Naya antusias, Akhirnya Susan menyetujui dan ikut ke rumah kosong bersama Naya,"Serem.. Nay, ayo balik aja ya" Ajak Susan ketakutan,"apaan kamu, kita udah disini, Ada aku jangan takut" nasihat Naya agar temannya mau menemani dirinya ke rumah kosong,"tapikan Na.." Ucap Susan terjeda,"Susan..." Tegur Naya langsung,"huft..oke oke" Pasrah Susan, Susan dan Naya dengan langkah terhati pelan pelan memasuki Rumah kosong, begitu gelap, kotor,dan menyeramkan! aku tidak habis pikir dengan Naya yang sangat menyukai hal hal mistis sepeerti ini, Naya memang indigo, tapi Naya percaya Hantu itu tidak ada, anak sekecil itu beranggapan bahwa hal yang selama ini ia lihat adalah ilusi nya, dan kalaupun ada dia yakin hantu tidak bisa apa apa dan hanya akan menakut nakuti Naya, sedangkan Naya bukan lah orang yang penakut, memang Naya gadis kecil pemberani, bisa di bilang dia cabe rawit, kecil tapi pemberani, "Nay, aku merinding" Ujar Susan kepada Naya, "kau pikir aku tidak? ish aku juga merinding, tapi jangan takut!" Ucap Naya, "Terserah kau deh Nay, Benar benar keras kepala" Kata Susan sebal,Naya mengaktifkan tombol On pada Senter yang ia pegang, awalnya mereka biasa saja, keadaan sekitar juga baik baik aja, namun...
BRAKKK!!!
Pintu tertutup!! Naya dan Susan reflek menoleh ke arah pintu, karna ketakutan, mereka berdua langsung berlari ke arah pintu,"TOLONG, BUKAIN PINTU INI!" Teriak Naya, "SIAPA DI LUAR? JANGAN MENGUNCI ANAK KECIL!" Teriak Susan, "Nay, sepertinya yang mengunci kita bukanlah manusia" Ucap Susan Dengan nada bergetar, "Apa maksudmu? hantu? ngawur! mereka saja tembus" Balas Naya, "Lalu apa dong Nay? sedangkan disini jauh dari rumah rumah warga" Lanjut Susan, Naya terdiam sejenak, belum sempat mengatakan apa apa, tiba tiba....
WUSHH!
Sekelebat Bayangan putih melintas di hadapan mereka!! "AAAAAAA!!" Teriak Susan dan Naya sambil berpelukan, "Susan kali ini aku percaya bahwa itu hantu! aku sangat takut!!" Ucap Naya gemetar, "Tuhkan! hiks..mama..Susan ingin keluar!" Ucap Susan menangis.
PRANGGG!! Suara benda jatuh!
"Siapa itu!!" teriak Naya walau ia tau siapa, ketakutan menjulur di dadanya, Naya dan Susan bergandengan tangan eratt, "PERGI! KAMI TIDAK MENGANGGUMU!" Teriak Susan, "hiks..hiks..seharusnya aku izin dulu supaya di temani Mama" tangis Naya pecah, di sela sela ketakutan mereka...
"HIHIHIHIHI" Gelak tawa kuntilanak yang berdenging keras di seluruh ruangan, "AAAAA!!" teriak Susan dan Naya, "hiks! jangan ganggu kami! ku mohon!" Ucap Naya, "Kami janji tidak akan kesini lagi! lepaskan kami!" Lanjut Susan,
"Aku disini...hihihi" Ucap seseorang tanpa wujud, "Pergii!! jangan menakuti kami! hiks..hiks" Kata Susan, Terlihat sosok Wanita berpakaian Putih dengan rambut panjang menutupi wajah nya Berjalan merangkak ke arah mereka, "Hihhhihihi!!!" Tawa hantu itu, "AAA!! MAMA HIKS..HIKS.. PERGI!! HIKS.. JANGAN GANGGU KAMI LAGI!!"Teriak Naya,"PERGI KAU! HIKS.." Usir Susan dengan tangis, "ahahahahaha!!!" bukan malah pergi Sosok itu malahan menunjukan wajahnya yang begitu menyeramkan, wajah yang rusak, dengan mata yang tinggal 1, berlumuran darah dan retak pecah , sangat menyeramkan! tertawa menyeramkan cekikian!, "AAAAA!! PERGI KAU PERGI! HIKS..JANGAN GANGGU KITA! PERGI!" Ucap Naya dan Susan sambil menutup mata dan menggerakan tanganya mengusir,
kretek! kretek! kretek!
Hantu itu merangkak dengan di iringi suara kretekan seperti tulang yang patah patah, "ikut bersamaku!! ikut bersamaku! hihihi" kata hantu itu dengan suara lantang, "nggak!! hiks..pergi kau!!" Usir Naya dengan sisa tenaga nya, "Susan!! Naya!!" Terdengar suara dari luar rumah seperti mencari mereka berdua, mendengar itu, Naya dan Susan langsung berdiri, Ia melihat bahwa sosok itu telah pergi, mereka bernafas lega dan Naya mencoba membuka Pintu namun tidak berhasil, "Nay, cepet nanti dia kembali lagi!" Ucap Susan dengan nada masih menangis, Naya hampir frustasi karna tidak bisa membuka pintu itu, padajal saat mereka masuk pintu sama sekali tidak di kuncii, Perlahan Susan menghadap Belakang...Alangkah kaget nya saat Susan melihat wajah menyeramkan Itu berada di hadapan wajahnya pas! hanya tersisa jarak 2 jengkal, "AAAAAA!!" Pekik Susan,
KRAAKK!! SREERKL!! Sosok itu mencakar cakar wajah susan. "ARHHHHH!!" pekik susan kesakitan,Mendengar tman nya triak, Naya langsung menghadap ke arah Susan, "SUSAN!!" teriak Naya histeris, Takut sedih nan trauma, itu yang di rasakan Naya saat ini, "Hihihi.. gadis kecil!! ikutlah denganku!" Ucap sosok itu kepada Susan, "TIDAK! HIKS..PERGILAH KAU SETAN!" tolak Susan, Naya hanya memandangi mereka takut, Sedangkan Susan menangis kesakitan Lantaran wajah nya telah tercabik cabik oleh kuku - kuku panjang milik sosok menyeramkan itu, "Nay,..hiks..hiks tolong aku!!" tangis Susan, Naya menggeleng pelan dan mundur beberapa langkah, tidak ada harapan yang ada di lubuk hati Naya saat ini, "Nggak! hiks..S-susan! kau menjadi hantu!!" Teriak Naya melihat wajah Susan yang kini sangat menyeramkan sekali! Susan ikut menangis mendapati darah segar mengalir di wajah nya, "MAMAA! HIKS..HIKS! SUSAN GAMAU HIKS!" Ucap Susan.
Kretek! kretek!
Sosok itu menoleh ke arah Naya dan tersenyum sumringah yang justru menakutkan! "gadis kecil! hihihi! ayo ikut dengan ku! ikut dengan ku!" Kata sosok itu dengan merangkak perlahan menuju Naya, "Nggak!! pergilah!! hiks..hiks! jangan mengangguku!!" pekik Naya menangis histeris,
BRAKKKG!!
Pintu di dobrak!! "NAYA!" Ucap Om Reno ayah Naya, "AYAAHH! HIKS!" Naya langsung berlari ke arah Ayah nya dan memeluk, "Susan yah! hiks" Ucap Naya terbata, apakah kalian pikir sosok itu hilang? tidak! bahkan saat ada beberapa warga serta Ayah Naya, sosok itu justru tersenyum seolah menyambut mereka, Salah satu warga langsung menarik Susan untuk di amankan,sedangkan Ayah Naya menyembunyikan Naya di belakangnya, "KEMBALIKAN MEREKA!!" teriak Sosok itu, "Pergi kau! jangan kembali ke Desa ini lagi!" Usir ayah Naya, "HAHAHAHAHA" tawa Sosok itu terlontar menyeramkan! perlahan sosok itu merangkak cepat menghampiri mereka, Dan...
WUSHH!! sosok itu terbang dan melayang di Atap atap rumah! menakutkan! "Kyai!!! kyaii!!" Panggil Salah satu warga, terlihat seorang Kyai menghampiri mereka dan membacakan sesuatu kepada tasbih miliknya, "ALLAHUAKBAR!!" kyai itu melemparkan tasbih nya ke arah Sosok menakutkan, "AAAAA!! PANAS!! PANAS!! HENTIKAN!! AKHHHH!!" pekik sosok itu kesakitan, "enyah kau dari sini!!" Ucap kyai dan langsung melemparkan Air ke Sosok itu,
"AAAAAAA!!" teriak sosok itu sebelum menghilang. semua bernafas lega, "ayah? siapa dia yah?" tanya Naya, "beberapa tahun lalu, dia adalah seorang wanita cantik yang menghuni rumah ini, na'as dia meninggal karna di perkos* oleh 5 pria, tanpa belas kasih kelima pria itu justru membunuhnya dengan sadis" Jelas Ayah,. "dia tidak akan kembali lagi, sekarang kalian bubar dan kembali ke rumah masing masing" perintah kyai, "baik yai,ayo bubar!" Semua kini bubar dan kembali ke rumah masing masing, Kamera menyorot ke Langit dan bertuliskan "Selsai"...