Mahasiswi cantik yang berpenampilan menarik dan seksi, Karina, ia akan skripsi dan ingin menemui dosen pembimbing. Dosen yang masih muda dan tampan, Nizam. Karina kagum karena dosennya masih sangat muda dan itu keren menurut Karina.
Karina mengirim pesan pada dosen pembimbingnya, ia bertanya kapan dosennya itu ada waktu untuk ia temui dirumah nya. Setelah sudah setuju untuk bertemu malam hari, Karina tak lagi membalas pesannya.
Tiba malam hari Karina datang ke rumah dosennya, ia memberi pesan kalau dirinya sudah diluar rumah, ternyata dosennya masih di supermarket. Karina dengan bercanda meminta sekalian membelikan minuman untuk nya, dan dosennya menyetujui nya.
"Kamu duduk saja dulu, nanti saya cek. Mau makan sekalian? Biar saya buatkan." Tanyanya pada Karina.
"Sebentar pak, bapak sudah punya pacar atau punya istri?"
"Kalau saya punya istri, tidak akan rumah saya sepi seperti tadi saat keluar rumah. Kalau pacar belum juga, saya masih single. Apa kamu mau daftar?" Karina bingung mau jawab apa, terjadilah Nizam kembali bertanya mau makan atau tidak.
"Sebenarnya saya sedikit lapar, kalau tidak keberatan bagus juga kalau saya mencoba masakan bapak." Jawabnya dengan disertai cengengesan tidak tahu malunya.
Sambil kembali merevisi, Karina menunggu Nizam memasakkan untuk nya.
"Saya merasa kita sepasang suami istri yang sedang makan malam, suaminya masak buat istri."
"Ralat, bukan suami istri, tapi simulasi." Karina jadi tidak karuan mendengar ucapan dari dosennya, bukankah sama saja jadinya sekarang pak Nizam menganggap dirinya sebagai istri walaupun hanya simulasi.
Namun yang awalnya Karina menyukainya, sekarang berubah lebih kurang. Ternyata pak Nizam ini semakin terobsesi dengan Karina yang selalu meminta foto dan paparazi Karina. Karena hampir sidang skripsi Karina mengirim foto dirinya yang memakai baju kurang bahan, agar pak Nizam jadi risih dengan Karina yang terlihat murahan. Namun pak Nizam malah semakin menyukai cara Karina mengirim foto pada nya seperti itu. Ia tidak memperbolehkan Karina perlihatkan pada orang lain.
Karina takut untuk bertemu dengan pak Nizam, namun saat akan pergi kemanapun sekarang Nizam yang menjemputnya meminta izin pada keluarga Karina.
"Bapak gak risih sama saya? Saya berpenampilan seperti itu supaya bapak risih dan tidak mau lagi sama saya, tapi bapak semakin mengejar saya dan mendekati keluarga saya."
"Saya sudah terobsesi dengan kamu, Karina. Mari kita menikah, saya sudah sangat lama menyukai kamu sampai sekarang saya benar-benar terobsesi ingin memiliki kamu."
"Ta-tapi saya, setelah tahu bapak terobsesi, saya sudah tidak ingin bersama bapak. Saya takut dengan orang yang hanya terobsesi."
"Saya mohon Karina, saya benar-benar sudah terobsesi dengan semua yang ada pada diri kamu. Kalau kamu tidak menerima saya, maka siapapun tidak akan bisa memiliki kamu." Karina memang menyukai bapak Nizam, tapi sebelum mengetahui Nizam terobsesi dengan nya.
Sidang selesai dan wisuda, Nizam mendekati keluarga Karina dan menyetujui anaknya bersama Karina.
"Do we have to get married first before trying it? Aku sudah tidak sabar menunggu hari itu tiba, sayang." Bisik Nizam di telinga Karina.
"Stop it, saya tidak mau menikah dengan bapak. Bapak itu hanya menyukai tubuh saya, tolong berhenti pak! Saya sudah memiliki kekasih." Karina terpaksa membual, ia tidak mau menikah dengan dosen yang dulu disukai.
"Tapi itu hanya sia-sia, keluarga kamu sudah setuju dengan ku, sayang. Jadi bulan depan atau minggu depan kita akan segera menikah." Nizam memeluk Karina dengan paksa, sambil menelusup kan kepalanya ke leher Karina.
"SHIT..." Karina melenguh mendapat perlakuan dari Nizam.
"Mulut kamu kondisikan sayang, aku hanya begitu kamu sudah merasa keenakan." Nizam mengejek Karina sambil tertawa melihat mahasiswi di hadapannya melenguh panjang hingga berkata kasar.
"Ck, baiklah sekarang kau mengejekku, tapi nanti tidak akan mendapat jatah mu." Karina kesal dengan dosennya.
"Kalau begitu mari kita lakukan sekarang, supaya nanti aku lebih aman." Karina pergi meninggalkan Nizam yang hanya mengerjai dirinya.