AKU KAYA HARTA TAPI JUGA KAYA HATI
Pagi ini seperti biasa aku berangkat ke sekolah dengan kendaraan umum.
Padahal tidak sulit bagiku untuk bawa mobil atau di antar supirku.
Sampai di sekolah sudah ada kawan dekatku yang bernama Shinta.
Pagi..Indah.."Sapa Shinta.
Pagi juga.. " Jawabku.
Ada PR ( Pekerjaan Rumah)nggak?, " Tanya Shinta.
Ada...PR Matematika, " Jawabku.
Waduh...kacau..kok gua lupa ya Nda?, pinjem dong PR lo!!, " Ucapnya.
Makanya belajar Non...jangan pacaran aja " Ucapku.
Hmm...iya deh, tapi pinjamin ya bukunya nanti gua traktir deh di kantin hehehe..." Ucap Shinta.
Hmmm...untuk kali ini saja ya gua pinjemin bukunya, besok-besok lo kerjain sendiri.." Ucapku sambil menyerahkan buku Matematikanya.
Setelah selesai jam Pelajaran Matematika, akhirnya jam istirahat pun tiba, dan kami pun akhirnya ke kantin untuk makan.
Ndah...lo tau nggak, libur semester ini gua mau ke Luar Negeri, " Kata Shinta.
Ooooh...bagus lah sekalian bisa jalan-jalan sambil melihat Negara Lain " Ucapku.
Tapi lo tau nggak gua kemana? " Tanya Shinta.
Nggak..." Ucapku.
Gua mau ke Australia...mau ke Sidney dan Melbourne, " Ucap Shinta.
Hmm.. bagus lah..selamat liburan ya? " Ucapku.
Lah.. kok cuma gitu sih Ndah? Memangnya lo nggak kaget gua jalan-jalan keluar negeri, " Ucap Shinta.
Ngapain kaget.. kalo lo mampu mah itu biasa kali " Jawab Indah enteng.
Hmm...Nah lo sendiri kemana liburan besok? " Tanya Shinta.
Gua nggak kemana-mana, paling di rumah saja atau bisa juga pulang kampung ke Bandung ke rumah Nenek, " Ucapku.
Hmm..iya sih gua nggak heran sama lo, mana ada duit sih ke Luar Negeri, paling juga ke Luar Kota hehe..." Ucap Shinta sambil tertawa.
Aku tidak ambil pusing dengan perkataan dari Shinta, karena aku tau dia orangnya sedikit pamer tetapi pada dasarnya dia anak yang baik.
Ndah.. sebentar lagi kan kita lulus nih dari SMA, lo mau lanjutin Kuliah di mana?, " Tanya Shinta.
Belum tau Ta..." Ucapku.
Hmm..payah, kalo gua mau lanjutin kuliah di Luar Negeri..." Ucap Shinta dengan sedikit sombong.
Baguslah...semoga berhasil ya Sin?
" Ucapku.
Thank ya? "Jawab Shinta.
Akhirnya lonceng pun berbunyi menandakan waktu istirahat sudah berakhir dan kami pun kembali ke kelas.
Aku dan Shinta sudah bersahabat selama tiga tahun,dari pertama masuk sekolah sampai sekarang sudah kelas tiga dan mau lulus, tetapi kami berdua belum pernah main ke rumah masing-masing.
Aku sibuk dengan kegiatanku di Osis dan Les. Begitu juga dengan Shinta yang sibuk juga dengan kegiatannya.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Sebentar lagi kami lulus Sekolah, Shinta mengajakku ke rumahnya, agar aku tau rumahnya Shinta seperti apa dan di mana.
Awalnya aku menolak, tetapi Shinta memaksaku untuk ke rumahnya.
Dengan terpaksa aku ke rumahnya dengan menaiki mobil Shinta.
Begitu sampai di rumah Shinta, aku turun dari mobil.
Rumah Shinta cukup megah tetapi bagiku biasa saja karena aku biasa melihat rumah seperti ini.
Ndah...ini rumahku.. gimana mewah tidak?, "Ucapnya sedikit pamer.
Ya..Bagus.." Ucapku.
Ya udah yuk kita masuk ke dalam.
Kami pun masuk ke dalam dan langsung ke ruang keluarga.
Bi...siapin minum ya...yang dingin saja...gimana Ndah? "Tanya Shinta.
Ya Boleh.." Jawabku sambil tersenyum dan bilang terima kasih untuk bibi.
Ndah...kapan-kapan gua main ya ke rumah kamu?, "Ucap Shinta.
Tapi rumahku jelek Shin? "Ucapku.
Nggak apa-apa Ndah...yang penting kan bisa neduh? "Jawab Shinta.
Iya..." Jawabku sambil tersenyum.
Yuk kita ke kamar aku tunjukan koleksiku "Ucap Shinta.
Akhirnya aku masuk ke kamar Shinta, Dia tunjukan jam tangan dari Alexander Christy...baju dari Channel, Sepatu, tas, semua dari koleksi ternama dan dari luar negeri semua.
Tapi buatku itu biasa saja dan tidak sedikitpun membuat aku terkejut....
Ndah...lo mau nggak kalo gua kasih baju yang mahal ini? "Kata Shinta.
Nggak usah Shin?... gua nggak pake barang seperti itu, "Jawabku.
Hmm..ya sudah..wajar sih secara lo biasa pake barang lokal, jadi wajar sih nolak pemberian gua, "Ucap Shinta.
Aku hanya tersenyum mendengarnya karena tidak sedikitpun marah dengan perkataan dari Shinta.
Sesudah bermain di rumah Shinta akhirnya aku pamit pulang ke rumah karena sudah sore juga.
Ndah...di anter sopirku mau nggak?, " Tawar Shinta.
Tidak usah Shin...gua pesen taksi online saja "ucapku.
Hmm..baiklah..gimana yang lo suka saja, " Jawab Shinta.
Akhirnya taksi yang di pesen sama Indah datang juga, setelah berpamitan dengan Shinta, aku pun langsung menuju pulang ke rumah.
karena Orang Tuanya sedang tidak ada di rumah, Mamanya sedang Arisan, Papanya belum pulang kantor jadi Shinta sendiri di rumah hanya di temani pembantunya.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Hari kelulusan pun datang, aku datang duluan ke Sekolah tidak bareng dengan Orang Tuaku.
Aku tidak mau mareka tau siapa aku dan Orang Tuaku.
Dan ketika di umumkan bahwa aku menjadi lulusan terbaik dengan Nilai 99,1 % Aku maju ke depan seorang diri.
Ketika menerima Piagam dan buket bunga, Kepala Sekolah menanyakan keberadaan Orang Tuaku.
Aku berkata, Papa dan Mama datang kok, tapi belakangan karena ada urusan mendadak.
Kepala Sekolah tidak berani bicara lagi karena Beliau tahu siapa Orang Tuanya Indah.
Selamat ya Ndah!!..." Ucap Shinta.
Sama-sama Shin...lo juga selamat ya..Alhamdulillah kita semua lulus dan bisa melanjutkan cita-cita kita ya Shin? " Ucapku.
Kami semua murid kelas tiga lulus, baik IPA maupun IPS dan tidak ada yang mengulang di kelas lagi.
Setelah foto-foto dengan teman dan guru, kami pun bubar pulang ke rumah masing-masing.
Tiba-tiba... Shinta berkata,
Ndah....kita kan sudah lulus, kapan gua bisa main ke rumah lo, " tanya Shinta Penasaran.
Kapan saja bisa kok Shin..." Jawabku.
Hmm..baiklah.. besok gua mampir ya ke rumah lo, "Kata Shinta.
Oke...gua tunggu ya..nanti lo SMS saja ya Shin?, "Kataku.
Oke.."kata Shinta sambil menuju ke mobilnya.
Gua penasaran seperti apa rumah si Indah, karena selama ini dia begitu tertutup.
Jangan-jangan rumahnya jelek jadi dia tidak berani bawa teman ke rumahnya..." Batin Shinta.
Keesokan harinya.
Pagi-pagi si Shinta sudah bangun, kemudian mandi dan sarapan lalu pamit ke Mamanya untuk main ke rumah Indah.
Sesudah telpon Indah, lalu share lock untuk lokasi rumahnya.
Lalu sampailah Shinta di sebuah rumah yang sangat Megah dan Besar, lebih besar 3 kali lipat dari rumahnya.
Begitu turun dari mobil, Dia sudah di sambut oleh seorang ajudan Indah.
Silahkan masuk Non?, Non Indah sedang mandi, mau minum apa?, " tanya bibi ramah.
Ap..apa saja boleh bi..." Jawab Shinta terbata-bata.
Shinta masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, karena yang dia tau selama ini Indah itu orang yang sederhana.
Karena setau dia Indah ke sekolah selalu naik angkot, tapi tadi di bagasinya berjejer mobil mewah..
Ya ampun Ndah...gua malu banget sama lo.." Batin Shinta.
Indah turun dari kamarnya dan dia langsung menegur Shinta.
Shin...maaf ya kelamaan nunggunya, "Ucapku berbasa-basi.
Ndah.....gua nggak percaya ini rumah lo, kenapa lo nggak cerita-cerita sih Ndah? " tanya Shinta.
Buat apa Shin...kekayaan ini bukan milik kami tapi ini hanya titipan dari Allah, jadi kita tidak boleh sombong dengan kekayaan yang kita punya, "Ucapku panjang.
Gua jadi malu sama lo, maafin gua ya Ndah...udah sombong di depan lo, "Ucap Shinta sambil menunduk.
Santai saja Shin...nggak apa-apa kok, "Ucapku.
Terus kenapa setiap hari lo ke sekolah naik angkot? "Tanya Shinta.
Gua males saja bawa mobil, selain macet juga gua orangnya suka hal-hal yang sederhana saja, "Jawab Indah yang makin membuat Shinta tambah malu.
Kami pun akhirnya masuk ke kamar Indah, kamar Indah sangat besar dan sangat luas serta sangat Lengkap.
Kamar Indah lebih besar 5 kali dari kamarku.
Berjejer tas-tas mahal,Sepatu dari brand luar Nageri semua serta jam tangan mahal dengan koleksi dari luar negeri, koleksiku tidak ada apa-apanya di bandingkan koleksi dari Indah.
Aku sangat terpakau melihat semua ini dan menjadi sangat malu karena koleksiku tidak ada apa-apanya. "Batin Shinta.
Terus lo mau kuliah di mana Ndah? "Tanya Shinta.
Alhamdulillah gua di terima di Oxford University di Inggris,"Ucapku.
Ap..apaaaa.. "Jawab Shinta tidak percaya dengan mulut terbuka lebar.
Kapan kamu mendaftarnya Ndah, kok gua tidak tau.."Ucap Shinta.
Udah lama Shin...gua udah daftar ke Oxford University sebelum ujian Akhir dan Alhamdulillah gua di terima disana, "Ucapku.
Oooohh Indah...gua salut sama lo, lo tidak pernah pamer-pamer seperti gua, malah di terima di Universitas bergensi di dunia, sedangkan gua akan Kuliah di dalam negeri saja, "Ucap Shinta sambil memelukku.
Shin...buat apa pamer kekayaan, toh tidak ada faedahnya yang ada malah ria, lebih baik kaya hati dari pada pamer kekayaan tapi justru membuat kita malah jadi sombong, "Kataku.
Iya Ndah...gua mengerti sekarang.
Sahabat seperti lo yang kaya harta tapi juga kaya hati... gua senang bisa mengenal lo Ndah? "Ucap Shinta sambil memelukku.
Iya Shin... kekayaan jangan sampai membuat kita lupa diri tapi juga bisa mendekatkan kita kepada Allah. "Ucapku.
Oh iya kapan lo berangkat ke Inggris, "Tanya Shinta.
Insha ALLAH minggu depan Shin, "Kataku.
Ndah...hati-hati di jalan, jangan lupain gua ya...tetap kita bersahabat kan?...kita bisa bersua via email dan telpon, sering-sering telpon gua ya, "Ucap Shinta.
Aku tersenyum dan menanggukkan kepala tanda setuju.
XXXXXXX TAMAT XXXXXXXXXXXXXX
OH..INDAH SAHABATKU..SESUAI NAMAMU INDAH... MAKA INDAH JUGA HATIMU...
KAMU KAYA HARTA TETAPI JUGA KAYA JIWA...AKU MENDAPAT PELAJARAN BERHARGA DARI PERILAKU DAN SIKAPMU.
THANK YOU SUDAH MENGAJARIKU TENTANG ARTI HIDUP DAN PENGALAMAN BERHARGA INI..KARENA SESUNGGUHNYA KEKAYAAN HATI LEBIH UTAMA DARI KEKAYAAN HARTA.....