~THE KAIZEN~
Suatu pagi yang cerah,aku termangu menatap daun-daun yang dibalut embun pagi,aku mendengar air laut menghantam pondasi jembatan,saat itu aku tersenyum, dari dalam hati berkata
"this is the time,tunggu aku
ayah,aku bakal ne0atin janji 9th
yang lalu"
Sembari mengambil tas hitam dengan sebuah kunci mobil aku keluar rumah dan menuju mobil putih bertuliskan namaku 'Alvaro',aku berbalik memandangi rumah kayu diatas jembatan itu,tepat samping rumahku terdapat gapura dengan bacaan "Selamat Datang di Bontang Kuala"
"Ro!! Cepet cess durasi ini"
ujar dimas, temanku yang sedari
tadi menunggu bersama 5 orang
lainnya.
"Oh oke" jawabku sambil berlari
kecil.
Kami pun berangkat dengan mobil itu menuju sebuah kantor berwarna putih tepatnya di sekambing yaitu kantor walikota,sesampainya dikantor itu terdengar dering suara telpon masuk,dering itu berasal dari HPku, aku kemudian melihat dan menganggatnya dengan gemetar
"Cepatlah Nak aku menunggu
mu,aku sudah sharelock dan
secepatnya kam...."
Tiii..tiii.. telepon terputus
Belum sempat aku menjawab telepon dari orang yang kurindukan itu! Ayahku..
Dengan tidak sabar aku bergegas menyiapkan barang yang dibutuhkan
"Kaizen!Ready?"ucapku kepada kelompokku yang bernama Kaizen.
Dengan anggotaku terdiri dari aku sebagai pemimpin, Dimas sebagai Hacker,Renata & patnernya Vita sebagai pemancing, Dicky sebagai teknisi,Rafly sebagai pemantau,dan Backy sebagai manipulatif.
Yahh kami adalah kelompok gelap penipu,dan aku sendiri berprofesi sebagai pengacara.
"Ready dong" ucap Renata dan Vita yang mulai beraksi, mereka masing-masing memakai alat komunikasi melalui earphone.
Dimulai dari Renata dan Vita yang menuju belakang kantor dengan membawa Hpku untuk melacak lokasi ayahku yang mengarah pada sebuah mobil Van hitam.
Dimas pun menuju sebuah menara tinggi untuk mengakses semua CCTV dan mengelabui penjaga.
Rafly juga memantau kantor walikota dengan menyamar sebagai security.
Sementara aku juga menyamar sebagai pegawai.
Setelah Dimas mematikan semua Cctv mereka pun beraksi, Renata dan Vita berpura pura mencari alamat untuk mengelabui penjaga yang menjaga mobil Van itu, secara sembunyi sembunyi Backy menyelinap masuk ke dalam mobil itu.Dia menemukan seseorang tergeletak di dalam mobil dengan posisi kedua tangan diborgol ke depan, terdapat kalung baja yang ketat diletakkan pada leher orang itu, Bom yang sedari tadi telah aktif dan tersisa 15 menit lagi, sepertinya mereka berniat membunuh orang itu,Backy berhasil membawa keluar orang itu.
"Plan 1 berhasil!!
Renata!Vita!,kembali ke mobil
cepat, Dicky siap-siap!"
Perintah Backy.
Setelah itu Dicky datang ke balik pohon besar yang ada tidak jauh dari kantor.
"Kayaknya...mereka menaruh bom
disini Nak..,saya tidak
yakin... Kamu bisa
menjinakkannya" kata orang itu
dengan napas terengah-engah.
"Mana tauu kalo belum dicoba
om"jawab Dicky
"Cepetan Dick akses Cctv yang di
hack Dimas ga bertahan
lama"Kata Backy.
Dicky pun segera menjinakkan BOM itu yang tersisa 8 menit lagi.
Disisi lain aku tidak sengaja mendengar pembicaraan antara ibu Walikota dengan salah seorang di Benua eropa tepatnya di ( amsterdam ) atau belanda bernama King Baxier XI
"Hoe was het? Uw operatie met Dr. Harvin was succesvol?"
( Bagaimana?operasimu dengan Dr.Harvin berhasil? ) kata ibu walikota, Aku sudah mengerti semua bahasa baik belanda, inggris, prancis dan rusia.
"ja, het was succesvol, Ik ben blij om met u samen te werken, Dr. Harvin is inderdaad een expert op dat gebied. Dank u"
( ya, berhasil, saya senang bekerja sama dengan Anda, Dr. Harvin memang ahli dalam hal itu. Terima kasih ) jawab King Baxier XI sembari meminum teh hangat yang tersedia di meja bundar itu
"Ja, graag gedaan, dus hoe was onze overee?Doe maar rustig aan,ik zal alles dekken van de regering, zowel Indonesië als Bontang, zijn zoon kon ook niet bewegen toen ik zijn vader beroofde"
( ya sama sama, jadi gimana sudah deal perjanjian kita 9 tahun yang lalu?Anda tenang saja saya akan menutupi semua dari pemerintahan baik indonesia maupun Bontang ini, anaknya juga tidak bisa berkutik saat aku merampas ayahnya )
Aku terkejut tidak menyangka ternyata walikota juga merencanakan ini semua, keringat bercucuran dibadanku, panik dan seakan tidak percaya dengan semuanya.
Aku kembali teringat masalalu yang dimana ayahku berbicara dengan seseorang dgn memakai jas hitam lengkap dengan kacamata dengan asisten yang menemaninya, dia adalah king baxier yang saat itu tengah sakit, mereka terlibat perdebatan panjang, aku hanya bisa terpaku duduk didalam lemari tempat ayahku bekerja.
Saat itu perdebatan mereda, singkat cerita ayahku menanda tangani sebuah kontrak yang dimana dalam kontrak itu ayahku bersedia mengabdi kepada king baxier sebagai dokter pribadi nya. Dia ditipu oleh orang orang belanda itu, aku tak kuasa menerima kenyataan itu, saat itu aku tau bahwa ayah akan meninggalkan ku sendiri disini, dan faktanya King Baxier menuduh ayahku telah melakukan operasi false flag.
Operasi False Flag ini adalah aksi yang bertujuan menyamarkan pihak yang seharusnya bertanggung jawab dan menjadikan pihak lain sebagai kambing hitam.
Oleh karena itu ayahku menghindari tuduhan itu dengan mengabdi kepada King Baxier XI dan menymbuhkan penyakitnya.
Dan sekarang aku menemukan fakta baru bahwa Walikota juga merencanakannya, Aku tidak bisa menahan emosiku
" Kaizen!! ada plan baru semua
kembali ke mobil biar aku urus
sendiri " perintahku
" astaga kamu dimana sii pok,
gausah macem macem pang,
hedeuhhhh " keluh dimas
" tenang aja, mas kamu matiin
kamera cctv lantai 2
yah"ujarku
" huffttt yaudah dehh " pasrah
dimas
Setelah mematikan CCTV aku pun menyandera seorang koki yang ingin membawa makanan ke kantor Walikota,
Setelah itu aku memasuki ruangan walikota, dengan sengaja mengunci pintu, tanpa basa basi lagi aku menarik pelatuk ke arah kedua orang dimeja bundar itu tanpa membuat keributan yang memicu karyawan lain.
Disaat sekaratnya King Baxier XI berkata
" Wie ben je... uhuukkk.. "
(Siapa kamu...uhuukk..) dengan
napas terdengar terjepit
" I? Gewoon een gewone advocaat
wiens vader werd ontvoerd door
de wreedste persoon op het
Europese continent "
(Hanya seorang pengacara biasa
yang ayahnya diculik oleh
orang paling kejam di benua
Eropa ) ujarku dengan napas
lega.
Aku mengambil pistol lagi disakuku memakai sarung tangan dan menghilangkan sidik jari dengan cara mengusap roti tawar pada permukaan pistol itu dan aku menuju kearah kedua orang itu, memukul King Baxier XI hingga pingsan, dan meletakkan pistol itu ditangan king baxier dan ibu walikota. Rencanaku berjalan sempurna dan aku bergegas ke arah mobil
Sesampainya aku dimobil, menemukan seseorang dengan tanda dileher bekas baja itu, ternyata Dicky berhasil menjinakkan bom nya lalu mengaktifkan kembali bom itu dan diletakkan di mobil Van yang menyekap ayahku, yaa orang itu adalah ayahku Dr. Harvi, aku memeluknya dengan sangat erat disusul dengan tangisan dan pelukan teman temanku juga.
" Berhasil...aku berhasill
akhhh.... aku berhasill,
Kaizenn kita berhasill..Ayahh
maaf sudah membuat ayah
menunggu lama "tangisanku
pecahh dimobil itu
" Gimana sii..kita..udahh tauu
pangg...kalo kitaa..pasti
berhasil... "dengan tangisan
bertegun tegun Renata
mengatakannya.
" maaf Nak.. kamu kesepian
yah..ini salah ayah..Makasi
kamu rela mengirim orang itu
ke ayah untuk ngasih Hp ini,
ayah tau itu pasti kamu.. "
ucap ayahku dengan napas
terengah engahh
" heehehe bisa aja om ini " sela
Backy dengan pipi kemerahan
" Ayah ini Backy yang nemuin
ayah selama 6 bulan di
belanda, dan yang ngasih Hp
ini ke ayah " ujarku
" ohh maaf saya tidak terlalu
mengenalmu, soalnya saat itu
kamu menyamar dengan aliansi
Forbes di belanda " Kata
Ayahku.
" udahh keburu mereka sadar ayo
cepat kita kembali ke BK" kata
Dimas
Kita pun pergi dengan segera meninggalkan tempat yang penuh kegelapan itu, seraya ku berkata dalam hati
" Ayah aku akan selalu menjaga mu mulai sekarang, ayah tau kan aku sudah berusaha kuliah di Turuna jaya, dengan usahaku untuk menjadi pengacara, agar ayah tidak mendapat kesalahan atau penipuan apapun, aku sudah berusaha lo yahh " Batinku
Kami pun kembali ke BK untuk istirahat sejenak di tempat tinggalku dengan ayahku, aku dan teman-temanku akhirnya kembali dengan napas lega, dalam misi membawa kembali ayahku.
" ehh cess, ke Jimbaran yok,
lapar sudah kita ini, perut om
Harvi aj udah bunyi tu dari
tadii " ujar Backy
" Dasar anak muda... yahh ada
benarnya sii aku bosan masakan
aneh dari belanda, Nak.. ayah
mau gammi " Kata ayahku dengan
sedikit candaan.
Kami pun mengisi energi kami dengan datang ke Jimbaran, tempat yang dulu keluargaku selalu datangi, aku sangat bersyukur bisa kembali lagi ke masa masa dengan ayah.
~TAMAT~