halo inilah kisahku, bersama teman dan orang yang pertama kali menyukaiku di sekolah menengah pertama, semoga kalian suka ceritaku ya 😀
Aku mengenal cinta menginjak sekolah menengah pertama negeri yang ada di daerahku, sekolah itu tidak jauh dari rumahku dimana aku tinggal bersama orang tuaku, Kakak, abang dan adik- adikku. Untuk menuju ke sekolah aku hanya berjalan kaki bersama teman ku Eli dan temanku yang lain.
Pagi yang indah, aku bergegas pergi ke sekolah bersama temanku Eli. hari itu adalah hari pertama masuk dikelas 8.
Saat disekolah Eli di sapa oleh adik kelas yang satu kampung dengannya. tidak lama kemudian kami langsung masuk ke kelas masing-masing untuk belajar.
Bunyi lonceng "teng teng teng"
waktunya istirahat saya bersama Eli dan teman lainnya bermain bersama dihalaman sekolah bercanda gurau bersama. hingga usai istirahat kami pun pulang bersama ke rumah masing- masing.
Pagi yang cerah, hari kedua masuk sekolah dimana aku dan Eli pergi ke sekolah berjalan kaki tidak jauh dari rumah kami. kamipun masuk di kelas masing-masing untuk belajar.
Bunyi lonceng"teng teng teng"
aku dan Eli bertemu di halaman sekolah Eli berkata kepadaku, Ar ada yang titip salam sama kamu
aku menjawab " siapa yang titip salam"
ada temanku satu kampung
dia suka sama kamu kata Eli kepadaku
aku pun tersenyum. jantungku pun berdetak dengan cepat. aku pun langsung menjawab"yang mana ya orangnya aku mau lihat" oke kalau mau nanti kita bertemu dengan temanku kata Eli.
Ketika bertemu dengan teman Eli, aku pun merasa malu karna baru pertama kali aku bertemu dengan seseorang yang menyukaiku. kami pun berkenalan dan saling senyum. dalam hati ganteng juga cowok ini, haaaaa.
sejak itulah pertemuan aku dan temannya eli. karna cowok itu sering melihat aku pergi sekolah bersama eli. dia menyukaiku, cowok itu adik kelasku yang baru masuk SMP di sekolah negeri yang tidak jauh dari rumahku.
Setiap hari Eli terus menerus mejodohkanku dengan temannya hingga lama kelamaan aku pun merasa suka kepada temannya yang adik kelas kami. setelah ku pikir- pikir temannya eli tampan siapa cewek yang tidak mau dengannya wkwk.
hari- hariku pun mulai berubah aku berdandan dan berpakaian rapi kalau pergi ke sekolah, rasanya hatiku senang dan gembira. setiap hari di sekolah kalau bertemu aku merasa malu dan dia juga malu kalau melihat aku. aku tidak menyangka di bangku SMP sudah ada yang menyukaiku.
Hati kita memang berbeda kalau ada seseorang yang mengagumi dan menyukai kita rasanya seperti bunga matahari yang selalu mekar, rasanya termotivasi dalam melakukan aktivitas apapun. rasanya ingin terbang seperti kupu- kupu yang hinggap di bunga yang mekar, masa ini adalah masa yang tidak pernah terlupakan yang membuat aku bahagia.
haaaaa rasanya lucu kalau di ingat.
perasaan ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika tidak ada dia yang diam- diam memperhatikan dan menyukaiku. ceritaku adalah cerita kamu juga yang pernah mengalami hal yang sama sepertiku. Masa SMP adalah masa yang berbunga- bunga apalagi ada yang mengagumi kita.
tepat sekali malam ini malam minggu aku ada pantun untuk para sahabat - sahabatku.
" malam ini
malam minggu
hanya kamu
yang aku rindu 😀
Aku dan Dia mempunyai sifat yang sama yaitu sama-sama pemalu, namanya Doni sosok cuek dan pemalu. Dia yang tampan membuatku jatuh hati padanya. Aku mengenal Doni sejak kelas 2 SMP sedangkan Doni mengenalku kelas 1 SMP saat itu.
Walaupun kami satu sekolah kami hanya bisa saling melihat dikala waktu istirahat kami tidak pernah mengobrol berdua walau saling menyukai karena sama-sama pemalu. Jantung berdetak kencang kalau saling berpapasan atau berlintas saat jalan dihalaman sekolah dan teman-temannya kadang mengolok dan menjodohkan Aku dengan Doni, "cieeee" ucap temannya, aku terkadang tertawa dan senyum sendiri mendengar ucapan teman-temannya Doni. Waktu demi waktu Doni mengirimiku surat lewat temanku Karsiani rumahnya tidak jauh dari tempat tinggalku, karsiani satu leting dengan Doni. Begitu juga dengan ku terkadang menitip surat balasan juga kepada karsiani untuk Doni. dan isi surat itu dia mengungkapkan isi hatinya padaku Dan mengajak aku berpacaran dan aku membalas surat Doni dengan senyum-senyum sendiri. Bahagianya hatiku membaca dan membalas surat dari Doni, aku juga menerima cintanya karena aku juga menyukai Doni.
Di tahun ajaran semester genap aku dan Eli sudah tidak satu kelas lagi karena sudah diacak perkelas dan sudah naik kelas 3 SMP. Aku dan Doni masih menjalin hubungan cinta tapi lewat surat walau satu sekolah dan masih sama tetap aja pemalu, malu itulah yang mengartikan kalau aku dan Doni punya perasaan sama-sama saling suka.
Detik demi detik hari yang dilewati berlalu, semester 1 ajaran baru ada adik kelas masuk sekolah juga menyukaiku namanya Petrus dia juga tampan Kami sering bertemu saat pergi sekolah, dia sering menyapaku, hai kata petrus kepadaku, aku juga membalas hai kepadanya. Di sekolah yang sama dan tempat tinggalnya tidak jauh denganku. Lama-kelamaan dia menyukaiku, dan setiap hari dia selalu menungguku setiap pulang dan pergi sekolah, kami selalu pulang bersamaan berjalan kaki bercanda gurau bersama. Lama-kelamaan aku dan Petrus saling suka dan berpacaran. Waktu demi waktu aku lupa kalau aku dan Doni masih berpacaran karna hari-hariku telah diisi oleh Petrus aku sangat senang karna petrus membuat hari-hariku menjadi indah. karena aku bingung dengan sikap Doni yang cuek dan tidak pernah mengajakku mengobrol bersama. Tidak seperti Petrus dia sering memberi senyum padaku Dan mengajakku mengobrol bersama. Betapa senang hatiku ketika bergurau dengan Petrus setiap pergi dan pulang sekolah. Petrus selalu menunggu aku dihalaman sekolah, sebelum pergi Petrus menungguku di jalan dan menunggu di halaman sebelum pulang sekolah bersama. Disela waktu istirahat Petrus mengajakku duduk di bawah pohon kelapa sawit di belakang sekolah SMP karena di sekolah itu halamannya luas dan dipenuhi pohon kelapa sawit yang begitu indah bagus dipandang mata. Yang di mana Di belakang sekolah itu ada bukit dan di situ aku dan Petrus mengobrol bercanda gurau, pada waktu istirahat saat itu ada teman Doni melihatku mengobrol bersama Petrus dan temannya Doni mengajak Doni untuk melihatku bersama dengan Petrus dan kami pun bertatap dari jauh dengan Doni. tetapi Doni hanya diam dan pergi bersama teman-temannya. Aku juga merasa tidak nyaman sudah bersama Petrus, sesekali teman Doni berteriak Don cwekmu selingkuh ucap teman Doni. Di situ aku benar-benar bingung sekali dalam menghadapi hal seperti itu hingga pada akhirnya aku dan Doni pun tidak berkabar dan aku kira dia sangat marah dan benci padaku. Hari terus berlalu dan aku masih
Menjalani hubungan dengan Petrus. Kami pernah jalan berdua nonton pertandingan bola di kampung. Aku sangat senang sekali dengan keberanian Petrus yang tidak pemalu, Petrus selalu membuat aku senang, setiap hari perasaanku terus berbunga-bunga ketika bersama dengan petrus.
bahkan saat itu aku pernah mendapat surat cinta dari Doni, kawannya yang memberi surat cinta itu kepadaku, yang isinya mengajak aku putus akupun membalas dan menerima keputusannya, dan akupun segera menitip surat balasan kepada Karsiani dan karsiani memberikannya kepada Doni, tetapi keesokkan harinya karsiani mengadu kepadaku bahwa Doni tidak membuat surat untukku waktu itu, ternyata yang membuat surat itu adalah teman Doni sendiri. aku juga tidak tahu apa maksud surat dari temannya Doni mungkin mereka sedang bertengkar atau apapun itu aku tidak tahu. dan aku dengar juga dari Karsiani bahwa Doni bertengkar dengan temannya hingga temannya berhenti sekolah.
Hari terus berlalu hingga akhirnya masa perpisahan kelas 9 tiba dan menerima amplop kelulusan sekolah, aku pun lulus sekolah dan aku berpesan kepada Adik Kelasku Karsiani kalau nanti Doni menanyakan aku lanjut sekolah dimana bilang saja aku melanjutkan sekolah di SMK atau di SMA Dekat SMP. aku menitip pesan kepada Doni lewat Karsiani. Hingga tamat aku sudah tidak bertemu lagi dengan mereka aku dan Doni berpisah tidak ada kata perpisahan atau putus Begitu juga dengan Petrus berpisah ketika tamat sekolah, dan tidak berkabar lagi.