Orang tua berisik
#cerpen drama
Deanne berlari ke arah rumahnya setelah turun dari bus study tour mangrove dan membuka pintu rumahnya.
"..mama,papa..?"dia melihat sekelilingnya tidak ada siapapun dan dia diam,dia hanya berdiri di depan pintu,dia melangkahkan kaki memasuki rumahnya lalu menutup pintu rumahnya *cklek* bunyi pintu yang telah ditutup.
Dia melihat ada surat di meja ruang tamu dan meraih surat itu,dia membaca apa yang ada pada surat itu
"Dean,setelah kamu datang,bersihkan rumah,cuci piring lalu belajar,ibu dan ayah sedang bekerja,kami membawa adikmu" tulis dalam surat itu.
Dia diam setelah membaca surat itu,dia menaruh kembali surat di meja dan segera mengganti bajunya.
dia menghela nafas sebelum mengerjakan apa yang disuruh ibunya, kemudian dia meraih sapu dan menyapu seluruh rumah,setelah selesai dia pergi ke dapur untuk mencuci piring,dia bergumam kepada dirinya sendiri "mengapa..harus aku semua yang mengerjakannya.." dia selesai mencuci piring dan pergi ke dalam kamarnya.
"Hah...selesai juga" ucap dean yang sedang mengipasi dirinya yang berkeringat sehabis mengerjakan pekerjaan yang diberikan ibunya.
Dia duduk dikursi meja belajarnya "ya..belajar..belajar lagi.." dia bergumam kepada dirinya sendiri dengan ekspresi yang sedih "mau bagaimana lagi.."
Dia mengambil buku dan tiba-tiba mendapatkan pesan oleh temannya(Angel),Angel adalah sahabat terbaik dean,dean pun membuka pesan yang dikirim Angel tersebut.
"Hm?" Dia penasaran dan membaca pesan tersebut dalam hatinya.
"Dean,mau jalan kah pok?" Dia tau dia tidak bisa kemana mana selain dirumah,dia menghela nafasnya dan mengetik "maaf,ga dlu ya" angel pun membalas pesannya tersebut "kenapa lagi??" Deanne pun menjawab pertanyaan sahabatnya itu "aku belajar,disuruh mama" ketik Deanne.
Angel pun kasihan kepada deanne dan memberikannya motivasi "klw gtu semangat ya!! Aku tau kamu bisa" deanne pun tersenyum setelah melihat pesan sahabatnya itu,dia membalasnya "makasihh" dia meletakkan hp nya itu dan mulai membuka bukunya.
1 jam,1 jam penuh dengan belajar dan belajar Deanne pun kelelahan dan matanya sangat berat..dia tertidur di meja belajarnya tersebut.
*Ding!dong!* Bunyi bel yang ditekan oleh seseorang deanne pun bergegas membuka kunci pintunya tersebut dan membuka pintunya "oh..mama..papa" ucapnya dengan muka yang datar.
Ibu dan ayahnya memasuki rumah dan segera duduk di sofa "dean,buatkan kopi untuk papa" ucap ayah dean tersebut "baik pa.." dean segera memasuki dapur dan membuatkan kopi untuk ayahnya.
Dia pun selesai membuat kopi dan mengantarkan kopi tersebut ke ayahnya "ini pa.." ucap deanne dengan muka yang datar,sekali lagi,dia seperti tidak memiliki emosi sama sekali.
"Lanjutkanlah belajar mu" ucap ibunya dengan tegas "ok ma" dia melihat ke arah mereka sebelum masuk kamarnya tersebut,orang tua deanne sangat bahagia, mereka bermain dengan adiknya itu Deanne merasakan iri yang sangat dalam pada hatinya tersebut,dia pun memasuki kamarnya.
Matanya berkaca-kaca dia iri dia iri sekali melihat adiknua disayang orang tuanya,tumbuh dalam banyak kasih sayang,itu yang sangat ingin deanne rasakan,tapi dia lanjut belajar,tidak peduli dia lelah atau tidak dia tetap melanjutkan belajar nya itu dan percaya pasti suatu hari orang tuanya akan bangga padanya.
"Tidak..kau tidak boleh menangis" gumam nya pada dirinya sendiri "kamu ga boleh lemah,pasti nanti hari itu akan datang,pasti akan datang" dia mengucapkannya dan mengumpulkan motivasinya untuk belajar.
Dia belajar lagi dan lagi 1 jam dia hanya belajar tidak melakukan apa apa selain belajar,hingga ibunya masuk ke kamarnya.
"Dean,ibu mendapat laporan kalau kamu sudah menerima rapot dari gurumu,mana rapotnya,mengapa ibu tidak pernah melihatnya?",jantung deanne berhenti berdetak sejenak, badannya berkeringat,dia takut,dia takut kalau ibunya akan kecewa melihat nilainya.
"Ini,ma.." dia memberikan rapotnya kepada ibunya dengan tangan yang gemetar,panik dan berkeringat.
Ibunya mengambil rapotnya dari tangannya itu dan membuka rapotnya
"Hmmm.." ibunya bergumam dan terus melihat nilai rapotnya kebawah dan akhirnya,dahi ibunya merengut seperti dia melihat nilai yang tidak biasa.
"Apa ini?" Dia menunjuk jarinya ke arah pelajaran matematika "apa maksudnya ini? 85?!" Nada ibunya berubah menjadi tinggi seolah-olah dia akan membentak Deanne.
Deanne hanya diam,tak berkutik,tak bergerak sedikit pun,dia tetap melihat kebawah,matanya mulai mengeluarkan air mata.
"Mama bilang LIHAT KEMARI!!"ibunya berteriak ke arah deanne,tetap menunjuk jarinya ke pelajar Matematika.
Deanne perlahan mengangkat kepalanya..dan melihat ke pelajar Matematika, "NILAI APA INI?NILAI BIASA SAJA!TIDAK MEMUASKAN" ibunya sangat marah kepada Deanne.
"Maaf..maaf ibu.." air mata mulai menetes..mengalir di pipinya "dean sudah berusaha.." ucapnya sambil menangis.
"Berusaha?HAH! BERUSAHA KATAMU?LAIN KALI GUNAKAN KATA ITU DENGAN BENAR,yang namanya BERUSAHA pasti hasilnya akan bagus!sedangkan ini?TIDAK!tidak pantas kau gunakan kata BERUSAHA itu" ibunya tetap marah,sehingga ayah nya pun masuk ke dalam kamar Deanne.
"Ada apa?" Ucap ayahnya yang penasaran ada apa yang terjadi,
"Lihat nih,mtk 85,nilai apa ini?!"ibu menunjukkan nilainya kepada suaminya itu.
Muka ayah deanne kecewa,marah,benci semuanya bercampur aduk "maksudmu apa de?mengapa nilai mtk mu 85?" Ucap ayahnya tegas.
Deanne hanya diam,tidak bisa bicara,mulutnya seperti dikunci dan tidak bisa dibuka,dia gemetaran.
"Jawab PAPA!" Deanne kaget terhadap nada tinggi ayahnya tersebut,air mata mulai mengalir lebih banyak di pipinya.
dia membuka mulutnya, memberanikan diri untuk berbicara, "maaf..maaf..dean...dean tidak ingin membuat kalian kecewa" dia melihat kebawah menangis,sati persatu air mata jatuh dari matanya.
"Terlambat,kamu sudah membuat ayah dan ibumu sangat kecewa" ucap ayahnya itu dengan nada yang kecewa dan sedih.
"Tapi..tapi deanne ranking 1 pa..ma.." ucap deanne dengan nada bicaranya yang gemetar itu."PERCUMA RANKING 1 KALAU NILAI MU HANYA 85!!" Ibunya berteriak di depan Deanne,hati Deanne hancur,dia akhirnya berdiri.
"Mama jahat.." dia mengatakannya dengan nada biacaranya yang rendah,"APA?UCAPKAN LAGI"nada bicara ibunya semakin tinggi dan seperti menantang anaknya itu.
"Aku bilang..mama JAHAT!" deanne berteriak di depan ibunya itu dengan air mata yang terus mengalir, "Ooh..begitu,melawan sekarang kamu ya"
"Anak kurang ajar!" Teriak ayahnya di depan deanne.bulu deanne bergidik,dia takut..tapi di waktu yang sama dia juga berani.
"Mama dan papa pilih kasih!!mama kira aku gatau kalau mama lebih sayang adek?!" Deanne berteriak di depan orang tuanya itu,orang tuanya kaget,baru pertama kalinya..mereka melihat anak mereka berteriak di depan mereka.
"ADEKMU ITU MASIH KECIL!WAJAR KALAU DIA DAPAT KASIH SAYANG YANG LEBIH!!KAMU JUGA BERUBAH,KAMU GA SAMA SEPERTI YANG DULU!!" Teriak ibunya di hadapan muka Deanne.
Air mata semakin keluar dari matanya "oh..apakah mama dan papa tau kenapa aku berubah?KARENA KALIAN SENDIRI!!MAMA YANG SELALU MENDAHULUKAN KEPENTINGAN ADEK!AKU JUGA GA PERNAH DIPERLAKUIN SEPERTI ADEK SAAT MASIH KECIL!"dia mengatakannya,bibirnya bergetar.
"Aku selalu disuruh MENGALAH MENGALAH DAN GABISA BUKU MULUT,HANYA UNTUK ADEK!!" dia kemudia menengok dan melihat ayahnya matanya..matanya melihat dengan tajam ayahnya tersebut.
"Dan papa..papa selalu menyuruhku mendapat ranking 1,1 dan 1!!" Nada bicaranya menjadi tinggi,itu membuat ayahnya terkejut.
"Papa cuman bercanda,kenapa kamu anggap sangat serius,itu hanya motivasi agar kamu bisa mendapat ranking!" ucap ayahnya itu dengan nada yang tinggi.
Deanne seketika diam..dia diam dan menyadari apa yang di bilang ayahnya itu dari maksud "harus ranking 1" hanyalah candaan,hanyalah candaan.
"Jadi hanya candaan ya.." air matanya pecah,air matanya bercucuran hingga jatuh ke lantai,dia mengambil hp nya itu dan segera keluar dari kamarnya.
"Hah..hahah..lucu..candaan yang lucu.." dia mengatakan itu saat sampai di depan pintunya,dia hanya menundukkan pandangannya.
"Candaan yang lucu,pa.." hatinya hancur, berkeping-keping dia lari dan kabur dari rumahnya itu.
"DEANNE! MAU KEMANA KAU?!" Teriak ibunya,deanne tidak peduli, dia terus berlari dan menaiki sepedanya.
Dia dibutakan oleh kesedihan,dia mengayuh sepedanya hingga ke rumah temannya kemudia dia menaruh sepedanya depan rumah temannya,dia mengetuk pintunya.
"Angel..angel..ini aku..tolong buka..",Angel membuka pintunya dan kaget melihat Deanne menangis eperti itu "kamu kenapa? Ayo masuk dulu".
Deanne masuk ke rumah angel dan mengatakan sesuatu "angel..kunci pintumu" dia mengatakannya sambil mengusap air matanya itu,Angel mengerti dan mengunci pintunya.
"Kamu gapapa?kamu kabur dari rumahmu?" Muka Angel khawatir terhadap sahabat baiknya itu.
"Angel..boleh aku nginap disini 1 hari aja..?" Air mata tetap terus mengalir dari matanya,Angel pun kasihan melihat sahabatnya menangis seperti itu,akhirnya dia mengangguk dan membolehkannya tinggal bersamanya.
Angel memeluk deanne,deanne merasakan kehangatan.. kasih sayang dari sahabatnya itu "makasih..makasih" ucap Deanne dengan suaranya yang bergetar.
"Kamu gapapa..kamu aman kok nginap lah disini hari ini,aku tau kamu lagi ada masalah makanua kamu kabur dari rumahmu" Angel pun melepas pelukannya dan memberi minum kepada Deanne.
"Minumlah.." ucap Angel,Deanne pun tidak bisa berkata apa apa lagi,dia hanya bisa mengangguk.
"Habis ini kamu mending tidur ya..sama aku aja" nada bicara Angel sangat lembut dan khawatir kepada Deanne.
Sekali lagi Deanne tidak bisa mengatakan satu patah kata pun,dia hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Malam pun tiba,Deanne dan Angel segera beranjak ke kamar dan tidur.
"Besok kan libur,hari sabtu,jadi gapapa dong kamu nginap disini!" Ucap Angel yang sangat bahagia dan ingin menghilangkan kecemasan sahabatnya itu.
"Hmm..iya..kamu bener" ucap deanne,"kalau gitu ayo tidur,besok kita seru seruan aja dirumahku!" Ucap Angel dengan semangat.
"Iya.." Deanne hanya bisa bilang iya,dia tidak tahu harus bagaimana lagi,dia sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Angel,mereka pun tertidur nyenyak.
Esok hari pun tiba,Angel pun bangun pada jam 6 pagi sedangkan Deanne masih tidur,dia memakluminya karena pasti memiliki hari yang berat kemarin.
Angel turun tangga dan mendengar ketukan pintu,dia penasaran siapa itu dan melihat nya lewat jendela,dia mengintip dan ternyata itu orang tua Deanne.
Angel terkejut dan segera naik tangga dan membangunkan deanne yang sedang tertidur,dia mengguncangkan tubuhnya dean perlahan.
"De..bangun dea,ada orang tuamu diluar" ucap Angel,deanne pun terbangun dari tempat tidur.
"Ha-? Hah?! Ada orang tuaku di luar?" Ucap Deanne dengan nada bicara yang kaget.
"Iya! Coba turun dulu,temui mereka!" Ucap Angel.
Mereka berdua pun turun dan membuka pintu tersebut,Deanne maju ke depan.
"Ma..pa..ngapain ke sini?"ucap deanne dengan muka yang datar,dia terlihat tidak senang karena orang tuanya datang.
Kedua orang tua Deanne pun memeluk dean..dengan erat.
"Maaf de..maaf de.." ucap ibunya tersebut.
"Maaf de..mama pilih kasih sama kamu..mama minta maaf..mama tidak maksud mengekang mu.." ucap ibunya dengan air mata yang bermunculan dari matanya tersebut.
"Papa juga minta maaf nak..papa sadar kalau candaan papa tidak sengaja menyakiti dan menghancurkan hatimu,kamu cuma anak kecil yang pengen disayang.." ucap ayahnya itu
Deanne tidak bisa berkata apa-apa selain menangis,dia menangis..dia akhirnya merasakan kehangatan dari pelukan mereka itu..pelukan tulus yang penuh kasih sayang,yang selalu Deanne impikan.
"Pulang ya nak..pulang ya.." ucap ibunya yang memohon Deanne untuk pulang ke rumah.
Deanne sekali lagi tidak bisa berkata apa apa,dia hanya bisa menangis dan menganggukkan kepalanya.
Angel terharu melihat mereka berpelukan,mereka kelihatan bersinar..bersinar dengan penuh kasih sayang.
Deanne melihat ke arah angel dan mengatakan "Angel..makasih ya udah bolehin aku nginap..aku pulang dulu,kita mainnya lain kali ya".
Angel pun meneteskan air matanya,air mata bahagia atas melihat kebahagiaan mereka yang akhirnya akur.
"Iya,pulang aja dulu,kita bisa main lain kali kok" ucap Angel yang bahagia melihat sahabatnya itu.
Angel,dan orang tuanya pun pergi pulang ke rumah mereka,berpegangan tangan dan ayahnya mengangkat sepeda Deanne ke dalam mobil.
"Sekali lagi..makasih ya Angel!" Deanne terlihat sangat bahagia dan melambaikan tangannya ke arah Angel.
Angel pun melambaikan tangannya ke arah Deanne,mereka memasukin mobil dan berangkat pulang ke rumah mereka.
Akhirnya Deanne bisa berdamai dengan orang tuanya dan dirinya sendiri.