๐๐๐ซ๐ฌ๐๐ฌ๐๐ญ ๐๐ข๐๐๐ง๐ ๐๐ก ๐๐๐ข๐ง๐๐๐ก๐๐ง ๐๐จ๐ง๐ญ๐๐ง๐ ๐๐ฎ๐๐ฅ๐
"Arra kali ini kita liburan kerumah nenek yah.." Ucap seorang wanita yang tampak sedikit tua
"gak mau! ayah sama ibu udah janji kita bakal ke Bali kan? arra gak bakal kerumah nenek!" jawab tegas gadis muda, Ia Arra gadis muda yang sekarang tinggal di kota Samarinda, Anak yang suka membantah dan juga anti dengan semua yang berbau kampungan.
"arra nenek kamu sudah kangen sama kita.. jadi ayolah, kan bulan lalu kita sudah ke Bali arra" Ucap risau sang ibu
"arra gamau! arra udah bilang keteman teman kalau besok arra bakal ke bali bu!" jawab geram arra yang semakin berapi api dalam matanya
Setelah arra teriak, ibu arra kecewa dan pergi meninggalkan arra bagai anak kecil yang sedang tantrum. Arra terdiam merasa bersalah, perasaan arra lebih cemas lagi karena merasa ada sesuatu yang mencengkam dari balik punggungnya, itu ayah arra yang sedang menatap nya sedari tadi. Setelah kejadian itu arra akhirnya ikut untuk pergi ke kampung halaman ibunya, kota Bontang. Arra masih bersalah karena ia belum meminta maaf pada ibunya.
Kepala arra hanya berisi kesal dan sedih.Dan setelah perjalanan yang cukup jauh keluarga arra sampai di Kota Bontang, arra tak merasa bahagia dia memasang wajah yang datar mengartikan ia sudah sangat suntuk.
"Apaansih kota nya gini gini aja,
bosanin!" teriak arra sambil melihat kota yang sederhana itu. Ibu nya arra pun sangat girang karena dapat kembali ke kampung halaman nya, bahkan sang ibu langsung pergi ke toko oleh oleh khas kota bontang, arra bertanya tanya, kenapa ibunya sudah datang ke toko itu padahal baru tiba disini.
"Itu apa bu?" tanya heran arra yang
sedang menunjuk batik khas kota bontang
"itu batik motif kuntul perak nak, itu batik dari kota bontang" jawab halus ibu
"ohh.. lalu ini? kalau yang itu? kalau yang disana bu?" tanya girang arra, sembari menengok barang barang yang lain. Ia terkejut ternyata kota sederhana ini memiliki harta karun yang berlimpah.
"haha baiklah ibu akan menjelaskan semuanya" jawab puas ibu
Setelah berbelanja, arra merasa senang memiliki banyak barang unik, mulai dari perhiasan hasil buatan tangan dan yang lain lain.
Setelah itu ibu arra mengajak sekeluarga untuk berlibur ke Bontang Kuala, perasaan arra kembali kesal, karena dia hanya ingin berdiam diri diruangan penuh ac
Berselang lamanya, akhirnya arra
berhasil dibujuk untuk berpergi ke Bontang Kuala, Setelah sampai di tempat pariwisata itu, mata arra terbelalak, melihat pesona laut yang mengejukkan hati, hembusan angin membuat rambut lurus arra berhamburan di wajahnya, melihat kegiatan warga asli Bontang Kuala membuat banyak pertanyaan di hati arra.
Arra berlari laju meninggalkan keluarga mereka yang sedang sibuk mengatur perjalanan selanjutnya.
Arra semakin takjub dengan apa yang ia lihat, ia melihat ikan asin yang di keringkan di bawah terik panas nya mata hari, ia masih terpukau dengan pesona yang dimiliki oleh Bontang Kuala, kemudia arra seakan lupa bahwa sekarang dia sisa sendiri, arra semakin masuk ke dalam pesisir tersebut, ia sangat sibuk menyaksikan kesibukan orang orang disana.
Lalu azan maghrib terdengar, dengan
sigap arra mengingat bahwa ia sudah tersesat! bagaimana arra kembali? walaupun arra anak yang melawan dia bukan anak yang cengeng dia berusaha mengingat jalan yang ia lewati tadi.
"siapa itu ji? baru liat aku deh" Kata keluar dari gadis yang sedang duduk di depan rumah
"aiss mana kutau" jawab teman gadis itu
"coba kamu tanya dulu pang itu, udah kayak orang hilang kuliat" Balas si gadis
"hey! orang mana kamu, gelisah betul muka mu itu nah" tanya teman gadis itu
"ah! aku arra asal Samarinda, emm kalian tau gak jalan keluar dari Bontang Kuala ini?" jawab arra yang sudah dipenuhi keringat dingin
"owalah sesat kah pok? ayo sudah kuantar, naik sepedaku" ujar teman gadis itu
"benar? makasih.." jawab lega arra
Sebelum sepeda ontel itu di goes, wajah arra merasa malu karena mengendarai sepeda ontel tersebut, perlahan sepeda di goes dengan laju keluar dari bontang kuala. Wajah malu arra kemudia berubah menjadi wajah takjub, menyelanya lampu lampu hias di setiap jalan, bahkan warna nya sangat berwarna warni membuat perasaan gelisah arra hilang, angin laut semakin berhembus kencang dan lampu lampu hias di setiap jalan mulai menyala. Arra merasa telah menemukan dunia lain yang nyaman.
Sesampainya diluar gerbang, keluarga arra khawatir dan senang melihat arra yang tersenyum lebar sembari melambaikkan tangan nya.
"Terimakasih yah!, kalau boleh tahu namamu siapa?" Tanya senang arra pada teman gadis yang menolongnya.
"Hehe santai ra, namaku Raffi orang Bontang Kuala sini" jawab santai raffi yang mengacungkan jempolnya pada arra
"okay raffi, makasih yah semoga kita dapat berjumpa lagi! bye" Balas arra dengan senyumnya yang melebar
"oke dadah" jawab raffi yang perlahan masuk kembali kedalam Bontang Kuala
"Arra, kamu kemana aja, ibu sampai
minta bantuan warga disini agar bisa nyari kamu ra, astagfirullah" khawatir ibu
"ibu, aku senang disini, tunjukkan padaku lagi tempat wisata seperti ini bu! aku menyukai bontang!" jawab senang arra.
Wajah sang ibu seketika berubah menjadi heran sekaligus senang
"haha baiklah, ayo kita makan dulu, kamu pasti suka makanan ini" balas ibu sembari memegang tangan arra
"wah apa itu bu?" tanya girang arra
"gami! gami makanan khas bontang ra terutama gami bawis. Dan ibu tau kamu suka dengan ikan bawis~ jadi ibu akan membelikan kamu gami bawis, siapa sih yang gak suka gami kan?" jawab ibu arra sambil berjalan menuju warung gami
"Yeah! arra pasti suka!, ibu.. maafin arra yah udah ngebentak ibu kemarin, arra berjanji bakal lebih dewasa lagi bu, Terimakasih bu!" balas senang arra
"iya nak" senyum ibu arra kini sudah tidak bisa berhenti.
Baru kali ini arra merasa sesenang ini, ia ternyata terlalu nyaman pada sekitarnya tanpa mencoba hal yang baru. Arra merasa ini adalah sebuah petualangan di pesisir laut. Seminggu arra berlibur di kota Bontang, bahkan banyak tempat pariwisata yang ia belum ketahui di Kota Bontang, ia bahkan merasa tempat ini adalah surga yang baru ia temui, kini waktunya arra meninggalkan bontang, pengalaman nya disini sangat tidak bisa dilupakan oleh arra sendiri, ia bahkan tak sabar memamerkan petualangan nya di Kota Bontang ini.